NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Contest / Duda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:49.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hanna Devi

Cinta adalah anugerah terindah dari sang Pencipta kepada setiap hamba. Tapi cinta juga bisa menjadi sebuah mimpi buruk bagi setiap hamba yang salah menempatkan cinta.


Prasetyo Nugroho_ duda tampan yang setia menjaga cinta pertamanya harus rela menikah untuk kedua kalinya, untuk memenuhi permintaan sang Ibu.

Pras terjebak di antara dua wanita.


Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Siapakah yang akan menjadi mempelai di pernikahan kedua Pras?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belanja Perlengkapan

"Jen, sudah selesaikan? Ayo kita pergi" Pras muncul dari ruangannya dan mengajak Jenny pergi.

Pras langsung berjalan tanpa menunggu Jenny.

"S..sudah, pak" jawab Jenny gugup. Kemudian berlari kecil mengimbangi langkah kaki Pras.

"Sebenarnya mau kemana sih? hmmm sudah lah ikutin saja" batin Jenny.

Mereka berdua masuk kedalam mobil. Suasana hening tanpa kata - kata. Pras melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi - sedang.

Lagu yang menjadi favoritnya tak lupa dia putar. lagu yang mengiringi perjalanan mereka.

# Jauh di lubuk hatiku

Masih terukir namamu

Jauh di dasar jiwaku

Engkau masih kekasihku..

Jenny tampak tersipu - sipu mendengar lagu yang diputar Pras. Karena Pras ikut menyanyikan lagu itu.

"Ternyata romantis juga. Aku kira selalu dingin dalam kondisi apapun" batin Jenny pun tersenyum.

"Kenapa kamu senyum - senyum sendiri gitu? punya kenangan dengan lagu ini?" kata Pras membuyarkan lamunan Jenny.

"Nggak punya sih, pak. Tapi bakalan punya nanti" Jenny melempar senyum termanis yang dia punya.

"Bapak suka dengan lagu ini? Pasti ada moment spesial ya pak?" Jenny coba memberanikan diri untuk bertanya.

"Ya.. sangat suka, lagu ini selalu menjadi teman dalam setiap perjalanan saya. kemanapun saya pergi." ucap Pras yang sedikit menceritakan tentang pribadinya.

Jenny hanya terdiam. Dia mencoba menyimak kata - kata yang di ucapkan Pras.

"Lagu ini mengungkapkan sebagian perasaan saya. Kenangan untuk almarhumah istri saya. Dia adalah cinta pertama saya dan ibu dari anak saya" ungkap Pras yang tanpa di minta Jenny memberi penjelasan lebih lanjut tentang dirinya.

"Maaf, pak. Sudah lama istri bapak meninggal?" tanya Jenny yang ingin tahu.

"Sudah lima tahunan" jawab Pras.

"Maaf ya, pak. saya tidak bermaksud memngungkit kesedihan bapak" ucap Jenny.

"Sudah, tidak apa - apa. Sudah berlalu. Sekarang saya sedang berusaha membuka hati demi anak perempuan saya Zylva" ungkap Pras.

"Berarti saya punya kesempatan dong, pak!" ucap Jenny yang keceplosan.

Pras yang lagi fokus menyetir langsung membelokkan pandangannya ke arah Jenny.

"Hehee.. maaf, pak. Bercanda.. lagian mana mungkin lah saya masuk dalam daftar kriteria bapak" ucap Jenny yang sedang berusaha menutupi rasa malunya karena keceplosan.

"Yaa.. kalau kamu sendiri kenapa belum menikah?" tanya Pras.

"Harus aku jawab apa coba, pacar juga kagak punya! gimana mau menikah.. yang punya cuma mantan.. :( " ucap Jenny dalam hatinya.

"Kalo ditanya itu di jawab, bukannya bengong!" ucap Pras.

Jenny hanya menyeringai.

Setelah sampai dipertigaan Pras membelokkan mobilnya ke arah kanan, dan tak lama kemudian mereka sampai di parkiran. Salah satu pusat perbelanjaan.Mereka pun turun.

Pada saat turun dari mobil. Jenny melihat mantan pacarnya yang suka main tangan. Dia berjalan dibalik tubuh Pras. Terlihat seperti orang yang sedang bersembunyi.

"Kamu ini kenapa sih? kalau jalan itu yang bagus.. jangan seperti orang yang sedang menguntit, gak malu apa?" ucap Pras yang merasa terganggu dengan tingkah Jenny.

"Sudah.. bapak tenang saja. jangan berisik! Jalan saja seperti biasa, saya mohon pak. kali ini tolong bantu saya." pinta Jenny.

"Hey.. memangnya kenapa? Siapa yang kamu takuti?" tanya Pras.

"Bapak lihat ke arah jarum jam angka 2. Disana ada seorang pria yang memakai kemeja pendek warna merah celana berwarna coklat" ucap Jenny

"Hoeuh.." jawab Pras.

"Dia itu mantan sa.." belum sempat Jenny berbicara Mantan pacarnya melihat gerak gerik Jenny. Dan langsung nyamperin Jenny dan Pras.

"Hai sayang, kenapa kamu selalu bersembunyi dari aku? aku kangen sama kamu. aku selalu mencari kamu sayang.." kata sang mantan.

"iihh.. apaan sih kamu pegang - pegang! kita sudah tidak punya hubungan apapun sejak kamu selingkuh dengan sahabatku!! Dan aku tidak mau berhubungan apapun lagi dengan kalian. Ngerti!!" ucap Jenny yang sedang emosi.

"Oh.. jadi setelah putus dari aku, kamu cari mangsa baru, gitu??" kata sang mantan.

"Jaga ya ucapan kamu!!" balas Jenny.

"Terus kalau saya suka dengan Jenny, kamu mau apa?? Ayo sayang kita pergi. Gak penting juga ngeladeni orang seperti dia!" ucap Pras sambil merangkul pundak Jenny.

Seketika Jenny terdiam. Tubuhnya sedikit gemetar karena Jenny tidak menyangka dengan tindakan Pras menyelamatkan dirinya hari ini.

Jantungnya berdegub tak menentu. Rona pipinya memerah. Dia merasa sedang bermimpi di siang bolong.

Tanpa menunggu jawaban Jenny, Pras menggandeng tangan Jenny dan membawanya pergi dari hadapan mantannya. Dan pada saat yang bersamaan, Shella yang sedang berada dilokasi yang sama melihat adengan itu.

"Siapa lagi wanita itu?? pakek acara rangkulan, gandengan tangan lagi?? iiiiihhhh sebell!! Pokoknya kamu harus jadi milikku Pras. Aku akan selalu memanfaatkan ibu mu!" ucap Shella yang semakin emosi karena ulah Pras.

Pras dan Jenny seketika menghilang dari pandangan Shella dan sang mantan.

"Pak, kalau gandeng tangannya seperti ini, mengingatkan bapak saya kalau sedang mengajak saya berbelanja" ucap Shella yang sudah berhasil menakhlukkan guncangan detak jantungnya.

Sontak Pras melepaskan tangan Jenny. Seketika Pras merasa malu tapi dengan cepat dia bdapat mengendalikan dirinya.

"Senang kamu ya, jadi sebagai balasannya kamu harus menuruti seemuuaa perintah saya" ucap Pras penuh kemenangan.

"Semua, pak??' tanya Jenny.

"Ya.. Se mu aaa!" jawab Pras.

Jenny hanya mengernyitkan dahi nya.

"Nggak mau??" tanya Pras.

"hee.. iyaa.." jawab Jenny lemas.

"Baik lah, karena lusa saya terbang ke Kalimantan, saya akan membeli beberapa barang yang saya butuh kan. Kamu harus menemani dan mebawakan semua barang - barang belanjaan saya, paham??" ungkap Pras.

"Ya pak saya paham.." masih dengan nada malas.

Sesekali dia mengejek Pras dari belakang.

"Kenapa, nggak suka??" tanya Pras.

"hehee.. suka pak, suka.. bangettt" jawabnya sambil merapatkan giginya.

"Tapi ngomong - ngomong, makasih ya pak sudah menyelamatkan saya tadi" ucap Jenny.

Pras hanya menganggukkan kepalanya dan terus melangkah.

Mereka pun asik kesana - kemari memilih barang - barang yang dirasa Pras perlu. Sampai tiba di sebuah toko pakaian dalam.

"hehee.. pak saya tunggu disini saja ya? bapak saja yang masuk kedalam, kan tidak membutuhkan saran dari saya." ucap Jenny yang merasa geli dan malu.

"Ops.. ya sudah" jawab Pras sambil manggut dan merasa kikuk.

"haddeuh bapak, ada - ada saja. Masak iya..saya diajak milih pakaian dalam juga," ucap Jenny geli yang sedang menunggu di luar etalase toko.

Akhirnya Pras pun keluar dari dalam toko. Dan memberikannya pada Jenny. Pras melanjutkan langkah kakinya.

"Pak.. pak.." panggil Jenny.

Pras hanya menoleh. Lalu berjalan lagi.

"Nggak punya perasaan sama sekali, gak lihat apa orang kesusahan bawa semua barang - barangnya" keluh Jenny lirih.

Pras pura - pura tidak mendengarkan kata - kata Jenny sambil tersenyum. Akhirnya Pras pun menghentikan langkahnya.

"Capek??" tanya Pras.

Jenny pun menganggukkan kepalanya. Dia memang terlihat lelah. Apalagi dia memakai heels.

Pras mengambil semua barang belanjaannya dari tangan Jenny.

Jenny bernafas lega.

"Sudah selesaikan, pak?" tanya Jenny.

"Belum, masih ada satu lagi yang tertinggal" jawab Pras tersenyum nakal.

Jenny langsung terkulai lemas mendengar jawaban Pras. Tapi tetap mengikuti arah langkah kaki Pras.

Pras masuk ke dalam food court. Merasa organ - organ bagian dalam perutnya bernyanyi.

"Selsai makan baru kita pulang, atau ada yang mau kamu beli?"

"tidak ada pak, saya mau segera pulang, capek saya mah.." ucap Jenny.

Pras tersenyum.

"Ya sudah, kamu mau pesan apa? nanti saya akan antar kamu sampai kerumah" lanjut Pras.

Jenny pun mengangguk.

Mereka menikmati makanan yang sudah tersaji di atas meja.

Bantu like dan vote nya ya, tq.. :)

1
Bilqies
harus itu demi zylva
Bilqies
kasihan banget Zylva 🥺

sabar yaa
Bilqies
diajak serius malah bercanda lagi 🤭
Bilqies
gaskeun Bu, suruh si Pras nikah buat ada yang ngejagain si zylva
Bilqies
senengnya yang bertemu dengan neneknya
Bilqies
hai Thor salam kenal yaa...
ijin follow Thor, jangan lupa follback ya ☺️🙏
Bilqies
sabar pras semoga kamu mendapatkan pengganti istrimu dan sebagai ibu buat zylva
Lady Meilina (Meilina07.)
rapi bgt tulisan kak 😭😍😍
Hanna Devi: kau membuatku terharu Mak 😌😌
tulisan begini di bilang rapi 🙈🙈
total 1 replies
Lady Meilina (Meilina07.)
lama nih ga nengokin kk hana
Hanna Devi: hello... apa kabar di sana? 🤭😍
total 1 replies
🍒 rizkia Nurul hikmah 🍒
siapa LG ini jenny dan siapa jodoh mu Pras
Hanna Devi: ikuti terus kisah Pras KK 😍
terimakasih sudah berkenan mampir 😍😍
total 1 replies
Fenti Yusmida
jd mesam mesem., ☺️☺️
Fenti Yusmida
khayalan tingkat tinggi nih
Fenti Yusmida
next harus Udah di ucapkan 💪💪
Fenti Yusmida
semangat terus ya..
Fenti Yusmida
Ternyata.,
Fenti Yusmida
mana yang menang nih..
Patrick atau Hulk?? ☺️
Elisabeth Ratna Susanti
mantap 😍
Jambronk Jbr
Namanya Baguss
Jambronk Jbr
Selamat Jen.. Welcome baby boy.
Jambronk Jbr
Makin seru..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!