NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:328.5k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-11 Awal rasa

Siang ini Amanda dan dua temannya seperti biasa berkumpul dibawah pohon kebesaran mereka, saat sosok pria tampan itu menghampiri mereka. Asti dan Erna langsung memasang wajah sumringah melihatnya.

“Pak Jo! Kau datang lagi kesini?” tanya Asti langsung memburunya.

“Iya, aku ada perlu dengan temanmu,” jawab Jonathan sambil tersenyum pada Asti kemudian menoleh pada Amanda, dia masih menganggap nama Amanda adalah Agatha.

“Ada apa? Kenapa kau sering mencarinya? Jangan-jangan kau menyukainya?” tebak Erna. Membuat Jonathan terkejut apalagi Amanda. Tapi Jonathan hanya tersenyum tidak menanggapi perkataan Asti dan Erna.

“Pak Jonathan, bolehkah aku berkeluh kesah sedikit?” tanya Erna.

“Ada apa?” tanya Jonathan menatap Erna.

“Kami sebenarnya ingin magang diperusahaanmu, tapi kami tidak lolos seleksi, padahal ini kesempatan kami yang terakhir, kami ingin magang diperusahaan besar seperti milikmu. Ternyata sangat sulit masuk kesana,” keluh Erna.

Jonathan terdiam dan berfikir, matanya menoleh pada Amanda yang tidak banyak bicara.

“Baiklah kalian bisa magang diperusahaanku nanti aku yang akan bicara dengan bagian personalia,” kata Jonathan. Membuat Asti dan Erna tersenyum senang, mereka berseru kegirangan. Selain karena magang diperusahaan besar, mereka berharap akan bertemu lagi pria tampan itu. Amanda masih tidak berkomentar, dia tidak terlalu suka magang diperusahaan pria itu, sok ganteng, sok laku, aah pokoknya dia tidak suka.

“Jadi sekarang bolehkah aku bicara dengan Agatha?” tanya Jonathan.

Asti dan Erna mengerutkan keningnya, ternyata Pak Jonathan masih memanggil Amanda dengan Agatha.

“Pak Jo, dia bukan A…” baru juga Asti akan memberitahu, Erna sudah menariknya menjauh dari mereka.

“Jangan menggganggu Pak Jo, nanti kita batal magang diperusahaannnya,” bisik Erna ke telinga Asti, merekapun menjauh.

“Aku kan cuma mau ngasih tau kalau Amanda namanya Amanda bukan Agatha,” kata Asti.

“Nanti juga tahu sendiri,” ucap Erna.

Amanda diam saja dirinya masih disebut Agatha. Ah dia tidak peduli pria itu mau memanggilnya apapun. Biarkan saja dia salah menyebut namanya, suatu saat dia pasti akan malu kalau tahu namanya yang sebenarnya Amanda bukan Agatha, sekalian saja dia kerjain, batin Amanda.

“Aku ingin bicara denganmu, ayo,” ajak Jonathan.

“Bicara disini saja, ada apa?” tanya Amanda, malas dia harus mengikuti keinginan Jonathan. Mendapat reaksi penolakan seperti itu, membuat Jonathan kesal. Sudah dia bela-belain diri menemui wanita itu, mengikuti keinginan orangtuanya untuk mengenalnya, eh mendapat balasan yang cuek seperti itu, dia benar-benar kesal.

“Kau fikir aku punya banyak waktu? Aku sibuk,” ucap Jonathan dengan ketus.

Amanda mencibir, sok sibuk lagi, siapa suruh dia menemuinya?

“Kalau sibuk ya sudah bicara disini saja, ada apa? “ tanya Amanda balas ketus.

Tapi bukan jawaban yang di dapatnya, pria itu malah menarik tangannya mengajak pergi dari tempat itu, seperti yang dilakukannya padanya waktu memberikan boneka panda itu.

“Hei hei kau mau apa? Lepaskan tanganku!” teriak Amanda. Tapi Jonathan tidak menggubrisnya. Kalau tidak dengan cara seperti ini akan sulit membawa Amanda. Dan dia tidak mau membuang-buang waktunya hanya untuk berbicara dengan gadis ini.

Karena usahanya sia-sia, Amanda jadi menurut mengikuti pria itu menuju mobilnya.

“Masuk!” kata Jonathan.

“Memangnya kau mau membawaku kemana?” tanya Amanda.

“Sudah masuk saja,” jawab Jonathan.

“Aku tidak mau kalau kau tidak mengatakannya,” tolak Amanda.

“Tiap menitku sangat berharga, dan aku buang-buang waktuku dengan berdebat denganmu, kataku masuk, masuk!” kata Jonathan dengan nada keras.

Amanda terkejut mendengarnya. Apa pria itu membentaknya?

“Siapa kau? Enak saja membentakku?” maki Amanda.

Jonathan terkejut sesaat, dia hampir saja tidak bisa mengontrol emosinya. Perjodohan ini benar-benar membuatnya tertekan dan membuatnya jadi mudah marah.

“Aku minta maaf, ayo masuk,” ucap Jonathan dengan halus, sambil membuka mobilnya. Dia mencoba menenangkan hatinya. Sangat berat baginya meluangkan waktu untuk mengenal gadis ini, sangat berat.

Amanda menatap Jonathan yang juga menatapnya. Ada raut keseriusan diwajahnya, jadi diapun mengikutinya masuk ke dalam mobil. Jonathan menutup pintunya. Tidak berapa lama mereka meninggalkan kampus itu.

Ternyata Jonathan mengajak Amanda ke sebuah café. Dia terus melihat jam tangannya. Dia menjadwalkan bertemu gadis ini hanya 30 menit, ya hanya 30 menit, waktunya sangat berharga daripada harus berbicang bincang dengan gadis ini.

“Kau mau pesan apa?” tanya Jonathan berusaha ramah tapi ramah yang dipaksakan.

“Terserah kau saja, kau kan yang mengajakku kesini?” tanya Amanda masih ketus, membuat Jonathan sebal, tapi dia harus bersabar, demi permintaan kedua orangtuanya.

“Aku tidak tahu kesukaanmu,” ucap Jonathan, berusaha senatural mungkin.

“Baikah,” jawab Amanda, sambil melihat menu, dia memesan es krim.

Jonathan  mencibir dalam hati, dasar anak kecil yang dipesan juga eskrim, batinnya. Tidak ada yang bicara sampai akhirnya pesanan mereka tiba.

“Sampai mana skripsimu?” tanya Jonathan.

“Sedikit lagi beres,” jawab Amanda dia langsung memakan es krimnya.

Jonathan duduk bersandar, memperhatikan gadis di depannya itu. Lihat saja cara dia makan eskrim, huh benar benar kekanak kanakkan, masa dia harus menikah dengan gadis seperti itu, batin Jonathan terus saja menilai.

“Apa rencanamu setelah selesai?” tanya Jonathan.

“Tentu saja bekerja, diperusahaan Daddy, dia ingin aku mengurus perusahaannya, Daddyku sudah tua, aku bingung, kenapa orangtuaku lebih tua dari oranglain? Kakak-kakakku bahkan memiliki anak seusiaku, sangat membingungkan,” jawab Amanda.

Jonathan mendengarkan. Berarti sama dengan dirinya, ayahnyapun usianya lebih tua dari ayah teman temannya. Mungkin ini yang menyebabkan ayahnya dan ayah Agatha menjodohkan mereka.

“Begitu?” tanya Jonathan.

“Iya,” jawab Amanda.

Kini Jonathan diam, dia kembali memperhatikan gadis yang dia kira adalah calon istrinya. Melihat lebih dekat gadis ini, dia memang cantik, sangat cantik malah, dia juga berdandan tidak berlebihan, padahal dia tahu ayah gadis ini pastilah kaya raya.

“Katanya ada yang ingin kau bicarakan, kau mau bicara apa?” tanya Amnda.

“Tidak ada yang terlalu penting,” jawab Jonathan.

“Apa? Tidak ada yang penting bagaimana?” tanya Amanda terkejut, yang tadi menunduk sedang menikmati eskrimnya kini menatap Jonathan, membuat secuil es krim menempel diujung hidungnya.

“Aku hanya ingin bicara denganmu,” kata Jonathan.

“Bicara denganku?” tanya Amanda semakin tidak mengerti.

“Bicara apa?” tanyanya lagi.

“Ya hanya bicara,” jawab Jonathan, matanya teruju pada eskrim dihidung itu.

Diapun memberi kode menunjukk hidungnya sendiri.

“Ada eskrim dihidungmu,” kata Jonathan.

“Apa? Es krim di hidungku?” tanya Amanda, menunjuk hidungnya. Jonathan mengangguk.

Amanda melap hidungnya asal, tentu saja karena eskrimnya eskrim coklat, malah membuat eskrim itu belepotan ke wajahnya.

“Masih ada,” ucap Jonathan.

“Masih ada?” tanya Amanda. Dia melap lagi tapi coklat dibagian yang lain belum terhapuskan. Melihatnya Jonathan tidak sabar, dia mengambil tisu, mencondongkan badanya lebih dekat ke Amanda, tangannya mendekati wajah Amanda lalu melap eskrim itu dari wajah Amanda.

Sikapnya itu membuat wajahnya semakin dekat melihat wajah cantik gadis itu. Sejenak dia tertegun dengan apa yang dilakukannya, seharusnya biarkan saja gadis itu belepotan, tapi masa dia membiarkan calon istrinya seperti itu? Diapun menghela nafas panjang. Lalu bergerak menjauh.

“Sudah,” ucapnya sambil menyimpan tissue diatas meja.

“Sudah ya,” ucap Amanda. Tangannya akan menyentuh wajahnya, tapi Jonathan melihat tangan yang bekas menghapus eskrim itu menempel ditangan Amanda. Dan spontan dia memegang tangan Amanda menahannya supaya tidak memegang wajahnya karena akan membuat eskrim itu kembali mengotori wajahnya.

Amanda terkejut Jonathan memegang tangannya. Dia menatap Jonathan.

“Maaf, aku tidak bermaksud… ee maksudku ditanganmu ada eskrimnya,” kata Jonathan, dia merasa tidak nyaman ditatap Amanda seperti itu. Dia buru-buru melepaskan tangannya Amanda.

Amanda menatap tangannya yang kotor oleh eskrim. Diapun tertawa kecil, lalu mengusapnya dengan tisu.

“Aku seperti anak-anak ya,” ucapnya masih tertawa. Jonathan langsung saja mengangguk dan dia tersenyum. Tersenyum? Kenapa dia tersenyum? Jonathan kembali diam. Agak terkejut dia bisa tersenyum pada gadis itu.

“Sudah bersih,” ucap Amanda.

“Kau suka eskrim?” tanya Jonathan.

“Hmm,” Amanda mengangguk.

“Ada tempat eskrim yang menurutku sangat enak,” kata Jonathan. Lagi-lagi dia terkejut, apa dia sedang menawari eskrim pada gadis itu?

“Oh ya dimana? Kau bisa memberitahuku? Nanti aku kesana bersama Asti dan Erna, mereka juga suka eskirm,” ucap Amanda, terlihat matanya berbinar-binar menatap Jonathan dengan antusias.

Jonathan menatap mata cantik itu, gadis itu memiliki mata yang cantik, batinnya.

Jonathan menyebutkan sebuah nama toko eskrim.

“Namanya Toko Es Krim Cinta,” jawab Jonathan

“Apa itu? Hahha lucu namanya,” seru Amanda sambil tertawa

“Iya namanya memang begitu, Es krim cinta, karena biasanya yang makan eskirm itu pasangan muda mudi yang sedang pacaran,” jawab Jonathan. Dia kembali merenung, kenapa jadinya membahas itu?

“Dimana itu? Sepertinya enak,” gumam Amanda.

“Kau tidak tau toko eskrim itu?”tanya Jonathan. Amanda menggeleng.

“Nanti kalau ada waktu aku ajak kau kesana,” kata Jonathan.

“Benarkah? Bukankah kau sedang sibuk?” tanya Amanda.

“Nanti aku jadwalkan,” jawab Jonathan.

Amanda terdiam. Pria sesibuk Jonathan mau meluangkan waktunya hanya untuk mengantarnya ke toko Eskrim? Yang benar saja. Ada apa dengan pria itu?

Jonathanpun terdiam, tidak ada salahnya dia mengajak Amanda ke toko eskirm itu, dia harus terbiasa dengan keberadaan calon istrinya itu, supaya ketika mereka menikah nanti dia bisa menerimanya menjadi istrinya.

Tidak terasa entah berapa lama mereka mengobrol kalau tidak ponsel Jonathan yang terus berbunyi, dia mendapat panggilan dari kantornya.

“Maaf aku ada urusan, aku akan kembali ke kantorku,” kata Jonathan.

“Baiklah,” Amanda mengangguk.

“Tapi maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang,” ucap Jonatahn.

“Tidak apa-apa nanti aku pakai taxi,” jawab Amanda.

“Kau dan teman-temanmu boleh magang diperusahaanku,” ucap Jonathan lagi.

“Baiklah, terimakasih,” kata Amanda.

Jonathan mengangguk.

“Nanti kalau ada waktu aku akan memberitahumu kapan kita ke toko eskirm itu,” ucap Jonathan sambil berdiri.

“Baiklah, tentu saja dengan Asti dan Erna kan?” kata Amanda.

“Ya kau boleh mengajak mereka,” jawab Jonathan. Amanda tersenyum senang.

Jonathan memanggil pelayan yang langsung menghampiri mereka membawa sebuah nampan kecil dan selembar

bon.

“Kau masih ingin makan eskirm?” tanyanya pada Amanda.

Amanda terdiam, dia ingin memesannya lagi.

Jonathan mengeluarkan uang dan disimpan dinampan kecil itu.

“Kau bisa memesannya lagi,” ucap Jonathan pada Amanda. Terdengar ponselnya kembali berdering. Pria itu mengambil handphonenya dan menjawab telponnya sambil meninggalkan Amanda.

Amanda menatap kepergian pria itu, bahkan saat pria itu ada di lahan parkir, dia menatapnya lewat kaca café itu. Pria itu terlihat sangat sibuk.

Amanda mengeluarkan handphonenya dan menelpon Asti.

“Cepatlah kemari, kita makan eskrim!” ajaknya.

***************

Jangan lupa like vote dan komen

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!