NovelToon NovelToon
Menikahi Perwira yang Salah, Ternyata Dia Tuan Muda Konglomerat

Menikahi Perwira yang Salah, Ternyata Dia Tuan Muda Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Menyembunyikan Identitas / Menikahi tentara
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Laras Cinta

**Kirana Ayu Prawira**, putri keluarga pengusaha ternama Surabaya yang cantik dan berbakat, dijebak oleh kakak tirinya, **Melati**, di satu malam yang mengubah seluruh hidupnya. Ia terbangun dalam keadaan sudah terikat pernikahan dengan **Bagas** — seorang perwira miskin yang selama ini ia pandang sebelah mata — sementara Melati diam-diam merebut tunangannya, **Rangga**, sang "tuan muda" keluarga konglomerat **Adiningrat**.

Belum sempat bangkit dari malu, keluarganya bangkrut dan namanya hancur berkeping-keping. Dan ketika Kirana menyadari dirinya mengandung anak kembar, tak ada lagi jalan pulang. Dengan harga diri yang tersisa, ia mengejar Bagas hingga ke kota kecil tempatnya bertugas, memintanya bertanggung jawab.

Yang tak pernah Kirana duga — pria dingin berpangkat rendah yang ia remehkan itu justru memujanya diam-diam. Dan ia menyimpan satu rahasia yang akan mengguncang dua keluarga: **Bagas adalah anak yang tertukar sejak lahir, pewaris sejati konglomerat Adiningrat yang dibesarkan di sebuah desa.** Sementara Rangga, pria yang diperebutkan Melati, sama sekali bukan darah daging keluarga itu.

Saat kebenaran perlahan terungkap, Bagas bertekad merebut kembali segala yang seharusnya menjadi haknya. Demi istri dan anak-anaknya, ia rela berjuang mati-matian meniti puncak — dari perwira desa menjadi tuan muda yang disegani. Tapi Melati tak pernah sudi mengalah, Rangga menyimpan sisi gelap yang mengerikan, dan seorang pria dari masa lalu Kirana datang membawa dendam...

_Akankah "salah nikah" ini justru menjadi jodoh yang ditakdirkan? Dan ketika sang perwira miskin akhirnya berdiri sebagai tuan muda sejati — siapa yang akan menyesal seumur hidup karena pernah memandangnya rendah?_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laras Cinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Bab 16: Topi Anyaman dan Sebuah Taruhan

"Topi yang dipakai perempuan cantik itu masih ada?"

Sri menatap rak belakang koperasi yang kosong.

Pertanyaan serupa sudah didengarnya delapan kali sejak pagi. Kemarin, dua belas topi anyaman yang berbulan-bulan mengumpulkan debu habis dalam waktu kurang dari setengah jam. Hari ini para istri anggota datang membawa foto Kirana yang diambil diam-diam dari jauh.

"Modelnya begini, Mbak." Seorang pelanggan memperbesar layar ponsel. "Pinggirnya agak ditekuk, pakai pita biru."

"Itu topi yang sama," kata Sri. "Pita dipasang sendiri oleh yang membeli."

"Kalau topinya datang lagi, saya pesan dua."

"Saya tiga."

"Jangan lupa punya saya dulu. Saya yang pertama tanya."

Dalam beberapa menit, meja kasir dipenuhi nama dan nomor ponsel. Sri yang biasanya harus menawarkan barang diskon kini kewalahan menenangkan pelanggan yang berebut sesuatu yang belum tersedia.

"Sebenarnya siapa perempuan itu?" tanya seorang istri perwira. "Katanya saudara Bagas, tapi cantik sekali."

"Saya tidak tahu," jawab Sri jujur. "Dia cuma membeli satu topi, lalu melipat pinggirnya seperti ini."

Sri mengambil contoh topi lain yang bentuknya hampir sama. Saat dipakai tanpa perubahan, benda itu tampak biasa dan kaku. Ia mencoba menekuk pinggirannya, tetapi hasilnya tidak seimbang.

"Bukan begitu," protes pelanggan. "Yang dipakai dia kelihatan mahal."

Sri memandangi foto lagi. Topinya bukan mahal. Perempuan itu hanya tahu sudut mana yang harus dinaikkan, seberapa longgar pita diikat, dan warna apa yang membuat anyaman pucat terlihat segar.

Barangnya sama. Mata yang mengubahnya berbeda.

***

Topi tersebut pertama kali masuk koperasi empat bulan lalu.

Seorang lelaki tua dari Desa Girimulyo datang membawa satu karung hasil anyaman warga. Musim panen buruk, dan beberapa keluarga mencoba mencari tambahan dengan membuat topi dari bambu lokal. Koperasi membeli sedikit karena kasihan, bukan karena yakin bisa menjual.

Setelah dua bulan, hanya satu yang terjual.

Lelaki tua itu pernah kembali menanyakan hasilnya. Sri terpaksa menunjukkan rak yang masih penuh. Bahunya turun, tetapi ia tetap mengucapkan terima kasih sebelum pulang dengan tangan kosong.

Kini stok itu justru habis dan daftar pesanan terus bertambah.

Sri membawa buku pesanan ke ruang pimpinan.

Haryono sedang memeriksa laporan barang masuk. Lelaki berkemeja abu-abu itu dikenal tidak suka ide yang lahir dari kegembiraan sesaat.

"Pak Haryono, kita harus mengambil topi lagi dari Girimulyo."

"Harus?"

"Ada dua puluh tujuh pesanan. Belum sampai siang."

Haryono menerima buku tersebut. "Pesanan dengan uang muka?"

"Belum."

"Berarti itu daftar orang yang berkata ingin membeli. Bukan penjualan."

"Kemarin stok habis. Kalau kita terlambat, toko lain bisa mengambil kesempatan."

"Kalau kita membeli banyak dan tren berhenti besok, siapa menanggung gudang?"

Sri duduk di ujung kursi. "Saya yakin tetap laku."

"Karena satu perempuan cantik memakainya?"

"Karena modelnya bisa diperbaiki. Pakai pita, pinggirannya diubah sedikit, lalu dipajang dengan pakaian yang cocok."

Haryono mengangkat alis. "Kamu bisa membuatnya?"

Sri teringat lipatan topi contoh yang miring. "Bisa dipelajari."

"Jawaban orang yang belum bisa."

"Saya akan mencari perempuan itu. Namanya Kirana. Katanya tinggal di wisma dekat kesatuan."

"Dan kalau dia tidak mau membantu?"

Sri menelan ludah. "Saya tetap pergi ke desa. Kita ambil sesuai daftar pesanan dulu."

Haryono menyandarkan tubuh. "Baik. Ambil tiga puluh. Minta lima pelanggan membayar uang muka hari ini untuk menguji keseriusan. Sisanya koperasi talangi."

Wajah Sri langsung cerah. "Terima kasih, Pak."

"Jangan tekan harga hanya karena pengrajinnya sedang butuh uang," lanjut Haryono. "Hitung bahan, waktu kerja, transportasi, dan margin koperasi secara terbuka. Kalau barangnya laku karena kita, mereka harus ikut mendapat manfaat."

Sri mengangguk. Ia kembali ke kasir, menghubungi lima pelanggan pertama, lalu menerima uang muka dari semuanya dalam waktu satu jam. Setelah itu ia mencari nomor yang ditulis lelaki tua Girimulyo pada nota lama.

Suara serak menjawab setelah beberapa dering.

"Pak, saya Sri dari koperasi Magelang. Topi anyamannya habis. Kami ingin memesan lagi."

Di seberang, lelaki itu diam begitu lama sampai Sri mengira sambungan terputus.

"Habis? Semuanya?"

"Semuanya. Ada pesanan baru tiga puluh buah. Tapi kualitasnya harus sama, dan saya datang untuk menghitung harga bersama."

Suara lelaki tua itu berubah bergetar. "Warga berhenti membuat karena mengira tidak ada yang mau membeli. Saya kumpulkan mereka malam ini. Datanglah, Mbak."

Sri menutup telepon dengan dada hangat sekaligus beban lebih besar. Taruhannya bukan lagi sekadar lolos dari hukuman gudang. Beberapa keluarga desa kini menunggu janji penjualan yang ia buat.

"Belum selesai. Kamu yang pergi ke Girimulyo, periksa kualitas, catat harga wajar untuk pengrajin, dan bawa semuanya kembali dua hari lagi."

"Dua hari? Jalannya ke desa atas tidak mudah."

"Tadi kamu bilang harus cepat."

Sri kehilangan jawaban.

Haryono menutup laporan. "Dan dengar baik-baik. Kalau ada satu pun topi tidak laku karena kamu membeli tanpa perhitungan, kamu yang bertanggung jawab menyusun ulang, memasarkan, dan membersihkan gudang sampai stok habis. Gudang akan jadi tempat kerjamu."

"Satu pun?"

"Kamu yang bilang pasti laku."

Sri keluar dari kantor sambil memeluk buku pesanan. Lima pelanggan memang langsung membayar uang muka setelah dihubungi. Itu seharusnya membuatnya tenang.

Namun tiga puluh topi jauh lebih banyak daripada dua belas.

Sore itu ia mengikat tas di belakang sepeda motor dan menyalakan mesin. Sebelum berangkat ke Girimulyo, ia menatap sekali lagi foto Kirana dengan topi berpita biru.

"Mbak cantik," gumamnya, "semoga kamu benar-benar bisa menyelamatkanku dari gudang."

Di ambang kantor, Haryono menyilangkan tangan.

"Satu saja tidak laku," katanya, "gudang jadi tempatmu."

Wajah Sri langsung pucat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!