Siena gadis sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan besar terlibat sebuah perjanjian dengan pemilik perusahaan tersebut, dan menyeretnya ke dalam cinta segitiga yang di ciptakan oleh Rangga Wijaya, sepupu pemilik perusahaan yang bernama Sagara Abraham.
Akankah cinta Sagara Abraham berlabuh selamanya di hati Siena? atau berhenti di tengah jalan dan berpaling ke hati selanjutnya? Siapakah yang memenangkan hati Siena?
Cover by pinteres, edit by me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Miranda
Minggu sore pukul 16:30.
Siena yang baru saja selesai mengurus rumah dan semua kebutuhan Farel. Duduk di teras rumah sendirian di temani secangkir teh hangat. Saat tengah menikmati teh hangatnya, tiba tiba sebuah mobil memasuki halaman rumahnya. Dua pria keluar dari dalam mobil, menghampirinya di ikuti seorang wanita
"Selamat sore Nona Siena." Sapa wanita itu dengan sopan.
"Selamat sore, kalian siapa ya?" tanya Siena lalu berdiri.
"Kami orang suruhan Nyonya Miranda untuk menjemput Nona." Kata wanita itu.
"Menjemputku? ada apa?" tanya Siena terkejut.
"Kami di minta untuk merahasiakannya, kami hanya di minta untuk menjemput Nona. Tapi sebrlum itu, saya di minta Nyonya Miranda untuk membantu Nona menggunakan gaun ini." Tunjuk wanita itu ke kotak yang berukuran besar yang di bawa salah satu pria.
"Gaun? gaun untuk apa?" tanya Siena semakin tidak mengerti.
"Sebaiknya Nona ikuti saya saja, nanti Nona akan mengetahui sendiri apa maksud Nyonya Miranda." Wanita itu kembali menjelaskan.
"Baiklah!" sahut Siena lalu mengajak wanita itu masuk ke dalam rumahnya.
Satu jam kemudian, Siena telah selesai. Menggunakan gaun pendek berwarna krem, riasan make up sederhana.
"Sudah selesai, sekarang Nona ikut saya ke rumah Nyonya Miranda," ucap wanita itu.
"Sebentar, kau tunggu di sini." Siena berlalu dari hadapan wanita itu, lalu menemui baby sitter yang baru saja bekerja di rumah Siena untuk merawat Farel selama ia bekerja.
Setelah selesai memberitahu baby sitter untuk menjaga Farel dan berpamitan pergi keluar sebentar. Siena kembali menemui wanita tersebut, kemudian mereka masuk ke dalam mobil menuju rumah Miranda.
Sepanjang perjalanan Siena hanya diam, ia sama sekali belum mengerti maksud Miranda memintanya menggunakan gaun mewah yang ia kenakan saat ini.
Tak lama kemudian, mereka telah sampai di halaman rumah Miranda. Salah satu pria membukakan pintu mobil untuk Siena.
"Mari nona."
Siena mengangguk cepat, lalu keluar dari dalam mobil.
"Mari saya antar," kata pria itu mempersilahkan Siena untuk berjalan lebih dulu.
"Tetima kasih!" sahut Siena lalu melangkahkan kakinya di ikuti pria itu.
Sesampainya di dalam rumah, Siena meluhat ruangan itu terlihat sangat indah. Decorasi sederhana namun terlihat elegan.
"Siena!" sapa Miranda tersenyum mengembang memeluk tubuh gadis itu sesaat.
"Tante, ada apa ini?" tanya Siena bingung. "Apakah Tante ulang tahun?"
Miranda menggelengkan kepalanya. "Bukan sayang, aku menyiapkan semua ini dari pagi."
"Maksud Tante?" tanya Siena, matanya memperhatikan seluruh sudut ruangan yang telah di hias.
"Aku mau kalian bertunangan hari ini," jawab Miranda.
"Apa? tunangan Tante?" Kedua alis Siena bertaut, menatap kedua bola mata Miranda.
Miranda mengangguk cepat. "Ya, aku sudah memutuskan supaya kalian bertunangan terlebih dahulu. Dua bulan kemudian, aku ingin kalian menikah."
Siena menggelengkan kepala. Entah apa yang ada di benak wanita paruh baya di hadapannya hingga mengambil keputusan begitu cepat. Sementara Siena sadar, kalau ia hanyalah kekasih bayaran.
"Tante, bukan aku menolak. Tapi -?" ucapan Siena terputus
"Aku sudah tahu tentangmu, pekerjaanmu, situs online, bahkan putramu yang saat ini ada di rumahmu. Bahkan aku sudah tahu kalau kau hanyalah kekasih bayaran putraku." Potong Miranda, lalu menjelaskan semua kekhawatiran Siena.
"Jadi?"
Miranda mengangguk cepat. "Ya, aku sudah mengetahui semuanya. Jadi, kau jangan menolak pertunangan ini."
"Tapi Tante, bagaimana dengan Sagara? dia tidak mencintaiku bahkan hubungan yang terjadi antara kami hanyalah status palsu." Siena mengungkapkan kembali rasa keberatannya.
"Sagara itu bukan urusanmu, biar aku yang mengurusnya." Miranda merasa yakin, kalau Sagara tidak akan menolak keinginannya.
"Tapi Tante.." ucap Siena pelan. "Apakah mungkin, hubungan yang tanpa di landasi rasa cinta akan berjalan dengan baik? jujur, aku tidak memiliki perasaan apa apa terhadap putramu. Mungkin sebaliknya dengan Sagara, Tante."
Miranda menarik napas dalam dalam. Bukan ia tidak mengerti situasinya, namun keinginannya yang ingin menjadikan Siena menantunya tidak dapat ada yang mencegahnya meski putranya sekalipun. Bukan tanpa alasan Miranda melakukan hal itu.
"Siena, aku mohon..jadilah menantuku. Aku beri waktu dua bulan untuk mencintai putraku. Begitu juga sebaliknya, jika dalam dua bulan kalian memang tidak memiliki rasa cinta. Aku menyerah, tidak akan memaksamu untuk menikah dengan Sagara. Ku mohon Siena."
Siena menatap tajam kedua bola mata Miranda. Ia mencari kesungguhan di kedua mata indah itu. Detik berikutnya Siena mengangguk, menyetujui semua rencana Miranda.
"Baiklah Tante!" sahut Siena.
"Terima kasih sayang." Miranda memeluk Siena dengan erat.
Jd saga,rangga dan arga ini bersaudara bgitu ??? Yg punya dendam ini para orgtua nya . Tp ank2 nya yg pda jd korban
Jd sedihhh krna rangganya meninggal ,
Rangga nya munculin lg aja thor biar hdp bhgia sma siena..
Aku udh ga srek sma saga krna ibunya skrg udh jahat..dan mlah skrg berpihak sma si melati..sma² jahat mreka