WARNING!!!
Area 21+🔥🔥
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN YA.
Martin Williams, seorang pemuda berusia 26 tahun dititipkan seorang anak gadis berusia 05 tahun oleh sahabatnya yang meninggal karena menderita penyakit kanker getah bening stadium akhir.
Martin awalnya akan menyerahkan anak gadis tersebut kepada ayahnya yang keberadaannya belum diketahui. Namun, saat ia mengingat kembali ucapan Larissa, ibu dari gadis tersebut, Martin memutuskan untuk mengurungkan niatnya.
"Martin, kumohon jaga putriku, aku percaya kamu akan merawatnya dengan baik. Dan aku mohon, jangan sekalipun kamu menyerahkan Ayu pada ayahnya, dia bukan ayah yang baik, aku tidak bisa mempercayakan Ayu pada ayahnya untuk dirawat olehnya. Ku mohon."
Martin pun mau tidak mau mengiyakan dan memutuskan untuk merawat Ayu juga menganggapnya sebagai putrinya sendiri. Namun, saat usia Ayu menginjak 18 tahun, Martin malah jatuh cinta pada putri angkatnya tersebut dan bertekad akan menjadikan Ayu sebagai wanitanya. Bagaimanapun caranya. Tidak peduli dengan usianya yang hampir menginjak kepala empat.
Bagaimanakah Ceritanya? Yuk kita ikuti perjalanan cinta Om Martin yang penuh dengan kekonyolan.
IG: @el_gazendra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El_Gazendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-14
Martin berbalik kembali setelah Ayu masuk ke kamarnya, ia memang membuntuti Ayu karena ia tahu apa yang ada dalam isi pikiran gadis itu.
Untuk satu jam ini Martin akan membiarkan Ayu bersenang-senang dulu dengan gadgetnya, tapi lihat saja nanti, pikirnya.
***
Tidak terasa satu jam telah berlalu, Martin bergegas keluar dari kamarnya untuk menuju ke kamar Ayu melewati pintu manual-nya.
Tok
Tok
Tok
Martin mengetuk pintu beberapa kali, namun belum ada sahutan juga.
Sedangkan didalam kamar, Ayu tampak tersentak kaget dan langsung menutup laptopnya lalu menyembunyikannya dibalik bantal. Entah kenapa hatinya merasa yakin jika seseorang yang mengetuk pintu barusan adalah daddy-nya.
Ayu beranjak dari ranjangnya, lalu mengacak-acak rambutnya agar terlihat seperti orang habis tidur.
Dengan langkah pasti, Ayu berjalan mendekati pintu lalu membukanya. Dan prasangka nya ternyata sangat benar, yang datang adalah daddy-nya.
"Hoaamm... Ada apa Dad?" Tanya Ayu pura-pura mengantuk. Padahal dalam hatinya ia sedikit was-was saat melihat tatapan curiga dari Martin.
Martin melipat tangannya di dada sembari menatap Ayu curiga, tatapannya itu tentu saja membuat Ayu jadi salah tingkah.
Oh... Mau ngibulin ya, Oke, Kita lihat.... Batin Martin terkekeh geli.
"Bagus ya, siapa yang suruh kamu tidur? Ternyata Daddy salah ya hukum kamu berdiam diri di kamar." Kata Martin mulai memancing dengan nada dingin.
"Iyalah Dad salah, bosen tau di kamar terus. Untung aja masih ada laptop, jadi Ayu bisa non-ton.." Jawab Ayu, namun tiba-tiba ucapannya terhenti saat ia menyadari kecerobohannya.
Alaahh mampus! Kenapa bisa keceplosan lagi ni mulut... Batin Ayu meringis.
Bibir Martin berkedut, rasanya ia ingin tergelak, namun Martin berusaha menahannya demi melancarkan aksinya menghukum Ayu.
"Oh... Bagus ya, Putri Daddy yang cantik ini ternyata udah pinter bersiasat. Sekarang serahin laptop sama handphonenya sama Daddy, Daddy sita sampai nanti malam." Ucap Daddy lembut di awal lalu tegas di akhir.
Ayu terhenyak, mampus lah kalau sampai dua barang berharganya itu disita. Ia akan mati kebosanan di kamarnya.
"Dad, jangan gitulah... Ayu kan udah bilang kalo Ayu gak bolos sama Revan-
"Oh jadi nama cowok itu Revan? Dia pacar kamu?!" Potong Martin dengan ekspresi yang sudah berubah jadi marah. Entah kenapa hatinya kesal saat Ayu mengucapkan nama pria bau kencur itu.
Ayu menggeleng cepat. "Bu-bukan Dad, Revan cuma-"
"Jangan sebut-sebut nama itu lagi!" Bentak Martin dengan tatapan tajamnya.
"Tapi Dad-
" Diam! Sekarang ambil laptop sama handphone kamu, cepetan!" Titan Martin dengan nada marah, hatinya tiba-tiba memanas kembali mengingat Ayu tertawa riang bersama pria bau lengkuas saat di pusat perbelanjaan itu.
"Dad..." Ayu memelas berharap daddy-nya tidak mengambil dua barang digitalnya itu. Tapi melihat tatapan tajam daddy-nya yang menyiratkan tidak mau dibantah, Ayu pun dengan lesu berputar balik lalu mengambil laptop yang disembunyikannya dibalik bantal, juga handphonenya yang masih tersimpan di tasnya.
Ayu kembali lagi lalu menyerahkan dua benda tersebut dengan tidak ikhlas. Martin mengambilnya dengan sorot mata masih tajam pada putri asuhnya tersebut.
"Daddy gak akan kunci pintunya, tapi jangan coba-coba untuk keluar! Waktu makan akan bibi antarkan kesini, mengerti?!" Tegas Martin.
"Ngerti Dad..." Jawab Ayu lesu dengan ekspresi sebal-nya.
Martin rasanya ingin tertawa melihat ekspresi lucu Ayu. Sebenarnya ia tidak marah pada Ayu, ia hanya kesal saja saat mengingat kembali pada pria itu yang dilihat dari gerak-geriknya sepertinya menyukai Ayu.
"Masuk!" Titah Martin masih menunjukkan ekspresi tegasnya.
"Iya ihhhh... Jangan galak-galak coba Dad." Jawab Ayu lalu segera masuk sembari menghentakkan kakinya untuk memperlihatkan pada daddy-nya bahwa ia sangat kesal.
Blam!
Martin menggelengkan kepalanya beberapa kali, sifat Ayu semakin dewasa semakin berubah. Sudah berani menjawab juga sekarang. Tapi untuk kali ini ia akan memaklumi nya, mungkin Ayu terlalu kesal padanya. Walaupun begitu, entah kenapa ia sangat suka setiap kali melihat ekspresi kesal Ayu, benar-benar sangat menggemaskan. Ingin sekali rasanya ia mencium bibir kecil itu.
Oh God!
Martin menggelengkan kepalanya cepat, kenapa otaknya malah melenceng jauh, Hah! Sepertinya otak kotornya mulai kambuh.
Ia harus menuntaskan amanah Rissa, setelah Ayu lulus kuliah, ia akan memberitahukan semuanya dan membiarkan Ayu memilih jalan hidupnya. Ya hanya itu, sebab ia sudah memiliki seseorang yang akan segera ia lamar.
****
Di kamar Ayu uring-uringan karena merasa sangat bosan. Daddy-nya benar-benar berlebihan, baru bolos sekali saja hukumannya sudah seperti ini, apalagi kalau ia sering bolos? Hah! Sepertinya akan disekap di gudang, pikirnya jauh.
Ayu berguling-guling di ranjang karena saking bosannya. Ini pula, kenapa ia tidak merasa ngantuk sama sekali, ini pasti gara-gara drakor yang belum tuntas di tonton nya. Apalagi saat daddy-nya datang, drakor yang di tonton nya sedang dalam skin ci-uman.
"Yaaaah! Astaga bosannya!" Ayu mengacak-acak rambutnya sampai terlihat persis seperti ODGJ.
"Aku kayak anak tiri aja kalo kayak gini, emang setiap ayah kayak gitu ya kalo mergokin anaknya bolos?" Gerutu Ayu dengan ekspresi memberangus.
Kemudian Ayu merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap lalu membenamkan wajahnya di sela-sela bantal.
Bisa tidak bisa, Ayu memaksakan diri untuk memejamkan matanya. Bayangkan 10 jam ia harus berdiam diri di kamar? Mati kebosanan yang ada.
***
Martin membawa kedua barang milik Ayu itu ke dalam kamarnya. Entah kenapa tiba-tiba ia jadi penasaran dengan isi handphone gadis itu.
Untung saja, handphone Ayu tidak menggunakan keamanan. Martin langsung membuka aplikasi chat, tidak ada yang mencurigakan, karena isinya hanya sebuah grup saja yang terdiri dari lima grup chat.
Tiba-tiba pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Martin mengecek foto profilnya dan ternyata pemilik nomor tersebut adalah laki-laki yang bersama Ayu di Mall tadi.
+628575643****
Yuk, kamu gak pa-pa kan? Maaf aku baru nanya soalnya tadi aku cari barang kebutuhan aku dulu.
Martin membacanya dengan ekspresi kesal. Anak bau terasi itu sepertinya benar-benar menyukai Ayu.
Ini tidak bisa dibiarkan, Ayu gak boleh pacaran dulu... Batinnya.
^^^Ayudia MR^^^
^^^Jangan pernah hubungi nomor ini lagi, atau kamu akan menyesal!^^^
^^^#Pacarnya.^^^
Martin membalasnya seraya tersenyum sinis. Tapi kenapa jarinya nakal sekali mengetik kata "Pacarnya", Martin antara sadar tidak sadar membutuhkannya.
Tapi ya sudahlah, sepertinya ia sadar mengetik nya. Pikirnya terkikik geli.
Tidak ada balasan lagi, sepertinya pria itu mangut dengan apa yang dibacanya.
Baguslah kalau pria langsung mengerti, jadi ia tidak susah-susah payah melayani anak bau kentut itu.
Martin pun menghapus jejak pesan lalu memblokir nomor tersebut. Setelahnya keluar dari aplikasi berwarna hijau muda tersebut.
Tapi lagi-lagi Martin dibuat penasaran dengan aplikasi satu lagi yang menjadi tempat berkumpulnya file-file foto juga video.
Dengan segera Martin membukanya. Namun seketika matanya terbelalak saat melihat gambar-gambar itu.
"Gadis nakal..."
skip..malas gw baca😪