NovelToon NovelToon
Permainan Anak Kembar

Permainan Anak Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Cintamanis
Popularitas:286.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: MR. K E C E

Kisah anak kembar yang memiliki kesamaan wajah yang sangat kuat. sangking miripnya banyak orang yang tak bisa membedakan keduanya. Dan sejak kecil mereka punya hobi menarik "bertukar-tukaran peran"

Yuk ikutin asam manis perjalanan mereka....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. K E C E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembar 14

Mahawira bergidik ngeri, Dodi kena. Ridho pun juga kena. Apakah Dika juga pernah kena penyakit itu?

Ketika Ridho telah mematikan sambungan ponselnya, buru-buru Wira berlari ke kamar mandi. Dia segera bernapas dengan lega saat memperhatikan dragon baik-baik saja dan urine-nya pun tidak ada masalah.

Ini cuman sekali, batin Wira. Membayangkan balapan liarnya semalam bersama Ririn.

Aku tidak mungkin kena, secepat itu!

Hari-hari berlalu. Dika maupun Wira semakin menikmati permainan mereka. Sampai sejauh ini, tidak ada yang curiga atas permainan itu. Meski beberapa kali keduanya harus dihadapi saat-saat kritis yang sama sekali mereka tidak pahami ketika menghadapi orang-orang tertentu. Namun, baik mahardika atau pun Mahawira selalu berhasil mengecoh mereka semua.

Permainan itu semakin mendebarkan sekaligus makin mengasikkan. Wira sangat menikmati kehidupan barunya. Menghadiri pesta-pesta anak kekinian dan kencan-kencan private dengan beberapa perempuan cantik.

Sementara Dika juga menikmati kehidupannya sebagai Wira. Dia menjalani hidup yang biasa saja. Menjadi sosok sederhana. Berpacaran dengan seorang perempuan yang bersahaja. Dan, menikmati hari-hari di kampus yang menjadi salah satu mahasiswa aktivis. Dika menyukai teman-teman Wira, sebagaimana saudaranya itu menyukai mereka. Dika pun memberikan perhatian yang sama besarnya pada Ercilia sebagaimana Wira memperhatikan pacarnya itu. Beberapa kali Ercilia sebenarnya curiga pada sikap pria yang ada di sisi nya itu. Namun, Dika selalu punya cara untuk membuat Ercilia kembali percaya.

Kedua saudara kembar itu pun semakin larut dalam permainan.

Mereka semakin menikmatinya.

°

°

°

Di kota lain. Wira tahu kalau Dodi masih dirawat di rumah sakit karena sakit TBC. Suatu hari, Wira menjenguknya bersama Ridho dan Sofyan. Keadaan Dodi memang sudah lebih baik, namun tubuhnya masih sangat lemah. Saat melihat Dodi yang terbaring tidak berdaya di atas tempat tidur, Wira merasa sangat kasihan. Dia dulu pernah bertemu Dodi saat dia berlibur ke tempat Dika. Mahardika lah yang kemudian memperkenalkan mereka. Wira mendapati Dodi yang tampak tampan, segar dan penuh energi, sekarang terbaring lemah. Tubuhnya sangat kurus. Wajahnya pucat. Wira mendekat dan menyentuh tangan Dodi.

"Dik, kamu datang?" sapa Dodi lemah. Dia terbangun saat merasakan sentuhan tangan Wira.

Wira hanya menatap Dodi dengan simpati.

"Apakah... Apakah aku akan mati?" tanya Dodi dengan suara lemah.

Wira memaksakan senyumnya. Mencoba memberikan kekuatan untuk Dodi.

"Kamu akan segera sembuh! Tak lama lagi kamu pasti akan keluar dari rumah sakit ini."

"Ta..tapi sepertinya itu tidak akan terjadi."

"Ya, kamu benar. Aku akan keluar dari sini dengan sebutan lain. Mayat!" bisiknya.

Wira menggelengkan kepala dan menegaskan.

"Aku yakin kamu akan tetap hidup!"

"Aneh. Kamu tidak biasanya bersikap selembut ini..."

Oh si Alan! Rutuk Wira dalam hati.

Memangnya seperti apa Dika memperlakukan sahabatnya?

……………………

Setelah mengunjungi Dodi. Ridho menuju kamar lainnya.

"Anjani di rawat di sini juga. Ayo kita lihat sebentar." ujar Ridho.

"Siapa Anjani?." tanya Wira. Rasanya Dika tidak pernah menyebut nama itu.

"Oh kamu belum tahu ya? Itu loh gadis yang pernah nangis depan kelas. Saat dihadapan dosen killer."

Wira mencoba mengingat-ngingat, rasanya Dika tidak menceritakannya.

"Oh iya. Ayolah kita lihat."

"Dia sakit apa?" tanya Wira lagi.

"Yang aku dengar dari cerita anak-anak kampus. Dia mencoba bunuh diri."

Wira terdiam. Benar Dika tidak pernah menceritakan soal ini.

Ridho kemudian melanjutkan.

"Teman kosnya menemukan Anjani sudah hampir sekarat dalam kamar. Dia mencoba bunuh diri dengan meminum banyak obat tidur."

"Untung saja masih dapat tertolong." lanjut Ridho.

Ketika mereka memasuki kamar Anjani, gadis itu masih menunjukkan tanda-tanda ketakutan di wajahnya. Matanya kosong. Penampilannya sangat berantakan. Wira baru kali ini melihat sosok Anjani, karenanya dia tidak berani mendekati lebih dulu. Teman-temannya yang lain mencoba mengajak mengobrol, namun Anjani hanya diam. Tatapan matanya masih kosong. Keberadaan mereka seolah-olah tidak terlihat.

"Dik, coba kamu yang bicara. Kamu kan idola kampus, mungkin saja mendengar suara kamu dia tersadarkan." canda Ridho.

Wira menggerutu.

Bisa gitu popularitas menyadarkan seseorang?

Maka, Wira pun mulai mendekati Anjani. Sementara teman-teman yang lain mundur beberapa langkah. Wira duduk di samping ranjang. Menatap wajah Anjani. Lalu berkata perlahan.

"Hay, saya Dika. Kita teman sekampus."

"Kamu Anjani kan?"

Selama beberapa saat. Anjani tidak bergeming. Dia masih menatap hampa langit-langit kamar. Sama sekali tidak menghiraukan Wira yang ada di dekatnya. Wira mencoba berbicara kembali.

Terlihat Anjani mulai tampak mengalihkan pandangannya yang hampa dari langit-langit kamar. Wira menyebut namanya lagi. Anjani memandang ke arah Wira.

"Ini aku Anjani. Dika!" kata Wira.

Anjani memandangi wajah Dika. Tidak berkedip, tidak berkata apa-apa. Saat Wira menyentuh tangannya, tiba-tiba Anjani mendekap Wira. Lalu dia menangis.

Anjani terlihat kacau. Dia mengatakan banyak hal secara sekaligus hingga kata-katanya sangat sulit dimengerti. Dan, suara tangisannya semakin sulit menangkap apa yang dia katakan.

"Iya.. Tenang lah." bisik Wira menenangkan saat mendengarkan kehancuran hati wanita ini.

Ada apa dengan wanita ini?. Batin Wira.

Akhirnya tangisan itu mereda. Ucapan yang kacau balau pun terhenti. Anjani kini tampak hidup kembali. Tatapannya sudah tidak kosong seperti semula. Dia mulai menyadari kehadiran kami semua. Anjani mengambil tissu dan menghapus air matanya.

"Kak Dika, kakak di sini?"

Wira menatapnya dengan simpati. Sementara Anjani masih sibuk menghapus air matanya.

"Terimakasih. Terima kasih sudah mau datang."

"Iya. Kamu tenanglah, jangan melakukan hal bodoh lagi." ujar Wira.

Anjani menatap Wira.

"Jika kamu ada masalah, ceritakanlah semua pada orang yang kamu percaya. Jangan melakukan hal-hal yang akan merugikan diri mu sendiri." lanjut Wira.

Kali ini, Anjani benar-benar tampak hidup. Senyum perlahan terkulum dari bibirnya yang kering dan pucat.

"Kamu baik sekali Kak....." jawab Anjani sambil kembali memeluk Wira.

"Istirahatlah. Aku pergi dulu."

Anjani melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Dika.

"Ap... Apakah kakak akan kembali lagi? Maksudku kembali menjengukku?" tanya Anjani

Ada apa dengan wanita ini?

Apa dia menyukai Dika?

"Apa kamu menginginkan itu?" Wira memastikan.

Anjani mengangguk kan kepala.

"Baiklah. Kamu istirahat, aku akan kembali besok." ujar Wira sambil mengusap pucuk rambut wanita itu.

Mereka akhirnya keluar dari kamar Anjani.

"Gila Dik. kamu lihat tadi? Dia seperti hidup kembali saat kamu menyentuh tangannya. Baru tangan loh itu." ledek Ridho.

"Pesonamu sob sob.." Ujar Sofyan sambil menepuk-nepuk pundak Dika.

Sepopuler itu kah Dika di sini?

"Bisa jadi dia bunuh diri karena kamu Dik? Apa kamu pernah menolak Cintanya?" tanya Ridho tiba-tiba.

"Apaan sih!" ujar Wira. pertanyaan konyol untuk di jawab.

Memangnya masih jaman bunuh diri karena di tolak? Terus apa gunanya dukun. eh 😅🤣

"Atau bisa jadi di bully fans fanatik mu Dik."

BULLY????

°

°

°

...Bullying akan selalu menyisakan trauma. Tidak mudah menyembuhkan luka itu. Tidak seperti putus cinta yang bisa diobati dengan mencari penggantinya. ...

...°°°°°°°°°°...

Jangan lupa RATE, LIKE, COMENT, ❤️

Terimakasih semua ☕😎

1
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Dika.. Dika gak habis akal, sudah diwanti Wira dahal. Aish itu pacarnya Wira, Dika
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Mungkin dari pertukaran ini, Dika jadi ada rasa sama pacarnya Wira ( Cila )
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Jangan sampai ikut terpuruk dalam dunianya Dika ya Wir.
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Praduga ku salah. 🤭 Cil gimana, jantung aman, enak ya kalau punya pacar yang paham, dan royal. Biaya ukt nunggaj aja dibayarin
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Permainan ya. Mulai paham sih, konflik seputaran Dika, Wira dan pacarnya Wira pasti nih. Praduga, si Dika nanti sama pacar Wira, entah accident apa, yang pasti kayaknya bakal gitu
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Ranah pergaulan bebas
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Narasi, seimbang sama dialog tag percakapan. Kisaran bab, isinya panjang ya, kalau dihitung 1.500-2000 ada kali. Good Job, keren!!
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Harusnya proporsional, bukan profesional> keahlian. Jadi gak merujuk pada keseimbangan bentuk badan
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Identik, bisa dibedakan dari tulisannya, sama kidal 😁
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Adik sepupu aku, kembar cuma beda 5 menit. Harusnya sih identik, tapi karena si KK yg agak gendutan jadi mudah untuk membedakan yg mana R & H
☠ᵏᵋᶜᶟ 𓆩N͢͢͢äy𓆪﷽ྀ࿐
Sampul Om familiar, seperti aku pernah lihat saat ada yg promo di grup, bukan Om sih, mungkin dulu anak memb atau seputaran teman.
Rizky Kya
Luar biasa
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
punya hati juga becca
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
jgn blg itu cila
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
ngpn sh becca tlp sgl
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
bgs cila
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
cila tdk memilih kdua
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
penyesalan selalu dtg trlmbt y
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
please dh wir ngalah j utk dika
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
kln yg slh knp buat prmainan g gaje kyk gtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!