Hendrik seorang mafia kejam luluh dengan seorang wanita muda cantik, walau umur mereka berbeda. Cinta membutakan seseorang seperti halnya dengan Hendri yang kini jatuh cinta kepada Gersya gadis dibawah umur yang terpaksa menikah karena utang ayahnya. Seorang wanita yang sabar dan sholeh tapi setelah perjanjian pernikahan selesai yang dikonyrak selama 1 tahun.
apakah mereka akan bercerai atau cinta menyatukan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 14
Sementara itu Hendrik bangun dari tidur panjangnya ia tidak melihat Gersya yang tidur disampingnya.
"Kemana dia," batin Hendrik.
Suara pintu mulai terdengar Hendrik kemudian memejamkan matanya Gersya pun masuk nelihat Suaminya yang masih tidur.
"Dia belum bangun,mmm aku akan tanya membangunkannya," ucap Gersya kemudian mendekati kamar.
"Tuan..Tuan bangun ayo kita makan dulu," ucap Gersya menggoyang-goyangkan tubuh Hendrik.
Hendrik kemudian membuka matanya, dan menarik Gersya kepelukannya.
"Tuan lepaskan aku," ucap Gersya ingin lepas tapi dipeluk erat oleh Hendrik
"mulai sekarang kamu jangan panggil aku Tuan panggi aja aku Hendrik," bisik Hendrik.
"iya, tapi tolong lepasin aku," ucap Gersya.
"oiya sebentar malam aku akan pergi ke paris ada urusan mendadak jadi kamu harus jaga rumah," ucap Hendrik.
"iya, berapa hari?" tanya Gersya.
"yah...mungkin 3-5 hari," ucap Hendrik.
Hendrik melepaskan pelukannya, Gersya bergegas pergi. Hendrik hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya itu.
kriii.....kring ....
suara hp Gersya berbunyi, panggilang masuk dari Sahabatnya yaitu Stela, Gersya mengankat telpon tapi betapa terkejutnya saat ia nendengar suara tangis Stela.
"Halo...Stela kamu kenapa..?" tanya Gersya khawatir.
"ayah... aku mau membawa aku ke luar negri dan katanya aku nggak akan kembali lagi," ucap Stela terisak.
"Oke kamu tunggu, aku akan kesana," ucap Gersya.
"Terlambat aku sudah mau berangkat, makasih yah Gersya sudah mau jadi teman aku, selamat tinggal," ucap Stela mematikan teleponnya.
"Stela...," teriak Gersya ditelpon sambil menangis.
Hendrik yang baru saja keluar dari kamar mendapati Gersya sedang manangis.
"Kamu kenapa....?" tanya Hendrik khawatir.
"Stela sudah pergi...," ucap Gersya.
"Maksudnya...?" tanya Hendrik tidak mengerti.
"Ayahnya Stela yang pernah aku ceritain membawa Stela ke luar negri," ucap Gersya terisak.
"Sudah jangan menangis lagi," ucap Hendrik mengelus kepala Gersya.
"Oiya kamu mau makan aku akan siapkan dulu," ucap Gersya berlari kedapur.
Hendrik kemudian mengambil hpnya dan menelpon seseorang.
"Halo, kamu cari tau tentang Stela...anak dari ketua Genk Mafia Terkejam," ucap Hendrik kemudian mematikan telponnya.
☆☆☆☆
"Pa...aku mau pulang ke Indonesia aku nggak mau disini," ucap Stela ditelpon.
"Sayang maafkan Papa tapi ini demi kebaikanmu, musuh Papa itu banyak aku takut dia akan menyakiti kamu," ucap Papa Stela.
"Tapi...Pa...," Rengek Stela.
"Stela aku mohon kamu mengerti yah," ucap Papa Stela.
"Yaudah Pa..," ucap Stela menutup telponnya.
"Maafkan Papa Stela," ucapnya.
"Boss, aku sudah mendapatkan informasi tentang anak Riko itu," ucap Pengawal yang masuk.
"Mana berkasnya," ucapnya.
"Nih...," ucap Pengawal menyerahkan Map berwarna biru.
"Ohh jadi dia sudah menikah," ucap Deka Ketua dari Mafia terkejam.
"Betul Boss," ucap Pengawal.
"Bagus sekali, ternyata Istrinya begitu cantik dan aku tak menyangka dia yang dipilih olehnya," ucap Deka tersenyum penuh arti.
"Boss, Istri dari Anak Riko atau Hendrik ternyata adalah anak dari Alvian," ucap Pengawal membuat Deka terkejut