NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Super Tajir

Sistem Ayah Super Tajir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.

Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.

Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Mendengar instruksi yang begitu dingin dan absolut dari pria misterius itu, wanita muda tersebut menghentikan isak tangisnya. Dengan ragu dan tangan gemetar, ia menunduk menatap kakeknya yang terbaring di aspal.

Seketika, sepasang mata indahnya membelalak lebar.

Haaah... haaah...

Suara tarikan napas panjang dan rakus terdengar dari mulut Song Tianhao, seolah pria tua itu baru saja ditarik keluar dari dalam lautan dalam. Warna keunguan mengerikan yang mencekik wajahnya tadi telah memudar sepenuhnya, berganti dengan semburat merah pucat yang menandakan aliran darah dan oksigen kembali normal. Dadanya kini naik turun dengan ritme yang teratur dan stabil.

Lebih mengejutkan lagi, gumpalan darah hitam pekat yang baru saja dimuntahkannya ke aspal itu mengeluarkan bau amis menyengat dan sedikit berasap, seolah ada zat kimia korosif yang baru saja dikeluarkan paksa dari dalam organ vitalnya.

"K-Kakek...? Kakek sudah bisa bernapas?!" jerit wanita muda itu, air mata bahagia langsung tumpah membasahi pipinya. Ia menubruk dan memeluk pria tua itu dengan sangat hati-hati.

Song Tianhao membuka matanya perlahan. Pandangannya yang tadinya kabur oleh kabut kematian kini kembali jernih. Pria tua yang telah melalui puluhan medan pertempuran berdarah itu memegang dada kirinya.

'Ini... rasa sesak dan nyeri menusuk yang selalu menyiksaku selama dua puluh tahun terakhir... lenyap?' batin Song Tianhao terkejut luar biasa.

Ia bisa merasakan aliran darah di jantungnya berdesir lancar tanpa hambatan, memberikan vitalitas yang sudah lama tidak ia rasakan sejak masa mudanya.

Kerumunan warga yang sedari tadi menonton seketika meledak dalam bisik-bisik riuh yang dipenuhi kekaguman dan kengerian.

"Astaga! Tuan Tua itu hidup kembali!" "Darah hitam apa itu? Baunya seperti racun! Pemuda itu benar-benar mengeluarkan racunnya hanya dengan totokan jari?!" "Dewa medis! Pemuda itu pasti tabib dewa yang turun gunung!"

Di sisi lain, dua pengawal elit berjas hitam yang tadi lututnya dihantam oleh Muchen kini mematung dengan wajah sepucat kertas. Lengan mereka masih terasa kebas, namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan horor di dalam benak mereka. Mereka baru saja menyerang pria yang menyelamatkan nyawa majikan tertinggi mereka!

Jika Tuan Besar Song atau Nona Muda tahu... tamatlah riwayat mereka. Keduanya langsung bersujud di atas aspal dengan tubuh gemetar hebat, tak berani mengangkat wajah sedikit pun di hadapan Muchen.

Song Tianhao perlahan dibantu duduk oleh cucunya. Mata elang pria tua itu yang masih tajam langsung mengunci sosok Muchen yang berdiri santai dengan sebelah tangan di saku celana. Sebagai mantan petinggi militer, Song Tianhao tahu persis bahwa teknik menekan titik akupunktur untuk memaksa racun laten keluar dari jantung tanpa bantuan jarum adalah seni medis legendaris yang konon sudah punah!

"Anak muda..." Suara Song Tianhao masih sedikit serak, namun memancarkan wibawa yang luar biasa. Ia menatap Muchen dengan rasa hormat yang sangat dalam. "Kau yang menyelamatkan nyawa tua bangka ini? Teknik yang luar biasa. Jika tidak ada kau, kakiku pasti sudah melangkah melewati gerbang neraka hari ini."

Muchen menatap Song Tianhao dengan raut wajah sedatar papan. Tidak ada kilatan bangga, tidak ada senyum menjilat. Aura Ketenangan Mutlak miliknya membuat Muchen terlihat seperti entitas superior yang kebetulan sedang menolong seekor semut di pinggir jalan.

"Racun laten di pembuluh darahmu sudah dikeluarkan, tapi katup jantungmu masih lemah karena kelelahan kronis," ucap Muchen dingin, nadanya seperti seorang guru yang memberi instruksi pada muridnya. "Bawa dia ke rumah sakit saat ambulans tiba nanti. Bersihkan lambungnya dengan terapi oksigen hiperbarik, dan pastikan dia tidak mengonsumsi Ginseng Merah lagi. Itu yang memicu racun lamanya bereaksi."

Mendengar diagnosis itu, Song Tianhao dan cucunya tersentak hebat.

'Bagaimana dia bisa tahu kakek rutin mengonsumsi Ginseng Merah belakangan ini?!' batin wanita muda itu histeris. Ia menatap Muchen seolah sedang melihat malaikat yang turun dari langit.

Muchen tidak membuang waktu lebih lama untuk menikmati tatapan takjub mereka. Rencananya untuk meletakkan "budi baik" di pundak Keluarga Song sudah tercapai dengan sempurna. Muchen memutar tumitnya, bersiap melangkah kembali ke arah monster bajanya.

"T-Tuan! Tolong tunggu sebentar!"

Wanita muda itu buru-buru berdiri, berlari kecil menyusul Muchen dan menghalangi jalannya. Aromanya yang wangi bercampur dengan keringat kepanikan menyapa indera penciuman Muchen.

"Tuan... saya Song Mengyao, dan ini kakek saya, Song Tianhao," ucap wanita itu dengan dada naik turun, membungkuk sembilan puluh derajat di hadapan Muchen. "Keluarga Song tidak pernah melupakan budi. Anda telah menyelamatkan pilar utama keluarga kami. Tolong beritahu nama Anda, dan terimalah kartu ini. Apapun yang Anda butuhkan di Kota Jiangcheng uang, properti, atau koneksi Keluarga Song akan mengabulkannya tanpa banyak tanya!"

Song Mengyao menyodorkan sebuah kartu logam berwarna emas murni yang diukir dengan lambang harimau putih. Itu adalah Kartu Perintah Keluarga Song tingkat tertinggi, benda sakti yang membuat siapa pun pemegangnya dihormati setara dengan Tuan Besar Song sendiri.

Muchen melirik kartu emas itu sekilas.

Tangan kanannya terulur, mengambil kartu itu dengan gerakan santai, lalu menyelipkannya ke dalam saku kemejanya tanpa repot-repot melihatnya lagi.

"Jiang Muchen," jawabnya singkat.

Tanpa mengucapkan sepatah kata perpisahan tambahan, Muchen melangkah melewati Song Mengyao yang masih terpaku, membelah kerumunan yang otomatis menyingkir untuk memberinya jalan layaknya membelah Laut Merah.

Ninu... ninu... ninu...

Suara sirene ambulans dan mobil polisi akhirnya berhasil menerobos kemacetan, tepat ketika Muchen kembali membuka pintu pengemudi Dartz Prombron.

Di kursi penumpang, Su Qingxue duduk mematung. Matanya melebar, menatap Muchen layaknya menatap sebuah misteri alam semesta yang tak terpecahkan. Pria ini bukan saja memiliki kekayaan tak terbatas dan kekuasaan untuk membeli perusahaan raksasa dalam hitungan detik, tapi kini... dia juga memiliki keterampilan medis tingkat dewa yang membuat petinggi militer Keluarga Song berlutut berterima kasih kepadanya?!

'Berapa banyak lagi rahasia yang kau sembunyikan di balik kemeja putih itu, Jiang Muchen?' batin Qingxue, jantungnya berdetak begitu kencang hingga ia merasa dadanya akan meledak.

Wrrrrmmm!

Muchen menginjak pedal gas. Monster baja itu mengaum membelah sisa kemacetan, meninggalkan kerumunan, paramedis yang panik, dan tatapan kagum Song Mengyao jauh di belakang.

Ding!

[Menyelesaikan intervensi takdir: Menyelamatkan nyawa Song Tianhao (Pilar Utama Keluarga Song).]

[Jaringan koneksi tingkat SSS terbuka. Host telah memegang 'hutang nyawa' dari salah satu dari tiga keluarga penguasa Jiangcheng.]

Muchen tersenyum miring, pandangannya lurus mengunci jalanan aspal di depannya. Di saat Keluarga Zhao pimpinan Zhao Qiming sedang merencanakan konspirasi busuk dari selokan untuk menjatuhkannya, Muchen baru saja merangkul sekutu raksasa dari kubu militer tanpa mengeluarkan sepeser uang pun. Papan catur Kota Jiangcheng kini sepenuhnya berada di bawah kendalinya.

1
Luna
nikah dulu woy ,,,,
Seung
kok ngga nyambung? 😂
Luna
1 miliar Dollar jadi berapa triliun itu 😱😱😱😱😱😱
Mu Lin@42443
chp 15 dan 16 sama, lalu chp 14 ke 15 kayak di lewatin, dari gudang, tiba tiba udh berantem di kaki villa
Luna
calon ibu sikembar cie cie
Was pray
kok diekspor? berarti tenaga pengajarnya dibuang ke eropa dong .... 🤭🤭🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Ceritanya sama persis dgn cerita sebelah dgn titik komanya hanya beda di disni yg di Usir Cowok di sebelah Cewek yg di Usir
💫Penjelajah Novel💫
saran jangan terlalu banyak membuat cerita. fokus ke 1 - 2 aja dulu. setelah tamat baru buat lagi. nanti banyak yg gak ke urus kek yg sudah2🙏
Luna
👏👏👏👏pak dudaku keren👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai bayangan abu
Luna
semoga lolos Thor,,, beberapa akhir ini banyak novel favorit ku yg gagal kontrak 💪
Yui: makasih kak dukungannya😊, iyah ntah apa yang merasuki Aplikasi ini
total 1 replies
💫Penjelajah Novel💫
tolong up 10 bab/hari thor. jangan nanggung gini 🤣
Yuliana Tunru
linna kau terlalu pede ya jgn kau kita jiang vm.orang biasa ditunghu kejutan krn niat jahatmu
Yuliana Tunru
👍👍👍 jiang munchen kau bagai eewa kematian bagi orang2 jqhat
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dewiendahsetiowati
cerita dicerai di hari tua aku kembali menjadi nona muda kok dihapus ya thor
Yui: mau direvisii kak😊
total 1 replies
Yuliana Tunru
benar2 pembalasan yg mutlak 👍👍
Luna
lah ngapain kamu nyalahin tuan muda Zhao kan elu yg gatal dulu Lin🤣🤣🤣🤣
Luna
request kalo bisa si mantan istri diteror sampai gila yh Thor🤣🤣🤣
Luna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
total 2 replies
Yuliana Tunru
gmn lin msh bangga dan sombong sdh meninggalkan ank2 dan mantan suami miskin mu siap2 jd gbel dan sasaran amukan pacarmu 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!