NovelToon NovelToon
One Night Romance

One Night Romance

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Duda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi widya

Rasa sakit yang Maura rasakan saat mengetahui Rafa menikah dengan wanita lain tidak sebanding dengan rasa sakit yang kini dia rasakan saat tahu dirinya tengah hamil tanpa tahu siapa lelaki yang sudah membuatnya hamil.

Kejadian malam dimana dia mabuk adalah awal mula kehancuran hidupnya.

Hingga akhirnya dia tahu, lelaki yang sudah merenggut kesuciannya dan membuatnya hamil adalah suami orang dan juga sudah memiliki seorang anak.

Apa yang akan Maura lakukan? Apakah dia akan pergi jauh untuk menyembunyikan kehamilannya? Atau dia justru meminta pertanggung jawaban kepada lelaki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Maura yang awalnya tadi tenang dan sedikit bingung karena tidak tahu apapun akhirnya tubuhnya menegang saat Fabian mengatakan sesuatu yang membuatnya syok. Nafasnya memburu, kedua jari tangannya merem mas kuat bantal yang ada di pangkuannya. Bahkan keringat dingin mulai dia rasakan sudah keluar dan membasahi sebagian tubuhnya. Pikirannya melayang tentang kejadian malam panas waktu itu.

"Fa-Fabian!! Ja-jadi dia orangnya." Dengan terbata-bata Maura bergumam lirih. Orang yang sudah membuatnya hamil ternyata orang yang sama dengan orang yang dia obati waktu itu. Maura memejamkan kedua matanya merutuki dirinya yang memang belum tahu siapa lelaki yang sudah menodai kesuciannya. Kalau dia tahu orang yang dia obati waktu itu adalah orang yang sudah merenggut kesuciannya, Maura tidak bakal mau mengobati luka yang Fabian dapat saat itu. Bila perlu akan Maura tambah luka yang ada di tubuh Fabian.

"Saya memang salah. Tapi saya tidak mungkin tidak mempertanggung jawabkan perbuatan saya. Apalagi wanita yang sudah saya renggut kesuciannya tengah mengandung anak saya. Jadi seperti yang saya katakan tadi. Saya akan bertanggung jawab, bila perlu saya akan menikahi putri Anda." Ucap Fabian dengan percaya diri. Entah dirinya di maafkan atau tidak, diterima atau tidak, dia tidak perduli. Yang pasti dia sudah datang dengan niat baik untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Apalagi saat ini wanita yang sudah dia renggut kesuciannya tengah mengandung benih yang tanpa sengaja dia tanam di malam panas waktu itu.

Tentu saja Bryan dan juga Freya kaget mendengar itu, bukan kaget karena maksud dan tujuan Fabian, melainkan mereka kaget karena Fabian tahu kalau Maura kini tengah mengandung anak dari Fabian. Darimana dia bisa tahu, padahal kehamilan Maura masih mereka simpan rapat-rapat dan hanya keluar inti saja yang tahu tentang kehamilan Maura.

"Tidak!!" Maura menggeleng cepat dengan badan gemetar, dia berdiri dari duduknya hingga bantal yang ada di pangkuannya terjatuh begitu saja.

Sontak saja Freya yang duduk disebelah Maura langsung ikut berdiri. Dia memegang salah satu lengan Maura. Dia tahu, Maura pasti syok saat tahu Fabian adalah orang yang sudah merenggut kesuciannya dan membuatnya hamil.

"Aku tidak mau menikah dengan dia." Maura menunjuk Fabian yang duduk berseberangan dengan dirinya. Matanya yang basah menatap nyalang pada Fabian. "Ini anakku dan bukan anakmu." Maura memegang perutnya yang masih rata. "Keluar kamu dari sini! KELUAR!!!" Usir Maura dengan suara yang lantang. Nafasnya memburu, dadanya naik turun menahan amarah yang tiba-tiba muncul karena kedatangan dan pengakuan Fabian.

"Maura, tenang sayang!" Freya mencoba meredam emosi Maura.

Fabian tentu saja juga ikut berdiri, tapi dia bergeming dan tidak mengindahkan permintaan Maura yang memintanya untuk keluar dari rumahnya. Hati Fabian sesak melihat wanita yang telah dia rusak kehormatannya marah dan terlihat begitu histeris saat melihat dirinya.

"AKU BILANG KELUAR!!" Maura kembali mengusir Fabian dengan suara yang lantang karena lelaki itu tidak kunjung keluar dari rumahnya. Bahkan air matanya sampai terjatuh karena melihat Fabian yang masih ada disana.

"Sudah sayang, sudah." Freya memeluk tubuh Maura saat putrinya itu mulai menangis.

"Pulanglah! Kita bisa bicarakan ini lain waktu." Bryan mengusir Fabian secara halus. Dia juga tidak ingin putrinya semakin histeris bila melihat Fabian. Apalagi saat ini Maura tengah hamil muda. Bisa mempengaruhi kehamilannya nantinya.

Fabian menatap Maura yang menangis dalam pelukan Freya. Dia tidak menyangka kalau kedatangannya akan membuat Maura histeris seperti saat ini. Dengan langkah berat, Fabian keluar dari rumah keluarga Abrisam. Dia sesekali menoleh kebelakang untuk melihat Maura.

Kali ini kesalahannya memang fatal. Lebih fatal dari kesalahannya pada Aurel. Jadi wajar saja bila Maura marah dan tidak mau bertemu dengan dirinya. Fabian menghembuskan nafas berat sebelum akhirnya melajukan mobilnya pergi dari kediaman Abrisam.

🌷🌷🌷

"Bagaimana?" Tanya Bryan saat melihat Freya keluar dari kamar Maura. Wajah dari suaminya Freya masih terlihat khawatir memikirkan keadaan Maura.

"Maura sudah tenang. Dia ingin sendiri katanya." Jawab Freya lirih karena tidak ingin mengganggu putrinya yang tengah bersedih.

"Alhamdulillah kalau sudah tenang." Bryan bersyukur atas keadaan Maura yang sudah mulai tenang. "Semoga ini tidak berlanjut lagi kedepannya." Harap Bryan yang tidak tega melihat putri kesayangannya histeris seperti tadi.

"Aamiin." Freya mengaminkan harapan Bryan. Dia juga tidak ingin Maura terus bersedih.

Keduanya pergi meninggalkan kamar Maura. Perjalanan ke Swiss akhirnya mereka batalkan mengingat kondisi Maura saat ini. Dan mungkin Bryan tidak akan mengizinkan Maura untuk kesana lagi. Mengingat tadi Fabian datang tanpa paksaan dan ingin bertanggung jawab. Jujur saja Bryan salut akan keberanian yang Fabian miliki, tapi semua tergantung keputusan Maura. Karena Maura yang berhak memutuskan akan seperti apa kedepannya. Mau menerima Fabian atau tetap ingin membesarkan anaknya sendiri.

Didalam kamar, terlihat Maura tengah berbaring miring diatas tempat tidur. Terdengar suara tangisan lirih keluar dari bibir Maura. Sepertinya dia masih sedih setelah mengetahui siapa lelaki yang sudah merenggut kesuciannya sampai membuat dirinya hamil.

"Aku tidak akan pernah memaafkan kamu." Rasa sakit yang dia rasakan kini membuat pintu maaf buat Fabian tertutup rapat.

"Aku juga tidak mau menikah dengan lelaki seperti kamu. Suami orang." Maura mengingat informasi yang dia ketahui kalau Fabian itu sudah memiliki istri dan dia tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain. Dia juga tidak mau menyakiti hati sesama wanita. Apalagi menjadi istri Fabian yang sudah merusak dirinya. Maura tidak pernah kepikiran akan seperti itu.

"Ini anak aku. Aku yang mengandung. Aku bisa membesarkan anakku sendiri." Maura semakin meringkuk di atas kasur. Dia tidak ingin anaknya diambil paksa oleh Fabian.

Maura yang masih menangis sesenggukan memejamkan matanya. Dia teringat kenangan dulu saat dia masih kecil. Dimana orang tuanya yang dicemooh karena hamil dirinya tapi tanpa memiliki suami. Dan dimana dirinya yang dibully teman-temannya karena tidak memiliki Ayah.

"Tidak!!" Maura membuka kedua matanya. Dia juga langsung bangun dan duduk dengan rasa ketakutan. Dia mengambil guling dan memeluknya erat. "Aku tidak ingin anakku bernasib sama seperti diriku. Tapi aku juga tidak mau menjadi duri di rumah tangga mereka.."

Maura bingung sendiri dengan apa yang dia pikirkan saat ini kenapa nasibnya sungguh sial seperti ini. Dia cantik, baik, pintar dan berprestasi, punya segalanya, orang tua yang sangat menyayangi dan mengasihinya, tapi entah kenapa asmaranya sungguh tidak berjalan lancar. Kekasih idamannya sejak kecil memilih wanita lain dan menikah dengan wanita lain, dan kini justru dirinya harus bernasib sama seperti Bundanya.

"Kenapa hidup ini nggak adil? Apa salah aku?" Maura berteriak menangisi nasibnya yang begitu menyedihkan.

1
Ray Aza
knp hrs sll rafa.. ga tau cerita ttg dia tp udah ilfeel aja ama tokohnya. klrganya jg bikin ilfeel
Riya Ertoce
cukup bikin mata perih
Riya Ertoce
lanjut
Riya Ertoce
jd penyimak saja
4L1
Luar biasa
Ismawati Iis
Kecewa
Meli Susyanti S
kisah ayahnya Maura ada gak thor
Evy
Tidak dikasih jodoh Thor Pamannya Maura... kasihan juga jadi bujang lapuk..
Evy
Bisanya ngancam aja...
Evy
Dr Rafa yang iri... cinta tak kesampaian...
Evy
wah...ada yang julid...
Evy
Apa anak yang dari pernikahan yang sah itu bukan anak kandung Fabian..
Wulan Sari
Luar biasa
Sudarto Juwana14
siapa sih yang naruh bawang disini...
Sudarto Juwana14
kan bumil perasaannya sangat sensitif jadi harap maklum🙏
Sudarto Juwana14
keren Fabian semangat selalu jangan kasih kendor untuk cita-cita muliamu💪👍
Sudarto Juwana14
mungkin dokter Bian sama-sama lagi ada masalah
Zikran Zikran
Luar biasa
Yeni Fitriani
rafa sok sok an menuntut fabian utk tanggung jawab ats maura.....basiii rafa gak ush sok perduli wong cinta tulus maura 13 th sj lu PHP in......klo jd maura mending klo ketemu rafa pura2 gak kenal aja biar otak rafa bisa kembali mikir.
Yeni Fitriani
fotonya cowok cewek nya cocok bet utk jd pasangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!