Hidup tidak selalu sesuai dengan apa yang kita impikan,tapi percaya lah di setiap air mata yang menetes akan berujung kebahagiaan walau tidak terjadi saat itu juga.
Aini bertahan hidup demi anak yang dikandung nya,berbagi rintangan dia lalui hanya untuk membuat anak nya tidak jadi bahan omongan orang lain.
IG.lelyanai07
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
Akhir-akhir ini Aini melihat sang adik tengah sibuk mengerjakan sesuatu yang membuat nya jadi penasaran apa yang tengah dilakukan oleh adik nya.
"Kiki mbak boleh tanya gak."tanya Aini sambil duduk di samping sang Adik
"Mau tanya apa mbak seperti nya serius."jawab Kiki
"Tapi Kiki harus jawab dengan jujur yah".kata Aini
"Iyah mbak kapan sih Kiki bohong sama mbak."ucap Kiki menatap sang kakak dengan penasaran
"Sebenarnya apa yang Kiki kerjakan akhir-akhir ini?"tanya Aini
Mendengar pertanyaan dari sang Kakak membuat Kiki gelagapan harus jawab apa.
"Kiki gak lakuin apa-apa mbak."ucap Kiki canggung
"Tadi kan Kiki udah janji akan jujur pada mbak,kok Sekarang malah gak jujur sih".kata Aini dengan nada yang begitu lembut agar adik nya mau jujur
"Maafin Kiki mbak kalau Kiki gak bilang sama mbak, sebenarnya Kiki lagi buat usaha ."jawab Kiki sambil menundukkan kepalanya
"Usaha apa Ki,mbak gak pernah nyuruh Kiki buat kerja "ucap Aini kesal
"Kiki lakuin ini karena gak mau lihat mbak bekerja seperti itu setiap hari,harus nya Kiki lah yang mencari uang buat kita bukan mbak."jawab Kiki akhirnya jujur
"Mbak hanya minta kamu belajar dengan baik, agar suatu saat nanti kamu bisa merebut kembali semua harta milik orang tua kita."kata Aini
"Kiki janji mbak akan mengabulkan semua keinginan mbak,dan ini juga tidak akan pernah mengganggu belajar nya Kiki",ucap Kiki mencoba meyakinkan sang kakak
"Jadi katakan apa yang tengah Kiki lakukan."tanya Aini lagi
"Kiki Sedang usaha membuat kedai coffe "jawab kiki
"Tapi Kiki dapat modal dari mana?kan bikin usaha seperti itu butuh modal ki."tanya Aini
"Kiki bikin coffe nya dari rumah mbak trus nanti di posting di media sosial Kiki, nah kalau ada yang pesan baru Kiki buat."jawab Kiki menjelaskan semua nya pada sang kakak
Aini sebenarnya tidak mau kalau sang adik harus ikut mencari uang buat mereka tapi melihat kegigihan sang adik membuat nya jadi tidak tega kalau mematahkan semangat sang adik.
Di kota B
Varel tengah di sibukkan dengan semua berkas-berkas yang ada di depan nya,apa lagi Minggu depan dia harus menghadiri acara tahunan yang sering di lakukan para pengusaha muda yang sukses sampai-sampai dia tidak menyadari kehadiran sang ibu.
"Apa kamu begitu sibuk nya sehingga mengabaikan ibu mu yang sudah jauh-jauh kemari."ucap sang ibu
"Ibu kapan datangnya"kata Varel sambil menutup map berkas-berkas yang masih menumpuk di meja nya
"Sudah dari tadi"jawab sang ibu sedikit kesal
"IBu kok datang gak bilang Varel dulu"kata varel sambil menghampiri sang ibu dan mencium kening ibu nya
"Kalau ibu kasih tau mau kesini kamu pasti melarang nya",jawab ibu
"Tapi kan Varel bisa suruh jemput Rudi kalau ibu mau datang".kata Varel yang kini sudah duduk di samping sang ibu
"Ibu mau ngomong inti nya saja dan dengarkan baik-baik,ibu gak suka kalau kamu masih suka main-main sama wanita yang tidak jelas di luar sana.ingat ibu sudah tua dan kamu juga sudah cukup umur untuk menikah jadi ibu harap kamu segera mencari pendamping hidupmu".ucap ibu
"Ibu, kan Varel udah bilang nanti ada saat nya Varel membawa calon menantu ibu,tapi tidak untuk sekarang."jawab Varel
"Kamu lihat itu sepupu kamu dia bahkan sudah memiliki anak,apa kamu tidak ingin di panggil Dady juga."ucap ibu sambil menghela nafasnya
"Ibu kan tau kalau aku juga udah punya anak."kata Varel sambil menggenggam tangan sang ibu erat
"Iyah kamu punya anak tapi itu anak adik kamu,trus kamu kapan ngasih mama cucu."ucap ibu yang masih belum menyerah untuk membujuk sang anak
"Iyah Iyah sesegera mungkin Varel bawa ibu cucu."ucap Varel tak mau kalah
"Dasar anak tengik kamu mau cari cucu buat ibu dimana?"kata ibu kesal
"Aduh kalau ibu ngambek gini aku makin sayang."kata Varel sambil memeluk manja sang ibu
Tok tok tok
"Masuk" .kata Varel
"Maaf bos 10 menit lagi kita akan ada meeting."ucap Rudi
"Baiklah persiapkan dulu file nya."kata Varel
"Baik lah karena kamu lagi sibuk ibu pulang dulu dan ingat permintaan ibu tadi secepat nya harus ada."ucap ibu
"Iyah ibuku sayang."kata Varel sambil memberikan ciuman di pipi sang ibu
Setelah kepergian sang ibu Varel menutup mata nya sejenak karena tidak tau harus beralasan apa lagi untuk membuat sang ibu berhenti menyuruh nya untuk menikah.
jangan lupa dukungan nya yah kak biar aku tambah semangat nulis nya 😊🙏
nyimpen di buku rak....😊
lha si varel untung tak terhitung dptin yg segelan