NovelToon NovelToon
Sugar Daddy Kere

Sugar Daddy Kere

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bhebz

Demi mendapatkan pembayaran SPP yang tertunggak dan kesempatan ikut ujian akhir, Ayu terpaksa mengikuti saran temannya mencari Sugar Daddy di sebuah kelab malam. Ia membutuhkan solusi instan—seorang pria kaya yang bersedia membayar mahal untuk kepatuhannya.

​Sialnya, bukan Sugar Daddy impian yang ia dapatkan, melainkan seorang pria dominan berwajah tampan yang, ironisnya, tak punya uang tunai sepeser pun di dompetnya. Pria itu adalah Lingga Mahardika, CEO konglomerat yang penuh rahasia.

​Lingga, meskipun kaya raya, ternyata adalah "Sugar Daddy Kere" yang sebenarnya—ia hanya bisa membayar Ayu dengan jaminan masa depan, martabat, dan pernikahan siri. Transaksi mereka sederhana: Ayu mendapatkan perlindungan dan status, sementara Lingga mendapatkan kepatuhan spiritual dan fisik untuk memadamkan hasratnya yang membara.

Akankah Cinta akan hadir diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Sugar Daddy KR

Pagi berikutnya, Ken berada di penthouse Lingga, memegang koper kecilnya, siap untuk penerbangan ke Tokyo. Ayu juga ada di sana, mengatur berkas-berkas di ruang tamu.

​Lingga, yang sedang menikmati kopi di balkon, memanggil Ken dan Ayu.

​"Ken," panggil Lingga, suaranya terdengar terlalu bersemangat untuk jam 07.00 pagi. "Sebelum kau terbang. Aku ada satu briefing final. Ayu, kau juga harus dengar."

​Ken dan Ayu berdiri di hadapan Lingga.

​"Aku telah meninjau kembali insiden pipa bocor semalam," Lingga memulai, menatap mereka dengan tatapan CEO-nya yang paling serius. "Aku sudah membuat analisis mendalam tentang risiko operasional yang ditimbulkan oleh tempat tinggal Ayu."

​Ayu dan Ken saling pandang, bingung.

​"Kesimpulannya," Lingga melanjutkan, menunjuk ke bawah seolah apartemen Ayu adalah masalah global. "Risiko itu terlalu tinggi. Risiko kerusakan pipa dari Lantai 29 terlalu berbahaya terhadap kerusakan tak terduga yang dapat mengganggu alur kerjamu, dan alur kerjaku."

​"Tuan," sela Ken hati-hati. "Pipa itu sudah diperbaiki. Teknisi bilang itu hanya minor issue."

​Lingga melambaikan tangan, mengabaikan Ken. "Ken, kau hanya melihat permukaan. Aku melihat sistem. Aku telah menetapkan kebijakan baru."

​Lingga menatap Ayu dengan tatapan yang intens, terbungkus rapi dalam jargon kantor. "Ayu, mulai hari ini, kau harus pindah ke penthouse ini. Kau akan menempati kamar tamu sampai situasi di apartemen mu dinyatakan stabil secara struktural oleh tim teknik independen."

​Ayu hampir tersedak. "Tinggal? Tuan, itu tidak perlu! Saya bisa kembali ke apartemen saya—"

​"Tidak," potong Lingga tajam. "Ini adalah 'Protokol Karantina Aset Berharga'."

​"Dan apa alasan konyol untuk protokol ini, Tuan?" tanya Ayu, berani.

​Lingga menyilangkan tangan di dada, mempertahankan ekspresi stoic-nya.

 "Alasannya sangat jelas, Ayu. Pertama, ini adalah karantina untuk memastikan kau tidak terpapar pada kelembaban yang tersisa yang bisa merusak kesehatanmu, yang pada gilirannya akan mengurangi efisiensi kerjamu."

​"Dan kedua, dan ini yang paling penting," Lingga berbisik, tetapi cukup keras untuk didengar Ken.

"Kamar tamu ini harus digunakan untuk inventory kaus putih tactical 80% lebih tebal yang kau pesan. Aku butuh kau tetap di sini untuk memastikan kaus-kaus itu tidak melorot atau menjadi transparan. Kau harus menguji sampel pertama di malam hari, segera setelah kau selesai dari kantor."

​Lingga berhenti, menatap Ayu. "Aku butuh kau tetap di sini untuk menjaga stabilitas rantai pasok pakaian tidur."

​Ayu menahan keinginan untuk menjerit. Kaus 80% lebih tebal sebagai alasan untuk mengkarantinaku?

​Ken, yang menyaksikan drama konyol ini, hanya bisa menunduk, bahunya bergetar menahan tawa yang bercampur dengan ketakutan.

​"Bagaimana dengan barang-barang saya, Tuan?" tanya Ayu dengan pasrah.

​"Pak Bima akan mengurus semuanya. Hanya barang-barang yang kau butuhkan untuk tiga bulan ke depan. Selebihnya akan disimpan di gudang arsip aman kita," jawab Lingga santai, seolah dia baru saja memesan makan siang.

​Lingga kemudian berbalik ke Ken.

"Kau mendengarnya, Ken. kerusakan pipa adalah kunci. Jika kau mendengar masalah pipa saat di Tokyo, segera hubungi tim teknik, bukan Ayu. Ayu sekarang menjadi bagian dari security asset pribadiku."

​Ken mengangkat pandangan, menatap Lingga dengan campuran kekaguman dan kengerian.

​Beberapa menit kemudian, Ken dan Ayu berada di lift, turun ke lobi untuk mengantar Ken ke bandara.

​"Kau dengar itu, Yu?" bisik Ken, wajahnya pucat pasi. "Karantina aset berharga. Stabilitas pipa. Dia menjadikanmu inventory kaus putihnya!"

​Ayu menyandarkan kepalanya ke dinding lift. "Dia sudah tidak waras, tuan Ken. Dia menggunakan kekuasaannya untuk membuatku tinggal bersamanya. Dia ingin melihatku kembali dalam keadaan berbahaya, itu yang dia inginkan."

​"Aku tahu," kata Ken, menggelengkan kepalanya perlahan. "Ini lebih dari sekadar agresif, Yu. Ini adalah controlling madness yang dingin. Dia memindahkan aku ke Tokyo untuk memastikan tidak ada lagi 'Rian' atau 'Ken' yang menjadi ancaman. Dia memblokir semua celah. Dia sangat takut kehilangan kendali atas dirinya sendiri, sehingga dia harus mengendalikan mu sepenuhnya."

​Ken menghela napas. "Di satu sisi, ini adalah bukti cinta yang paling tragis dan konyol yang pernah kulihat. Dia benar-benar jatuh."

​"Tapi di sisi lain?" tanya Ayu.

​"Di sisi lain," Ken mencondongkan tubuh, suaranya sangat pelan. "Dia adalah Lingga Mahardika. Dia bisa sangat kejam ketika batasnya dilanggar. Dia ingin kau tetap di kamar tamu untuk mengujimu, Yu. Dia ingin melihat apakah dia bisa menjaga batasan, atau apakah dia akan kembali runtuh."

​Ken memegang bahu Ayu, matanya serius. "Aku akan pergi, dan kau akan sendirian di sarang singa. Kau harus menjaga batasan itu, Yu. Sekonyol apa pun alasannya, jangan pernah biarkan dia melupakan bahwa dia adalah CEO, dan kau adalah asistennya. Aku berharap... aku berharap tuan Lingga masih punya cukup profesionalisme untuk menghormati batasan, meski dia terbakar. Jangan berikan dia celah."

​Pintu lift terbuka. Mereka keluar ke lobi. Sopir Lingga, Pak Bima, sudah menunggu Ken.

​"Aku akan kembali dalam dua minggu," kata Ken, tersenyum lemah. "Berhati-hatilah dengan 'inventori kaus putih' itu."

​Ayu memaksakan diri untuk tersenyum. "Kau juga tuan. Hati-hati dengan jetlag dan jangan memesan ramen."

​Ken berbalik, melangkah menuju mobil. Saat ia melangkah pergi, Ken melihat kembali ke gedung. Ia merasakan kombinasi bahaya yang terukir di tulang belakangnya, bercampur dengan tawa kecil yang konyol.

Tuan ​Lingga, kau benar-benar gila. Aku harap kau tidak menghancurkan gadis itu.

​Ayu berjalan kembali ke lift dengan langkah kaku. Seluruh tubuhnya tegang. Lingga telah mengambil alih semua. Dia mengambil apartemennya, dia mengambil barang-barangnya, dan yang paling parah, dia mengambil haknya untuk memilih.

​Karantina aset berharga. Kaus 80% lebih tebal.

"Alasan apaan itu?" gerutu Ayu kesal.

"Kamu bilang apa Yu?!"

Ayu tersentak kaget. Tak menyangka kalau Lingga ternyata sudah berada di hadapannya.

"Alasan tuan aneh. Aku tidak mau tinggal di Penthouse anda!"

"Ulangi, Ayu." Suara Lingga rendah dan berbahaya, seperti mesin yang baru saja dinyalakan. Matanya yang tajam menembus, tidak menyisakan ruang bagi pembelaan.

"Kau lupa siapa yang bicara denganmu? Kau mempertanyakan keputusanku?"

Ayu menelan ludah. Aura CEO itu melingkupinya.

"Keputusan ini final. Penolakanmu tidak relevan. Aku tidak meminta pendapat, aku memberikan perintah."

Lingga melangkah maju, memaksa Ayu mundur selangkah. "Aku memberimu keamanan, dan kau membalas dengan sikap tidak hormat? Jangan sampai aku menganggap ini sebagai pelanggaran protokol pertama di rumahku, Ayu. Kau di sini untuk bekerja dan patuh. Titik."

"Aku tidak menerima penolakan. Sekarang, pergi bereskan dirimu."

***

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
pasti ayu merinding dengar kalimat itu....
pasti bulu bulunya berdiri....
upssss 🤭🤭🤭
bulu yang mana ea bun
..????
ciiynn 2
uuuww menggoda~😖
ciiynn 2
duhhh berani bgt
ciiynn 2
duhhhhh😷
ciiynn 2
tersenyum tipis? dia tidak tersenyum tapi hatinya yang tersenyum😏
Halah mas mas senyum aja gengsiiii
ciiynn 2
haha🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
waduh jamu guncang jagad....weleh welehhh itu bisa bikin remukkk kasur dong bun🤭🤭🤭🤭
novi a.r
good novel, good job thor, cemungut
Bhebz: makasih banyak kk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
semua cuma omong kosong... lambat laun nty saling jatuh cinta... gak mau pisahhhhg
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
😀😀😀😀
jadi lingga lagi tak bermoral donk bunda....?
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
sabar ay....
nty mlm kamu cari kotoran sapi lalu timpuk ke wajah lingga.... di jamin deh kamu puas.... cobain dehhhh
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
ahhhhh gak guna menggerutu...
mending langsung sat set antrin itu si baby kucing.... 😀😀😀
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
ea harus pahit..
karna yang kau pandang lurus lurus sudah manis..
jadi pahit itu sudah tak terasa lagi saat memandang ayu
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
bukan pengawal/peramal ayu dia pelawak 😃😀🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
setipis apakah senyuman itu... apa setipis tisu basah / kering bun.....???
srius tanya dengan nada halus sehalus sutra.....
HanaShui🌺
gak yakin Yu🤣
HanaShui🌺
debaran jantung ni yeee
Daniaaa
waduh nyesel 🤣
Daniaaa
awal yang keren Thor
Sofiaa
seruuuu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!