Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan tengah Malam
Jaka melihat lihat keadaan kamar itu semua tak berubah, karena abis perjalanan jauh Jaka tak sadar tertidur di ranjang dalam kamar
" Tok"
" Tok"
" Tok"
Jaka terbangun saat pintu di ketuk, ia membuka mata dan bergegas pintu
" Pangeran muda ,maaf membangunkanmu" dua dayang berlutut di pintu kamar, jaka yang di panggil Pangeran muda terkejut
" dayang, bangunlah, jangan panggil aku Pangeran Muda, panggil saja Jaka" ucap Jaka
" Maaf Pangeran, hamba tak berani lancang" ucap dayang itu masih memanggil Jaka dengan sebutan pangeran
Jaka menghela napas dan tak bisa berkata kata aturan kerajaan memang sangat ketat, dan hukuman yang akan di berikan cukup berat tentu saja para dayang tak berani melanggar
" Baiklah ada apa?' tanya Jaka
" Paduka Raja menyuruh hamba memanggil agar segera ke Balairung istana" jawab dayang itu
" baiklah aku akan kesana sebentar lagi" sahut Jaka
" Baik pangeran kami undur diri" kedua dayang itu segera pergi setelah mendengar jawaban Jaka
" jaka membersihkan diri lalu mencoba memakai baju ayahnya , semua baju masih tampak bagus, ia memilih satu yang menurutnya sederhana hanya baju lengan panjang yang terbuat dari sutra, namun begitu ia memakai baju itu, penampilannya berubah, ia tampak berwibawa apalagi wajahnya yang tampan, membuat aura kebangsawanannya keluar
Jaka masuk ke balairung Istana dengan langkah tegap, semua yang hadir menatap kagum dengan perubahan Jaka
" Jaka, kemarilah" Raja Arya Jaya yang melihat kedatangan Jaka segera memanggil
" Ya Kek" sahut Jaka sambil melangkah mendekat
" Besok Kakek akan mengumumkan dirimu , jika kau Pangeran muda yang hilang, bagaimana pendapatmu?" tanya Raja Arya Jaya
" Aku ikut keputusan kakek saja" jawab Jaka
" Baiklah kalau begitu sudah di putuskan aku akan mengumumkannya besok pagi, sekarang keluarkan jamuan!" seru Raja Arya jaya pada kepala dayang
Rupanya Raja Arya jaya mengadakan jamuan atas kembalinya Jaka setelah empat belas tahun menghilang, Jaka duduk di samping Raja Arya jaya, Jaka apa saja yang di alaminya selama empat belas tahun ini, saat Raja Arya Jaya memintanya bercerita, Raja Arya Jaya tanpa sadar menitikan air mata saat mendengar Jaka yang saat itu berusia lima tahun di asuh oleh seekor elang raksasa, ia tak bisa membayangkan kesulitan hidup yang di jalani Jaka
Setelah jamuan selesai, Jaka berpamitan untuk beristirahat, bersamanya ikut dua dayang untuk melayani kebutuhan Jaka
saat sampai di kamarnya Jaka menyuruh kedua dayang itu kembali, ia ingin berlatih tanpa ada yang menggangu
Jaka bermeditasi di dalam kamar, mengatur pernapasan guna meningkatkan tenaga dalamnya
Syuuut
syuuut
Saat sedang bermeditasi dua anak panah melesat mengarah ke arahnya
Jaka dengan cepat melompat menghindari panah itu
sreek
sreeek
dua anak panah itu menancap di bekas tempat duduk Jaka sebelumnya
Slaaap
Slaaap
belum juga jaka melihat jelas anak panah itu dua sosok bayangan melesat masuk dan menghadang Jaka dari depan dan belakang, berpakaian serba hitam dan wajah mereka di tutupi kain , membuat Jaka tak bisa melihat wajah mereka berdua
" Siapa kalian!" bentak Jaka
Swiiing
wuuut
bukan menjawab keduanya menyerang Jaka dengan pedang mereka
Jaka dengan sigap meraih pedang yang terpajang di dinding dan menangkis serangan itu
Wuuuut
traaang
traaaang
Jaka berhasil menangkis pedang itu dan dalam satu kesempatan ia membalas serangan mereka
Wush
dugh
aaaargh
Braaaak
satu penyusup terpental dan menabrak pintu hingga keluar, Jaka dengan gerakan cepat memburunya
Syuuuut
baru saja Jaka hendak menyusul penyusup yang terjatuh dari arah belakang kesiu pedang terdengar
Heaaaah
Wuuut
traaang
bugh
Jaka menangkis pedang itu dan melompat tinggi, daan dengan gerakan menukik ia menendang , penyusup itu terpental dan jatuh tak jauh dari temannya
Hiaaaat
wuuuush
crash
Aaaaaargh
jaka mengayunkan pedangnya dengan cepat, satu lengan terlempar keudara , serangan cepat Jaka berhasil mengutungi salah satu lengan penyusup itu
Brush
melihat temannya terpotong lengannya penyusup yang lain merogoh saku dan menaburkan serbuk halus ke muka Jaka
Wuuung
Jaka dengan cepat memutar pedangnya hingga menciptakan angin kencang yang menyapu serbuk halus itu, namun saat itu juga penyusup itu menarik temannya yang lengannya buntung dan melesat ke luar dengan melompati pagar
"Jangan Lari!" teriak Jaka, ia melompat mengejar penyusup itu
" Pangeran ada apa?" saat sedang mengejar Senopati Wira Pati berlari mendekat , rupanya keributan itu terdengar oleh beberapa Prajurit dan segera melapor pada Senopati
" ada penyusup mereka lari kesana!" jawab Jaka sambil menunjuk ke arah penyusup itu melarikan diri
" Kejaaar"
Senopati yang mendengar itu dengan cepat melesat, Jaka juga ikut mengejar, mungkin karena membawa temannya yang terluka lari penyusup itu menjadi lambat,
"Berhenti!" teriak senopati Wira Pati saat melihat dua sosok yang berlari namun penyusup itu tak menghiraukan mereka mempercepat larinya, dan saat berada di sebuah pagar tinggi keduanya melompat masuk kedalam
" paman ini rumah siapa?" tanya Jaka
" Ini rumah Bima jaya," kalian kepung rumah ini jangan sampai adayang meloloskan diri" perintah Senopati pada prajurit yang baru datang
" Baik senopati" para prajurit itu segera mengepung rumah itu, sedangkan senopati mengajak ke gerbang rumah , tapatdapa saat itu juga Pangeran Bima sedang berada di dekat gerbang
" Maaf pangeran Bima, kami hendak mengejar penyusup yang akan membunuh pangeran jaka, dan ia masuk ke sini" ucap Senopati
" apaa! penyusup!?" teriak Pangeran Bima kaget
" Iya pangeran, aku melihatnya melompati pagar dan masuk ke rumah Pangeran Bima " jawab Senopati
" kau menuduhku menyembunyikan mereka!" bentak Pangeran Bima
" tidak pangeran , hanya saja penyusup itu memang masuk ke mari" ucap Senopati
" Masuklah "ucap Pangeran Bima mengizinkan mereka berdua masuk guna mencari penyusup itu
Senopati wira Pati dan Jaka masuk ke dalam rumah pangeran Bima, mereka berdua mencari ke setiap sudut rumah, namun mereka tak mnemukan kedua penyusup itu, jaka yang mengingat salah satu terluka pasti meninggalkan bercak darah, namun saat di periksa ia juga tak menemukan jejak
" sudah kau temukan!?" sindir pangeran Bima sinis
" Maaf pangeran penyusup itu tak ada di sini" jawab Senopati sambil menunduk
"Besok aku akan melaporkan kelakuan kalian malam ini pada paduka Raja" ucap Pangeran Bima mendengus
Jaka dan senopati berjalan keluar dari rumah pangeran Bima,
Saat di luar Senopati tak habis pikir, mengapa para penyusup itu menghilang bagai di telan bumi
" sepertinya mereka punya ruang rahasia?" bisik Jaka mengambil kesimpulan menghilangnya penyusup itu di rumah Pangeran Bima
" Sepertinya begitu , tetapi kita tak tahu di mana jalan masuknya" sahut senopati Wira Pati
" Nanti kita selidiki diam diam, aku yakin penyusup itu masih bersembunyi di sana kita harus mencari cara untuk mengetahui ruang tersembunyi itu di mana" lanjut Senopati berkata
Keduanya kembali ke kamar Jaka dengan perasaan kesal karena tak mampu menemukan penyusup itu