Elsa Maharani perempuan cantik bertubuh berisi berusia 17 tahun,Elsa tinggal di pinggiran kota dengan orang tua dan adik lelaki dan perempuan nya..
Elsa sering kali di bully oleh teman sebaya nya karena kehidupan keluarga nya yang serba kekurangan bahkan Elsa tak melanjutkan bangku SMU karena memikirkan nasib dua adik nya,Ayah nya yang bekerja sebagai pemulung tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka...
Elsa yang sudah bertekad akan mengubah kehidupan keluarga nya memilih untuk menjadi istri kontak tanpa sepengetahuan orang tua nya...
bagaimana kehidupan selanjutnya dari Elsa apakah dia bisa menikah dengan lelaki kaya atau malah sebaliknya?
ikuti terus Kisan nya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan mertua
hampir pukul dua pagi mereka menyelesaikan aktivitas nya,Elsa keluar ruangan kerja Damar dengan mengendap-endap karena takut ketahuan...
" Sa....." panggil bik ida membuat Elsa terkejut
" Mbok..." jawab Elsa pelan
" dari mana kamu malam-malam begini sudah seperti maling?"
"he..itu mbok itu haus....minum" jawab Elsa gugup
Bik ida menatap Elsa penuh curiga karena pakaian Elsa kusut serta dia pun berantakan,,
" jangan macam-macam sa,saya sudah pernah ingat kan kamu bukan" ucap Bik ida
" iya bik,saya beneran minum.. haus" ujar Elsa berjalan menunduk ke arah kamar nya..
pintu ruangan kerja Damar masih terbuka, setelah mengenakan pakaian nya Damar melanjutkan tidur nya kembali,dia tidak kembali ke kamarnya....
****
" mas.....mas..." pekik Marisa mencari suami nya kedalam ruangan kerja
" mas ..." panggil Marisa yang melihat Damar tertidur di sofa
Damar membuka matanya perlahan
" kenapa kamu tidak kembali ke kamar?" tanya Marisa
" maaf sayang aku ketiduran" jawab Damar tersenyum mengingat percintaan nya semalam
" kamu kelewatan mas,aku sudah lama menunggu kamu malah tidur di sini " kesal Marisa
" sudah jangan marah aku minta maaf sayang,aku ingin ke kantor" Damar segera bangkit dan keluar ruangan,Marisa memperhatikan kondisi ruangan Damar yang berantakan seperti sudah terjadi badai semalam..
Damar sekilas melihat Elsa yang sedang menyiapkan sarapan pagi, Perempuan kecil yang semalam sudah memuaskan nya,Damar menggeleng kan kepala dengan cepat menepis pikiran kotornya Karena ini sudah pagi apalagi Marisa ada di rumah..
Bel rumah berbunyi bik ida cepat-cepat berlari membuka kan...
" nyonya besar" ucap Bik ida melihat Bu Aisyah masuk bersama dengan Fajar
" apa kabar mbok?" tanya Aisyah ramah, Aisyah memang terkenal ramah dengan siapapun,hanya pada Marisa sedikit ketus karena Marisa tak mau menurut dengan nya membuat nya jengah tapi jauh dari lubuk hatinya dia menyayangi menantu nya itu..
" baik buk,ayo masuk....den Fajar ayo" ucap bik ida menuntun mereka ke arah meja makan
" ma....fajar..." sapa Marisa yang sedang makan sarapan nya,hanya sekedar menyapa tidak menyalami atau pun memeluk mertuanya Marisa tetap meneruskan makan nya,Marisa terkesan cuek dengan mertua nya itu karena dia merasa mertua nya selalu menyudutkan nya,dia normal dan sehat hanya dirinya belum siap saja menjadi seorang ibu di saat karir nya sedang melambung tinggi..
" mana Damar? tanya Aisyah tak melihat anak lelakinya itu
" mas Damar mandi ma" sahut Marisa
" silahkan makan nya" tawar bik ida sambil menyiapkan nasi goreng dan teh tawar untuk bu Aisyah beserta Fajar
" kapan datang jar?" tanya Marisa basa-basi
" udah tiga hari sa,hari ini baru sempat kemari,,dua hari ini sibuk beres-beres di rumah tante" jawab Fajar sambil mengunyah makanan nya
" enak ya tan..!!!" ujar Fajar merasakan nasi goreng nya
" mbok yang buat?" tanya Bi Aisyah karena juga merasa kan kalau Nasi goreng nya enak
" bukan Nya,Elsa yang buat" jawab Bik ida cepat
" Elsa....!!!!"
" ya Elsa pembantu baru kami" jawab Marisa cepat
" Elsa sini... nyonya besar mau berkenalan" panggil bik Ida, sebenarnya Marisa tak ingin mertua nya berkenalan dengan Elsa tapi bik ida malah memanggil
Elsa berjalan mendekat
" maaf bu,apa ada yang kurang?" tanya Elsa menundukkan kepalanya takut
Bu Aisyah malah tersenyum manis " justru sangat enak" Puji bu Aisyah membuat Marisa geram
Fajar memperhatikan Elsa tanpa berkedip, perempuan kampung yang masih sangat polos pikir nya
" kamu masih kecil sekali sudah bekerja" ujar Bu Marisa
" dia keponakan pak Harjo ma,dia tidak sekolah jadi nya bekerja" jelas Marisa
tak berapa lama Damar datang dengan pakaian rapi
"ma,,kapan datang?" tanya Damar mencium pipi mama nya dan melirik ke arah Fajar
" elu masih sensi aja mas,tenang sekarang bukan Marisa lagi incaran gue,gue lebih tertarik sama yang polos-polos" ucap Fajar melirik Elsa membuat Damar terbakar cemburu..
" sudah-sudah kenapa pagi-pagi bertengkar,mama kemari ingin meminta mu membawa Fajar untuk membantu mu di kantor agar dia bisa mempelajari masalah kantor" ujar mama Damar
" mata lo kondisi kan,dia masih kecil" ucap Damar tak suka melihat Fajar terus memandangi Elsa
Elsa sendiri tertunduk takut
" mas,biasa aja..orang dia nya nggak marah kok aku pandangi,iya kan sa" tanya Fajar pada Elsa
" masuk sa,,jangan kegatelan di sini" ucap Marisa marah,Elsa segera berjalan kearah kamar nya...
setelah sarapan Damar dan Fajar segera berangkat ke kantor sedang kan Bu Aisyah masih di rumah Damar,dia tertarik pada Elsa yamg masih kecil sudah bekerja...
entahlh novel dah lama tp asyik aja bacnya.
paling suka sama judul yg ini kisah nya elsa.
akhirnya... mantap ceritanya👍🏻