NovelToon NovelToon
Queenara Sheva

Queenara Sheva

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Idola sekolah
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia bukan anak pelakor

     Sheeva memilih kembali ke kantor pengurus osis. Masih banyak laporan osis yang harus dia selesaikan. Andai bukan demi menemani Nindy, tentu Sheeva sudah mendekam di ruangan itu sejak tadi.

    Namun langkah Sheeva kembali terhenti, dia menghela nafas lelah kala melihat Gama dan beberapa kawannya menghadang langkahnya. Wakil geng motor Cobra itu sepertinya memang sengaja menghadangnya.

  " Hebat ya sekarang, punya backingan seorang Kay The King " Sheeva memilih diam tak menggubris.

  " Apa kabar cantik ?" Dengan kurang ajarnya Gama ingin mencolek dagu Sheeva. Namun belum sempat mendarat sempurna di dagu milik Sheeva, sudah lebih dulu tangan Gama di tangkis oleh Sheeva.

  " Wau jual mahal rupanya "

  " Anak pelakor nggak usah jual mahal neng " UCap salah satu angota Gama.

  Sheeva menoleh dan langsung menatap tajam orang yang sudah mengatainya anak pelakor.

  " Kenapa, bukankah memang begitu faktanya ?" Pria itu berbicara dengan nada penuh ejekan.

  " Jaga mulutmu !" seru Sheeva.

  " Kalau kita ngak mau, kamu mau apa ?"

  " Lapor pada Key, pangeran kodok mu itu " Sheeva beralih menatap nyalang kearah Gama.

  " Buat membereskan sampah seperti kalian aku tak memerlukan bantuan Kay "

   " kalau kalian tidak tau faktanya, aku saranin cari tau kebenarannya terlebih dahulu, baru kalian boleh bicara. Jangan sampai ucapan kalian hari ini justru membuat kalian kehilangan muka di kemudian hari " Sheeva berucap dengan nada santai, sembari terus menatap Gama dengan intens.

   " Aku selama ini diam bukan berarti mengaminkan ucapan kalian. Bukan juga karena aku takut. Aku hanya malas mengangapi ocehan kalian yang tidak bermutu itu." usai mengakhiri ucapannya ucapanya, Sheeva memilih berlalu dari gerombolan anak Cobra.

  " Nggak usah ngelak, nyatanya memang begitu kan ?" Sheeva menghentikan langkahnya lalu, membalikan badannya. Dia tatap dengan tajam satu persatu anak buah Pamungkas itu.

  " Aku sebenarnya kasihan sama kalian. Bisa-bisanya kalian kemakan omongan ketua kalian tanpa mencari tau kebenarannya. Kalau kalian punya otak seengaknya kalian pakai itu otak kalian buat mencari tau, omongan ketua kalian itu nyata atau bualan belaka. Kalau semua kebenarannya gue buka disini, aku yakin ketua kalian nggak akan punya muka buat berhadapan dengan kalian "

  " Omongan aku benar kan ?"

  " Otak dangkal kalian tidak pernah di buat mikir sejauh itu. Kalian hanya taunya membully, padahal kalian membully orang yang salah. Semoga saat semua kebenaran terungkap, kalian semua sudah ada dalam kondisi yang sudah tidak mampu menerima fakta tersebut. Agar kalian tak perlu menanggung sesal dan malu." Sheeva berbicara dengan suara bergetar. Tanpa menoleh lagi dia berjalan menjauh.

Namun tiba-tiba...

" B4ngsat loe ..!" Dengan keras Gama mendorong tubuh sheeva dari belakang. Sheeva yag tidak siap tersungkur, tubuh mungilnya menabrak tembok dengan keras.

" Queen...!" Terdengar suara menggelegar dan derap langkah mendekat.

" Loe apain adik gue bangs4t ?" Amarah Pamungkas tak bisa di bendung. Dengan kuat dia mencengkeram baju Gama.

Sementara Sheeva ambruk dalam dekapan Kay. Beruntung Kay mengikuti Sheeva. Jadi tubuh Sheeva tak sampai jatuh ke lantai. Dengan Sigap Kay mengangkat tubuh Sheeva dan membawanya ke UKS.

" Loe belain anak pelakor itu ?" Gama tak terima di perlakukan seperi itu oleh Pamungkas.

" Dia bukan anak pelakor. Gue lah yang anak pelakor kalau loe mau tau . Nyokap gue yang merebut bokapnya Sheeva " Meski samar Sheeva masih bisa mendengar. Dia tak menyangka Pamungkas mengakui semuanya.

" Hahaha..loe nggak usah ngibul demi loe aman di sini. Ada kita di belakang loe "

" Faktanya memang gue yang anak pelakor bangs4t." pamungkas melayangkan satu pukulan kearah Gama. Gama bahkan sampai terhuyung.

" Woi, kalau kalian pada mau adu mekanik jangan di sini " Antoni yang mengikuti Kay mendekat saat melihat emosi pamungkas mulai tak stabil.

" Harapan bangsa bukan arena gulat. Kalau kalian masih mau ribut, silahkan keluar. Sebelum kalian habis sama kita di sini. " Antoni menepuk bahu Pamungkas.

" Bawa pergi orangmu dan kalau loe emang beneran kakaknya Sheeva, gue saranin loe susulin Kay dan Sheeva ke UKS. Jangan malah ribut begini " Ucap Rama.

" Dan buat kalian " Rama menunjuk anggota geng Cobra.

" Jangan bikin onar disini kalau tidak mau Tribakti di blacklist dari seluruh turnamen olah raga antar sekolah. Bukan hanya itu, kalian sudah dengan berani mengusik Queennya The King. Siap-siap saja Cobra tinggal nama setelah ini. Loe semua tentu tau betapa gilanya seorang Kay. Gue saranin loe pada balik. Sebelum Kay benar-benar ngamuk " Imbuh Rama sembari menepuk bahu Gama dengan sedikit penekanan.

Rama dan Antoni memilih melangkah menuju UKS menyusul Kay. Siapa tau ketua mereka itu butuh bantuan. Pamungkas pun terlihat mengikuti langkah mereka. Sementara Gama da kawan-kawan memilih pergi dari Harapan Bangsa.

Sementara itu..

Penjaga UKS di buat dengan dorongan keras pintu utama UKS. Mereka pikir ada atlet yang ci dera dan di bawa ke UKS. Namum mereka di buat semakin terkejut saat melihat pelaku pendrobak pintu yang tak lain adalah Kay yang datang dengan mengendong seorang perempuan. Dan keterkejutan mereka bertambah saat tau Sheeva lah yang ada dalam gendongan Kay.

" Dokternya mana ?" Salah satu penjaga UKS segera memanggil dokter yang selalu siaga di UKS selama turnamen berlangsung.

" Dok tolong diperika. Dia baru saja di dorong seseorang dan tubuhnya menabrak tembok dengan keras " Yang bikin gagal Fokus adalah tangan Kay yang tidak melepas genggamannya di tangan Sheeva meski[un Sheeva sedang di periksa oleh dokter.

Dokter dengan sigap memeriksa Sheeva. Beruntung tak ada cidera serius. Sheeva hanya mengeluh sakit pada bagian tubuh yang tadi terbentur tembok. Dan Sedikit pusing karena ternyata tekanan darahnya juga rendah.

" Queen..!" Pamungkas langsung mendekat kearah adiknya begitu masuk kedalam UKS. Sayang Sheeva tak merespon.

Sheeva justru memanggil Kay yang tadi sempat menjauh saat melihat Pamungkas mendekat. Kay pun mendekat dan kembali mengenggam tangan Sheeva.

" Kamu haus ?" Sheeva menganguk.

" Ram..!" Tanpa banyak bicara Rama bergegas keluar. Dia paha apa yang Kay mau, meskipun tanpa perintah yang jelas.

Terjadi keheningan usai kepergian Rama. Kay masih setian memberikan usapan lembut di tangan Sheeva yang kini ada dalam genggamannya. Sementara pamungkas hanya bisa menatap nanar kearah adiknya. Ada begitu banyak sesal di dalam dadanya. Andai dia tidak ikut-ikutan kata mami dan kakak perempuannya, mungkin Sheeva tidak akan membencinya seluar biasa ini.

" NIh bos " Rama datang dengan membawa satu botol air mineral dan satu cup teh hangat.

" Mau yang mana, teh hangat atau air mineral ?" Kay benar-benar menjadi sosok yang berbeda saat bersama Sheeva. Rama dan Antoni benar-benar bahkan sampai merinding di buatnya.

" Ton, itu beneran bos Kay ?"

" Lembut amat kaya roti pakai sepuluh telur. Sumpah gue merinding " Antoni menatap jengah ke arah Rama. Bocah satu itu selalu saja ada bahan buat di komentari.

" Kas, loe meding keluar dulu deh. Biar Sheeva nyaman buat istirahat." Antoni melihat ketidak nyamanan pada Sheeva.

" Oke..gue titip Sheeva. Urusan anak-anak cobra biar gue yang urus " Pamungkas melangkah keluar. Dia juga menyadari ketidak nyamanan adiknya.

" Kalian berdua ikuti Pamungkas, jangan sampai dia lepas kendali." Rama dan Antoni mengangguk. Menyanggupi perintah dari Kay.

" Cukup awasi saja. Kalau dia dalam bahaya baru bertindak "

" Siap bos "

" Izin bawa bala bantuan ya Kay ?" Kay mengangguki permintaan Antoni.

1
Lisa
Segera pulih y Sheeva..
Lisa
Puji Tuhan Sheeva udh sadar..cpt pulih y Sheeva & beraktivitas kembali juga utk Bunda Aya cpt pulih.
𝐈𝐬𝐭𝐲
bangun sheeva banyak yg menunggu dan menyayangi mu...
Lisa
Cepat sadar y Sheeva..banyak yg masih sayang sama kamu.
Lisa
Moga Sheeva cpt sadar kembali..
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga sheeva lekas bangun dan baik2 saja...
terlalu berat beban hidup sheeva..
Lisa
Bpk macam apa itu..udh Sheeva anggap kmu g punya bpk..semangat y msh byk yg menyayangimu..
Sustika Ekawati
iiisssshhh....bener² ya...bapak g ada akhlak....semangat neng sheva💪💪💪
𝐈𝐬𝐭𝐲
masa² remaja adl masa² paling indah😂
𝐈𝐬𝐭𝐲: iya jadi pingin balik lagi ke jaman muda yg bisanya cuma happy² aja belum mengenal beban hidup😂😂
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Pepet terus si sheeva, Kay🤣🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
cieee Kay gak mau kalah dari Yongki😂😂
Lisa
Makin seru aj nih ceritanya 👍👍
Erni Kusumawati
cara berfikir sheeva bagus nih,harus di tiru☺
Lisa
Sukses terus y utk tokonya Sheeva..👍😊
𝐈𝐬𝐭𝐲
aku juga mau kok kalo di traktir 😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲
toko sheeva jadi makin laris manis nih😂😂
Lisa
Sukses y utk toko sembakonya Sheeva
Lisa
Puji Tuhan tokonya Sheeva laris manis👍👍 semangat y Sheeva..
𝐈𝐬𝐭𝐲
up yg banyak thor....
Mayra Zahra: siap kak
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus aku suka😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!