NovelToon NovelToon
Pacar Atau Sahabat

Pacar Atau Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Romansa / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:308k
Nilai: 4.6
Nama Author: Arzeerawrites

Hubungan antara Vindra yang Zeline yang sudah berlangsung selsma dua tahun awalnya baik-baik saja.

Kedatangan Anin dari luar negeri sebagai sahabat masa kecil Vindra awalnya membuat perasaan Zeline senang.

Tapi lama-lama Zeline merasa posisinya tergeser. Ia yang biasanya menjadi prioritas bagi Vindra, perlahan menjadi tidak. Anin mengambil perhatian yang seharusnya juga diterima oleh Zeline karena Zeline adalah kekasih Vindra.

“Kemarin aku pulang sendiri karena kamu lebih milih untuk antar Anin. Terus tadi malam aku ketiduran nungguin kamu yang katanya mau ngajak aku makan tapi ternyata kamu ingkarin omongan kamu sendiri. Tadi malam kamu malah makan sama Anin. Udah sering banget kamu lebih pentingin Anin. Selama ini aku diam, Vin. Anin sahabat kamu dari kecil, tapi aku juga anggap dia sebagai sahabat aku kok. Cuma kenapa ya? Kok posisi aku sama dia lama-lama kayak kebalik? Kamu tau ‘kan siapa yang harusnya lebih kamu pentingin? Sekarang aku tanya, Pacar atau sahabat?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

“Beneran?”

“Iya, aku nggak apa-apa,”

“Ngobrol dong, Zel. Jangan diam aja. Atau kamu lagi nggak enak badan?”

“Aku baik-baik aja kok, bingung juga aku mau ngobrol apa sama kalian,”

“Nimbrung aja ntar juga kebawa deh pasti. Kadang aku sama Vindra emang suka keasikan ngobrol dan obrolannya juga suka nggak jelas ya, Vin?”

“Iya, namanya juga kita sama-sama manusia nggak jelas jadi obrolannya juga nggak jelas,”

“Dih, kamu yang nggak jelas, kalau aku sih jelas orangnya,”

“Kayaknya bakal berakhir debat nih, awas ada tukang bakso yang kelewatan lho kalau kalian malah debat, Vin, Nin,”

“Iya-iya jangan dilanjut ntar kita debat kayak kucing sama tikus,”

“Hahahah aku kucing, kamu tikus. Aku soalnya suka kucing,”

“Iya, yang jelek kasih aja ke aku, Nin,”

“Hahahahaha pasrah banget kamu,”

“Ya daripada berantem ‘kan,”

“Coba aku liat di internet deh yang jual bakso dekat sini dimana,”

Daripada jalan-jalan tidak jelas tujuannya kemana, belum tentu bertemu dengan penjual bakso, Zeline berinisiatif untuk melihat alamat penjual bakso terdekat dari mereka saat ini.

“Kamu jalannya pelan banget, Vin,”

“Ya ngapain buru-buru, biar lambat asal selamat, lagian ‘kan sambil liat bakso, kali aja ketemu supaya nggak pesan online suka udah dingin baksonya,”

“Ya makanya aku cari yang terdekat. Ada nih bakso Mang Paras. Cuma lima ratus meter dari sini, gimana menurut kalian? Mau nggak?”

Karena saat ini Zeline tidak hanya pergi sendiri, melainkan bersama dua orang lain, maka Zeline harus meminta persetujuan mereka lebih dulu. Kalau hanya Ia sendiri, sudah pasti Ia akan memilih makan di sana karena supaya cepat tidak perlu lagi bingung makan dimana.

“Okay itu aja deh. Gimana, Nin?”

“Iya-iya boleh,”

Zeline yang mengarahkan jalannya. Tidak lama kemudian mobil Vindra tiba di depan sebuah kios penjual bakso.

Melihat tempatnya yang lega, dan tidak begitu banyak pembeli, Zeline tersenyum senang. “Gini ‘kan enak,”

“Yok turun,”

Mereka bertiga keluar dari mobil dan setelah itu berjalan memasuki tempat yang bersih dan nyaman dengan aroma bakso langsung menyambut ketika mereka bertiga mendekat.

Setelah mereka bertiga duduk, langsung dihampiri oleh salah satu lelaki yang akan menanyakan pesanan mereka.

“Baksonya tiga mangkuk ya,”

“Lengkap pakai semuanya?”

“Aku nggak pakai toge ya, Pak, tapi yang lain-lainnya pake aja,” ujar Zeline yang punya pesanan khusus. Seperti biasa Zeline menghindari yang namanya toge.

“Minumnya apa?”

“Es campur ada ‘kan?”

“Nggak ada, Mba,”

“Yah,”

Vindra terkekeh melihat wajah kecewa Zeline. Vindra menghibur dengan mengusap puncak kepala Zeline sambil menyuruh Zeline untuk pesan yang lain.

“Kalau jus ada? Jus alpukat,” tanya Vindra.

“Oh kalau itu ada,”

“Yess, okay saya itu aja, Pak,” Mood Zeline seketika berubah. Yang tadinya sempat merengut, sekarang langsung sumringah lagi.

“Aku air putih, kamu apa, Vin?”

“Sama deh, aku air putih juga. Jadi bakso tiga, lengkap semuanya tapi yang satu nggak pakai toge, dan minumannya jus alpukat satu, air putih dua,”

“Baik, ditunggu sebentar ya,”

“Makasih, Pak,”

Zeline bertepuk tangan pelan. “Ternyata ada jus, aku pikir nggak ada juga. Kalau jus nggak ada, aku mau es teh, kalau es teh nggak ada ya terpaksa deh air putih kayak kalian,”

“Kalau nggak ada semua, pasti aku beliin es teh di luar buat kamu. Sekarang tetap mau es teh nggak? Itu ada minimarket,”

“Buat di rumah aku mau, nanti ke sana dulu ya,” ujar Zeline seraya menunjuk ke seberang dimana minimarket berada.

“Okay, nanti kita ke sana ya. Ingetin aja takutnya aku lupa,”

“Eh aku mau nanya deh, penasaran aja sebenarnya. Boleh ‘kan aku nanya?”

“Boleh, tanya aja, nggak ada larangan kok, Nin,”

“Hmm….jadi kalian tuh udah saling kenal sama keluarga masing-masing belum?”

“Udah, aku lumayan sering ke rumah Zeline,”

“Kalau Zeline gimana? Sering kamu bawa ke rumah? Berarti Mama Papa kamu udah kenal sama Zeline ya, Vin?”

“Iya udah kok,”

“Oh, iya sih dua tahun pacaran masa belum kenal ya,”

“Nah itu dia. Kalau pacaran ngumpet-ngumpet juga nggak bisa aku,”

“Aku pikir belum saling kenal gitu, tapi kalau dipikir-pikir ya pasti udah kenal ya, soalnya udah lumayan lama. Terus orangtua kalian setuju?”

“Sumpah, aku ada usaha dulu lho untuk bisa sama Zeline,”

Vindra melirik Zeline yang langsung terkekeh mendengar ucapannya. Zeline juga setuju dengan perkataan Vindra.

“Emang kenapa? Orangtua Zeline sudah didapetin ya hatinya?”

“Mereka baik banget dari awal aku deketin Zeline, tapi mereka tuh maunya aku sama Zeline temenan aja dulu. Tapi aku nggak mau soalnya kalau cuma teman, takut aku ditikung sama orang. Makanya aku usaha aja terus eh lama-lama ya dibolehin aja gitu pacaran dengan syarat pacar tapi layaknya teman aja, harus ingat batas, nggak boleh hilang fokus soal belajar, nggak boleh berlebihan, pokoknya ada aturan kayak gitu deh,”

“Bagus dong orangtuanya Zeline jadi bisa liat usaha kamu, Vin,”

“Ya tapi aku sempat takut nggak bisa pacarin Zeline. Mungkin karena mereka aksian kali ya, jadi ya udah deh bolehin aja, Hahaha,”

“Nggak lah, mereka percaya sama kamu makanya dibolehin,”

“Nggak dipercaya juga sih, tetap kok orangtuanya Zeline tuh protective banget, nggak percayain anaknya seratus persen ke aku lah, wajar sih namanya juga anak cewek satu-satunya, udah gitu masa depan masih panjang. Ya benar kata mereka pacaran kayak temenan aja,”

“Lulus SMA kalian mau nikah?”

“Hah? Nikah? Nggak lah, Anin. Ya ampun, aku nggak siap,”

Zeline langsung menggelengkan kepalanya. Ia tidak siap kalau harus menikah begitu lulus sekolah dan apa kata orang tuanya nanti. Mereka begitu menginginkan Zeline mengejar pendidikan setinggi mungkin. Baru selesai sekolah menengah atas sudah mau nikah, orang tua Zeline pasti berpikir Zeline sudah puas hanya dengan pendidikan SMA nya saja.

“Orangtua aku bersedia biayain pendidikan aku jadi ngapain aku mikirin nikah dulu? Ya sayanglah, mending aku gunain kesempatan yang dikasih ke aku itu untuk ngejar pendidikan dulu. Nikah mah gampang,”

“Aku juga sama, nggak dulu deh kalau nikah lulus SMA orang aku aja masih dikasih uang jajan sama orangtua, gimana ceritanya mau nikahin anak orang? Mau dikasih makan apa istri aku nanti? Cuma cinta? Mana bisa, hidup ‘kan harus realistis. Lagian mana mau Zeline nikah sama cowok pengangguran,”

Zeline dan Anin terkekeh. Mereka sama-sama perempuan dan membenarkan apa yang dikatakan Vindra. Mau setampan dewa Yunani, mau cintanya seluas dan sebesar samudera, kalau tidak punya penghasilan dan masih bergantung pada orangtua, mereka tidak akan bersedia.

“Baksonya udah datang,”

Obrolan mereka berakhir ketika bakso dan minuman disajikan di hadapan mereka. “Jangan lupa baca doa dulu, Nin,” ucap Zeline mengingatkan Anin yang sudah mau mencoba kuah.

“Ah iya aku hampir lupa,”

Mereka bertiga berdoa, setelah itu mulai bersantap. Setelah mencoba rasanya, benar-benar diluar dugaan.

Kompak saling menatap satu sama lain dan mata mereka berbinar “Enak ya,” kompak juga berkata seperti itu.

“Enak ya, bisa balik lagi nih ke sini,”

“Tempatnya juga nyaman,”

“Kamu nyindir aku ya karena tadi aku pengen di tempat makan bakso yang tadi itu?”

“Aduh, Nin, aku nggak ada maksud nyindir kamu. Ngapain aku nyindir-nyindir? Ini ‘kan menurut penilaian aku aja. Selain baksonya enak, tempatnya juga nyaman,”

“Udah-udah! Zel, fokus makan aja,”

Zeline menatap Vindra dengan kening mengernyit kesal, tapi mulutnya tidak berkata apa-apa. Entah dimana letak kesalahannya. Ia hanya menikah kalau selain baksonya enak, tempatnya juga nyaman, luas, sehingga tidak salah mereka makan di sana dan lain kali bisa kembali makan di tempat yang sama. Tapi Anin malah salah pengertian. Anin mengira Ia menyindir Anin yang tadi sempat mau makan di tempat lain. Setelah Ia jelaskan bahwa Ia tidak menyindir Anin, Ia malah mendapat peringatan dari Vindra.

1
🍻
ceritanya membosankan muter2 situ aja gak ada perkembangan sama skali jalan ceritanya !!!!
Risma Aisya
ko ceritanya itu2 terus ,pusing kepala berby bacanya
Nurul Istiqomah
bingung cerita ..udh bab seratus lebih tp ngulang bab seblumnya trus..jd gak nyambung..maff ya thor 🙏
Nurul Istiqomah
bingung deh awal nya putus xeline sama vindea ko tiba" skrng zeline sma vindra nikah..dan anin sma vindra pacaran
Nurul Istiqomah
knpa cerita udh jauh balik lg ke cerita sblmnya thor..
Nurul Istiqomah
ka maff penulisan nya kurang rapi..tp pas mau baca bingung. dan ada bbrpa bab yg ke ulang trus 🙏
Nurul Istiqomah
bacanya bingung..bnyak yg typo tho
Nurul Istiqomah
sahabat tp gk gtu juga ah..apalagi cwe sma cwo sahabatan kaya nya sulit..soalnya dlu aku punya tmn cwo akhirnya dy suka aku..dan ujung" nya yg td nya dket jd menjauh
Nurul Istiqomah
inget dlu pernah aku sama sahabat aku pernah suka sama orang yg sama..alhasil sahabatku pacaran sama cwo itu dan kita berantem hingga berbulan" lama nya..nyesel karena masalah cwo kta berantem
Inasitinurhasanah
bukan nya udah kualiah ko mash smk sic
Inasitinurhasanah
kpn soc zelin sama vindra nikah ni mh pacaran mulu bosen jd na,,ayolah thur jngn bertele tele biar banyak yg baca,
Lala Al Fadholi
baca udah panjang2 jgn2 jadinya sama adiknya...lah kakanya kaku kaya kanebo kering tp masa iya jd sama adiknya... ?? tragis amat 🤣
Olla Tulandi Jom
buatlah si anu n punya pacar jadi tidak dicemburui zeline
Lala Al Fadholi
ngape jd cocokan vindra ma rita..zeline kok kaku bgt kaya bukan pacar vindra...
Gloria Stevany
kq mkin gk nyambung baca'y...
Uthie
part ini banyaknya pengulangan skip cerita dari part sebelumnya yaa... 🤔
Uthie
seru tuhhh emang kalo udah balas-membalas gtu 👍😂
Olla Tulandi Jom
halaaah vindra perhatian apa kayak begitu, ingkar janjinya termasuk.bohong ,, apa lupa ingatan dengan janji palsunya heheheee
Olla Tulandi Jom
janji palsu madih oacaran saha sudah begitu kelakuan, bgmana kalau sudah nikah masih nempel.sana anin,
anin tuh tudak tau diri dan vindra lupa diri
Lala Al Fadholi
ini kapan balikannya...? 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!