NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Novia Maharani itu paket lengkap masalah: ratu bolos, langganan BK, dan hobi bikin rusuh di sekolah. Tapi hidupnya berbalik 180 derajat saat dijodohkan paksa dengan Reyhan Aldebaran, Ketua OSIS paling dingin, perfeksionis, dan kaku se-antara jagat.

Tinggal seatap dengan musuh bebuyutan itu neraka. Reyhan benci kekacauan, sedangkan Novia adalah kekacauan itu sendiri. Namun, di balik sikap pemberontak Novia, ada luka masa lalu yang ia sembunyikan dengan tawa. Dan di balik wajah datar Reyhan, ada rahasia yang membuatnya enggan menyentuh cinta.

Saat tembok pertahanan mereka mulai runtuh oleh perhatian kecil yang bikin baper, rahasia keluarga dan ego remaja mengancam segalanya. Bisakah si pembuat onar dan si Ketua OSIS belajar dewasa bersama, atau pernikahan ini justru menghancurkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran Hebat Pertama 12.

Pintu unit apartemen baru mereka tertutup dengan debuman keras, menggema di seluruh ruangan yang masih berbau cat baru dan furnitur mewah yang terasa asing.

Novia melangkah terburu-buru, mencoba melepaskan diri dari atmosfer mencekik yang mengikutinya sejak dari dalam mobil.

Air matanya sudah mengering di pipi, meninggalkan jejak lengket yang membuat wajahnya terasa kaku. Dia hanya ingin masuk ke kamar, mengunci pintu, dan berpura-pura bahwa hari ini tidak pernah terjadi.

Namun, Reyhan tidak membiarkannya lolos begitu saja.

Langkah kaki cowok itu terdengar berat dan cepat di atas lantai granit.

Sebelum Novia sempat menyentuh knop pintu kamarnya, sebuah tangan kekar mencengkeram kusen pintu, menutup jalur pelarian Novia.

"Kita belum selesai bicara, Novia," desis Reyhan. Suaranya rendah, namun sarat akan ancaman. Jaket almamater OSIS-nya sudah terlempar entah ke mana, menyisakan kemeja putih dengan dua kancing teratas yang terbuka, memperlihatkan urat lehernya yang menegang.

Novia berbalik dengan sentakan kasar. Matanya yang sembap menatap Reyhan dengan sisa-sisa keberanian yang dia miliki. "Mau bicara apa lagi, Rey? Semuanya udah jelas! Lo malu kan punya istri kayak gue? Malu karena reputasi lo sebagai murid teladan, ketua OSIS kesayangan guru, hampir hancur cuma gara-gara gue hampir kena razia Satpol PP?!"

"Jaga ucapan lo," potong Reyhan, rahangnya mengeras. "Gue nggak pernah bilang kayak gitu."

"Tapi sikap lo yang bilang!" suara Novia meninggi, memecah keheningan apartemen yang sepi. "Lo selalu mandang gue rendah. Sejak hari pertama perjodohan konyol ini dimulai, lo selalu pasang tembok tinggi-tinggi. Gue di sini cuma pajangan, kan? Satu-satunya alasan lo nyelametin gue tadi cuma buat ngejaga nama baik keluarga lo, bukan karena lo peduli sama gue!"

Reyhan menatap Novia lurus-lurus. Sepasang matanya yang biasanya sedingin es kini memancarkan kilatan emosi yang campur aduk—marah, frustrasi, dan sesuatu yang tersembunyi jauh di lubuk hatinya. "Kalau gue nggak peduli, gue nggak bakal ninggalin rapat penting sama kepala sekolah demi nyari lo yang kabur lewat pagar belakang, Novia! Lo pikir gampang ngebujuk guru BK sama Satpol PP tadi? Gue harus taruh reputasi gue di ujung tanduk demi lo!"

"Nggak ada yang minta lo ngelakuin itu!" Novia mendorong dada Reyhan dengan kedua tangannya, meluapkan seluruh rasa sesak yang menyiksa dadanya sejak di sekolah tadi. "Harusnya lo biarin gue ditangkap! Harusnya lo biarin gue membusuk di kantor dinas sosial! Atau harusnya lo pergi aja sama Laura! Bukannya lo ada janji sama dia akhir pekan ini? Kenapa lo nggak urusin dia aja?!"

Nama itu kembali terucap, dan atmosfer di antara mereka mendadak berubah menjadi lebih dingin.

Memori tentang bagaimana Laura merapikan dasi Reyhan di bawah pohon peneduh sekolah tadi pagi kembali berputar di otak Novia bagai kaset rusak. Rasa cemburu yang asing, panas, dan menyakitkan membakar kesadarannya.

Dia membenci dirinya sendiri karena merasakan hal itu. Dia membenci kenyataan bahwa dia mulai peduli pada cowok di depannya ini.

Reyhan terdiam sejenak. Tatapannya menajam. "Kenapa jadi bawa-bawa Laura?"

"Kenapa? Lo takut rahasia lo terbongkar?" Novia tertawa sumbang, air matanya kembali menetes melewati pipinya yang memerah. "Gue denger semuanya, Rey. Gue denger telepon lo sama dia di balkon tadi pagi. Gue liat gimana mesranya kalian di lapangan sekolah. Dia... dia pantas banget buat lo. Cantik, pintar, terhormat. Nggak kayak gue yang cuma bisa bikin masalah dan ngerusak hidup lo."

Novia menarik napas pendek yang terasa patah-patah. Dadanya naik-turun menahan tangis yang kian membuncah.

"Gue capek, Reyhan. Gue capek pura-pura kuat di depan semua orang. Di sekolah kita harus akting nggak kenal, tapi di rumah ini... kita bahkan lebih asing daripada dua orang yang nggak sengaja tabrakan di jalan." Novia menatap Reyhan dengan pandangan terluka yang teramat dalam. "Lo tahu apa yang paling menyedihkan? Menyadari kalau cowok yang secara hukum adalah suami gue, ternyata punya hati yang seutuhnya milik perempuan lain."

Reyhan tidak bergeming. Dia hanya berdiri mematung, mendengarkan setiap kalimat penuh luka yang keluar dari bibir Novia. Ekspresi wajahnya kembali datar, seolah-olah semua air mata dan kemarahan Novia sama sekali tidak menyentuh hatinya. Keheningan itu justru membuat Novia merasa semakin hancur.

"Kenapa lo diam?" tanya Novia dengan suara yang mulai serak, melemah karena kehabisan energi. "Kenapa lo nggak bantah ucapan gue? Karena semuanya benar, kan?"

Cowok di depannya tetap bungkam, hanya deru napasnya yang terdengar memburu pelan di antara mereka. Tatapan matanya yang kosong membuat Novia merasa menjadi manusia paling tidak berarti di dunia ini.

Novia tersenyum getir, meratapi kebodohannya sendiri. Dia memundurkan langkahnya, bersandar pada pintu kamar dengan tubuh yang lemas.

"Gue salah," bisik Novia, menatap Reyhan dengan tatapan penuh kekecewaan yang mendalam. "Gue salah karena pernah mikir kalau di balik sikap dingin lo, lo masih punya sedikit empati. Tapi ternyata gue salah besar. Lo emang nggak punya perasaan, Reyhan. Lo robot yang nggak punya hati."

Tepat setelah kata 'tidak punya perasaan' itu lolos dari bibir Novia, sesuatu di dalam diri Reyhan tampaknya patah.

Kilatan dingin di mata cowok itu lenyap, digantikan oleh badai amarah yang meledak seketika.

Sebelum Novia sempat bereaksi, Reyhan maju satu langkah besar, mengikis habis jarak di antara mereka hingga tubuh mereka hampir menempel. Gerakannya begitu cepat dan tiba-tiba, membuat Novia terengah kaget.

Grep!

Tangan Reyhan bergerak secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan Novia dengan kuat.

Cengkeraman itu tidak sampai mematahkan tulangnya, namun cukup tegas untuk mengunci pergerakan Novia sepenuhnya, membuat cewek itu tersudut erat di antara tubuh kekar Reyhan dan pintu kayu di belakangnya.

"Lepas, Rey! Sakit!" berontak Novia, mencoba menarik tangannya, namun kekuatan Reyhan jauh di atasnya.

Reyhan tidak melepaskannya. Dia justru memajukan wajahnya, memangkas jarak hingga Novia bisa merasakan embusan napas hangat Reyhan yang memburu kasar di permukaan kulit wajahnya.

Aroma parfum maskulin bercampur wangi mint dari cowok itu langsung menyerbu indra penciuman Novia, memicu detak jantungnya menggila dalam ritme yang tidak beraturan.

Kedua mata Reyhan mengunci manik mata cokelat Novia dengan intensitas yang begitu pekat, seolah ingin menembus langsung ke dalam jiwanya. Ada luka, kemarahan, dan frustrasi mendalam yang terpancar dari sana—sebuah ekspresi yang belum pernah Novia lihat sebelumnya dari seorang Reyhan yang selalu terkendali.

Reyhan menundukkan kepalanya sedikit, mendekatkan bibirnya tepat di samping telinga Novia.

Suaranya berubah menjadi bisikan yang sangat rendah, serak, namun bergetar hebat oleh emosi yang selama ini dia kubur rapat-rapat.

"Kamu tidak tahu apa-apa tentang perasaanku, Novia."

......................

...****************...

Tbc,

1
Shabrina Darsih
laura laura naksir Rehyan samoe segitu nya sm Novia
Gege Mas
otor berusaha untuk mulai mematik apa yang bisa di sulut...naees...🤣
Gege Mas
Dan terjadi lagi...Nov..Nov...ck..ck..ck
Gege Mas
Dan ondolomon pun muncul ditengah kegelapan...🤣
Gege Mas
lanjuut Thor..belom berasa ini....10k kata gasss luncurkan
Gege Mas
yuklaah gass kasih intrik intrik kekinian yang membakar cemburu Dan bikin senyum senyum sendiri...semangaat..luncurkan 10k kata Thor...💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!