NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:53.5k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Melihat pimpinan keluar dari ruangannya, Vania gegas menyusul langkah gagah pria itu menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai dasar.

Sandi tak sengaja menyaksikan pantulan wajah tegang Vania melalui dinding lift.

"Harus berapa kali saya katakan pada anda, kalau saya ini tidak memakan manusia." Ujar Sandi tanpa menoleh ke arah Vania yang kini berdiri tepat disampingnya.

"Maaf, tuan." Sadar akan kalimat sindiran Sandi, Vania pun berusaha mengurangi rasa tegang dihatinya.

Tak ada komentar lagi dari Sandi. Pria itu berdiri tegap, menatap lurus ke depan. Sementara Vania sudah tak sabar menunggu pintu lift terbuka agar bisa segera terbebas dari ruangan yang terasa seperti mencekik lehernya. Ya, setiap kali berada di dalam ruangan yang sama dengan pria itu, Vania merasa organ pernapasannya seperti kekurangan pasokan oksigen. Entah mengapa, hanya Vania yang tahu jawabannya.

Ting

Pintu lift terbuka dan Sandi mulai mengayunkan langkah keluar dari kotak besi tersebut, kemudian diikuti oleh Vania.

Baru saja bisa bernapas dengan lega, tiba-tiba Sandi menyampaikan bahwa mereka akan menuju restoran hanya berdua saja menggunakan mobilnya. Dan Itu artinya tanpa bantuan sopir yang biasanya ditugaskan untuk operasional hotel.

"Duduk di depan! Saya bukan sopir." Ucap Sandi dengan nada datar dan hal itu sontak menghentikan pergerakan Vania hendak membuka pintu penumpang.

"Baik, tuan." Mau tak mau, suka tak suka, Vania akhirnya menempati kursi yang berada di samping kemudi.

Vania meletakkan kedua tangannya di atas paha sementara pandangannya nampak lurus ke depan. Vania mempertahankan posisi duduknya hingga mobil yang dikemudikan Sandi memasuki pelataran sebuah restoran mewah ditengah kota.

Dari balik kaca mobil Sandi melihat keberadaan mobil Bara terparkir di deretan mobil milik pengunjung lainnya. Rupanya Bara sudah tiba lebih dulu darinya.

Vania membuka pintu mobil dan beranjak turun, begitu pula dengan Sandi.

Dari ambang pintu Sandi mencari keberadaan Bara. Setelah menangkap keberadaan Bara, Sandi pun melanjutkan langkah menghampiri sahabatnya itu. Tentunya Vania tetap setia dibelakang bosnya itu.

"Sorry, telat." Kata Sandi.

"Nggak masalah, kawan."

"Silahkan duduk!." Bara mempersilahkan Sandi dan Vania untuk menempati kursi yang masih kosong.

Sebelum memasuki pembahasan serius, terlebih dahulu Bara mengenalkan sepupunya pada Sandi dan begitu pula sebaliknya.

Sebagai sekretaris manager hotel, Vania ditugaskan oleh Sandi untuk memberi penjelasan tentang fasilitas yang dimiliki oleh hotel Admodjo Group.

"Ballroom hotel kami bisa menampung hampir lima ribu tamu undangan. Dan untuk fasilitas lainnya, hotel kami menyediakan free suit room service untuk klien yang akan mengadakan pesta resepsi dihotel kami. Karena semua anggaran suit room service sudah termasuk dalam penyewaan ballroom hotel." Salah satu strategi yang masih jarang digunakan dalam bisnis perhotelan, digunakan hotel Admodjo Group untuk menarik minat klien. Dan, pencetus ide tersebut tak lain adalah Vania. Sebenarnya ide tersebut secara tidak sengaja dicetuskan oleh Vania saat menghadapi salah seorang klien yang merupakan korban dari kecerobohan manager hotel dalam memberikan penjelasan saat menyepakati kontrak dalam sebuah acara wedding. Tapi siapa sangka ide tersebut justru menjadi peluang hingga akhirnya banyak yang tertarik menggunakan hotel mereka untuk mengadakan acara, terkhusus acara wedding.

Vania terus memberikan beberapa informasi tentang fasilitas serta keunggulan hotel Admodjo Group hingga tak terasa hampir satu jam meeting berlangsung.

"Pegawai anda sangat berkompeten, tuan Sandi Admodjo." Puji saudara sepupu Bara.

Sandi menarik sudut bibirnya ke samping hingga menciptakan sebuah senyuman tipis di sana.

"Sekelas hotel Admodjo Group tidak mungkin memperkejakan seorang pegawai yang tidak berkompeten." Balas Sandi sambil melirik sejenak pada Vania. Kini Sandi menyadari satu hal, bahwa Vania lebih berkontribusi dalam memajukan hotel ketimbang pak manager. Padahal seharusnya itu merupakan tugas seorang manager hotel demi memajukan dan meningkatkan pendapatan hotel.

"Anda benar sekali, tuan Sandi."

Tak lama berselang, terdengar suara getar ponsel Sandi. Pria itu lantas pamit sebentar untuk menerima panggilan telepon tersebut.

"Sahabatku itu memang nomor satu dalam urusan pekerjaan, tapi tidak untuk urusan cinta." Ujar Bara sekenanya, setelah melihat Sandi menjauh dari mereka.

"Maksud kamu?."

"Biasalah, akibat tak juga memikirkan untuk mencari calon istri, akhirnya sekelas pimpinan hotel Admodjo Group harus menerima perjodohan yang diatur oleh mamahnya." Bara yakin jika saat ini Sandi sedang menerima panggilan telepon dari ibunya. Pasalnya, jika hanya untuk urusan pekerjaan, Sandi tidak pernah menjauh saat menerima panggilan telepon dari siapapun itu.

"Rupanya sekelas pria tampan dan mapan sekalipun, tetap saja memiliki sisi memprihatinkan." komentar sepupunya Bara setelah mendengar sedikit cerita tentang pimpinan hotel Admodjo Group tersebut.

"Ketimbang prihatin pada anak itu, aku lebih prihatin pada wanita yang akan menjadi istrinya. Entah apa yang akan dilakukan oleh anak itu pada istrinya nanti. Tapi aku harap, dia tidak sampai melenyapkan wanita itu dari muka bumi ini." Kata Bara, mengingat bagaimana sikap dingin Sandi selama ini pada lawan jenisnya, apalagi faktanya wanita yang akan dijadikan istri Oleh sahabatnya itu adalah pilihan ibunya, bukan pilihannya sendiri.

Deg

"Memangnya apa yang kau inginkan, Vania? Dan apa urusannya denganmu, jika pria itu akan segera menikah?." Batin Vania yang saat ini hanya menjadi pendengar setia antara obrolan Bara dan sepupunya.

"Maaf." Suara bariton milik Sandi sekaligus menyadarkan Vania dari lamunannya.

"Its ok." Balas Bara.

Sesi meeting pun dilanjutkan hingga selesai.

Mereka berpisah dan kembali pada kesibukan masing-masing usai meeting berlangsung.

"Kita mau pergi ke mana, tuan?." Di tengah perjalanan Vania menyadari bahwa jalur yang mereka lalui bukannya mengarah ke hotel.

"Saya mau mampir sebentar ke mall, anda tidak keberatan, bukan?."

Sekalipun ia menjawab keberatan, apa jawabannya akan berpengaruh? Tentu saja tidak bukan, lalu mengapa masih saja bertanya. Begitulah kira-kira dalam hati Vania saat ini.

"Saya mau mampir sebentar ke mall, anda tidak keberatan, bukan?." Karena Vania masih diam saja, Sandi lantas mengulang kata-katanya.

"Tentu saja tidak, tuan." Jawaban Vania tidak sesuai dengan isi hatinya.

Setibanya di mall, Sandi menatap pada Vania yang tak terlihat ingin beranjak turun dari mobil.

"Apa ada yang salah, tuan?." Tanya Vania ketika menyadari tatapan Sandi.

"Ikut bersamaku!."Titah Sandi.

"Apa?."

"Maksud saya untuk apa saya harus ikut bersama anda tuan, bukankah lebih baik saya menunggu di mobil saja." Vania mengoreksi kalimatnya saat menyadari tatapan tajam bosnya itu.

"Tidak perlu banyak tanya. Ayo turun!."

Mau tak mau Vania turun dari mobil dan menyusul langkah lebar Sandi menuju pintu utama mall.

Vania terus mengekor di belakang Sandi hingga pria itu memasuki salah satu toko perhiasan yang berada di lantai empat gedung. Tak mau ambil pusing dengan kepentingan Sandi mengunjungi toko perhiasan tersebut, Vania diam saja pada posisinya. Sampai beberapa saat kemudian ia dikejutkan oleh perintah bosnya itu.

"Saya kesini untuk mencari cincin pernikahan, tapi saya tidak tahu berapa ukuran lingkar jari calon istri saya. So, sebaiknya anda membantu memilih ukuran yang pas agar kita bisa segera meninggalkan tempat ini!."

"Hah?." Vania sampai membulatkan matanya dengan sempurna. Mengapa harus meminta bantuan padanya? Bukankah pemilik toko bisa membantu.

1
Rita Susanti
kasihan banget Vania punya ibu yg jahat banet
Lia siti marlia
akhirnya kebenaran pun terungkap untuk vania 👍👍👍bagus sandi kamu harus ambil sikap tegas👍👍👍👍👍👍👍
secret
gilaakkk gilaakkk gilaakkk, tdk bisa berword2 dgn kelakuan nenek lampir.. para napi di penjara nnti titip ni anomali y
Ariany Sudjana
begitu dengar kata pengadilan, langsung panik, minta tolong Vania. kenapa kamu ga minta tolong sama pelacur murahan kesayangan kamu itu? dasar ibu durhaka kamu juga, sudahlah bunuh saja ibu yang tidak berguna itu
sri hastuti: ibu spt buang aja, biar tau rasa, jd miskin, vania gak usah berhubungan lg sm orang tua spt itu,waktunya km bahagia
total 1 replies
partini
moga kena stroke tuh mulut biar mencongggg ibu lacknat
sri hastuti
ibu spt itu buang aja thor, bikin jengkel aja, jd orang tua jahat banget, biar dpt balasan setimpal, biar kapok huuhhh😡😡😡😡
Yallend Mungil
bisa ngk thor updatetan nya banyakin jgn cuma 1 aja 3 bgtu perhari dong
Ayila Ella
kira kira siapa ya yg dulu bucin bara apa Cika,,,next thor
secret
nahh jd salah paham kan bpk securitynya😂 hayoloo bujuk bar yg lg cemburu tp ketutup gengsii🤭 hmm lg dan lg sandi hrs menghadapi si nnek lmpir
secret
syukur deh feeling readers salah, ga ktmu 2 nenek lampirr
alahaayyy mereka tu smsm mauu tp msih bingung ajaa mengungkapkannya🤭🤭
Felycia R. Fernandez
kan kemarin udah minta 2M agar Vania lepas dari ibunya...
Felycia R. Fernandez
Bara kk Thor
Ariany Sudjana
ga Natalie ga ibunya sama saja, sama-sama pelacur murahan 🤣🤣😂😂 heh waras kamu yah? menyebut diri sebagai ibu kandung Vania? ibu macam apa yang menjual putri kandungnya dan lebih percaya sama omongan pelacur murahan seperti Natalie?
Lia siti marlia
cie cie yang kw gep security cika bara 🤣🤣🤣🤣
lah lah bagus sandi kamu bilang gitu sama siapa sih mamahnya vania namanya pokonya dia we ...biar dia sadar kalu dia telah menukar vania dengsn uang 20 miliar 👍 amnesia kali tih orang masih menyebut dirinya ibu mertua 🤭🤭🤭
Lia siti marlia
cie cie cika cemburu 🤭🤭
cie cie bara ke gep jadi kelimpungan kan buat jelasin 🤭🤭
cie cie vania yang melongo karna tingkah kedua nya 🤣🤣🤣
partini
bara bere minheeeee ,, terlalu banyak wanita sih jadi susah sendiri
Ariany Sudjana
kapan sih kena batunya orang tua Vania? sudah jahat, menjual Vania, dan masih juga percaya sama omongan si pelacur murahan Natalie itu
Yallend Mungil: jgn cuma org tua nya tp natalie jg hrs kena batunya🤭
total 1 replies
Lia siti marlia
sahabat rasa saudara ini mah bahagia selalu yah kalian vania cika semoga kalian di ratukan suami kalian😍😍😍
secret
good bahagiaaa2 ajaa van, nikmati hidup😁 ehh tapii feeling bkl ketemu si 2 nenek lampir, bkl hilang deh mood bahagia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💃🅶🅳🅰🆅🅸🅳 : saatnya bahagia bersama suami anak dan mertua juga sahabat jangan pikirin orang-orang gila yang menyakiti mu Vania🥳semoga semua terungkap setelah paman Vania ditemukan dan tentang Ibunya Vania yang sesungguhnya
total 1 replies
secret
udah van air matamu terlalu berharga untuk org gatau diri gitu, mending bahagia2 ajaaa sm paksuu.. kehancuran otw untuk org2 gada otak ituu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!