NovelToon NovelToon
(Not) Beautiful Marriage

(Not) Beautiful Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Saras Arindu

Nikah muda sesungguhnya tidak begitu masalah buat Arin, tapi kenapa harus mendadak? Tanpa pesta dan terkesan buru-buru. Apalagi calon suaminya yang tidak dikenalnya, ralat, tidak ia ketahui sama sekali, bahkan hanya untuk nama.

Dihari H, ia dikejutkan dengan satu hal bahwa suaminya adalah kakak dari mantan terindahnya. Kenyataan itu membuatnya merasa aneh dan berpikir bahwa ia sedang dipermainkan.

Tapi tanpa Arin sadari seiring berjalannya waktu, tingkahnyalah yang seakan mempermainkan kakak beradik itu.

Penasaran bagaimana kisahnya? Bagaimana Arin mempertahankan pernikahannya dan menyatukan dua bersaudara yang bersitegang karenanya? Jika ingin tahu jawabannya, mari baca dari awal sampai akhir.
***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saras Arindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Arin meremas-remas tangannya yang

berkeringat, dan matanya beberapa kali berkedip-kedip. Ia menunduk dalam,

berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan tajam wanita paruh baya

didepannya. Arin pikir setelah makan malam ia akan terbebas dari mata tajam itu

tapi nyatanya sekarang ia harus duduk berhadapan dengan wanita itu diruang

tengah.

Ibu Kenzi, atau sebut saja Hanna,

sejak awal pertemuannya tadi dengan Arin, wanita itu kerap kali menatap Arin

tajam membuat menantunya itu menunduk dalam. Hanna belum sekali pun melontarkan

kata-kata yang ditujukan untuk Arin tapi tatapan matanya pada Arin membuat Arin

acap kali menahan nafas.

"Apa seperti itu caramu

berhadapan dengan orang yang lebih tua?"

Mendengar suara dingin Hanna yang

dirasanya ditujukan untuknya, Arin lantas menegakkan tubuhnya dan menatap

kearah kedua mertuanya berada. Berusaha mengabaikan tatapan tajam Hanna

padanya.

Kenzi sendiri hanya menghela nafas

pendek. Ia sudah menduga bahwa moment seperti ini tak akan terelakan.

Sebenarnya ia tak tega melihat Arin yang gugup berhadapan dengan orang tuanya

sampai berkeringat dingin. Padahal saat perjalan ke bandara untuk menjemput

kedua orang tuanya tadi, Arin begitu antusias dan tak terlihat keraguan sama

sekali.

"Jadi kamu yang namanya Arin?"

Hanna mendengus, "bisa apa anak kecil seperti kamu?"

Pertanyaan Hanna membuat Arin menahan

nafas. Anak kecil? Desisnya dalam hati. Hei apa usia dua puluh tahun

masih bisa dikatakan anak kecil? Sungguh Arin tak terima dengan sebutan itu

tapi mau protes juga saat ini nyalinya sedang menghilang entah kemana.

Belum sempat Arin menjawab, Hanna

berucap lagi. "Kamu bisa memasak?"

"Saya-"

"Arin belum bisa masak."

Potong Kenzi membuat Arin mencebikkan bibirnya tanpa sadar.

"Kenapa?" Tanya Hanna tajam

menyadari perubahan ekspresi Arin. "Kesal karena tidak bisa

berbohong?"

Arin kembali menundukkan kepalanya.

Kepalanya berdenyut pelan mengingat apa yang terjadi padanya kini. Dimulai dari

nikah mendadak sampai mengetahui bahwa mertuanya bermulut tajam membuat Arin

meringis pelan.

"Kenapa?" Tanya Kenzi dengan

nada khawatir yang kentara. Ia mengangkat wajah Arin agar menatapnya.

Hanna mendengus. "Tidak usah cari

perhatian dengan sakit tiba-tiba."

"Ma." Tegur Kenzi yang tidak

tega melihat Arin seperti itu.

"Sejak Kenzi bilang mau nikah

sana kamu," Hanna tidak memperdulikan Kenzi, "Kenzi jadi berubah. Dia

jadi sering membantah saya dan sulit dikasih tahu. Kamu apakan anak saya sampai

mau menikahi anak kecil seperti kamu?" Suara Hanna meninggi diakhir

kalimatnya.

Arin menoleh, menatap Hanna dengan

mata memerah menahan tangis. Dengan perlahan diturunkannya tangan Kenzi yang

masih berada diwajahnya. Arin menutup matanya membuat air matanya mengalir

bebas.

"Maaf," ucap Arin pelan lalu

membuka matanya dan menatap kedua mertuanya. "Maaf kalau kak Ken berubah

karena saya. Maaf kalau kak Ken memilih saya sebagai istri. Maaf kalau saya

bukan menantu yang bisa dibanggakan."

"Cih, pintar ya kamu

bersandiwara."

"Saya-"

"Cukup." Potong Kenzi

tiba-tiba. "Kalian tidak tahu bagaimana perasaan Arin. Mama sama Papa ngga

tahu bagaimana senangnya Arin karena akhirnya akan bertemu kalian. Tapi sikap

Mama dan Papa sudah mengecewakan Ken." Wajahnya memerah karena marah. Ia

menarik Arin berdiri dan meninggalkan ruang tengah dalam keadaan tegang.

Beberapa saat setelah kepergian

sepasang suami istri itu, Hanna, Dika-Papa Kenzi, Ryan dan Zevanna serta

suaminya, masing-masing menjatuhkan tubuh disandaran sofa.

"Papa rasa Mama keterlaluan

tadi." Dika angkat bicara setelah sejak tadi tidak bersuara sedikit pun.

Hanna melirik Dika sekilas lalu

meletakkan kepalanya dipundak sang suami. "Ngga ah, itu belum apa-apa.

Mama belum puas." Jawabnya.

"Jangan gitu dong, Ma! 'Kan

kasian Arin-"

"Yuk, Pa. Kita kekamar, Mama

ngantuk." Potong Hanna sambil menarik Dika pergi.

Tepat saat Hanna membuka pintu

kamarnya ketika ponselnya yang berada dimeja kamarnya berbunyi. Sebuah pesan

singkat telah masuk.

From Ken: Kalau sampai Arin

ninggalin Ken, Mama sama Papa harus tanggung jawab 😒😒

Hanna terkekeh membaca pesan dari

Kenzi itu.

To Ken: Itu urusanmu 😈

From Ken: Mamaaaa😭😭

Hanna tertawa. "Kirain anakmu udah berubah mas, ternyata belum." Ucapnya sambil mengarahkan layar

ponselnya kewajah Dika membuat Dika ikut tersenyum.

***

terima kasih buat temen temen yang like dan vote, seneng banget rasanya. Jadi buat aku tambah semangat 😘😘

1
💝🧚SHA_QUANDRA 😇
Kenzi pergi selama itu psti karena merasa sakit hati liat bininya yg msh bermanja2 ke mantan. Lagian si bini jg gk bs menempatkan diri dgn sewajarnya. Gak tahu batasan. Polos sih polos tp ini terkesan bodoh si arin. Mending kenzi cari bini aja lg.
fifid dwi ariani
trus bersyukur
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus berkarya
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sehat
Fitriyani Puji
ini crita nya galih sembuh dan menikah ama risda ato bagemana ini
Fitriyani Puji
kamu ngak tau aja di hamil pertama arin tidak tkut kluar mlm untuk cari makn ,jangn bilang erin di culik galih lagi
Fitriyani Puji
ini ank ngak ada dwasa nya ya ya jelas emosi kalo kerj d gangu mndeng kalo di sayang ini kaya ayam di cabuyi bulu nya kalo aku udah tk tendang
Fitriyani Puji
kenapa ngak lngsong aja ngak usah seassn 2
Fitriyani Puji
jangan lagi ada konflik ya seasen 2 biar kn mereka bahagia jangan ada lagi kemelut
Fitriyani Puji
trnyata kenzi suami pengertian semoga slalu tentram dan bahagia amiin
Fitriyani Puji
hhhhh gokil mereka
Fitriyani Puji
lsnjut thor jangan ada konflik baru lagi
Fitriyani Puji
kenapa mati thor dia belum menyesali perbuatan jahat nya pada ank sendiri hadeeeeh
Fitriyani Puji
bagemana bisa ank kandong berasa ank tiri ternyata kenzi sudah menderita sejk balita semoga kedepanya dia bahagia dengan kluarga kecil nya amiin
Fitriyani Puji
oalah ibu macam apa itu msak ngak merasa dia ank sendiri anh deh
Fitriyani Puji
ah rahasia apa lagi thor kenapa bnyak sekali teka teki nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!