NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:500.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yulia Nofika

Ardan Putra Anjaya seorang dosen lulusan khairo di Universitas Trisakti Bangsa. Penerus satu-satunya keluarga Anjaya. Demi bakti pada orang tua Ardan menerima perjodohan dengan wanita pilihan sang Bunda.

Zahwa Andana Srinata salah satu mahasiswa tempat Ardan mengajar. Memiliki paras yang cantik dan budi pekerti yang baik membuat Marwa menjadi idola kampus, tak ada lelaki yang tak tertarik dengannya. Namun prinsip warna tetap teguh tiada kata pacaran sebelum menikah sesuai ajaran orang tuanya.

Akankah pernikahan Ardan dan Zahwa berakhir bahagia? jika disaat benih cinta mulai muncul kedatangan orang masa lalu yang tak lain adalah kakak dari Zahwa datang untuk menagih janji Ardan untuk menikahinya? apakah yang akan dilakukan Ardan mempertahankan pernikahannya atau justru meninggalkan Zahwa demi sang kakak istrinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Nofika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Menangisi

Semilir angin menghepas dedaunan kering, mendungnya cuaca seakan menjadi gambaran hati para pelayat di Pemakaman itu. Hidup dan mati takdir ilahi yang tak bisa kita hindari, kapan, dimana, dan bagaimana, kita tak tahu. Semua sudah digarisi oleh sang ilahi.

Kehilangan pasti sudah dirasakan para sahabat, seseorang yang selama 4 tahun bersama mereka kini tinggal kenangan, tiada lagi tawa darinya.

Semua berlalu begitu cepatnya, baru kemarin mereka masih bersama, tapi kini semua telah sirna. Ingin menyangkal tak terima, tapi apa daya takdir yang lebih berkuasa.

"Jika kalian menyayanginya, jangan tangisi begini kepergiannya, tapi iringi dengan doa, agar Allah menempatkan Dia ditempat yang terbaik disisinya" Ardan mencoba menenangkan Istri dan 2 sahabat lainnya, dari tadi mereka tak henti menangisi kepergian salah satu dari mereka.

Meski tak dipungkiri, Ardan Pun juga cukup merasa kehilangan, walaupun baru kenal dan dekat dalam waktu hitungan minggu ini, tapi dia dapat merasakan kebaikan dan juga ketulusan darinya.

"Pak Ardan benar, seharusnya kita tidak seperti ini. Lebih baik kita berdoa untuk ketenangannya" jawab Arin sambil menghapus air matanya.

Meski sulit tapi mereka tetap harus tegar, menerima kenyataan dan menjadikan semuanya pelajaran.

Setelah taburan bunga terakhir dari Zahwa, keempatnya langsung berdiri menatap nisan makam yang tertera jelas nama salah satu dari sahabat mereka.

"DIMAS WIJAYA" tataran tulisan yang begitu rapi, tapi dengan makna yang tak seindah tulisannya.

Setelah 2 hari dirawat di Rumah Sakit, lantaran menjadi sasaran benda tajam yang ditusukkan Riska, tepat tadi pagi Dimas menghembuskan nafas terakhirnya. Dengan kedamaian Ia meninggalkan para sahabatnya, tak ada sedikitpun penyesalan dalam dirinya mempertaruhkan nyawa demi wanita pujaannya, meski tak bisa memiliki tapi dia bisa melindungi.

Sedangkan Riska, setelah 2 hari mendekam dipenjara, tadi pagi pula dia dipindahkan ketempat rehabilitasi jiwa. Merasa kehilangan dan rasa bersalahnya pada Dimas membuat jiwa Riska tergunjang dan sempat nyaris bunuh diri. Karena itulah pihak kepolisian menyarankan keluarga untuk memindahkannya, meskipun masih dalam pengawasan kepolisian.

"Ayo kita pulang! kamu juga butuh banyak istirahat sayang" Ardan langsung mengiring langkah Zahwa yang melemah lantaran kondisinya yang memang tidak baik.

"Kami akan selalu mengenangmu, berbahagialah di sana" Batin Ratna kemudian melangkah mengikuti Ardan, Zahwa, dan Arin yang telah berjalan lebih dahulu.

****

Selama perjalanan pulang, hanya kesenyapan yang terjadi didalam mobil. Ardan memahami apa yang dirasakan istrinya, karena itulah untuk sekarang Ia membiarkan istrinya meratapi kepergian sahabatnya, setelah ini Ia tidak akan membiarkan istrinya bersedih lagi.

Sedangkan Zahwa hanya memandang keluar jendela dengan tatapan kosong, bukan hanya kehilangan yang Ia rasakan tapi juga rasa bersalah. Dia merasa dirinya yang salah, kalau bukan demi menyelamatkannya pasti Dimas baik-baik saja sekarang.

Genggaman hangat dari tangan Ardan mengembalikan kesadaran Zahwa, ditatapnya suaminya itu dengan kepiluan.

"Jangan menyalahkan dirimu ini semua sudah takdir, dan kita tidak bisa menghindarinya. Sekarang berhentilah menangis, mas yakin jika Dimas tau kamu menyalahkan dirimu seperti ini, dia tidak akan bahagia, justru dia malah terbebani" Ardan berkata seakan Ia bisa membaca fikiran istrinya itu.

Mendengar perkataan suaminya, Zahwa malah semakin terisak. Ia merasa berdosa karena telah mengingkari satu ketetapan Allah, harusnya Ia bisa menerima semua ini dan percaya semua yang terjadi sudah menjadi takdir. Bukannya malah menyalahkan diri seakan-alan la tak meyakini ketetapan Allah.

Melihat istrinya yang semakin terisak, Ardan seketika menghentikan mobilnya, dan merengkuh tubuh Zahwa kedalam dekapannya.

Cukup lama Zahwa menangis dalam dekapan suaminya, setelah merasa istrinya sedikit tenang Ardan langsung melepaskan dekapannya dan kembali melajukan mobilnya pulang ke Rumah. Ia ingat pesan dokter tadi pagi istrinya itu membutuhkan banyak istirahat sekarang, mengingat kondisinya yang sempat memprihatinkan kemarin.

***

Sesampainya di Rumah, Ardan langsung memasukkan mobilnya ke bagasi. Dilihatnya Zahwa tertidur begitu lelap disampingnya, mungkin efek terlalu banyak menangis membuatnya jadi kelelahan.

Karena tak tega membangunkannya, Ardan memilih menggendong Zahwa masuk kedalam Rumah.

" Astagfirullah Zahwa kenapa nak?" tanya mama Zahwa saat melihat putrinya itu dalam gendongan menantunya.

"Zahwa gak papa kok ma, dia cuma kecapekan kayaknya, Ardan gak tega bangunin makanya digendong aja" jelas Ardan saat melihat raut wajah khawatir dari mertuanya itu.

"Kamu bawa Zahwa ke Kamar sekarang, sekalian kamu juga istirahatlah. Bunda lihat dari kemarin kamu juga kurang istirahat" Bunda Ardan menatap sendu putranya itu. Lingkaran hitam dimatanya terlihat begitu jelas, belum lagi wajah pucat karena kurang istirahat.

Mendengar perintah dari Bundanya, Ardan langsung membawa Zahwa menuju kamar mereka, karena memang dia sendiri juga sangat lelah sekarang, sudah 3 hari semenjak Zahwa menghilang waktu istirahat Ardan sangat berkurang.

.

.

.

.

.

.

.

1
Amara Agustina
kog gak ada lanjutannya kak..jadi ngegantung ceritanya
Eliani Elly
lanjutk lagi
Eliani Elly
next
Eliani Elly
next lagi
Eliani Elly
lanjut
Eliani Elly
next
Eliani Elly
lanjut
Eliani Elly
next
Eliani Elly
lanjut
Eliani Elly
next
teti kurniawati
mampir ya di novel aku "Cinta berakhir di lampu merah. "
Eliani Elly
Masih banyak typo nya thor
Ningsih✨🌹
d tnggu kak up ny kak
Sri Suwarsih
mulai baca seperti nya menarik
langsung saja aku kasih vote
Abdul Rahim
Lanjut thor, makin seru nih !
Fadil Alfarizi
lanjut donk cerita ny,,,
Neti Jalia
10 like untukmu🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Eva Susanti
😴😴😴😴😴😴😴 yaman nya
Dian Pramita
iya bener.. kakaknya gada akhlak sekaleeeeee🤦🤦🤦
Dian Pramita
kebahagiaan sdikit ke ganggu dgn kmbali nya kk Zahwa dr Kairo... konflik dimulai 🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!