Sebuah pengorbanan yang begitu besar dari seorang istri kepada suami, sebagai bentuk pengabdian nya untuk mendapat ridha dari Allah. akan kah cinta itu hadir ?.
Author mengemas cerita ini dalam satu wadah, Dengan cerita yang berbeda beda di setiap Halaman yang author tulis.
Jangan bigung ketika membaca karna author mengemas semua kisah dalam satu karya agar tidak berantakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atlantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[ Halaman - 14 ]
...“ Me.......Melamar Bah? ”...
“Iya Nay, Tapi Abah tidak memaksa. Kalau Dokter dari kota itu memang Jodoh Nay. Abah ikut senang. Bukankah Dokter Arfan itu adalah kriteria calon imam yang sempurna Nay? ”
Aku bergeming. Tubuh ku menjadi kaku tidak tahu harus menjawab apa.
“ Abah lihat. Dia lelaki yang baik. Bertanggung jawab daan dia juga berbakti kepada orang tua. Dan lebih membuat Abah bangga. Selain Dokter. Dia juga Hafiz Quran ”
^^^Jawab Abah di akhiri senyuman.^^^
Sementara aku tetap diam.
“ Nay, Pilihlah calon suami yang beriman ataupun ia yang beragama islam. Bertanggung jawab dan berani untuk memimpin keluarganya”
ucap Abah yang berkali kali tersenyum.
“ InsyaAllah Bah ” Ucapku diakhiri senyuman.
“ Nay, Pesan Abah jika kamu sudah menikah. Sesulit apapun jalan yang Nay lewati, Tetaplah menjemput rezky dengan halal dan baik. Sesibuk apapun, tetap saling mendukung satu dengan yang lain dalam ibadah dan taqwa. Sejauh apapun jarak, tetaplah berbakti kepada orang tua ”
Aku tersenyum, hati kecil ku tersentuh oleh perkataan Abah bersamaan dengan air mata yang menetes membasahi kedua pipi ku. Aku begitu mencintai dan menyayangi Abah.
Aku berharap kelak calon imam ku nanti siapa pun dia yang datang dengan niat serius. Dia juga sangat menyayangi dab berbakti kepada kedua orang tuanya.
↗➡↘↗➡↘↗➡↘↗➡↘⬇
Ucapan Abah mengenai Dokter Arfan yang ingin lebih dekat dengan ku itu. Terus saja tergiang di kepala ku.
^^^“Apa benar dia akan datang untuk melamar ku?“^^^
“ Bagaimana mungkin. Seorang Dokter seperti Dokter Arfan itu ingin dekat dengan ku seorang gadis biasa biasa saja dari seperti ku? “
“ Rasanya ini semua seperti mimpi. Aku tidak berharap lebih, Hanya saja aku sedikit takut dengan apa yang sedang aku harapkan tidak sesuai dengan kenyataan !! ”
Bahwasanya berharap lebih selain dari mengharap kepada Allah. Membuat Allah cemburu, bahkan Imam Syafii berkata
“ Ketika hati mu terlalu berharap kepada seseorang. Maka Allah akan timpakan pada kamu pedihnya sebuah pengharapan. Agar supaya kamu mengetahui bahwasanya Allah sangat mencemburui hati seorang hamba yang berharap selain dia. Maka Allah akan menghalangi kamu dari pada perrkara tersebut, Agar kamu kembali berharap hanya kepada – Nya.“
Bagaimana pun aku tidak ingin membuat Allah cemburu kepada ku. Apalah aku ini ! Siapalah aku ! Hanya wanita akhir zaman dan kelak akan menjadi calon jenazah! ”
Betapa tidak adilnya kita. Jika terus berharap dan memikirkan ciptaan – Nya dari pada penciptanya – Nya. Tidak jarang pula kita memikirkan dunia berikut serta isinya yang membuat kita terlena dan lupa. Pahahal sudah jelas, Allah sangat sayang kepada kita,dia yang memberikan rasa cinta itu kepada kita.
Memberi Rezki sebagaimana yang kita minta, bahkan tak sekedar yang kita minta. Allah telah memilihkan yang benar benar kita butuhkan dan terbaik. Akan tetapi kita lupa akan segala rahmat yang telah Allah berikan, sejak dari hadir ke dunia sampai sekarang kita tumbuh dewasa.
“ Astagfirullahhaladzim ”
^^^desisku sembari menghembuskan napas.^^^
...“ Kunaon, Nay? ” ...
tanya Uwa Arum yang kini menghampiri ku. Detik selanjutnya Uwa Arum berkata.
“ Titatadi Uwa perhatikeun teh, cicing weh. Aya naon kitu neng? Abah sehat, sanes? ”
[ “ Kenapa Nay ? Dari tadi Uwa perhatikan, diam saja. Ada apa neng? Abah sehat, Bukan? ” ]
“ Henteu nanaon Wa, AlhamdulillahAbah sehat”
[ “ Tidak apa apa Wa, Alhamdulillah Abah sehat ” ].
ucap ku diakhiri senyuman
Uwa Arum ikut duduk bersama ku di saung bersamaku. Hari ini aku tidak mengajar dirumah senja, dikarenakan hari ini adalah hari minggu hari libur untuk anak anak senja.
Aku melihat jam yang ada di saung, sudah menunjukan pukul sebelas siang. Tidak terasa sudah 20 menit aku duduk di saung ini sembari melihat Uwa Arum dan Uwa Hardi tidak lain adalah suami dari Uwa Arum yang sedang menanam padi di lahan sawah milik mereka.
Seiap kali libur mengajar. Aku selalu membantu Uwa Arum yang tidak lain adalah kakak kandung dari Ummi, kakak pertama dari lima bersaudara dan ummi adalah anak bungsu.
Aku selalu membantu Uwa Arum ketika hari libur jika tidak di sawah atau di kebun teh. Kini Uwa Arum memiliki 3 orang anak, dua diantaranya adalah perempuan dan satu laki laki. Mereka semua sudah menikah dan mempunyai seorang anak.
Lantas aku melihat rantang pemberian Ummi, Lalu aku membuka rantang yang Ummi berikan.
hanya tingal... meluluh kan hati mana ayu...
Semogga kau bisa mengatasi mama ayu nay..
Tancap donk vino. PDkt... LG..