NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Gengsi yang Membakar, Cemburu yang Menandai

...

Pagi itu, penthouse Arkeas terasa seperti medan perang dingin. Arkeas sedang menyesap kopi hitamnya, matanya terpaku pada tablet, tapi telinganya tajam menangkap suara tawa Zolla di telepon.

"Iya, Kak Genta... Boleh kok. Kebetulan Alisya lagi anteng. Nanti jemput di lobby ya?" ucap Zolla riang.

Zolla menghampiri Arkeas yang wajahnya sedatar ubin laboratorium. "Mas... saya izin keluar sebentar sama Kak Genta ya? Katanya mau diajak ke galeri foto, sekalian saya mau cari referensi buat dekorasi kamar Alisya."

Arkeas tidak mendongak. Jempolnya menggeser layar tablet dengan kasar. Hatinya berteriak, "Jangan pergi! Genta itu buaya yang dibungkus jas desainer!" Tapi harga diri Arkeas InjitAsmo terlalu mahal untuk sekadar bilang "Jangan".

"Pergi saja," sahut Arkeas, suaranya sedingin es kutub. "Lagian saya juga mau fokus kerja. Kehadiran kamu di sini cuma bikin vibe rumah ini jadi terlalu... berisik."

Zolla terdiam. Senyumnya pudar. "Oh. Oke kalau gitu. Saya berangkat dulu, Mas."

Begitu pintu tertutup, Arkeas membanting tabletnya ke meja. Ia berdiri dan meninju telapak tangannya sendiri. "Bego! Kenapa lo biarin dia pergi sama laki-laki lain, Arkeas?!"

...

Sepanjang siang, Arkeas menjadi monster di kantor. Semua laporan stafnya dianggap sampah. Pikirannya hanya satu: Zolla sedang apa? Apa Genta menyentuh tangannya? Apa mereka makan siang sambil tertawa seperti yang biasa Zolla lakukan padanya?

Ia membuka Instagram dan melihat story Genta. Foto Zolla sedang tertawa lebar dengan latar belakang lukisan abstrak. Caption-nya: "My sunshine for today. ☀️"

Darah Arkeas mendidih. Ia meremas ponselnya sampai buku jarinya memutih. "Sunshine? Dia itu badai di hidup gue, Genta. Bukan matahari lo!"

Ia ingin menelepon, tapi gengsinya melarang. Ia ingin menjemput, tapi dia takut terlihat "kalah". Akhirnya, Arkeas hanya bisa memendam semuanya, membiarkan rasa cemburu itu membusuk dan membakar dadanya sepanjang hari.

...

Zolla baru pulang pukul sembilan malam. Ia masuk ke penthouse dengan langkah lelah namun wajah yang tampak senang. Arkeas sedang duduk di ruang tengah yang gelap, hanya diterangi lampu kota dari balik jendela besar.

"Baru pulang?" tanya Arkeas, suaranya rendah dan mengancam.

Zolla kaget. "Astaga, Mas! Kok nggak nyalain lampu? Iya, tadi macet banget, terus Kak Genta ngajak makan malam dulu."

"Makan malam? Sampai jam segini?" Arkeas berdiri, melangkah mendekat ke arah Zolla. Auranya sangat dominan, membuat Zolla refleks mundur sampai punggungnya menempel di dinding.

Arkeas menumpukan kedua tangannya di dinding, mengunci Zolla. Ia menunduk, menghirup aroma yang menguar dari tubuh Zolla. "Bau kamu beda. Bukan bau stroberi lagi. Ini bau parfum Genta, kan?"

"Mas... tadi Kak Genta nggak sengaja nyemprotin sampel produk barunya..." jawab Zolla terbata-bata.

Arkeas mendengus sinis. "Saya nggak suka bau ini nempel di asisten saya. Mandi sekarang. Jangan keluar kamar sebelum bau laki-laki itu hilang dari kulit kamu."

Zolla lari ke kamarnya dengan jantung yang berdegup kencang. Dia bingung, Mas Arkeas marah besar tapi tetap tidak mau mengaku kalau dia cemburu.

...

Tengah malam, Arkeas tidak bisa tidur. Bayangan Zolla tertawa bersama Genta terus menghantuinya. Ia keluar kamar, niatnya ingin mengambil minum, tapi langkahnya berbelok ke kamar Zolla yang pintunya sedikit terbuka.

Ia masuk dengan sangat pelan. Zolla sudah tertidur pulas karena kelelahan. Cahaya rembulan masuk lewat celah gorden, menyinari leher putih Zolla yang terekspos karena rambutnya tersingkap ke atas.

Arkeas berlutut di samping tempat tidur. Matanya yang haus menatap leher itu. Rasa posesif yang gila menguasai akal sehatnya. Ia ingin semua orang tahu kalau gadis ini adalah miliknya. Milik Arkeas InjitAsmo.

Ia mendekatkan wajahnya ke leher Zolla. Napasnya yang panas menerpa kulit sensitif itu. Bibir Arkeas hampir saja menyentuh leher Zolla, ia ingin meninggalkan "tanda" di sana—sebuah klaim yang tidak bisa dihapus oleh siapa pun.

Sedikit lagi...

Bibirnya sudah menempel di permukaan kulit leher Zolla yang halus. Namun, tepat saat ia hendak menekannya, Zolla melenguh dalam tidurnya.

"Mas... dingin..." bisik Zolla lirih sambil menarik selimutnya.

Arkeas tersentak. Kesadarannya kembali seperti disiram air es. Ia menjauhkan wajahnya, dadanya naik turun dengan napas yang memburu. Tangannya gemetar.

"Gila... gue hampir beneran 'menandai' dia," bisik Arkeas pada kegelapan.

Gengsinya kembali menampar wajahnya. Bagaimana mungkin dia, seorang CEO yang terhormat, hampir melakukan hal serendah itu pada asistennya yang sedang tidur? Arkeas segera berdiri, menyelimuti Zolla dengan kasar sampai ke leher—seolah ingin menutupi "godaan" itu dari pandangannya sendiri.

Ia keluar dari kamar Zolla dan menutup pintu dengan rapat. Arkeas bersandar di pintu, memegang jantungnya yang berdegup liar.

"Besok... besok gue bakal bikin aturan baru. Nggak ada Genta. Nggak ada laki-laki lain. Cuma gue," gumamnya dengan tatapan mata yang gelap dan penuh obsesi.

...

(Bersambung ke Episode 14...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!