Hai Teman-teman" Perkenalkan ini Novel baru Mala. Sebenarnya ini Novel pindahan dari akun lama Mala, Semoga suka.
"Halo namaku NAIRI, dan aku adalah gadis kampung biasa.
"hem...." Tidak terlalu cantik dan hidup sederhana.
Aku memiliki sahabat yang bernama Lina. Dia gadis yang baik, pengertian dan yang pastinya selalu ada disaat aku butuh dukungan.
Yuk langsung intip kisahku. 🤭🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba Untuk Bangkit
🍒 Happy Reading 🍒
Lina ingin menanyakan apa yang terjadi pada Nairi, terlebih dia juga melihat koper Nairi. Tapi dia urungkan, karna melihat kondisi Nairi saat ini.
''Ah, besok saja aku akan bertanya padanya.'' Guman Lina.
Ke esokan harinya, Nairi sudah bangun. Nairi bingung kok tiba-tiba dirinya ada dirumah sakit. Lina pun mulai menjelaskan kejadian semalam, karna saat Nairi akan dibawa kerumah sakit, ia tak sadarkan diri. Lina menghampiri Nairi, sambil menyuapi Nairi makan, Lina menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Nairi.
Nairi pun mulai menceritakan semuanya, tanpa terasa kedua wanita itu sudah terisak sambil berpelukan. Dokter sudah memeriksa keadaan Nairi, semuanya sudah membaik. Dan Nairi sudah di perbolehkan untuk pulang.
"Nai, lalu sekarang apa rencanamu?, Kamu mau kemana?, Apa mau pulang kedesa?'' Tanya Lina.
''Tidak Lin, Aku tidak mau orang tuaku menghawatirkanku. Apa lagi kalau sampai orang-orang tau, mereka pasti tambah menghina dan mengolok-olokku Lin. Aku ingin pergi jauh dulu dari sini Lin. Aku ingin menenangkan diri, dan aku ingin bangkit demi anakku Lin.'' Ucap Nairi.
''Baiklah Nai!'' Apa pun keputusanmu aku akan slalu mendukungmu, dan aku juga akan menemani dimana pun kamu berada. Tunggu sebentar, bagaimana kalau kita ketempat Nisha Nai, di kota A. Kita bisa memulai hidup baru dan membuka usaha disana. Apa kamu setuju Nai?'' Tanya Lina.
''Tapi Lin, bagaimana dengan pekerjaanmu disini?, dan orang tuamu?'' Tanya Nairi, karena dia juga tidak mau merepotkan Lina, yang sudah banyak membantunya.
''Kalau masalah itu bisa ku urus, yang terpenting sekarang, kamu bilang dulu Ayah Ibumu. Pamit!'' biar mereka tidak kawatir. Aku juga akan menelpon orang tuaku ok Nairi.'' Kata Lina. Nairi sungguh sangat beruntung memiliki sahabat sebaik dan sepengertian Lina. Ia yakin ia bisa melewati semua cobaan ini.
Setelah selesai menelpon, Lina dan Nairi ketempat kerjaan Lina, mengambil barang-barang Lina sekaligus pamit sama bosnya. Tadi Lina sudah menelpon bosnya, kalau ada urusan mendadak. Makanya dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaanya.
Setelah mengambil barang-barang Lina, lalu mereka pergi keterminal. mereka naik bis kekota A. Lina juga sudah mengabari Nisha tentang kedatangannya. Nisha juga teman Lina dan Nairi, tapi dia mendapat pekerjaan jauh dari kota B . Hingga mereka ber3 pun berpisah.
Sampai dikota A, Lina dan Nairi sudah disambut kedatangannya oleh Nisha. Lalu Nisha pun membawa Nairi dan Lina untuk di tunjukkan tempat tinggalnya.
Untuk sementara Nairi dan Lina akan tinggal satu rumah dengan Nisha dulu.
''Nai, nanti kita cari kontrakan, atau cari tempat tinggal. Untuk sementara kita disini dulu, sekarang istirahat dulu ya Nai.'' Ucap Lina.
Nairi pun beristirahat, setelah bersih-bersih diri dan membereskan barang-barangnya. Karena dia pun merasa lelah setelah perjalan. Sedangkan Lina, ia sedang berbicara dengan Nisha, membicarakan tempat tinggal dan mencari pekerjaan.
Ke esokan harinya
Matahari mulai menelisik melewati jendela sinarnya yng menyilaukan mengusik keheningan Nairi.
''Ya Allah aku kesiangan, bagaimana ini belum membuatkan sarapan untuk kak Aska.'' Ucap Nairi, namun sesaat kemudian ia pun tersadar, bahwa sekarang ia dan Aska benar-benar sudah berpisah dan berbeda jalan.
.........
5 Bulan kemudian
Hari ini, hari pembukaan toko Nairi dan Lina. Mereka tengah disibukan dengan memberes-bereskan barang-barang mereka. Mereka juga sudah membeli rumah, yah walau kecil setidaknya nyaman.
Tokonya terbagi menjadi 2 ruangan, sebelah untuk Lina jualan makanan, sedang sebelah untuk barang-barang dagangan Nairi. Ada yang online, tapi tidak sedikit juga yang datang langsung ke toko.
" TOKO 2 WARNA "
Ya itulah nama toko mereka. Acara pembukaan telah selesai, semua kembali ke rutinitas masing-masing.
"Nai, istirahat lah dulu!, kamu jangan terlalu kecapean." Ucap Lina.
"Iya Lina bawel, Lin, entah kenapa akhir-akhir ini perutku sering mules rasanya," Kata Nairi.
Kini usia kandungan Nairi sudah 9 bulan, dan bisa kapan saja melahirakan.
"Aku harus semangat demi anakku." Maaf kan Ibu ya Nak, kamu jadi tidak bisa merasakan kasih sayang orang tua yang lengkap," Batin Nairi.
"Halo... oh ... baiklah ... heem ... cerewet ...
iya ....iya . tut..tut.. tut." Suara Lina sedang menerima telepon.
"Siapa Lin, yang menelpon kamu, kenapa wajahmu cemberut," Tanya Nairi.
"Biasa, siapa lagi kalau bukan dia, aku kesal sekali. Katanya pulangnya di tunda. Lusa baru kesini," Ucap Lina.
"Reagan ...Reagan, udah tau Lina dah kangen gitu, masih ditunda pulangnya." Guman Nairi, ia geleng-geleng melihat tingkah sahabatnya yang masih cemberut seusai menerima telepon dari sang kekasih.
Yah setelah pertemuan mereka dulu. Reagan mulai mendekati Lina, dia jatuh cinta sejak pertama kali bertemu. Sekarang hubungan mereka banyak kemajuan, meski baru beberapa bulan mengenal.
Dan rencananya, Saat Reagan pulang, dia akan melamar Lina. Reagan juga tau keadaan Nairi, tapi dia tidak mau terlalu ikut campur. Tapi dia slalu mendukung keputusan Nairi dan Lina. Karena dia juga sedikit jengkel dengan dengan sikap Aska, yang mudah terpengaruh oleh orang.
"Lin!, Lina!!'' Aduh perutku.'' Rintih Nairi.
''Nai, kamu kenapa?, Lina panik, lalu dia meminta tolong warga sekitar untuk membawa Nairi kerumah sakit.
Setelah sampai rumah sakit, Nairi langsung mendapatkan penanganan dokter, ternyata Nairi akan melahirkan. Setelah beberapa waktu, Nairi melahirkan seorang Putri yang sangat Cantik dan menggemaskan. Dan diberi nama Kaila Aditama. Nama itu yang memberikan Mama dan Papa mertuanya. Meski tidak bisa menemani, tapi mereka masih sering tlp atau sekedar vidio call.
"Wajahnya Lin, mirip sekali dengan Aska,'' Ucap Nairi, yang menangis haru setelah melihat dan menyusui putrinya.
''Yang sabar ya Nai, kamu tidak sendiri. Ada aku Nai, yang akan selalu mendukungmu dan menemanimu.'' Ucap Lina.
Sedang di sisi lain.
Setelah kepergian Nairi, Aska menjadi sangat dingin, mudah emosi. Mama dan Papanya yang tidak habis pikir oleh putranya pun sangat marah dengan Aska. Bisa-bisa putranya tidak mempercayai istrinya. Mereka sangat marah pada Aska dan memutuskan untuk pergi keluar Negeri mengurus cabang perusahaan disana.
Orang tua Aska mengancam, kalau sampai Aska tidak membawa kembali menantu dan cucunya, mereka tidak akan pernah kembali.
Itu juga yang membuat Aska semakin membenci Nairi, karna baginya semuanya disebabkan oleh Nairi. Aska sering pergi ke Club minum-minum sampai mabuk. Sedangkan Tania dia tidak pernah berhenti slalu menggoda Aska dan mempengaruhinya.
3 Rahun sudah aska dan nairi berpisah .
Kini Putrinya sudah tumbuh menjadi bocah yang cantik cerdas dan lucu. Tingkahnya yang slalu bisa membuat Nairi dan Lina tertawa.
Mereka menjalani kehidupan yang tenang, dan bahagia. Meski ada kesedihan di dalam hati Nairi. Karena bagaimanapun, ia masih mencintai Aska dan Kaila pastinya sangat membutuhkan sosok sang ayah.
"Tidak Kaila hanya putriku, lagi pula Aska tidak mau mengakuinya.'' Lirih Nairi yang memandang putrinya yang sedang bermain .
Di sisi lain...
Kini Aska tengah sibuk dengan segala urusan kantor. Bahkan 3 tahun terakhir ini, membuat perusahanya makin sukses. Dan bahkan membuka cabang diberbagai tempat.
Namun dibalik kesuksesannya, terselip kesedihan dan kerinduan yang begitu dalam kepada istrinya. Sudah 3 Tahun lamanya mereka tidak bertemu, Namun rasa rindu itu ia tepiskan dengan ingatan tentang penghiyanatan Nairi.
Saat Aska masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya, Tanpa mengetuk pintu, Tania nyelonong masuk begitu saja.
''Maaf Pak, tadi saya sudah melarang Nona Tania masuk, tapi dia bersikeras.'' Ucap sekertaris Maya.
ngiler nih
Ya Allah baik banget mama nya Aska, apa begitu nanti sampai jadi menantu benar-benar?
walaupun sebuah kesepakatan
semoga indah pada waktu nya
Aska
semoga kau serius
semoga bisa membuka hati Nairi
kali ini Nai, semoga kamu tidaklah bernasib buruk lagi
Aska pasti baik
Ceritamu sangat sayang dilewatkan
Semoga kunjunganku tidak membuatmu bosan
Salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"