Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 35
Jasmine menjadi tersangka utamanya disini. Dimana kedua orang tuanya tiba-tiba saja datang secepat kilat ke apartemen saat mendapatkan kabar dari Ben.
Dia benar-benar yakin, jika adiknya itulah yang menjadi penyampai pesan kilat pada kedua orangnya, hingga membuat dia dan Rean langsung di sidang saat itu juga.
"Sejak kapan kalian tinggal bersama?" tanya papa Jasmine, pada putrinya yang duduk bersama dengan kekasihnya disana.
Rean sama sekali tidak merasa takut. Dia terlihat biasa saja menghadapi situasi saat ini.
"Pa, Jasmine udah bilang kalau kita gak tinggal bareng." sangkalnya, berharap sang papa mau percaya padanya.
"Mas, ih bantuin jelasin ke papa, kalau kita gak tinggal bareng." pintanya pada Rean yang masih menetap datar pada laki-laki bernama Ben itu.
Ternyata dia adiknya Jasmine. Wajahnya menyebalkan sekali menurutnya.
"Mas?" ulang mama Ratna mendengar putrinya memanggil Mas, pada kekasihnya itu.
"Tau ah! Bodo amat!" gumam Jasmine terlihat kesal disana.
"Kamu, apa niat kamu menjalin hubungan dengan anak saya? Kamu tau Jasmine itu sedang di puncak kariernya kan?"
"Niat saya? Saya mencintai dan dia mencintai saya, jadi tidak ada yang salah untuk ini bukan? Saya dan Jasmine sudah membicarakan hal ini, jika saya tidak akan memaksakan apapun kehendak saya terhadapnya. Jika dia ingin berkarir silahkan, jika ingin berhenti saya masih sangat sanggup untuk menghidupinya." jawab Rean tanpa rasa takut sedikitpun.
Mendengar jawaban Rean bukan membuat Jasmine terharu, malah membuatnya terlihat kesal. Bagaimana tidak, jika jawaban Rean semakin mengundang rasa penasaran keluarganya disana.
"Atas dasar apa kamu berani menyuruh Jasmine untuk berhenti berkarya? Memangnya apa yang kamu memiliki?" tanya papanya Jasmine lagi.
"Saya seorang dokter umum saat ini. Tidak banyak keahlian yang saya miliki, tapi apa yang saya miliki saya rasa lebih dari cukup untuk menghidupi anak Tante dan Om." jawabnya dengan penuh percaya diri.
Lihat, betapa sombongnya wajah itu. Benar-benar membuat Jasmine ingin menelannya hidup-hidup saat ini.
"Hanya seorang dokter biasa. Bagaimana bisa kamu berani menghidupi Jasmine nantinya? Mantan kekasihnya saja-"
"Pa! Bisa gak, gak usah bahas itu? Lagian siapa yang mau hidup sama orang tukang selingkuh begitu."
"Apa kekayaan seseorang di lihat dari pakaiannya? Apa karena saya tidak memakai jas dan dasi maka anda meragukan saya?" tanya Rean yang mulai terpancing emosi saat ini.
Jasmine benar-benar tidak percaya jika orang tuanya masih membahas tentang hubungannya terdahulu.
"Mas, pulang dulu ya. Biar aku yang bicara sama mama dan papa. Ini Masalah keluarga aku." ucap Jasmine memelas pada Rean, yang mebuat laki-laki itu mengalah untuknya.
"Aku jemput jam 7 besok malam, oke." ucapnya dengan lembut untuk Jasmine.
Bahkan dengan berani dia mencium kening Jasmine di depan keluarganya tanpa rasa takut sedikitpun. Yang lebih parahnya, dia bahkan tidak berpamitan pada keluarga Jasmine disana.
"Kamu hati-hati." Rean tersenyum lembut untuk Jasmine sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.
"Lihat, laki-laki seperti itu yang kamu pilih?" kata papanya merendahkan Rean.
"Pa, sebenarnya mau papa itu apa sih? Aku yang milih Rean buat jadi pacar aku. Kalau ini semua soal harta, papa gak akan percaya kalau aku bilang dia itu salah satu pewaris keluarga Roeslan. Tapi apa papa tau? Dia bahkan gak berniat Nerima atau bersaing sama keluarga Roeslan." ucap Jasmine berusaha menjelaskan.
"Apa papa tau, dia bahkan bisa sukses dan menjadi dokter muda dengan usahanya sendiri dengan beasiswa penuh di luar negeri. Lalu kembarannya, dia dokter bedah saraf paling terkenal saat ini. Sayang karena kecelakaan waktu itu, dia terpaksa mengubur mimpinya. Papa tau siapa kembarannya?" tanya Jermaine lagi.
"Kembaran Rean adalah Dokter Sean Arya Pratama, dokter yang pernah memimpin operasi pengangkatan tumor di kepala kakek. Dan apa papa tau, kalau Rean itu adalah Rean Arya Pratama saudara kembarnya dokter Sean. Jadi bisa di bilang mereka sukses dengan kemampuan mereka sendiri. Bukan karena anak tangga yang sudah di bangun keluarganya!" jelas Jasmine yang terlihat kecewa pada orang tuanya disana.
Terlebih Ben, yang terang-terangan menunjukkan sikap tidak hormatnya pada Rean.
"Satu lagi, mulai sekarang kamu cari uang sendiri karena kakak akan stop uang bulanan kamu!" ucap Jasmine sebelum pergi masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri disana.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh