NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Suasana koridor utama SMA Garuda Bangsa.

Di sana, berdiri Sisca, gadis kelas XI-A yang dikenal sebagai "Ratu Sekolah", anak dari seorang pengusaha terpandang yang menjadi penyokong dana terbesar yayasan sekolah.

Sisca melipat kedua tangannya di dada, menatap Adel dengan pandangan penuh kebencian dan cemoohan.

Di belakangnya, dua pengikut setianya, Sheila dan Vanya, berdiri memasang raut wajah angkuh.

"Jadi... ini anak baru yang bikin Devan sampai rela ditolak di depan gerbang?" sindir Sisca dengan suara tinggi yang sengaja diperkeras agar didengar seluruh murid.

Adel yang sedang berjalan bersama Karin menghentikan langkahnya. Ia menatap Sisca dengan tenang.

"Permisi, Kak. Kami mau lewat," ujar Adel datar, berusaha mengabaikan provokasi itu.

Tapi Sheila buru-buru maju dan menghadang jalan Adel, sementara Sisca melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa satu jengkal.

Sisca menatap Adel dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan.

"Heh, Anak Baru. Jangan berlagak sok polos dan sok jual mahal di depan Devan. Kamu pikir kamu siapa, hm? Cuma anak biasa yang naik angkot ke sekolah, tapi berani cari perhatian ke Devan?" bisik Sisca penuh nada ancaman, matanya memicing tajam.

"Aku tidak pernah mencari perhatian Kak Devan. Kak Devan sendiri yang datang mengganggu kenyamananku. Kalau Kak Sisca menyukainya, silakan urus Kak Devan sendiri. Jangan menyalahkan orang lain," balas Adel tenang, menatap lurus ke dalam mata Sisca.

Kerumunan murid yang menyaksikan interaksi itu mendadak berbisik-bisik kaget.

Tidak ada satu pun murid di SMA Garuda Bangsa yang pernah berani menjawab perkataan Sisca dengan nada setegas dan setenang itu.

Wajah Sisca seketika memerah menahan amarah. Ia merasa harga dirinya sebagai Ratu Sekolah baru saja diinjak-injak oleh seorang murid kelas sepuluh.

"Kurang ajar kamu ya! Dengar baik-baik, Adelia! Di sekolah ini, aku yang pegang kendali. Sekali lagi aku lihat kamu tebar pesona atau melirik ke arah Devan, aku pastikan hidupmu di sekolah ini bakal berubah jadi neraka!" bentak Sisca seraya menunjuk tepat di depan wajah Adel.

"Yuk, Sis, tidak usah melayani anak tidak jelas ini. Muka saja manis, tapi tidak tahu diri," cemooh Vanya sambil melirik jijik ke arah tas sekolah Adel.

Sisca menyunggingkan senyum sinis. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Adel.

"Ini baru peringatan, Anak Baru. Kalau kamu masih tidak tahu diri... lihat saja apa yang bisa dilakukan keluargaku untuk menghancurkanmu," bisiknya penuh dengan ancaman.

Setelah mengucapkan kalimat intimidasi itu, Sisca dan gengnya melangkah pergi sambil berlenggak lenggok.

"D-Del... kamu tidak apa-apa? Aduh, kenapa kamu malah balas omongannya Sisca? Dia itu berbahaya banget! Ayahnya pengusaha kaya yang punya pengaruh besar di kota ini!" kata Karin langsung memegang lengan Adel dengan tubuh gemetaran.

"Aku tidak apa-apa, Karin. Jangan khawatir," kata Adel membetulkan letak tali ranselnya, lalu menatap Karin sambil tersenyum.

Di dalam hatinya, Adel sebenarnya menahan tawa.

Menceritakan tentang kekayaan dan pengaruh keluarga di depan seorang putri dari King Mafia penguasa dunia bawah adalah hal yang sangat konyol.

Ancaman Sisca terasa seperti gertakan anak kecil baginya.

Namun, di sudut koridor lantai atas, seorang agen wanita yang menyamar sebagai guru bimbingan konseling sedang mengamati seluruh kejadian itu.

Jarinya dengan cepat menekan mikrofon tersembunyi di balik kerah bajunya.

"Melaporkan ke markas pusat. Target bernama Sisca, anak dari pebisnis sektor tekstil, baru saja melakukan intimidasi dan ancaman langsung kepada Non Adel. Meminta petunjuk tindakan," bisik agen tersebut dingin.

Ardio yang sedang menyimak rekaman audio secara real-time langsung menghentikan gerakan jemarinya yang sedang mengetuk meja marmer.

Ruangan besar itu seketika diliputi oleh aura membunuh.

Reno yang berdiri di samping meja kerja Ardio refleks menundukkan kepala, bisa merasakan amarah sang majikan yang siap meletus.

"Sisca... Anak dari pebisnis tekstil yang baru saja mendapatkan pinjaman modal dari bank aliansi kita, kan?" gumam Ardio pelan

"Benar, Bos. Ayah gadis itu bernama Wijaya. Perusahaannya sangat bergantung pada investasi dari jaringan bisnis terselubung kita," sahut Reno cepat.

Ardio menyandarkan punggungnya di kursinya.

"Awasi gadis kecil itu. Jika dia hanya sebatas menggertak lewat kata-kata, biarkan Adel menyelesaikannya sendiri sesuai keinginannya untuk menjadi murid biasa. Tapi... jika dia berani menyentuh selembar bulu putriku atau membuat Adel meneteskan air mata..."

Ardio mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.

"...cabut seluruh investasi perusahaan ayahnya dan buat keluarga Wijaya menjadi gelandangan dalam waktu satu jam."

1
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!