Alessandra, umur 20 tahun masih virgin. Baru lulus kuliah dengan status Cum Laude. Dia terpaksa pulang ke Bali karena Covid-19 yang memporak porandakan bisnis di Bali.
Tiba di Bali ayah angkatnya meninggal dan menyisakan selembar surat wasiat yang berisi pembagian warisan.
50% adalah milik Alessandra, 25% diwariskan kepada istri tercintanya, siapakah 25% lagi?
Tidak ada yang tahu atau mengenal nama yang tertera di surat wasiat itu. Reyshaka Mahotra!!.
Siapakah dia??
****
Hallo readers...aq datang lagi dengan cerita yang lebih menggoda. Ikuti terus cerita ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KE HOTEL
Reyshaka menyuruh mamanya jangan berisik. Dia tahu mamanya suka pamer dan bicara ngawur padahal dia sudah memberi tahu semua kekayaan ini punya Alessandra dia hanya kecipratan sedikit, tapi tetap saja mamanya serasa memiliki.
"Mama jadi kesal sama anak pungut itu, Selly sebentar lagi akan menjadi istrimu jangan di bentak-bentak dong."
"Tidak ada yang marah atau membentak Selly, Alessandra memberitahu kalau Selly tidak boleh masuk. Memang tidak boleh ada yang masuk ke dalam kecuali aku sama Alessandra karena banyak dokumen penting."
"Dia calon istrimu Rey..."
"Itu peraturan maa.. harus ditaati, kalian harus mengerti dan maklum. Semua demi keamanan."
"Sudahlah, kami mau masak dulu, kalau sudah selesai kerja kamu cepat ke dapur."
"Kalian makan duluan aku banyak pekerjaan, sebentar lagi aku mau ke Hotel bersama Owner."
"Kalau begitu ajak Selly ke sana supaya dia lebih tahu Hotel kita."
"Rey...aku ikut, sekalian kita jalan-jalan." bujuk Selly.
"Maaf Selly aku tidak bisa mengajak siapapun, Aku tidak mau ada masalah yang membuat aku kehilangan pekerjaan."
"Kapan-kapan ajak Selly ke Hotel kita, supaya dia tahu milik kita." kata mamanya bangga.
Kami menghentikan pembicaraan ketika Alessandra keluar menenteng tas kerja dan mengunci pintu. Wajahnya yang cantik kelihatan dingin. Dia melewati kami tanpa tersenyum atau menyapa. Bau parfum baccarat menyebar ketika dia lewat.
"Mama aku pergi." kata Reyshaka tanpa menunggu jawaban. Dengan tergesa-gesa Reyshaka mengikuti Alessandra.
"Yank..aku ikut." kata Reyshaka membuka pintu mobil. Alessandra tidak menjawab, dia sibuk berbicara dengan seseorang lewat earphone bluetooth.
Reyshaka seperti kambing congek, tidak diajak ngomong dan di cuekin. Alessandra sibuk menerima telepon yang tidak berhenti-henti. Mungkin begini rasanya mempunyai istri yang lebih pintar dan lebih kaya, selalu diremehkan.
Alessandra memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, suasana sepi di jalan masih terlihat. Suara mobil Ambulans yang mengangkut orang-orang yang terpapar Covid-19 terus berseliweran. Seperti bencana wabah yang sangat mengerikan. Mobil masuk ke area Hotel langsung menuju lobby.
"Yank, ada pertemuan apa?" tanya Reyshaka karena banyak melihat mobil yang terparkir di depan lobby.
"Kita akan membahas kinerja Direktur loss prevention. Aku mendapat laporan bahwa di kamar 422 dan 423 terjadi kehilangan. Mereka mengambil TV. Kita secepat mungkin harus mencegah upaya orang-orang yang mencuri. Jangan sampai Hotel kita seperti di Hotel lain yang barangnya semua dicuri orang. Sekarang zaman lapar orang mau makan saja susah, banyak orang stres dan menjadi gila serta bunuh duri. Kita bersyukur masih sehat dan hidup enak." kata Alessandra panjang lebar.
"Pencurian sudah sering terjadi di Hotel, kita biasanya langsung memecatnya kalau ketahuan orangnya.'
"Laporkan ke Polisi sebagai shock therapy."
"Kalau dilaporkan nama Hotel jadi tercoreng, malah wisman takut menginap di Hotel kita."
"Jangan di blow up masalah ini, kita hanya perlu satu teman Polisi untuk merekayasa penangkapan. Bagiku yang patut di curigai adalah cleaning service. Mereka punya akses masuk ke setiap kamar dan tahu mana barang yang bagus atau kamar mana yang jarang dihuni tamu."
"Tapi mereka tidak mengaku."
"Makanya perlu Polisi supaya mereka disidik. Kita sulit introgasi orang karena ilmunya tidak tahu."
"Turun yuk, mereka pasti antusias menunggu kedatanganmu sebagai Owner baru. Mereka mengenalmu lewat layar lap top saja. Jangan sampai kamu tergoda dengan salah satu dari Manager itu, aku lebih gagah dari mereka."
"Aku akan tergoda dengan yang sayang dan mencintaiku dengan tulus, tidak denganmu yang playboy."
"Yank..jangan bikin aku menyeretmu ke kamar dan terpaksa memperkosamu. Aku kadang kalap kalau dilanda cemburu."
"Iss dasar mesum."
"Itu jalan terakhir untuk mengakhiri drama dari mama kita. Kita juga perlu memberi mereka shock therapy."
"Kita turun." kata Alessandra membuka pintu mobil.
Suasana lengang di sepanjang corridor Hotel, hanya suara sepatu mereka yang terdengar. Miris banget melihat Hotel yang menjulang tinggi dengan ribuan kamar terlihat sepi. Tidak heran gampang kecurian walaupun ada CCTV.
****
Selesai melaksanakan meeting Alessandra masih melayani pertanyaan dari beberapa Manager muda yang mendekatinya dengan banyak alasan. Mereka terpesona dengan Owner barunya yang masih muda cantik serta genius.
Dekat dengan Alessandra membuat setiap masalah bisa di pecahkan.
"Owner apakah anda bisa menjawab pertanyaanku ini, mulai hari ini aku merasa tremor akut karena kedatangan sosok cantik sepertimu." kata Manager Efendy menatap Alessandra.
"Itu bukan pertanyaan tapi suasana tubuhmu yang mengalami krisis keuangan. Aku berdoa supaya kamu tidak terpapar Covid." sahut Alesandra tersenyum dan di ikuti tertawa Manager yang lain.
"Jawaban jitu Owner." sahut Reyshaka yang dari tadi sudah enek melihat kegenitan para Manager itu. Raka Manager F&B yang termasuk paling ganteng terus terang mengatakan ketertarikannya dengan Alessandra.
"Aku sangat tertarik padamu dan ingin membawamu ke dunia ke tujuh. Seandainya kamu sudah punya kekasih tolong terjunkan kekasihmu ke Laut dan aku akan datang membawa BMW menjemputmu."
"So sweet..." seru Manager yang lain melihat rayuan Manager Raka.
"Kamu pandai merayu membuatku klepek-klepek, sayang sekali antara Owner dan Manager tidak boleh terjadi skandal asmara. Untuk mengobati kekecewaanmu aku akan memberi kamu SP 3 atau surat perintah pemecatan." kata Alessandra tertawa.
"Owner curang...kalau tidak mau dukun bertindak." canda mereka.
Karena waktu sudah semakin sore kami bubar setelah makan siang bersama. Suasa sangat akrab dan saling terkontrol emosi. Tidak ada orang yang merasa paling pintar. Para Nanager kebanyakan bule hanya ada dua orang pribumi.
Reyshaka menyeret Alessandra ke Suite Room yang berada di samping kolam renang. Ada cemburu yang terlukis di wajahnya. Candaan para Manager yang terang terangan merayu Alessandra membuat Reyshaka nekad mengambil kunci kamar Suite Room dan membukanya.
"Tidak boleh sembarang membuka kamar, itu ada aturannya dan dicatat." kata Alessandra kemudian duduk di meja bar yang terletak di Suite Room. Reyshaka tersenyum dan menuju ke mini bar untuk mengambil Wine.
"Aku tidak peduli hatiku panas melihat kamu dirayu mereka."
"Cuma dirayu doang, tidak sepertimu yang sudah digadang-gadang akan menjadi suami dari Selly."
"Siapa yang mau menjadi suaminya aku mencintaimu. Aku tidak peduli lagi urusan mama, kejadian tadi membuat aku sangat sedih. Bagaimana kalau kamu tergaet oleh mereka, aku bisa mati."
"Semoga kamu menyadari arti cemburu, begitupun perasaanku disaat kamu berduaan dengan Selly."
"Maafkan aku sayank, tidak ada pikiran untuk menyakiti perasaanmu. Semua yang kulakukan hanya mengikuti perintah mama, tidak sedikitpun aku tertarik kepada Selly."
"Ya sudahlah, kita minum sedikit, aku tidak ingin mabuk."
"Red Wine tidak membuat mabuk kalau cuma sedikit. Paling juga ngeplay dikit." kata Reyshaka menuangkan Red Wine sedikit demi sedikit ke gelas Zinfandel.
****
ya Allah nggak sanggup
aku lelahhhh