NovelToon NovelToon
BLOODY LOVE

BLOODY LOVE

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Romantis / Fantasi / Supernatural / Tamat
Popularitas:18.3M
Nilai: 5
Nama Author: Nara Zwei

Satu demi satu penduduk di Kota Bjork menghilang secara misterius. Jose, anak lelaki keempat dari keluarga Argent memutuskan untuk menyelidiki hal tersebut setelah pelayan di keluarganya mati mendadak. Hal yang aneh adalah, mayatnya ditemukan kering tanpa darah. Sejak itu rentetan kematian dan orang hilang mulai muncul dalam jumlah besar. Kecurigaan Jose tertuju pada orang baru di kota tersebut, William. Penyelidikan Jose malah membawa dirinya ke rahasia gelap di Bjork.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Zwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

“Mau ke mana?” tanya Marco ketika melihat Jose bangkit dari duduk.

“Ke kamar,” sahut Jose, tidak sadar bahwa pamannya memperhatikan. Ia barusan terlalu sibuk berpikir.

“Sudah mengantuk?” Marco tersenyum miring. “Makanya tadi kusuruh kau tidur. lain kali patuhi ucapan orang yang lebih tua.”

Kedua alis Jose melengkung ke dalam. “Provokasi semacam itu tidak berhasil lagi untukku," katanya. "Aku cuma mau ambil pulpen."

“Di sini ada pulpen.” Marco menggerakkan dagu, menunjuk pada sudut meja tempat ditaruhnya wadah pulpen berbentuk tabung.

Jose tidak bernafsu lagi menulis apa pun. Ia mengempaskan tubuhnya ke sofa tepat pada saat pintu diketuk dari luar.

“Masuk,” ucap Marco lagi, masih dengan gaya tenangnya yang biasa.

Jose memutar tubuh, menoleh ke arah pintu dengan antusias. Ia berharap pelayan yang datang akan membawa kabar tentang si penyusup. Mungkinkah Gerald menemukannya? Tetapi ketika pintu itu akhirnya dibuka, yang muncul hanya Anne. Pelayan itu membawa meja dorong yang berisi makanan ringan serta minuman panas untuk mereka.

“Silakan, Tuan,” Anne berkata selagi menyajikan makanan dan minuman di atas meja.

Gadis itu berambut merah dengan kepang satu yang dijalin dengan gaya kuno. Jose mengamatinya lekat-lekat, melihat bahwa tangan Anne gemetar.

“Kenapa tanganmu gemetar?” tanya Jose, tidak memperhatikan bahwa Marco mengangkat wajah dan menatapnya tajam.

Anne menunduk dan mundur satu langkah, mengucapkan permintaan maaf yang sangat sopan sampai tiga kali. Jose buru-buru melambai untuk menyuruhnya diam, ia membiarkan Anne berjalan keluar dari kamar dengan langkah kikuk. Bukan permintaan maaf yang dia inginkan. Jose hanya ingin mengobrol dengan orang lain, siapa pun asal bukan pamannya yang sinis.

“Kenapa kau menegurnya?” tanya Marco. “Apa dia menumpahkan kopi atau bagaimana?”

“Menegur?” Jose mengerutkan kening. “Aku tidak menegur. Aku cuma bertanya kenapa tangannya gemetar.”

“Tidak perlu menunjukkan perhatian kepada pelayan," tukas Marco. "Mereka dipekerjakan untuk melayani kita, kalau kau menunjukkan hal yang lebih dari itu, mereka justru akan jadi salah tingkah dan gugup.”

“Kurasa tuan yang baik harusnya memberi perhatian pada para pekerjanya.”

"Manusia memiliki pengelompokan. Tiap manusia harus bertindak sesuai porsi yang sudah ditetapkan oleh kotak golongan tersebut. Gadis berambut merah barusan adalah pelayan, kau tuan. Higgins adalah sais, kau tuan. Kau adalah anak dari keluarga ini. Jangan lupakan itu.”

“Nyatanya status dan nama tidak mengubah apa pun. Ada gadis bermartabat yang tinggal di lingkungan kumuh dan ada banyak manusia kalangan atas yang penuh tipu daya,” sindir Jose.

Marco tersenyum. “Pada akhirnya, siapa yang bisa mendapatkan segala hal? Gadis kumuh itu?”

Jose memutar cangkir di atas tatakan, membuat bunyi gesekan samar di ruangan sunyi itu. Bagaimana bisa ia mendebat Sir William di Gedung Diskusi? Bahkan di ruang kerja pamannya saja ia tidak bisa mempertahankan pendapatnya.

Sebagai usaha terakhir untuk tidak kalah, Jose hanya menarik napas dan berkata dengan suara setenang mungkin, “Tidak semua hal bisa diukur dengan uang dan status.”

“Tentu saja tidak,” Marco tertawa. "Tapi kedua hal itu menentukan nasib banyak orang."

Sebelum Jose menemukan celah untuk mendebat lagi, pintu diketuk dari luar. Ia baru membuka mulut untuk mempersilakan masuk, tetapi pintu sudah dibuka duluan dengan satu sentakan keras ke dalam. Marco berbalik heran.

Ini jelas perbuatan yang tak termaafkan. Keluarga Argent sangat menjunjung tinggi tata krama, terlebih Marco. Membuka pintu sebelum dipersilakan bisa saja membuat seorang pelayan langsung dipecat—seandainya yang muncul masuk tidak berwajah setegang itu.

Jack ada di ambang pintu dengan raut pucat. Kulit cokelatnya bahkan berubah sepucat susu. Rambut hitamnya berantakan dan ada sedikit tanah bercampur keringat di bagian pelipis.

“Tuan, kami menemukannya,” ujarnya dengan napas tersengal, kelihatan takut. “Dia melawan dan menyerang beberapa pekerja. Gerald menyuruh saya datang melapor ke sini. Dia benar-benar liar!”

“Mana?” Jose sudah langsung berdiri ketika mendengar kalimat pertama Jack. Jantungnya berdegup kencang dengan antusias. “Seperti apa rupanya? Dia binatang atau manusia?”

Jack baru membuka mulut hendak menjawab ketika Marco memotong dengan suara dinginnya yang biasa, “Apa makhluk itu berhasil ditangkap?”

Jack menggerakkan matanya dengan gelisah. Ada sesuatu dalam nada suara Marco yang membuatnya terintimidasi. Cengkeraman tangan kirinya di bahu kanan makin mengetat.

1
LiyanRui
udah bertahun tahun dari pertama kali baca, gk bisa lupa sama Jose
kak Nara gk ada niatan nerbitin karyamu kah?
pengen punya versi buku fisiknya😔
narazwei: Aaa harus minta ke noveltoon kalo ituu...
total 1 replies
Ayuhikma Andreana
Kecewa
istri miliarder: kenapaa jir
total 3 replies
Ayuhikma Andreana
Buruk
De Nana
kesini entah yg keberapa kali😌 selalu ada hal yg bikin kangen dari jose😆
Henah Helza
setelah 4 tahun lebih ku rasa baru blk lgh
Riri YMM(✿ ♥‿♥)
kak nara, sumpah kangen bngt sama karya kaka yg 1 ini:(
dari baca sambil nunggu kaka up sampe baca ulang karna kangen😞😞
mahesa
Luar biasa
Jatmiko
Benar. Dan perempuan terkadang tingkahnya sulit ditebak karena mereka ahli bersandiwara. 😅
Jatmiko
Wah .. apa benar Lady Chantall adalah pengkhianat ?
Jatmiko
Terkadang Renata memanggil Kak pada Marco, terkadang memanggil dengan nama depannya saja. 🤔
Jatmiko: ah .. benar juga. Trik umum para perempuan kalau ada maunya /Facepalm/
total 2 replies
Jatmiko
Tadinya aku pikir opium.
Jatmiko
Candaannya ekstrim sekali /Facepalm/
Jatmiko
Menyelundupkan narkotika.
Jatmiko
Maka kota Bjork akan dipenuhi lagi oleh para penyamun.
Zepita II
wokkk Nolan /Facepalm/
Zepita II
OMG OMG XAVIER HASTINGS 😭
Zepita II
wuhuuuuu balik lagi niiih, udh 4 th yg lalu dan aku kangen ❣️
Scarlett Roe
I think something's changed. Beberapa kalimatnya ada yg berbeda dari terakhir kali aku 'jenguk' mereka. Tetap enak dibaca sih, cuma menyesuaikan lagi dulu
narazwei: Kok tahu sih 😳😳😳
total 1 replies
Syauqi Baiduri
Luar biasa
narazwei: Thank youu
total 1 replies
Anonim
vmvvnxvx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!