NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hidup Kembali

Semenjak pindah ke rumah Dokter Wijaya dan Ibu Rani. Dita mulai terbiasa lagi dengan kehidupan yang serba di layani seperti halnya dulu di rumah orang tuanya. Tak ada lagi Dita yang harus mandiri dalam segala hal. Ibu Rani yang terus memenuhi segala keinginan Dita tanpa diminta membuat Dita sedikit takut jika dirinya akan terlalu terlena hingga melupakan bagaimana hidup sederhana.

Namun, Dita tetap Dita yang selalu sederhana dan rendah hati. Karena banyak pemasukan dari berbagai sisi Dita pun tak sungkan menggelontorkan dana pribadi ke panti-panti asuhan. Walau tak menjadi donatur rutin tetapi Dita selalu menyisihkan uang nya untuk mereka.

"Adek, jangan lupa ambil kain di tempat Mas Ardi ya. Itu ada untuk Mami sama Papi juga." Kania.

"Iya, adek masih di rumah sakit. Nanti sore adek ambil Kak." Dita.

"Jangan lupa ya." Kania.

"Iya Kak. Nanti Abang ipar di kantor apa di mana?" Dita.

"Nunggu di kantor aja katanya De. Soalnya biar kamu deket dari rumah sakit." Kania.

"Oke. Eh, kalo ngga Adek minta supir ambil aja deh sebelum jemput adek. Kasian nanti abang ipar nunggu lagi." Dita.

"Eh, iya adek ku ini kan sekarang udah mau pake supir ya hahaha..." Ledek Kania di balik telfon.

"Berisik lu. Ya udah udahan dulu adek telfon supir adek dulu. Jangan lupa bilang sama abang ipar nanti supir yang ke sana. Namanya pak bagio." Dita.

"Siap sugar adek..." Kania.

Sambungan telfon pun terputus. Dita menghubungi Pak Bagio supir pribadi Dita yang di pekerjaan oleh Dokter Wijaya dan Ibu Rani. Karena mereka tak ingin Dita menggunakan ojol. Mereka trauma dengan ojol karena mereka harus kehilangan putri mereka setelah ojol yang di tumpangi putri mereka kecelakaan. Dan Dita memakluminya.

Beruntung Pak Bagio baru saja akan pergi menjemput Dita jadi Pak Bagio bisa mampir ke kantor Ardi terlebih dahulu sebelum menjemput dirinya. Dita bisa lebih lega dan tenang mengerjakan tugasnya hingga jam praktek usai.

Saat ini Dita tengah melakukan praktek di salah satu rumah sakit yang tentunya bukan milik Papi nya. Dita menolak praktik di rumah sakit milik orang tua angkatnya karena takut di perlakukan istimewa Dita ingin mendapatkan nilai karena prestasinya bukan karena Papi nya direktur rumah sakit. Dan untuk kali ini Dokter Wijaya menyetujuinya begitu juga dengan Ibu rani.

"Guys... Gw duluan ya." Pamit Dita pada teman-teman nya.

"Dit, besok jangan lupa pindah state." Angel.

"Iya sayang..." Dita.

"Dit, kita bareng lagi lah..." Laela.

"Lu fikir gw yang ngatur." Dita.

"Lah, ini bukan karena bokap lu ya?" Bisik Laela.

"Mana ada. Ngga lah. Ini kebetulan La." Dita.

"Tuh, supir lu Dit." Tunjuk Angel saat melihat mobil Dita.

"Bye... bye... semuanya. Lu yakin ngga ikut gw La?" Tanya Dita.

"Ngga. Gw di jemput." Laela.

"Udah tenang Dit. Dia udah ada ojeg cinta sekarang." Angel.

Dita pun segera masuk ke dalam mobilnya.

"Sore Pak... Tadi ketemu abang Ardi?" Dita.

"Sore. Ketemu Mba. Semua sudah ada di bagasi." Pak Bagio.

"Makasih ya Pak." Dita.

"Sama-sama Mba. Kata Ibu langsung ke butik temennya Ibu Mba. Ibu sudah nunggu di sana sama Bapak." Lapor Pak Bagio.

"Loh, Mami udah tau toh?" Dita.

"Sudah Mba." Pak Bagio.

"Ya udah langsung aja Pak. Kasian Mami udah nunggu." Dita.

Sampai butik yang di maksud mobil yang di tumpangi Dita datang bersamaan dengan mobil Dokter Wijaya. Dita pun segera keluar dan menghambur ke pelukan Papinya. Dita sudah mulai terbiasa dan tidak sungkan untuk bermanja dengan dokter Wijaya seperti yang selalu dia lakukan jika bertemu dengan Pak Wirawan.

"Papi..."

"Loh, baru sampai juga. Ayo masuk Mami sudah di dalam." Ajak Dokter Wijaya.

Sampai di dalam Dita langsung meringsek memeluk Ibu Rani dengan manja. Ibu Rani pun menghujaninya dengan kecupan.

"Ya Allah Ran." Ucap Tante Tita pemilik butik yang merupakan sahabat Ibu Rani.

Tante Tita terkejut saat melihat Dita. Karena ini kali pertama mereka bertemu dan Tante Tita merasa tak percaya. Tante Tita merasa Dania hidup kembali.

"Sayang, perkenalkan ini Tante Tita sahabat Mami. Suaminya Dokter juga kaya Papi." Ibu Rani.

"Halo Tante salam kenal. Saya Dita." Ucap Dita.

Dita terheran karena Tante Tita hanya diam menatapnya. Dita menatap Ibu Rani dan Dokter Wijaya bergantian. Tak ingin membuat suasana menjadi tak nyaman Ibu Rani pun segera menyadarkan sahabatnya.

"Ngga mau salaman sama anak gw Ta." Ucap Ibu Rani menepuk lengan Tante Tita.

"Eh, ya ampun maaf ya anak cantik. Kamu cantik banget sih sayang.." Ucap Tante Tita spontan.

"Terima kasih Tante." Dita.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!