Bagaimana perasaanmu ...apabila kau memiliki kekasih , namun pria itu malah lebih mementingkan teman masa kecilnya di bandingkan dengan dirimu..
" Apa - apa Cleo..apa - apa Cleo . Yang pacarmu itu aku apa Cleo sih Gas..." teriak Clara ketika mendapati kekasihnya hanya memiliki waktu bersama teman masa kecilnya daripada dirinya yang notabene adalah kekasih Bagas
" Kamu memang pacar aku Clara ... tapi kamu harus ngertiin bahwa saat ini Cleo lebih membutuhkan aku dari pada kamu . please Clar...jangan bersikap egois seperti ini "
" Kamu bilang aku egois ! mana egoisan aku yang minta kamu buat nemenin ulang tahun aku ,dengan kamu yang menemani Cleo hanya buat beli kado buat mamanya . Tolong Bas , jangan anggap aku egois . jika nyatanya kalianlah yang lebih egois daripada aku "
Akankah Clara melanjutkan hubungan miliknya bersama Bagas yang telah selama tiga tahun mereka jalani . Atau Clara akan lebih memilih membuka hati yang baru untuk sosok pria lain yang lebih bisa menghargai dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
" Sayang..." panggil Bagas yang terlihat nyelonong masuk ke kamar Clara
Kebiasaan Bagas memang seperti itu . Ia sudah menganggap rumah Clara seperti rumah milik keluarganya sendiri
" Kamu sudah datang ? " tanya Clara dengan muka bantal khas bangun tidur dari gadis itu
" Sayang aku cantik pakai banget sih ! Meski baru bangun tidur belum mandi seperti ini " Bagas terlihat mengecup gemas seluruh wajah milik Clara
Dan hal itu membuat Clara jadi terkekeh geli melihatnya
" Geli Bagas . Hentikan . Aku masih bau belum mandi " gerutu Clara yang mana bukannya membuat Bagas berhenti . Pria itu malah terlihat semakin gencar menciumi seluruh wajah beserta ke seluruh tubuh milik Clara
" Hahaha...Bagas geli . Hah..perutku sakit tertawa Bagas. Hentikan ..."
Clara tampak terengah
Bukan karena mereka yang telah selesai melakukan hal yang tidak - tidak
Gadis itu terengah sebab lelah tertawa karena ulah Bagas yang terus saja menggelitikki tubuhnya tanpa ampun
" Besok - besok aku mau kunci pintu . Biar kamu gak bisa masuk dan menjahiliku di pagi buta begini . Lihatlah . Pagi - pagi begini kamu udah bikin aku berkeringat banyak " ketus Clara yang mana hanya di tertawai lepas oleh Bagas
" Mau aku bikin keringetan yang lain gak ? Dijamin pasti enak dan bikin kamu ketagihan "
Deg
Mata Clara langsung membola
Bisikan setan dari Bagas sungguh mampu membangkitkan iblis dari Clara di dalam sana
" Oh...keringetan dengan cara yang lain ya ? Bagaimana kalau kita bikin keringetannya pakai gunting sama pisau . Sepertinya itu akan seru untuk memotong burung perjaka tak bisa terbang milikmu itu "
Glek
tenggorokan Bagas tampak tercekat ketika mendapat tatapan tajam menusuk yang diarahkan oleh Clara ke arah area bagian bawah milik pria itu
" Hehe..please sayang . Jangan nyeremin begitulah . Aku kan cuma bercanda . Lagian kalau anuku di potong , bagaimana dengan masa depan kita nanti . kan kalau gak ada ini , kita gak bisa bikin anak yang lucu lucu dan juga imut kayak aku dan kamu "
Blush
Ucapan Bagas sungguh mampu membuat kedua pipi milik Clara jadi berubah merah seketika
Lihat saja sekarang , pikiran gadis itu sudah mengawang kemana - mana . Mengkhayal jika suatu saat nanti dirinya bisa memiliki keluarga yang sangat bahagia bersama Bagas , seperti yang dirinya impikan sedari dulu
" Apa suatu saat nanti kita bisa bersama Gas . Membangun keluarga bahagia yang tak pernah bisa kedua orang tuaku berikan padaku "
" Ye..tuan putri malah bengong . Pasti lagi ngehayalin hal - hal mesum sama aku ya..."
Plak
" Aduh !! "
" Makanya jangan suka godain orang . Jadi kena geplak kan pagi - pagi "
" Ya elah yank...dikiranya aku ini nyamuk apa ....pakai di geplak segala " ringis Bagas pura - pura sakit
Padahal aslinya mah gak kerasa apa - apa
Memang pria itu modus aja biar mau di elus - elus oleh Clara
" Sakit ? " tanya Clara sedikit merasa bersalah
" Ya.sakit lah . Sini ...coba lihat kalau gak percaya "
Clara tampak berjalan mendekat . Ingin memeriksa keadaan Bagas yang katanya sakit
" Mana yang sakit ? "tanya Clara polos
" Ini yank ..." tunjuk Bagas ke arah bahunya yang di geplak sebelumnya oleh Clara
Benar tebakan Bagas
Seperti biasa ...Clara pasti akan lamgsung mengelus serta memijat mijat kecil bahu kekar miliknya itu
" Hmmm...enaknya punya pacar cantik , seksi plus perhatian "
" Jangan mulai deh Gas..."
" Lah kan emang benar pacarku ini selain cantik wajah , hatinya juga sangat cantik . Aku jadi tambah cinta deh sama kamu Ra " Bagas terlihat memindahkan posisi Clara yang berawal duduk di sisi ranjang jadi beralih ke atas paha kekar yang pemuda itu miliki
Cup
Satu kecupan manis Bagas layangkan di atas bibir ranum Clara
" Gas...aku belum gosok gigi " rengek Clara malu
Gadis itu takut jika Bagas menghirup bau mulut miliknya yang belum tercuci bersih di pagi ini
Maklumlah , Bagas menjemputnya di kala Clara belum siap apa - apa
Lihat saja rambut Clara yang terlihat masih berantakan dengan wajah yang belum tercuci air
Untung saja Clara dasarnya memang cantik . Kalau tidak . Mungkin penampilan di pagi hari dari gadis itu sudah bisa membuat Bagas jadi langsung pingsan ketika melihatnya