NovelToon NovelToon
I LOVE YOU, BULE

I LOVE YOU, BULE

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Diam-Diam Cinta / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:645k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Fi

Sosok gadis manja dan ceria berubah menjadi gadis yang bersikap sangat dingin saat ayah yang begitu dia sayangi menyakiti hati ibunda tercinta. Ara menjadi gadis yang dewasa, bertanggung jawab pada keluarga dan sangat menyayangi keluarganya. Itu sebabnya Ara berusaha melakukan apapun untuk membahagiakan ibu dan kedua adiknya, termasuk menjadi wanita simpanan dari seorang bule tajir.

Seorang Bule yang Ara sendiri tidak tahu siapa namanya, karena yang Ara tahu hanya nama panggilan pria itu, yaitu Al.
"Jangan tanya namaku! Dan jangan mencoba mencari tahu siapa aku! Hubungan antara kita hanya sebatas ranjang, selebihnya aku tidak mengenalmu dan kau tidak mengenalku."

Ucapan bule tajir itu saat dulu membuat kesepakatan dengan Ara, menjadi hal yang selalu Ara ingat untuk membentengi hatinya.

Bagaimana kelanjutan kisah Ara?
Masukan buku ini ke rak baca kalian, ikuti ceritanya dan dukung selalu authornya. Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bule 14

Pertemuan pertama setelah beberapa hari berpisah begitu menggairahkan. Bukannya berbincang saling melepas rindu, Ara dan Al melampiaskannya dengan cara yang berbeda yaitu menghabiskan waktu di atas ranjang dan beberapa tempat yang diperlukan.

Keduanya begitu memabukkan, saling bergelora penuh dengan hasrat. Tempat tidur yang amburadul, menjadi bukti saksi permainan panas mereka berdua. Kini, sepasang insan itu masih terbaring saling memeluk dengan tubuh yang polos.

"Terima kasih, kamu membuatku sangat puas malam ini," puji Al, menatap Ara dengan napasnya yang masih terengah.

Ara tersenyum, dia mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya pada Al. Kehadiran pria itu membuat semua beban pikirannya lenyap seketika, dan entah kenapa dia merasa nyaman meskipun statusnya dan pria bule itu masih belum jelas.

"Kamu membuatku membakar kalori banyak malam ini, dan sekarang aku jadi lapar. Aku belum sempat makan," keluh Ara dengan wajah yang dibuat manja.

Al terkekeh, pria itu langsung mengecup wajah Ara dengan beringas. "Aku juga lapar, tapi aku lebih suka memakan mu," balasnya terkekeh mengecup seluruh bagian wajah Ara.

"Oh, Al, hentikan ... kamu membuat wajahku basah," sahut Ara tampak meringis, tetapi malah membuat pria bule itu semakin bergairah untuk menggoda.

Candaan itu berhenti setelah Ara menang, dan membuat Al tak berkutik karena Ara memegangi benda pusaka milik Al. Al memohon dan menyerah, yang kini gantian membuat Ara tertawa puas.

"Kamu mau ke mana, Sayang? Apa kamu tak ingin bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu mulai?" Al mengeluh, berwajah cemberut saat menunjuk bagian miliknya kembali tegak seolah siap untuk memulai pertarungan lagi.

Sayangnya, Ara mengabaikan hal tersebut. "Kita bisa menundanya nanti, Al. Perutku sangat lapar, kamu mau aku pingsan di tengah permainan?" ketusnya dengan sebelah alis terangkat.

Al hanya bisa mendesah kasar, lalu berdiri bangun dengan kasar. "Kamu membuatku melampiaskannya di kamar mandi. Awas saja nanti kamu!" ancamnya menggeram.

Bukannya takut, Ara malah terkekeh geli dengan sikap Al. Melihat pria bule itu menghilang di balik pintu, membuat Ara segera menautkan tali piyamanya. Setelahnya, dia segera turun ke lantai bawah.

Wanita itu menuju dapur, memeriksa lemari pendingin untuk menemukan bahan-bahan yang tadi dipesannya yang dapat diolah menjadi bahan masakan. Dia tersenyum, sampai matanya menangkap sebuah spaghetti instan. Ara memilih makanan tersebut untuk menemaninya malam ini.

Sambil menyiapkan semua barang, Ara bersenandung lirih. Dia bahkan tak segan menggoyangkan pinggulnya untuk menikmati momennya bernyanyi.

Plak...!

Sampai sebuah tepukan keras membuat gerakannya terhenti. Dahinya berkerut saat bokongnya terasa panas. Ketika menoleh, dia mendapati Al sudah berada di belakangnya.

"Hentikan tangan nakalmu itu, Al!" protes Ara, melirik kesal pria bule itu.

Al hanya terkekeh, bukannya menurut dia malah mengulang kesalahannya. "Kau yang menggodaku, Ara. Tak bisakah kau menutupi bokong indahmu itu? Kau membuatku bergairah lagi."

"Tch, hanha itu yang kau tahu, dasar pria mesum!" decak Ara mengerucutkan bibir. 

"Aaa!" Ara berteriak. Dia baru saja akan protes, ketika tiba-tiba Al mengangkatnya di meja dapur. Pria itu sudah mengurungnya, dan membuatnya tak bisa lepas.

"Sebut lagi aku pria mesum, aku akan membungkam bibirmu saat itu juga!" ancam Al, menatap Ara lekat seolah tak main-main dengan ucapannya.

Tapi bagaimana Ara akan takut, jika tatapan Al saja begitu menggoda. Dia tertawa saat kembali mengatakan, "Kamu pria mesum, Al."

"Kamu gadis nakal!" Tepat setelah Al berkata seperti itu, Al menangkup kedua pipi Ara. Mendekatkan bibirnya untuk mencium wanita yang selalu membuatnya bergairah itu. 

Ara terbuai, yang malah membalas ciuman itu dengan penuh hasrat. Membuka mulutnya dan bersiap beradu lidah dengan gerakan menggoda. Ara menyesap bibir Al yang membuatnya candu, mulai melingkarkan tangan di leher pria itu. Bahkan kakinya juga ikut memeluk pinggul, Al. 

Saat ciuman itu menjadi panas, dan tangan Al mulai menyusup di balik bajunya. Ara memekik, dia yang terkejut langsung melepaskan ciuman, mendorong Al begitu saja dan lompat dari meja untuk menghampiri masakannya. Cepat-cepat dia mematikan api pada kompornya. 

"Astaga ... kamu membuat masakanku hampir gosong, Al!" pekik Ara dengan kesal. 

"Maafkan aku," kekeh Al, tanpa merasa bersalah sama sekali. Dia segera membantu Ara untuk menyiapkan makanan. 

Mereka segera duduk setelah makanan siap dihidangkan. Ara yang sudah sangat kelaparan, langsung menyantap makanannya dengan sedikit rakus. Dia tak peduli pandangan Al pada dirinya, yang dia pentingkan saat ini hanyalah cacing-cacing di perutnya yang sudah berisik. 

"Kamu tak pernah gagal dalam hal memuaskanku, Sayang. Bukan hanya di ranjang, kamu bahkan selalu membuat perutku kenyang dengan masakanmu," puji Al, tersenyum saat menatap ke arah Ara. Di depannya, piring makannya sudah kosong tak bersisa sama sekali. 

Hal ini membuat Ara merasa senang. Dia bahagia dengan pujian yang diberikan Al. Entah kenapa, rasanya seperti hatinya dipenuhi padang bunga. Begitu sesak, tapi sangat menggembirakan. Membuat senyumnya tak pernah luntur sedikit pun. 

Setelah selesai acara makan malam, Ara membereskan meja makan. Dia baru saja mencuci piring, ketika tiba-tiba Al mendekat, memutar tubuhnya dan langsung berlutut di depannya. 

Ara terkejut, bibirnya terbuka tanpa berkata-kata. Dia melihat Al begitu romantis, sambil memegangi sebuah kotak kecil, yang membuat jantung Ara berhenti berdetak selama beberapa saat. 

"Al..."

 

1
Muhamad Nur
WTO
Linda Liddia
Ada resikonya ara & kamu harus siap menghadapi resikonya siapin mental utk menghadapi keluarganya si Al
Linda Liddia
iiiggghhh kenapa si lo kepo bgt sm kehidupan ara parah amad lo sherly secara ara aja gak kepo sm kehidupan lo
1n4
up part 2
JR Rhna
sedikit sekali dialog/perbualan
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: Halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙜𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya. trmksh🙏
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Bagus ceritanya 👍
💗 AR Althafunisa 💗
Awalan yang bagus dan menyesakkan 😬
Tendri Aastendri
lanjut
Ids Manurung
terlalu berbelit-belit ceritany thor dan diulang2
Airen Tan
sepertinya mafia seh secara dia ngg mau di lihat orang lain kebersamaannya dengan ara takur du ketahui musuh dan bisa mencelakai ara
Tira Aneri
suukaa
Muna Junaidi
Hadirr thor
Evy
Astaga Ara... cinta boleh saja...tapi jangan bodoh gitu.seharusnya diakhiri saja hubungan itu..yang ada hanya rasa sakit yang kau rasakan..jika benar2 Al cinta kamu.suatu saat jika kau menghilang dia pasti akan mencari mu..
Evy
Apa tidak jenuh menjalani kehidupan yang penuh dengan gelimang dosa... walaupun cinta tapi setidaknya gunakan akal sehat mu Ara...harta didapat tapi tak punya harga diri...
Evy
Ini sudah tindakan kriminal...bisa dilaporkan ke polisi.. semoga polisinya juga tidak disogok...
Evy
Begitu takut dan khawatir jika sampai ada yang melihat dirinya...apakah Al anak seorang presiden di negaranya atau pimpinan Mafiakah...
Evy
jika punya sifat iri dengki... tanpa disadari itu menyakiti diri sendiri...
Evy
walaupun tidak mencintai ibunya tapi setidaknya anak anak kandungnya tidak ditelantarkan...
Yani Kustiti
Luar biasa
Sulis Tiana
kata gw sih kayanya mafia kalj iya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!