Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
"Alisha sini sayang, duduk dekat mama" panggil Alena kepada putrinya yang sejak tadi duduk tenang di sofa.
"Iya ma" sahut Alisha berjalan mendekati mamanya dan duduk disamping sang mama.
"Ada apa ma?" tanya Alisha lembut.
"Sayang, nanti kamu ajak Vania juga ya pergi ke mall. Sekalian biar dia bisa membeli keperluannya, apalagi kemarin Vania enggak bawa baju ganti" ucap Alena seraya menatap lembut putrinya.
Alisha tersenyum lalu menjawab "Baik ma, nanti setelah makan siang bareng mas Fandi, Alisha akan jemput Vania" jawab Alisha.
"Fandi..? Apa dia pacar Alisha?" batin Vania penasaran.
"Em.. Alisha, misal aku sekalian ikut makan siang bareng sama kamu boleh enggak? Jadi kamu enggak perlu bolak balik jemput aku" ucap Vania tiba tiba namun Alisha tidak langsung mengiyakan. Alisha diam sejenak "Sebentar ya Van, aku ngomong dulu sama mas Fandi" jawab Alisha tersenyum kecil.
Alisha segera menghubungi kekasihnya, panggilan pertama belum terjawab baru panggilan ke dua panggilan terjawab. "Hallo mas, maaf Alisha ganggu sebentar" ucap Alisha saat panggilan terhubung.
"Iya sayang enggak apa apa, memangnya ada apa sayang..?"
"Em..jadi gini mas, kebetulan dirumah ada sepupu aku yang baru datang tadi malam. Boleh enggak kalau misal aku ajak dia ikut makan siang bareng kita. Soalnya nanti rencananya aku sama Santa mau pergi mall tapi kasihan dia dirumah sendirian karena mama ada pertemuan penting sama rekan kerjanya" ucap Alisha ragu takut kekasihnya keberatan kalau ada orang lain ikut bergabung acara makan siang mereka berdua.
"Ya ampun sayang, mas kira ada apa, ya enggak apa apa lah sayang. Toh ini hanya makan siang biasa, enggak ada acara spesial. Jadi enggak masalah kalau kamu mau ajak sepupumu sekalian ikut gabung "jawab Fandi.
"Em gitu ya mas, baiklah mas nanti aku ajak Vania sekalian kalau gitu. Yaudah mas lanjut kerja gih dan maaf Alisha ganggu waktu mas Fandi" ujar Alisha
"Iya sayang enggak apa apa, yaudah nanti mas tunggu di restoran langganan kita ya sayang. Maaf mas enggak bisa jemput, kamu hati hati bawa mobilnya jangan ngebut" sahut Fandi sebelum panggilan berakhir.
"Iya mas" panggilan pun berakhir.
"Yaudah kamu sekarang siap siap aja dulu Van, nanti kita tinggal berangkat saja" ucap Alisha setelah menghubungi kekasihnya.
"Baiklah, terimakasih Alisha" ujar Vania tersenyum kecil.
"Kayak sama siapa aja kamu Van, santai aja kali. Ma, Alisha mau ke kamar dulu mau siap siap juga, mama nanti hati hati dijalan ya, cup" Alisha mencium pipi mamanya sebelum pergi.
"Iya sayang, kamu juga hati hati dijalan" ujar Alena tersenyum lembut.
"Siap mama" sahut Alisha sebelum keluar kamar.
Sedangkan Vania, kedua tangannya meremas seprei begitu kuat hingga seprei berubah kusut. "Aku sangat benci pemandangan ini, sialan kamu Alisha. Aku pastikan akan merebut semua yang kamu miliki termasuk kasih sayang tante Alena dan juga om Mohan" batin Vania bergejolak kesal.
Setelah kepergian putrinya, Alena kembali menatap lembut keponakannya "Yaudah kamu juga bersiap juga Van, tante mau berangkat kerja dulu. Kamu sama Alisha hati hati dijalan, belilah apapun keperluanmu, biar tante transfer uangnya lewat ATM Alisha" ucap Alena seraya bersiap akan pergi.
"Iya tante, sekali lagi terimakasih" jawab Vania tersenyum haru.
"Iya sayang sama sama" setelah itu wanita paruh baya tersebut keluar dari dalam kamar Vania.
\>\>\>\>\>\>\>\>\>
Disebuah restoran ternama nampak seorang pria tampan sedang duduk tenang sambil bermain ponsel. Dia adalah Fandi Erlangga, kekasih Alisha. Mereka sudah menjalin hubungan sudah 1 tahun belakangan ini. Fandi baru saja lulus kuliah S1, Fandi akan melanjutkan kuliah S2 nya di luar negeri tahun depan. Saat ini Fandi berusia 22 tahun, sedangkan Alisha masih berusia 19 tahun.
Tak butuh waktu lama seseorang yang ia rindukan sudah tiba, Alisha datang bersama seorang gadis cantik, namun kecantikannya tidak bisa menandingi kecantikan kekasihnya yaitu Alisha.
"Maaf sayang datang agak telat, tadi jalanan cukup macet mas" ucap Alisha jujur. Ia langsung duduk disamping kekasihnya, sedangkan Vania duduk di kursi depan pasangan kekasih terhebat.
Fandi tersenyum lembut lalu menjawab "Iya sayang enggak apa apa, mas enggak masalah kok yang penting kamu sampai sini dengan selamat" jawab Fandi tersenyum manis sehingga ketampanannya semakin bertambah.
Vania yang baru pertama kali melihat Fandi langsung dibuat terpana oleh ketampanan seorang Fandi Erlangga. "Ya Tuhan dia tampan sekali, bolehkah aku juga memiliki kekasih seperti dia" batin Vania kagum sekaligus iri dengan Alisha bisa memiliki kekasih setampan Fandi.
Vania tanpa sadar membuat Fandi kurang nyaman melihat tatapan intens gadis didepannya terhadap dirinya. "Sayang, sepupumu kenapa menatap mas kayak gitu, apa ada yang aneh dengan wajah mas?" tanya Fandi menatap kearah kekasihnya. Alisha pun langsung berdehem cukup keras untuk menyadarkan lamunan Vania.
"Ehem.."
Vania yang kaget langsung mengalihkan perhatiannya yang sejak tadi tanpa sadar menatap wajah Fandi begitu lama. Fandi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu gadis didepannya. "Gadis konyol tapi lucu, tapi memang pesona seorang Fandi Erlangga begitu memikat siapapun yang melihatku" batin Fandi begitu percaya diri dan dibumbui kesombongan.
"Oya mas, kenalin dia Vania sepupuku aku" ucap Alisha memperkenalkan sepupunya kepada kekasihnya.
Vania yang merasa ini kesempatan bagus untuk berkenalan dengan pria didepannya ia langsung segera merapikan rambutnya meskipun tidak berantakan. Vania langsung memasang senyuman termanisnya sebelum mengulurkan tangannya untuk berkenalan. "Kenalin kak, aku Vania Larissa sepupu Alisha" ucap Vania begitu semangat menyebutkan namanya bahkan disertai nama panjangnya juga. Alisha yang melihat tingkah berlebihan Vania tiba tiba ada perasaan aneh namun segera ia tepis.
Sedangkan Fandi dengan gaya coolnya membalas uluran tangan Vania bahkan tanpa disadari Alisha tangan Fandi sengaja mengelus lembut jemari Vania dengan ibu jarinya. Vania yang awalnya terkejut buru buru mengubah expresi wajahnya. Dalam hati Vania merasa ada peluang untuknya lebih dekat dengan kekasih sepupunya tersebut.
"Enggak nyangka aku ternyata kekasih Alisha mudah sekali jatuh kedalam pesona seorang Vania Larissa. Akan ku buktikan pasti enggak lama lagi aku bisa merebut perhatian kak Fandi. Aduh jantungku makin deg degan aja nih, apalagi melihat senyuman kak Fandi yang begitu mempesona" batin Vania.
Tak lama pelayan restoran datang membawa buku menu, menyapa dengan tersenyum ramah. "Selamat siang kak, mau pesan apa?" tawar pelayan tersebut dengan tersenyum ramah dengan memberikan buku menu agar mereka memilih pesanan mereka.
"Sayang, kamu mau pesan apa?" tanya Fandi menatap wajah cantik kekasihnya.
"Aku pesan seperti biasa aja mas" jawab Alisha lembut.
"Vania, kamu mau pesan apa?" tanya Alisha menatap sepupunya yang sejak tadi curi curi pandang kearah Fandi. Sejujurnya Alisha sudah mulai enggak nyaman dengan tingkah Vania yang beberapa kali kepergok menatap kekasihnya.
" Eh, aku nasi goreng seafood dan jus jeruk aja" jawab Vania berusaha bersikap tenang.
"Mbak stik daging 2 dan nasi goreng seafood 1 serta minumannya lemon tea 2 dan jus jeruk 1" ucap Alisha kepada pelayan. Seraya menyerahkan buku menu tersebut.
"Baik kak, akan kami segera hidangkan mohon tugu sebentar ya kak, permisi" pamit pelayan tersebut langsung pergi meninggalkan meja tersebut.
"Hem ngomong ngomong kak Fandi sudah kerja atau masih kuliah?" tanya Vania tiba tiba. Fandi yang ditanyai langsung menjawab "Untuk saat ini aku sudah lulus kuliah S1 dan tahun depan mau lanjut kuliah S2. Jadi sebelum berangkat ke luar negeri nanti aku bantuin papaku dikantor" jawab Fandi.
"Wah kakak hebat ya, sudah lulus kuliah S1 di usia muda ditambah lagi kakak sudah kerja dikantor keluarga kakak" puji Vania sedikit berlebihan menurut Alisha namun Alisha hanya diam saja tidak ikut nimbrung obrolan mereka berdua.
Fandi yang dipuji langsung tersenyum senang, apalagi yang memuji seorang gadis cantik. "Ah.. biasa aja kok, aku masih perlu banyak belajar banyak sama papa aku" jawab Fandi seolah merendah.
Tak lama pesanan mereka sudah datang dan mereka segera menikmati makan siang mereka diselingi obrolan ringan namun yang lebih dominan ngajak ngobrol Vania dan fandi hanya sesekali menimpali. Sedangkan Alisha hanya fokus makan itupun dia sudah tidak begitu berselera makan. Entah mengapa sejak Vania bersikap sok akrab terhadap kekasihnya apalagi Fandi merespon begitu ramah membuat Alisha semakin badmood.
Sebenarnya Alisha bukan tipe wanita cemburuan tapi melihat tingkah agresif sepupunya, membuat hati Alisha semakin enggak nyaman.
Sedangkan Fandi yang menyadari perubahan sikap kekasihnya, langsung menggenggam lembut jemari Alisha. "Kamu kenapa sayang, sejak tadi mas perhatikan kamu lebih banyak diam?" tanya Fandi lembut.
Alisha tersenyum kecil lalu menjawab "Aku enggak apa apa mas, mungkin hanya perasaanmu saja mas" jawab Alisha singkat. Tak lama ponsel Alisha berdering ternyata panggilan dari sahabatnya yaitu Santa.
Alisha langsung tersenyum saat tau siapa yang menghubunginya, tanpa buang waktu Alisha langsung menjawab panggilan tersebut. "Hallo San, tumben telfon duluan hehehe.." tanya Alisha diselingi kekehan kecil.
" Ada apa..ada apa...!? pakek acara nyengir lagi. Lo di mana sih,dari tadi gue tungguin belum nongol juga batang pantatmu!" Sahut Santa dari sebrang telfon.
Sedangkan Alisha yang mendengar jawaban Santa langsung tertawa terbahak "Hahaha... sorry bestiku, aku masih makan siang nih sama mas Fandi. Bentar lagi selesai kok, setelah itu baru aku jemput kamu di apartemen" ucap Alisha.
" Oke gue tunggu, awas lo kalau sampai datang telat, gue tendang tuh pantat !!" ujar Santa setelah itu langsung mengakhiri panggilannya secara sepihak. Sedangkan Alisha hanya menggelengkan kepalanya setelah mendengar sahabatnya terdengar kesal.
"Siapa sayang yang telfon?" tanya Fandi penasaran.
"Biasa mas, si Santa siapa lagi sahabat dekat aku" jawab Alisha jujur.
"Oh gitu, memangnya kalian sudah buat janji?" tanya Fandi lagi.
"Iya mas dan sekarang dia sudah nungguin di apartemennya. Maaf mas aku pamit pergi dulu ya, kasihan Santa sudah nungguin dari tadi soalnya kita sudah janjian mau belanja. Mas enggak apa apa kan kalau Alisha tinggal duluan, lagi pula makan siangnya sudah selesai" ucap Alisha sudah bersiap pergi.
Sedangkan Fandi terpaksa mengangguk meskipun ia masih ingin ngobrol dengan kekasihnya. "Iya sayang enggak apa apa lagi pula jam istirahat sudah mau habis, mas harus segera kembali ke kantor" jawab Fandi.
"Oh yaudah mas kalau gitu, aku dan Vania pamit pergi duluan ya, Assalamualaikum.." pamit Alisha sebelum keluar dari restoran tersebut.
"Wa'alaikum salam..iya sayang kamu hati hati dijalan" ujar Fandi.
"Iya mas.." jawab Alisha langsung pergi diikuti Vania dibelakangnya namun tiba tiba Vania menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang menatap Fandi dengan tersenyum manis "Aku duluan kak, kapan kapan kita ngobrol lagi" ucap Vania pelan agar Alisha tidak mendengar suaranya.
Sedangkan Fandi hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban.