Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
" Iya memang benar...putri saya belum siuman, entah mengapa ia belum mau membuka matanya.
Dokter sempat memeriksa kondisinya pagi tadi, menurut pemeriksaan dokter kondisinya sudah stabil dan tidak ada masalah pada bekas operasinya. Itulah mengapa saya mengirimkan doa-doa agar ia cepat siuman dari tidurnya ujar lelaki paruh baya itu.
Tiba-tiba ponsel Adiguna berbunyi, ia melihat nama asistennya di layar ponselnya.
" Maaf tuan Keenan saya mau menerima telpon sebentar diluar, bolehkah saya menitip putri saya sebentar saja" ujar Adiguna.
"Oke baiklah, saya tidak keberatan saya akan menunggu disini. Angkat saja telponnya siapa tau ada hal penting mengenai kasus putri anda" ujar Keenan.
" Baik terima kasih" ujar Adiguna sambil berjalan keluar ruangan. Ia memilih duduk di kursi tunggu didepan ruangan Dara.
Keenan memberanikan diri mendekati gadis itu. Ia duduk dikursi sebelah ranjang pasien. Ia terus menatapi wajah gadis itu, sekarang ia bisa menatap wajah gadis muda itu dari dekat. Ia terus memandangi setiap inchi tubuh gadis itu , tampak bekas luka di kening, tangan , dan kaki nya. Kemudian di lehernya masih dipasang penyangga .
Entah dapat bisikan darimana dengan spontan ia memegang tangan gadis itu, ia kemudian menggenggam tangannya dengan lembut. Keenan dapat merasakan tangan gadis itu sangat halus.
Ia mengusap pelan- pelan bekas luka ditangan gadis itu sepertinya kena pecahan kaca mobil semalam. Ia terus menggenggam tangan Dara , kemudian membawa tangan gadis itu ke wajahnya sambil memejamkan mata.
Keenan berbisik lembut " Aku mohon bangunlah gadis cantik, My little Angel", Aku mohon bukalah matamu untuk ku...My sweetheart .. "ujar Keenan memohon pada Dara yang masih memejamkan matanya. Baru kali ini ia memohon kepada wanita yang tidak ia kenal sebelumnya tetapi wanitanya sedang tidak sadar. Sedangkan diluar sana puluhan wanita yang berlutut kepada CEO tampan itu untuk memohon cintanya. Sesudah berdoa Keenan memberikan kecupan lembut tetapi sangat dalam pada tangan gadis itu.
Tanpa Keenan sadari dibelakangnya sepasang mata melihat kejadian itu dari celah pintu kamar. Tatapan penuh haru atas apa yang ia lihat. Ternyata selain dirinya ada seorang pemuda tampan yang menyayangi putri semata wayangnya itu.
Tanpa ia sadari sebulir air mata menetes keluar dari matanya yang agak sayu karena belum istirahat dari semalam. Walaupun ia belum mengenal pemuda itu, tapi ia yakin bahwa ia lelaki yang baik untuk putri kesayangannya.
Adiguna langsung mengusap air matanya. Ia membuka perlahan pintu nya tanpa disadari Keenan. Keenan masih menggenggam tangan Dara kali ini ia topangkan di keningnya, ia menundukan kepalanya sambil berdoa agar gadis itu cepat siuman.
Mendengar ada langkah kaki yang berjalan mendekat. Keenan langsung tersadar ia menurunkan tangan gadis itu perlahan- lahan.
Adiguna pura-pura tidak melihat kejadian dramatis yang ia lihat barusan. Ia tidak mau pemuda itu merasa malu didepannya.
" Maaf agak lama menunggu" ujar Adiguna berusaha mencairkan suasana.
" Oh tidak masalah tuan, kebetulan karena tuan sudah disini, saya pamit dulu karena sudah ada janji"
" Baik..kalau begitu silahkan, sekali lagi terima kasih karena tuan sudah banyak membantu saya dan anak saya"ujar lelaki paruh baya itu sambil menyalami Keenan.
" Tidak masalah, jika butuh bantuan hubungi saja telpon saya. Saya siap membantu kapanpun ujar Keenan.
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏