NovelToon NovelToon
RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

" Katakan sekali lagi, apa yang kau ucapkan tadi?!" Dirga menatap dengan sorot mata menghunus ke arah wanita di hadapannya.

" A-aku ingin kita putus, a-aku merasa tertekan selama menjadi pacarmu, jadi aku mohon, aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini saja," suara Kirania terdengar lirih.

" Baik ... baiklah, jika itu yang kau mau, mulai saat ini kita putus, aku tidak akan mengganggu. Dan aku menganggap kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya!" tandas Dirga meninggalkan Kirania dengan langkah lebar.

Sejak saat itu Kirania memang tak pernah melihat sosok pria yang sudah membuatnya jatuh hati.

Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan dalam situasi yang rumit.

Akan kah cinta lama mereka bersemi atau mereka sama-sama mempertahankan gengsi mereka masing-masing demi menghindari rasa sakit hati.


ig : rez_zha29

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Percobaan

Kirania menatap kedua sahabatnya yang terlihat sedang berpikir keras, Sabilla bahkan terlihat mengetuk- ngetuk jari di kursinya. Kirania memang telah menceritakan apa yang baru saja diminta Dirga. Kirania memang memutuskan tidak akan menutupi permasalahannya dengan kedua sahabatnya itu, apalagi untuk masalah seperti ini dia sama sekali tidak berpengalaman.

" Menurut kamu gimana, Has?" Sabilla melirik ke arah Hasna yang masih berdiri melipat tangan di dada sambil bersandar di dinding.

" Menurutku, percuma Rania menolak memberi kesempatan ke Kak Dirga. Tipe cowok seperti Kak Dirga itu tipe orang yang gigih jika menginginkan sesuatu." Sambil mengelus dagunya Hasna memberi pendapat.

" Tapi Kak Dirga bilang akan mundur jika dalam waktu sebulan itu nggak bisa menaklukan hati Rania," sahut Sabilla.

" Itu berarti Rania mesti menjalani waktu satu bulan itu. Satu bulan yang mesti dilalui sebagai masa percobaan pacaran." Hasna menatap Kirania yang beberapa kali terlihat mendengus.

" Dan semoga dalam waktu satu bulan itu, iman kamu kuat, Ran. Nggak tergoda bujuk rayu Kak Dirga, walaupun aku rasa itu nggak akan mudah," sambung Sabilla. " Rania, Rania ... aku masih nggak sangka Kak Dirga bisa suka sama kamu, dan hebatnya kamu nggak mudah luluh oleh seorang Dirgantara Poetra Laksmana."

" Dan kalau sampai dia gagal mendapatkan Rania, sudah dipastikan itu akan mencoreng reputasinya sebagai seorang Casanova," ucap Hasna lagi.

Sabilla menghempas nafas kasar. " Aku berharap Rania tetap aman walaupun gagal jadi ceweknya Kak Dirga."

Hasna terlihat menganggukkan kepala tanda setuju. " Aku harap juga begitu."

" Kalian berdua kenapa malah menakuti aku, sih?" Kirania yang sedari tadi hanya mendengarkan temannya berbicara akhirnya bersuara.

Mendengar apa yang diinginkan Dirga saja sudah membuat dia gelisah, ditambah lagi dengan perkataan Hasna dan Sabilla, semakin bertambahlah kecemasannya.

Hasna dan Sabilla saling berpandangan ...

" Kita nggak menakuti kamu, Ran."

" Kita cuma mengantisipasi agar kemungkinan terburuk itu nggak terjadi."

" Makanya kita minta kamu kuat iman, jangan mudah tergoda."

" Jangan lemah, dan harus siap mental, jika sewaktu-waktu kejadian, kalau Kak Dirga ternyata cuma main-main sama kamu."

Kirania menarik nafas yang terasa susah untuk dihirupnya. Apa yang dikatakan kedua sahabatnya ibarat cambuk yang melecutnya agar dia kuat, karena dia merasa seperti akan menghadapi medan perang, dan bagaimanapun juga ada hati yang akan dipertaruhkan di sana.

***

Hari ini dimulailah masa percobaan pacaran antara Dirga dan Kirania. Kirania tidak boleh menolak Dirga menjemput dan mengantarnya pulang, tidak juga menolaknya jika diajak jalan keluar, dan dilarang menghindar saat Dirga datang ke rumah pakdenya. Tapi Kirania juga mengajukan syarat pada Dirga, dia tak ingin diganggu jika di kampus. Artinya saat di kampus, Kirania tidak ingin Dirga selalu membuntutinya. Kirania ingin saat di kampus adalah waktu untuk berkumpul dengan kedua sahabatnya, dan Dirga pun tidak keberatan untuk itu.

" Kok, nggak gabung sama temanmu?" tanya Dirga yang tiba-tiba muncul saat Kirania duduk sendirian di taman kampus.

Kirania hanya menggelengkan kepala.

" Aku belikan makanan sama minuman dulu ya, kamu mau beli apa?" tanya Dirga.

" Nggak usah, Kak," tolak Kirania.

" Kenapa? Ingin aku di sini, menemani kamu saja, ya?" Dirga menggoda. " Bentar saja kok, aku belikan roti sama air mineral dulu." Dirga hendak beranjak tapi Kirania dengan cepat melarangnya.

" Nggak usah, aku sedang puasa." larang Kirania menghentikan langkah Dirga.

" Kamu puasa? Puasa apa? Puasain aku, ya?" Dirga menyeringai.

Kirania memutar bola matanya. " Iya, supaya aku nggak mempan didekati kamu!" sergah Kirania cepat membuat Dirga tergelak.

" Kamu takut banget sih aku dekati, takut jatuh cinta beneran, ya?" Dirga memainkan alisnya.

" Pede banget." Kirania membuang muka tak ingin menatap wajah pria tampan di sampingnya itu.

" Buka puasa nanti mau makan apa? Nanti aku pesankan."

." Nggak usah, lagipula masih lama."

" Hmmm ... jadi waktu kemarin di perpus kamu sendirian nggak gabung sama temanmu itu, kamu sedang puasa juga?"

" Iya."

" Rajin juga ya kamu ibadahnya, pantas nggak mau diajak pacaran. Tapi bagus sih calon makmum yang sholehah," bisik Dirga mencondongkan tubuhnya sedikit mendekat ke arah Kirania, sontak membuat gadis itu menjauhkan tubuhnya.

Dirga terkekeh mendapati reaksi Kirania yang menghindar seperti itu. Biasanya wanita lain jika dia bersikap seperti tadi. Mereka akan senang bahkan sengaja bergelayut manja, tapi Kirania? Dia malah terlihat tidak nyaman dengan sikapnya.

" Nggak usah takut gitu dong, aku 'kan pacar kamu. Lagipula aku nggak mungkin berbuat macam-macam di dalam kampus."

Perkataan Dirga justru membuat wajah Kirania menegang. " Maksud kamu, kalau di luar kampus, kamu mau macam-macam gitu?" ketus Kirania.

Dirga menyunggingkan senyuman. " Tergantung, kamu nya mau diajak macam-macam nggak?"

Kirania spontan memutar tubuhnya, dan menatap tajam ke arah pria terpopuler di kampusnya.

" Jangan kurang ajar kamu, ya!" ancamnya dengan deru nafas yang memburu karena tiba-tiba saja hatinya merasa tak tenang dengan perkataan Dirga.

" Eh, kamu jangan salah paham. Maksud aku macam-macam itu pegang tangan atau sekedar merangkul pundak. Itu 'kan interaksi pacaran paling dasar." Dirga tersenyum geli melihat ekspresi Kirania seperti siap menerkamnya.

" Makanya aku nggak mau pacaran-pacaran!" tegas Kirania membalikkan posisinya semula.

" Bukankah kemarin sudah aku bilang, kalau kamu nggak mau pacaran, kita langsung halalin saja ke KUA."

" Kamu jangan ngaco, ya!"

" Aku serius, lho. Kok dibilang ngaco?"

" Sudah pergi sana, jangan ganggu aku! Kamu 'kan sudah setuju tidak akan mengganggu aku kalau di kampus."

" Aku 'kan setuju tidak mengganggu waktu kamu dengan teman-teman kamu di kampus, tapi masalahnya kamu 'kan nggak lagi sama temanmu. Lagipula aku juga nggak mengganggu, malah menemani kamu."

Kirania mendengus kesal sebelum akhirnya bangkit dan beranjak pergi, tanpa menghiraukan Dirga yang berteriak memanggil namanya.

***

" Ran, Rania ...."

Kirania baru saja selesai mandi, saat suara Bude Arum berteriak memanggilnya. Dengan tergesa Kirania menemui Bude yang saat ini ada di ruang tamu.

" Ada apa, Bude?" tanya Kirania sesampainya di ruang tamu. Tetapi matanya memandang beberapa kardus makanan dan beberapa bungkus minuman di atas meja tamu.

" Apa ini Bude? Bude beli ini? Buat apa Bude? Kok banyak banget?" Kirania mengecek satu-satu bungkus makanan dan minuman. Ada ayam panggang, soto ayam, fried chicken, martabak telur dan manis, roti bakar, pizza, anggur, apel, jeruk, es campur, sup buah, dan ada beberapa bungkus lagi yang belum dibuka olehnya. " Ini Bude pesan semua?"

" Bukan Bude, tapi kamu."

" Aku??" Rania bengong menunjuk dadanya sendiri.

" Iya, Mas-mas ini bilang, katanya ini semua pesanan kamu, Ran."

Kirania menatap beberapa orang yang masih berdiri di depan pintu ruang tamu.

" Aku nggak pesan, kok." Kirana cepat menyanggah. " Masnya salah orang mungkin."

" Di sini tertera nama penerima Mbak Kirania Ambarwati, alamatnya juga sesuai di sini," jawab salah satu pria pengantar makanan itu.

" Tapi saya nggak pesan makanan sebanyak ini." Kirania mulai gelisah, bagaimana dia mesti membayar makanan yang pasti total harganya ratusan ribu itu.

" Maaf, Mbak. Kami hanya mengantar pesanan saja. Mbak tinggal terima, tugas kami selesai," Pria lain menyahuti.

" Tapi, berapa uang yang mesti saya bayar?" ucapan Kirania pelan hampir tak terdengar.

" Mbak nggak usah bayar, karena semua pesanan ini sudah dibayar sama pemesan, Mbak tinggal terima saja," ucap pria yang pertama.

" Sudah dibayar sama pemesan? Siapa?" Tiba-tiba Kirania teringat seseorang yang kemungkinan besar bisa melakukan semua ini.

" Di sini tertera pesanan atas nama Dirgantara P ...."

***

*

*

*

Bersambung ...

Happy Reading😘

1
Santi Seminar
mulek men critane
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
fitri anwar
Karya mu bagus kak, di baca ulang ulang tapi tidak ada bosannya, sukses selalu dalam berkaya kakak.❤️💪💪💪
fitri anwar
till janah ya Abang dirga sama kirabia..😍
fitri anwar
si Karina cantik banget😍 cocok sama pak Ricky, dewasa.. gilang sama naura aja Author🤣🤣
fitri anwar
Wanita idaman, cantik manis sederhana, plus pluss banyak. jgan buat kecewa yah kak dirga, kami para readers siap membela kirania🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
akhirnya Rindu pun Bertuan😍.. semoga cepat hadir Dirga junior dan Kirania junior, aamiin...😍😘😘
fitri anwar
alhamdulillah sah, samawa yah sampai maut memisahkan.😭😭😭 senag bacanya.. ehhmmm otw unboxing😍🔥🔥🔥
fitri anwar
😍😍😍😍 no comen
fitri anwar
😭😭😭🔥🔥🔥💋💋💋💋🤣🤣🤣🤣🤣 kiss time
fitri anwar
pliss nyata ini🥺😭😭😭 jangan mimpi ahhhh😭😭😭😭
fitri anwar
😭😭😭 demi Allah aku nangis bacax, sambil dengar lagunya afgan ya Allah... 😭😭😭😭
fitri anwar
🥺🥺😭😭😭 pliss jangan pergi, ego mu terllu tinggi Kirania, dsini bukan kamu saja dan Dirga saja yang sakit, kami yg baca juga sakit..🥺😭😭😭😭
fitri anwar
no comen🤣🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
sama Edo aja yah Nadia.. cocok😍🔥🔥
fitri anwar
Neng taya🔥🤣🤣🤣
fitri anwar
Maklumlah sama² rindu🥺🥺😘😘😘
fitri anwar
🥺🥺 bilang aku juga cinta kamu dirga, aku rindu kamu gitu dong kirania.😭😭😭😭
fitri anwar
pliss Nadia tolong pergi plissss🤣
fitri anwar
emang enak, iya paling enak🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
aduh horor🥺😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!