Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Dalam Luka (Bab 14)
“ Veli...tolong dengarkan aku...!” pinta Arnold memelas.
Arnold terlihat sangat menyedihkan berdiri di depan rumah Velicia di saat hujan lebat. Tubuhnya basah oleh guyuran hujan yang jatuh membasahi bumi.
Velicia masih diam tak membalas ucapan Arnold.
“ Maafkan aku tak bisa menghubungimu beberapa hari ini...aku sengaja tak menghubungimu karena aku sibuk menyelesaikan pekerjaanku agar aku dapat menemanimu selama 2 bulan ini...” ujar Arnold memelas memohon pengertian dari Velicia.
Velicia yang awalnya hendak menutup hatinya, mendengar penjelasan dari Arnold hatinya pun melunak Dia pun memutuskan sambungan telpon itu. Lalu dia mengambil obat penahan rasa sakitnya lalu meminumnya.
Setelah itu dia mulai memoles sedikit make up di wajahnya agar terlihat cantik di depan Arnold lalu turun ke lantai bawah untuk membukakan pintu untuk Arnold.
Velicia membuka pintu, dia mendapati Arnold yang berdiri dihadapannya dengan pakaian yang basah.
“ Tunggu sebentar...” Velicia pun masuk ke dalam rumah sebentar lalu mengambilkan handuk untuk Arnold agar Arnold dapat mengeringkan pakaiannya yang sudah basah.
Tak berapa lama Velicia kembali ke hadapan Arnold dengan membawakan handuk di tangannya. Arnold menerima handuk itu dengan senyuman.
Lalu Arnold pun mengusap-usap kepalanya dengan handuk tersebut, lalu duduk di sofa ruang tamu yang di ikuti oleh Velicia yang juga duduk tepat di sampingnya.
Arnold menatap dalam ke arah Velicia, membuat Velicia mulaigugup.
“ Kau itu selalu saja berdandan di saat kita bertemu...aku tak pernah melihat wajah polosmu...” jujur Arnold pada Velicia.
Velicia tersenyum malu mendengar ucapan Arnold.
“ Aku sudah meneruskan bisnis keluarga Arista semenjak aku masih berumur empat belas tahun, Aku sudah terbiasa berdandan untuk menutupi diriku sesungguhnya...” ujar Velicia dengan malu-malu.
“ Benarkah...?” tanya Arnold tak percaya.
Velicia mengangguk.
“ Itu artinya...saat aku menikahimu kau masih berumur dua puluh tahun??” tanya Arnold lagi memastikan. Karena selama ini Arnold mengira Velicia sudah dewasa, karena terlihat dari penampilannya.
Velicia masih saja mengangguk menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Arnold.
“ Dan berarti saat ini kau masih berumur dua puluh tiga tahun???” tanya Arnold lagi, dan lagi-lagi Velicia mengangguk.
“ Umurnya saat ini masih dua puluh tiga tahun itu Artinya dia saat ini berada dalam usia yang masih membutuhkan kasih sayang dan perlu di manja...” gumam Arnold di dalam hati saat mengetahui berapa usia Velicia saat ini.
Mereka pun mengobrol banyak untuk saling mengenal satu sama lain, Selama ini Arnold tak pernah ingin tahu segala sesuatu tentang Velicia. Namun malam ini dia mulai sedikit demi sedikit mengetahui siapa Velicia.
Di saat mereka masih asyik mengobrol Velicia terus menatap pria yang sangat di cintainya yang kini ada di hadapannya, tiba-tiba Velicia merasa kasihan melihat Arnold yang masih mengenakan pakaian yang masih basah.
“ Tunggu sebentar...” ujar Velicia memotong pembicaraan Arnold. Lalu Velicia pun melangkah ke kamarnya untuk mengambil pakaian Arnold yang masih ada di dalam lemari miliknya.
Tak berapa lama Velicia pun turun dengan pakaian milik Arnold di tangannya. Velicia pun memberikan pakaian itu pada Arnold.
“ Nih...kamu ganti dulu pakaianmu...aku takut nanti kamu masuk angin...” ujar Velicia menyerahkan pakaian yang ada di tangannya.
“ Terima kasih...” ucap Arnold lalu dia pun massuk ke salah satu kamar tamu yang ada di Villa keluarga Arista itu. Sambil Arnold berganti pakaian Velicia pun melangkah ke dapur untuk membuatkan teh untuk Arnold.
Arnold keluar dari kamar tamu lalu menghampiri Velicia yang telah duduk di ruang keluarga, Velicia mengajak Arnold duduk di ruang keluarga agar mereka semakin santai.
Velicia pun menyalakan TV besar yang ada di sana, dia memutar siaran film Korea yang biasa menghibur dirinya di kala gundah.
Malam ini pun mereka habiskan dengan menonton, Arnold memutuskan untuk tidak pulang karena dia ingin menemani Velicia menonton.
Di sela-sela menonton Arnold bertanya pada Velicia, yang di jawab jujur oleh Velicia. Dan tiba-tiba Arnold ingin bertanya sesuatu yang lebih privasi.
“ Mhm...Veli..apakah selama ini kau pernah berpacaran??” Tanya Arnold dengan penuh rasa penasaran di hatinya.
Velicia menoleh pada Arnold dan mengabaikan adegan romatis yang terlihat jelas di depan mereka.
“ Mhm...aku pernah menyukai seseorang...” jawab Velicia.
Arnold terlihat tidak suka dengan jawaban Velicia. Ada raut kekecewaan terukir di wajah tampan miliknya.
“ mhm...apakah aku mengenali pria yang kau sukai itu???” Tanya Arnold lagi mengungkit masa lalu Velicia.
Velicia kembali teringat pada pria yang menyerupai Arnold yang sangat lembut itu, Pria itu sama persis dengan pria yang di sukainya dulu. Namun pria itu rasanya sangat berbeda denga pria yang kini sedang duduk di hadapannya.
“ Tidak...kau tak mengenalinya...karena aku menyukai pria itu sewaktu aku masih kecil...” jawab Velicia sambil menggelengkan kepalanya.
Velicia pun kini terdiam masih mengingat masas lalunya, mengenang sang Arnold yang lembut itu. Arnold yang melihat Velicia hanya diam saja, dia pun menyusuri setiap sudut wajah Velicia dengan netranya hingga akhirnya terpaku pada bibir merah ranum yang sangat menggoda, Arnold pun mulai berniat untuk mengecup bibir sexy milik Velicia, Velicia terbuai dengan tatapan yang di berikan Arnold, dia pun memejamkan matanya.
Arnold pun langsung menyatukan bibirnya dengan bibir wanita yang ada di hadapannya, dia mengecap rasa strawbery dari bibir Velicia. Arnold menahan tengkuk Velicia di saat Velicia ingin menghirup oksigen sejenak. Dia kembali ******* bibir lembut itu. Mereka pun saling meluapkan rasa yang kini telah terbakar oleh sebuah asa.
Arnold pun memeluk tubuh Velicia yang tampak semakin kurus. Dia teringat dengan syarat kedua yang tidak boleh berhubungan intim hingga dia pun memilih untuk memeluk Velicia.
Jika tidak mungkin malam ini dia pun akan memangsa Velicia seperti yang biasa di lakukannya pada wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Velicia pun membalas pelukkan Arnold dengan erat, ingin rasanya dia terus berada dalam hangatnya pelukkan tubuh kekar milik mantan suaminya itu.
Setelah beberapa saat, merekapun mengurai pelukan mereka. Arnold menangkup wajah Velicia lalu menatap dalam pada manik indah milik Velicia.
“ Lalu bagaimana sekarang??? Kau menyukaiku kan???” Tanya Arnold dengan senyuman yang membuat Velicia berada di atas awan di kelilingi tebaran bunga-bunga nan indah.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐