rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cincin
keesokan harinya..rena sudah bangun pagi sekali..dia keluar kamarnya dan melihat para pelayan yang sibuk membersihkan rumah diawasi bi inah
bi inah yang melihat rena lalu menghampirinya
pagi sekali bangunnya non rena"tanya bi inah kepada rena
iya bi..saya sudah biasa bangun pagi" jawab rena
non rena mau sarapan pagi" tanya bi inah lagi kepada rena
ga usah bi..nenek sudah bangun bi?"tanya rena lagi
sudah non..tapi masih dikamar..mungkin istirahat lagi..mau bibi bangunin?" sahut bi inah
ga usah bi..biarlah nenek istirahat..aku mau jalan jalan pagi disekitar rumah ini..semalam aku melihat kebun yang dipenuhi bunga..jalannya kearah mana ya bi?" ucap rena sambil bertanya
setelah ditunjukkan bi inah ....rena berjalan sendirian dikebun yang dipenuhi bunga bunga..rena menghirup udara pagi yang segar..dia berjalan sambil bernyanyi dengan riang..dia tidak tahu sepasang mata menatapnya dari lantai atas
dava yang lagi duduk minum secangkir teh dari balkon kamarnya melihat rena dari atas..dia begitu terpukau dengan penampilan rena pagi itu..gaun putih selutut yang dipake rena membuat dirinya bersinar diantara warna warni bunga..ditambah rambut panjang rena yang dibiarkan tergerai ditiup angin menambah kecantikannya
dava hampir saja tersedak...kaget tiba tiba pintu kamarnya diketuk dari luar..dia langsung meletakkan cangkir tehnya ke meja dan berjalan menuju pintu
tuan sarapan sudah siap" sahut bi inah didepan kamar dava
baiklah bi..bangunin rena..suruh ikut sarapan" sahut dava pura pura tidak mengetahui rena yang lagi jalan jalan pagi dikebun
non rena sudah bangun tuan..dia lagi jalan jalan keluar..apa perlu saya panggil buat sarapan pagi" tanya bi inah lagi
ga usah bi..biarkan aja" ucap dava sambil turun dari tangga berjalan keruang makan..bi inah mengikuti dari belakang
dimeja makan dava sudah melihat neneknya ...dia langsung duduk dikursi dan menyapa neneknya
rena mana inah" tanya nenek ke bi inah
lagi jalan jalan pagi oma" malah dava yang menjawab..bi inah yang melihat itu langsung meninggalkan mereka berdua menuju dapur
kapan kamu mengenal rena dava..nenek baru tahu kamu punya pacar setelah kamu menelepon kemaren itu..itu pun udah mau menikah"terdengar suara nenek memulai percakapan
seminggu yang lalu oma..waktu dava melakukan perjalanan bisnis...dava langsung jatuh cinta pertama kali melihat rena"ucap dava berbohong karena tidak mungkin dia menyebutkan kejadian malam itu
rena sama seperti dava sebatang kara..tapi dava lebih beruntung masih memiliki oma yang sangat menyayangi dava..sementara rena hanya sendirian" lanjut dava lagi dengan suara lirih..dia merasa bersalah jika memikirkan bahwa dia sebenarnya yang menambah penderitaan rena
kalau kamu sudah tahu rena sebatang kara kamu tidak boleh menyakitinya..tidak boleh main main dengan pernikahan ini..kamu juga harus selalu mencintai dan melindunginya seperti papamu yang selalu mencintai mamamu" nasehat nenek dava yang membuat dava merasa tersindir karena dia hanya menikahi rena hanya untuk mengurangi rasa bersalah atas perbuatannya malam itu walaupun sepenuhnya itu bukan kesalahannya
sebelum berangkat kekantor dava meninggalkan pesan kepada bi inah agar menyuruh rena bersiap siap..nanti siang dia akan menjemput rena untuk membeli cincin pernikahan
saat mobil dava mau keluar dari pekarangan rumahnya..dia tak sengaja melihat rena yang berjalan menuju ke dalam rumahnya.."hmmmm" desahnya yang membuat sopirnya memperhatikan dirinya dari kaca spion
rena yang memperhatikan mobil yang baru saja keluar tahu kalau dava sudah berangkat kekantor..dia berjalan menuju kedalam ingin melihat nenek dava..tiba tiba saja dia berpapasan dengan bi inah yang mengajak dia sarapan pagi
nenek mana bi..ga sarapan bareng kita?"tanya rena ke bi inah yang lagi menghidangkan makanan diatas meja
nyonya besar lagi dikamar..tadi sudah sarapan bareng tuan" sahut bi inah sambil duduk menemani rena sarapan sesuai perintah neneknya dava
oh ya non..nanti siang nona harus siap siap karena tuan nanti akan pulang cepat..mau mengajak nona membeli cincin pernikahan" ucap bi inah lagi
rena hanya bisa mengangguk..dia baru sadar bahwa besok adalah hari pernikahannya dengan dava.."alangkah cepatnya waktu berlalu" desahnya yang membuat bi inah melihat dengan tatapan tidak mengerti
***********
dikantornya dava terlihat sibuk dengan dengan pekerjaannya..saking sibuknya dia tidak mendengar beno yang mengetuk pintu ruangannya
bos..udah mau jam makan siang..bos harus pulang hari ini..bukankah bos mau membeli cincin pernikahan dengan nona rena" ucap beno mengingatkan dava
dava yang mendengar ucapan beno seketika menghentikan pekerjaannya..dia mengambil jasnya yang tergantung dan memakainya..sebelum keluar dia menyuruh beno menyelesaikan semua pekerjaanya yang masih terbengkalai
ben..pulanglah malam ini..besok aku akan menikah..banyak yang harus kamu kerjakan dirumah malam ini" perintah dava kepada beno sebelum meninggalkan kantor
baik bos..tenang saja..semuanya telah aku atur.." sahut beno sambil tersenyum
dirumah dava...rena telah bersiap siap..dia duduk diruang keluarga menunggu sambil menonton televisi
nenek dava yang keluar kamar melihat rena sendirian menonton televisi langsung menghampiri rena dan duduk disampingnya
eh nenek..ga tidur siang nek?"tanya rena sambil merangkul lengan nenek dava
jangan panggil nenek..panggil oma aja..biar sama seperti dava.."sahut nenek sambil mengelus rambut rena
baiklah nek..eh oma" sahut rena sambil tersenyum
rena boleh oma menanyakan sesuatu kepada mu" tanya
nenek dava kepada rena
boleh lah oma..tanyakan saja apa yang ingin oma ketahui tentang rena" jawab rena kembali
apakah kamu menikah dengan dava karena kamu memang mencintainya" tanya nenek dengan wajah yang serius melihat rena
rena yang tidak disangka mendapat pertanyaan seperti itu langsung kaget..dia bingung mau menjawab apa..kalau dibilang mencintai tentunya dia belum mencintai dava..tapi kalau perasaan suka..dia memang mulai menyukai dava..tapi baru sebatas suka
saat rena kebingungan dengan pertanyaan nenek..tiba tiba dava muncul dan menyelamatkan rena
ayo ren..kita harus berangkat..ntar keburu sore.." ujar dava ke rena yang membuat rena bernafas lega
oma..rena berangkat dulu ya...nanti kita cerita lagi" pamit rena sambil mencium tangan sang nenek
setelah mereka berdua berpamitan..dava melajukan mobil menuju kesebuah toko yang khusus menjual cincin pernikahan
sebelum rena turun dari mobil dava memberikan rena sebuah kartu bewarna hitam..rena yang tahu kartu apa itu hanya bisa menerima karena dia tidak ingin berdebat dengan dava disana
mereka berdua melangkahkan kaki kedalam ..kebetulan toko itu sedang sepi hingga mereka leluasa melihat lihat model cincin buat pernikahan
setelah lama melihat lihat..belum satu pun ada yang menarik perhatian rena..bahkan pegawai toko telah mengeluarkan model cincin terbaru dan termahal..tetapi rena tidak suka..ketika rena hampir menyerah dan memutuskan mencarinya ditempat lain..tiba tiba dia melihat sepasang cincin berbentuk hati yang ada dipojok ruangan
rena meminta pelayan mengambilkannya..dia sangat menyukainya..cincin itu mengingatkannya dengan mamanya..rena pernah melihat photo mamanya mengenakan cincin seperti itu tapi sayang photo itu telah lama hilang....setelah sepakat dengan model cincin yang disukai rena..akhirnya mereka membelinya
di dalam mobil mereka hanya diam saja..sibuk dengan pikiran masing masing..dava yang lagi menyetir mobil melirik rena dari samping
'"hmmm kenapa dia kelihatan sedih..apa yang harus aku lakukan untuk menghiburnya" batinnya
rena berpikir dava akan membawa dia pulang kerumah karena hari sudah mulai gelap..tapi dava memberhentikan mobilnya di depan sebuah restoran mewah
ayo turun.." ajak dava sambil membukakan pintu mobilnya..rena kemudian turun dan berjalan mengikuti dava masuk kedalam restoran
mereka duduk didalam sebuah ruangan yang khusus untuk mereka berdua saja
kamu mau makan apa ren" tanya dava sambil menatap wajah rena dan mengulurkan menu makanan kepada rena
sama denganmu saja" ucap rena meletakkan menu makanan disampingnya..dia merasa hatinya ga karuan saat dava menatap..mata elang dava membuat dia berdebar debar
ren kamu tidak tertekan kan dengan pernikahan kita" tanya dava khawatir karena melihat wajah rena yang gelisah..dia takut terlalu memaksa rena dengan pernikahan ini
rena menggelengkan kepalanya..bagaimana dia merasa tertekan kalau dia merasa disambut dirumah itu..apalagi dia sangat menyukai nenek dava
yang rena takut kan..kalau dia mulai jatuh cinta dengan dava