NovelToon NovelToon
Always His

Always His

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Catherina Lawrence (24 tahun) mengira pernikahannya dengan Adrian Mettond, senior di kampusnya dulu, adalah pelabuhan tenang setelah badai masa lalu yang kelam. Namun, belum genap satu tahun berjalan, kenyataan pahit menghantamnya. Adrian ternyata tidak siap menjadi ayah bagi putra mereka, Liam, dan sang ibu mertua terus memperlakukannya layaknya orang asing yang tak diinginkan.

Di tengah dinginnya sikap Adrian, Catherina dihantui oleh bayang-bayang Everest Cavanaught—mantan kekasih sekaligus "pangeran berandalan" dari masa Lalunya. Hubungan Empat tahun itu berakhir karena keegoisan Catherina, meninggalkan luka yang belum sembuh. Ironisnya, semakin Liam tumbuh, wajah sang bayi justru semakin menyerupai Everest, bukan Adrian.

Terjebak dalam rumah tangga yang hampa dan penuh tuntutan, Catherina mulai mempertanyakan segalanya.

Apakah Adrian benar-benar mencintainya?
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Enam belas tahun telah berlalu sejak badai skandal yang mengguncang jagat raya Mettond dan Cavanaugh. Pagi ini, Mansion Cavanaugh tidak lagi sunyi seperti dulu. Suara denting alat makan perak beradu dengan piring porselen mahal, berpadu dengan tawa rendah yang memenuhi ruang makan utama yang megah.

Di kepala meja, Everest Cavanaugh duduk dengan wibawa yang semakin matang. Meski gurat usia mulai nampak tipis di sudut matanya, kegagahannya tidak berkurang sedikit pun. Di sampingnya, Catherina tetap mempesona, kecantikannya seolah abadi, dipelihara oleh cinta yang tidak pernah surut dari sang suami.

Namun, pemandangan paling menarik ada di sisi meja lainnya.

"Liam, tolong ambilkan selai stroberinya untuk Tante Julie, Sayang," ucap Catherina lembut.

Liam Cavanaugh, pemuda berusia enam belas tahun yang merupakan duplikat sempurna dari Everest saat muda—rahang tegas, tatapan tajam yang mengintimidasi namun menyembunyikan kelembutan—mengangguk sopan. Ia menggeser wadah kristal itu ke arah wanita yang duduk di seberangnya.

"Ini, Tante," suara Liam berat, persis seperti ayahnya.

Julie tersenyum tulus. "Terima kasih, Liam. Kau semakin tampan saja setiap kali Tante melihatmu. Benar-benar seperti cetakan ayahmu."

Julie bukan lagi wanita penuh hasutan yang dulu mencoba menghancurkan Catherina. Waktu dan kehadiran seorang suami yang penyabar seperti Adrian telah mengubahnya menjadi sosok ibu yang tenang dan bijaksana. Di sampingnya, Adrian Mettond duduk dengan senyum tipis. Hubungan mereka yang awalnya dimulai dari pelarian kini telah tumbuh menjadi persahabatan yang kuat dengan keluarga Cavanaugh.

Adrian menatap Liam cukup lama. Dalam hati kecilnya, ia masih memegang erat kata-kata Catherina di ruang rias enam belas tahun lalu: “Liam putramu, Adrian.” Meskipun secara logika dan biologis dunia tahu Liam adalah putra Everest, Adrian memilih untuk memercayai versinya sendiri.

Baginya, Liam adalah anaknya dan ia mencintai pemuda itu layaknya seorang paman... atau mungkin, seorang ayah rahasia tanpa Liam Tahu.

"Bagaimana sekolahmu, Liam?" tanya Adrian hangat. "Kudengar kau baru saja memenangkan kompetisi debat antar sekolah internasional?"

"Berkat bimbingan Dad, Om Adrian," jawab Liam dengan kerendahan hati yang jarang dimiliki keluarga Cavanaugh.

Everest terkekeh, menepuk bahu putranya. "Dia lebih hebat dariku, Adrian. Dia bisa membuat lawan bicaranya bungkam hanya dengan satu argumen. Benar-benar putra mahkota yang bisa diandalkan."

Tiba-tiba, pintu ruang makan terbuka. Seorang gadis cantik dengan rambut pirang madu dan mata yang berbinar ceria masuk dengan terburu-buru. Ia mengenakan seragam sekolah yang sama dengan Liam.

"Maaf aku terlambat! Macet di persimpangan utama benar-benar gila!" seru gadis itu sambil menarik kursi di samping Liam.

"Angelina, jaga bicaramu di meja makan keluarga Cavanaugh," tegur Julie, meski matanya memancarkan kasih sayang.

Angelina Mettond. Putri tunggal Adrian dan Julie. Usianya hanya terpaut sembilan bulan lebih muda dari Liam. Jika Liam adalah replika Everest, maka Angelina adalah kombinasi sempurna antara ketenangan Adrian dan keanggunan Julie, dengan bumbu keceriaan yang sering mengingatkan orang pada sosok Catherina saat muda.

"Tidak apa-apa, Julie. Angelina selalu membawa suasana segar di sini," sahut Catherina sambil menuangkan jus untuk gadis itu.

Angelina menyenggol lengan Liam dengan akrab. "Kau sudah mengerjakan tugas kalkulus, Liam? Aku benar-benar buntu semalam."

Liam melirik gadis di sampingnya, ada kilat pelindung di matanya yang sangat mirip dengan cara Everest menatap Catherina. "Sudah. Nanti di mobil aku tunjukkan jalannya."

Everest dan Adrian saling pandang. Ada sebuah pengertian tak tertulis di antara dua pria yang dulu pernah berseteru itu. Mereka melihat bagaimana kedua anak mereka tumbuh bersama, terikat oleh sejarah yang rumit namun kini menyatu dalam harmoni.

"Ingat, Liam," Everest berkata dengan nada setengah bercanda namun serius. "Jaga Angelina dengan baik di sekolah. Jika ada anak laki-laki yang macam-macam padanya, kau tahu apa yang harus kau lakukan."

"Tentu saja, Dad. Tidak akan ada yang berani mendekatinya selama aku ada di sana," jawab Liam mantap.

Adrian tersenyum mendengar itu. Ia merasa tenang. Meski ia kehilangan Catherina belasan tahun lalu, kini ia memiliki keluarga yang utuh, dan putrinya dijaga oleh pemuda yang ia anggap sebagai bagian dari darah dagingnya sendiri.

"Siapa yang sangka kita bisa duduk bersama seperti ini, Everest?" gumam Adrian sambil mengangkat gelas kopinya.

Everest menyandarkan punggungnya di kursi, menatap sekeliling meja yang penuh dengan cinta dan perdamaian. "Takdir memang suka bercanda, Adrian. Tapi terkadang, bercandanya membawa kita ke tempat yang lebih baik."

Catherina menyentuh tangan Everest di bawah meja, meremasnya lembut. Ia menatap Liam dan Angelina yang sedang asyik berbisik tentang pelajaran sekolah, lalu menatap Julie dan Adrian yang kini menjadi sahabat terbaiknya.

Masa lalu yang penuh luka, pengkhianatan, dan rahasia "pencuri malam" Everest telah terkubur dalam-dalam di bawah pondasi persahabatan dua keluarga besar ini.

Di meja makan ini, tidak ada lagi anak haram, tidak ada lagi istri yang terbuang. Yang ada hanyalah sebuah keluarga besar yang dipersatukan oleh waktu, kedewasaan, dan pengampunan.

"Ayo habiskan sarapan kalian," ucap Catherina riang. "Hari ini adalah hari besar untuk kalian berdua di sekolah."

Liam menatap ibunya, lalu ayahnya, dan terakhir ia menatap Angelina yang sedang tertawa. Dalam hatinya, Liam berjanji akan terus menjaga keharmonisan ini. Ia mungkin menyembunyikan sifat dominan ayahnya, namun ia memiliki kelembutan ibunya untuk memastikan bahwa badai yang pernah menghancurkan orang tuanya dulu, tidak akan pernah menyentuh generasi mereka.

Persahabatan antara Mettond dan Cavanaugh kini menjadi legenda baru di kota itu. Sebuah bukti bahwa bahkan dari reruntuhan kebencian yang paling dalam sekalipun, sebuah taman bunga perdamaian bisa tumbuh dengan sangat indah jika dipupuk dengan keikhlasan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!