Rara, Seorang gadis muslimah yang hidup diperantauan harus bisa bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya dengan kuliah sambil bekerja. Berharap bisa kerja di tempat yang nyaman, Rara malah dipertemukan dengan Adimas (Duda ber anak 1) Majikan yang dingin dan galak. Akankah cinta mereka bersemi dan berujung bahagia???
Ikutin ceritanya yahhhh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodyguard Cantik 14
Keesok paginya.......
Pagi ini Rara bangun lebih awal, ia segera memasak dan menyiapkan sarapan di atas meja.
"Kak rara mau ikut jogging gak??"
"Memangnya kak rara boleh ikut??"
"Boleh".
"Baiklah"
Rara dan Bagas menunggu adimas di depan, tak lama adimas pun turun dari kamarnya.
"Pa, kak rara boleh ikut ya".
"Iya" Adimas menjawabnya datar dan tak ingin melihat Rara.
"Kak dimas, Rossa ikuttt yahh"
Rossa pun dengan pakaian olahraga sudah bersiap untuk ikut jogging.
Akhirnya mereka jogging bersama pagi ini.
Saat jogging, rossa mendekati Adimas sementara Bagas dan Rara berada di belakang mereka.
"Kak, nanti rossa ikut mobil kakak ya ke kantornya??"
"Kamu naik mobil sendiri aja".
"Yahh,, aku males kak nyetir sendiri".
"Kan ada pak Eman. Nanti biar di supirin. Aku ada kerjaan lain".
Bagas yang terlihat tidak senang karena kedekatan tante rossa dan papanya.
"Kak rara ayo kita lari kak"
Bagas menggenggam tangan rara dan menerobos diantara papa dan rossa.
Duuukkkkk
"Awwww !!!!! bagassss jangan nakal!" Rossa hampir jatuh.
"Maaf ya pak, ini bagas yang narik saya". Rara berteriak didepan adimas dan rossa.
Adimas begitu senang melihat kedekatan bagas dan rara seperti tanpa jarak. Bagas tertawa lepas saat bersama Rara. Setelah lelah berkeliling komplek, mereka pun pulang kerumah dan bersiap untuk melakukan aktivitas lain.
Bagas bersiap untuk kesekolah, sedangkan Adimas bersiap untuk ke kantor.
"Neng rara, bibik minta tolong antarkan kemeja bapak ini yang habis bibik setrika"
"Bibik aja yah, saya malu"
"Bibik mau nganter baju ini ke ibu rossa "
"Emm ya udah deh kalau gitu".
Rara mengambil kemeja Adimas dan membawanya ke kamarnya.
Tok
Tok
"Masukkkkkkkk"
Rara masuk kedalam kamar adimas namun adimas masih di kamar mandi. Rara melihat kamar Adimas yang begitu rapi. Di samping ranjang ada sebuah foto keluarga kecil itu, pak adimas, bagas dan mamanya.
"Pak ini saya mau nganter baju. Saya tarok di kasur ya". Rara meletakkan kemeja adimas di atas kasur.
"Iya terima kasih" Adimas baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk putih sepinggang dengan rambutnya yang basah membuat adimas begitu gagah dan tampan. Rara menoleh ke sumber suara dan ia langsung bengong melihat adimas yang begitu mempesona.
"Kamu lihatin apa??"
"Hah??? Astagfirullah maaf pak" Rara menutup matanya dengan tangannya dan segera berbalik ingin kabur malah rara menabrak pintu.
Jeduuuukkkkkkkkk
"Aww sakiitt" Rara memegangi dahinya.
"Kamu gak papa kan??" Adimas mendekat ke arah rara.
"Aduuhh iya pak gak papa. saya permisi dulu". Rara dengan cepat berlari keluar kamar dengan menahan malu.
"Pfuuuufffffff dia lucu banget sih hahahaha".
Adimas tak bisa menahan tawanya. kemudian ia segera bersiap untuk sarapan bersama.
.
.
Rara yang masih merasa malu atas kejadian tadi hanya menunduk saja tak berani melihat ke arah adimas.
"Ra, nanti kamu dan bagas ikut mobil saya. Mobil putih biar di bawa sama Rossa pagi ini".
"Iya pak"
Setelah selesai sarapan adimas, rara dan bagas masuk kedalam mobil dan akan berangkat. Sementara Rossa baru keluar dari rumah.
"Kak, ku ikuttt"
"Kamu pake mobil putih itu sama pak eman".
Adimas menjalankan mobilnya menuju ke sekolah Bagas. Rossa yang di tinggal sendiri pun begitu kesal.
Selama di perjalanan rara tak berani menoleh ke arah adimas.
"Ra, kamu sudah daftar belum??"
"Belum pak"
"Kenapa belum??"
"Heheh masih repot pak"
"Cepet daftar nanti malah ditutup kamu gak bisa ikut".
"Iya pak"
Akhirnya sampailah mereka di sekolah bagas.
Bagas segera turun dari mobil dan masuk kedalam kelasnya.
"Ra tunggu" Rara akan keluar dari mobil
"Ada apa pak?"
"Nanti siang saya jemput kamu dan bagas".
"Baik pak". Rara turun dari mobil adimas, kemudian adimas menjalankan mobilnya ke kantor.
.
.
.
.
Sampainya di kantor, Adimas langsung keruangannya. Lain halnya Rossa yang begitu sampai kantor langsung uring-uringan.
"Aku harus cepet selesaikan kerjaanku sebelum jam makan siang". Adimas dengan semangat mengerjakan tugasnya hari ini. Semua dokumen-dokumen yang berada di atas mejanya satu per satu di periksa nya dengan cepat.
Sampai akhirnya jam makan siang hampir tiba, Adimas meninggalkan kantor dan akan menjemput bagas pulang sekolah. Rossa yang berencana mengajak adimas makan siang pun gagal lagi.
.
.
Disekolah....
Rara menunggu Bagas di halaman sekolah seperti biasa. Hingga bel pulang berbunyi.....
Triiingggggggg triingggggggg
Anak-anak mulai berhamburan keluar dari kelasnya.
"Kak rara".
"Bagas"
"Papa belum sampai ya??"
"Belum deh".
Tiiiinnnnnnnn
Sebuah mobil silver berhenti didepan mereka.
"Rara, bagas bareng kak ilham yuk sama Elang".
"Emm papa bagas udah di jalan mau jemput kak".
"Mana?? kok belum sampai??"
"Kami nunggu papa aja om. Makasih tumpangan nya". Bagas terlihat tidak senang.
"Bagas, rara maaf papa telat"
Adimas baru sampai di sekolahan
"Papa"
Adimas mendekati rara dan bagas. Ilham yang melihat adimas pun langsung sedikit sinis.
"Ra, kami jalan dulu ya".
"Iya kak"..
Ilham menjalankan mobilnya meninggalakan mereka.
adimas mengajak rara dan bagas masuk kedalam mobil.
"Untung papa cepet dateng"
"memangnya kenapa??"
"kalau telat dikit pasti oom nya elang maksa kak rara buat pulang bareng".
"Apaan sih kamu gas. Kak rara juga gak mau pulang bareng dia".
"Berarti maunya sama papa dong kak??"
"Hahahahaha ngawur kamu"
" Iya juga gak papa ra"
"Maksud bapak??"
"Ecieeeeeeeee papa".
Adimas tersenyum sendiri sambil menyupir mobil hingga akhirnya mereka sampai dirumah.
"Bagas masuk duluan ya pa"
"Iya"
"Ra kamu gak kuliah??"
"Kuliah pak, ini mau ambil buku dulu sama ngeluarin motor"
"Kamu saya antar ya?? sekalian jalan ke kantor lagi".
"Emm gak usah pak, takut bapak capek".
"Gak papa,,, saya anter sekalian".
"Emm baik pak, saya ambil buku dulu ya".
"Iya".
Rara Masuk kedalam kamarnya dan mengambil tas serta buku kuliahnya. Setelah itu rara dan adimas pergi ke kampus Rara.
.
.
Sampainya di kampus, Adimas memarkirkan mobilnya.
"Bapak gak langsung ke kantor??"
"Saya mau ketemu temen lama".
"Siapa pak??"
"Pak Zulkarnain. Dekan Fakultas ekonomi".
"Ohh Itu temen bapak ya??"
"Iya"
Adimas turun bersama Rara, dari kejauhan teman-teman rara pun melihat rara baru keluar dari mobil bersama seorang pria ganteng. Semua orang terpana akan kegagahan seorang Adimas. Rara langsung kabur masuk kedalam kelas untuk menghindari kegaduhan saat itu.🤭
Jangan lupa like, coment dan vote nya yahhh....
Biar uni makin semangat nulisnya🤗
Tengcuuu semua😍
Baca juga
*Dokter kirana
*Menikah Muda
*Mengejar Istri yang kabur
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
tinggal ngmng doang jg..🤦