NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Perperangan / Akademi Sihir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Author Raf

Di dunia di mana ibu tiri selalu dicurigai sebagai penyihir jahat, Clara harus menerima nasibnya.

Mantan Penyembuh Agung yang telah kehilangan seluruh kekuatan sihirnya ini terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Kapten Alden, komandan militer yang dingin, kejam, dan ditakuti di seluruh Samudra Langit.

Tugas Clara sederhana namun nyaris mustahil:, menjadi "pengasuh" bagi tiga anak blasteran mistis sang Kapten di atas kapal layar terbang raksasa, The Sky Leviathan.

Anak sulung setengah Phoenix yang siap membakar siapa saja, anak kedua setengah Sirene dengan kutukan suara mematikan, dan si bungsu yang bisa melihat roh pelahap jiwa.

Mereka semua membenci Clara. Namun, berbekal ketulusan hati, keberanian bertaruh nyawa, dan sisa pengetahuan magisnya, Clara bertekad menjinakkan kekuatan liar anak-anak tersebut sekaligus mengusut misteri kutukan masa lalu yang menghantui mereka.

Mampukah seorang wanita tanpa sihir mencairkan hati beku sang Kapten Langit dan mengubah kapal penuh b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Raf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Keajaiban Sarung Tangan Perak

   Dinding besi putih di dalam ruang rahasia itu terus meredam gemuruh pertempuran luar dengan getaran-getaran konstan yang tidak menyenangkan.

   Keheningan di dalam ruangan terasa begitu menekan, hanya dipecah oleh suara deru napas tertahan dari Leo dan Rin.

   Di tengah lingkaran sihir perlindungan kuno yang berpendar keperakan, Clara masih mendekap ketiga anak tirinya dengan erat. Namun, ketenangan yang baru saja ia bangun di dalam ruangan itu mendadak terusik oleh perubahan suhu yang ekstrem.

   Udara di sekitar mereka yang semula hangat berkat bubuk akar cahaya, kini mendadak merosot drastis. Rasa dingin yang ganjil dan menusuk tulang mulai merayap dari arah langit-langit besi ruangan.

   Sssss...

   Clara mendongak tajam. Melalui pengetahuan medis magisnya, ia bisa mencium bau busuk belerang dan anyir angin malam yang mati.

   Dari celah ventilasi sihir terkecil di sudut atas ruangan, segumpal asap hitam pekat dengan sepasang mata merah menyala mulai merembes masuk. Itu adalah salah satu Wraith Sky, roh langit pelahap jiwa, yang berhasil lolos dari tebasan pedang Kapten Alden di dek luar dan merayap menembus pertahanan kapal.

   Begitu melihat sosok makhluk tersebut, Toby yang berada di pelukan Clara langsung menjerit histeris. Anak berusia lima tahun itu mencengkeram jubah tidur Clara dengan sangat kencang hingga jemarinya memutih. "Ibu! Monster itu kembali! Dia... dia membawa banyak teman di belakangnya!"

   Benar saja apa yang dikatakan Toby. Di balik gumpalan asap pertama, tiga roh hitam lainnya mulai merembes masuk melalui celah yang sama. Roh-roh itu berputar-putar di langit-langit ruangan rahasia, mengeluarkan suara bisikan gaib yang melengking rendah, memanipulasi ketakutan terdalam di dalam hati anak-anak.

   'Kau anak monster... kau akan menghancurkan kapal ini... ayahmu akan mati di langit....' Bisikan-bisikan itu bergema langsung di dalam kepala mereka.

   Rin langsung menutup kedua telinganya dengan rapat, wajahnya pucat pasi menahan sakit karena guratan hitam di lehernya kembali berdenyut dipicu oleh energi roh jahat tersebut.

   Sementara itu, Leo mulai kehilangan kendali emosinya lagi. Sayap api Phoenix di punggung anak sulung itu memercikkan kobaran api jingga yang liar, membakar udara di sekitarnya dalam upaya instingtif untuk melindungi adik-adiknya.

   "Leo! Jangan lepaskan apimu di dalam ruangan tertutup ini! Asapnya bisa meracuni kita semua!" seru Clara lantang, berusaha mengalahkan suara bisikan roh-roh jahat tersebut.

   "Tapi Ibu, mereka mau mengambil Toby!" teriak Leo frustrasi, air mata kemarahan mengalir di pipinya yang kemerahan akibat hawa panas apinya sendiri.

   Clara tahu ia tidak bisa tinggal diam. Sebagai seorang wanita yang telah kehilangan inti sihirnya, secara logika ia sama sekali tidak memiliki peluang untuk melawan makhluk spiritual seperti Wraith Sky. Namun, saat ia melirik ke arah tangan kanannya, sepasang sarung tangan Sutra Laba-laba Salju pemberian Alden memancarkan pendaran cahaya perak yang stabil dan menyejukkan.

   Hadiah dari suaminya itu bukan sekadar pelindung fisik dari api Leo, melainkan sebuah artefak militer yang ditenun dari serat mistis pegunungan es abadi yang memiliki sifat penolak energi negatif.

   Dengan keberanian yang membakar dadanya, Clara melepaskan pelukannya dari Toby. Ia berdiri tegak di tengah lingkaran sihir, memposisikan dirinya sendiri sebagai perisai hidup di depan ketiga anak tirinya.

   "Tetap di belakang Ibu, semuanya," perintah Clara dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh kuasa seorang ibu yang siap bertaruh nyawa demi anak-anaknya.

   Salah satu roh hitam bermata merah melihat Clara sebagai target yang lemah karena tidak merasakan adanya aliran sihir murni di dalam tubuh wanita itu.

   Dengan raungan gaib yang memekakkan telinga, roh itu melesat turun dari langit-langit, menjulurkan cakar asap hitamnya lurus ke arah dada Clara untuk melahap energinya.

   Clara tidak mundur satu senti pun. Ia mengangkat tangan kanannya yang terbalut sarung tangan perak tipis, lalu dengan nekat mencengkeram langsung pergelangan cakar asap roh tersebut di udara.

   BOOM!

   Sebuah benturan energi yang kasat mata meledak di tengah ruangan. Begitu telapak tangan Clara yang terbalut Sutra Laba-laba Salju menyentuh asap hitam makhluk itu, keajaiban pun terjadi.

   Pendaran cahaya perak dari sarung tangan tersebut mendadak bersinar sangat terang, melepaskan gelombang hawa dingin murni yang sangat pekat. Hawa dingin itu langsung membekukan asap hitam milik sang roh, mengubahnya menjadi serpihan-serpihan es berkilau yang kemudian hancur berkeping-keping di lantai.

   Roh hitam itu menjerit kesakitan sebelum akhirnya lenyap tak bersisa.

   Melihat satu teman mereka dihancurkan dengan mudah, tiga roh hitam lainnya yang berada di langit-langit sempat membeku di udara dalam keraguan.

   Leo, Rin, dan Toby menatap punggung Clara dengan sepasang mata yang membelalak lebar karena takjub. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa seorang wanita yang mereka kira lemah tanpa sihir, bisa menghancurkan monster langit hanya dengan tangan kosong.

   "Jangan pernah berani menyentuh anak-anakku," desis Clara dingin, menatap tajam ketiga roh tersisa.

   Rasa percaya diri Clara bangkit sepenuhnya. Ia menyadari bahwa sarung tangan pemberian Alden ini bereaksi kuat terhadap ketulusan emosinya. Semakin besar tekadnya untuk melindungi keluarganya, semakin kuat pula pendaran cahaya perak penolak bala yang dihasilkan oleh sutra mistis tersebut.

   Clara melangkah maju satu langkah di atas lantai besi. Ia menghentakkan tangan kirinya yang juga terbalut sarung tangan perak ke arah dinding udara di depannya, melepaskan gelombang cahaya perak melingkar yang menyapu seluruh langit-langit ruangan rahasia.

   Wusssss!

   Cahaya perak itu menerangi seluruh sudut ruangan yang remang-remang, menghapus hawa dingin yang mencekam dalam sekejap.

   Ketiga roh hitam yang tersisa tidak sempat melarikan diri, tubuh asap mereka langsung menguap menjadi debu putih begitu bersentuhan dengan gelombang cahaya perak murni dari sarung tangan Clara.

   Celah ventilasi sihir yang sempat bocor kini tertutup kembali oleh lapisan es perak tipis yang mengunci ruangan dari gangguan luar.

   Suhu di dalam ruang rahasia kembali normal dan hangat. Bisikan-bisikan gaib yang mengganggu kepala anak-anak sirna sepenuhnya, digantikan oleh keheningan yang damai dan aman.

   Leo perlahan-lahan mematikan percikan api Phoenix di punggungnya. Tubuhnya lemas, namun matanya menatap Clara dengan binar rasa hormat yang kini telah mencapai puncaknya.

   Anak sulung yang biasanya paling keras kepala dan ketus itu melangkah mendekat, lalu dengan ragu meraih ujung jubah jubah Clara. "Ibu... Anda... Anda benar-benar hebat. Maafkan aku karena pernah mengira Anda adalah beban bagi Ayah."

   Clara berbalik, lalu berlutut di depan Leo. Ia tersenyum hangat, mengelus pipi Leo yang masih terasa hangat dengan tangan kirinya yang lembut. "Ibu tidak pernah menganggapmu atau adik-adikmu sebagai beban, Leo. Dan Ibu bukan wanita lemah. Mulai sekarang, kita akan menjaga kapal ini bersama-sama, mengerti?"

   Leo mengangguk kuat-kuat, setitik air mata keharuan akhirnya menetes di pipinya. Rin dan Toby tidak ingin ketinggalan, kedua anak kecil itu langsung menghambur memeluk tubuh Clara dari belakang, menciptakan sebuah momen pelukan keluarga yang sangat hangat di tengah berkecamuknya perang di langit luar.

   Di saat yang bersamaan, getaran besar di lambung kapal perlahan-lahan mulai mereda. Suara dentuman meriam sihir luar tidak lagi terdengar, menandakan bahwa Kapten Alden di atas dek luar telah berhasil menyelesaikan pertempuran dan memukul mundur armada Sekte The Obsidian Dawn.

   Pintu besi ruang rahasia bergeser terbuka beberapa menit kemudian. Sosok tinggi Kapten Alden muncul di ambang pintu dengan napas yang masih memburu. Pedang perak besarnya telah disarungkan kembali, namun wajahnya dipenuhi rasa cemas yang luar biasa karena ia tahu ada beberapa roh yang sempat menembus kabin dalam tadi.

   Namun, begitu Alden melangkah masuk dan melihat pemandangan di depannya, Clara yang sedang duduk di lantai dikelilingi oleh ketiga anaknya dalam keadaan selamat tanpa ada luka sedikit pun, serta sisa-sisa serpihan es perak di sudut ruangan, membuat Alden terpaku di tempatnya berdiri. Ia memandangi sepasang sarung tangan perak di tangan Clara yang masih memancarkan pendaran cahaya tipis.

   Alden menyadari dengan penuh haru bahwa hadiah sarung tangan yang ia berikan kemarin sore, hari ini telah digunakan oleh Clara untuk menyelamatkan nyawa anak-anak mereka dari serangan roh kegelapan.

   Rasa hutang budi, kekaguman, dan benih kasih sayang yang mendalam di dalam hati sang Kapten Langit kini bersemi semakin kuat, mengunci jiwanya sepenuhnya pada wanita luar biasa bernama Clara.

1
Al Ranai
semangat kakkk
HaRas_DeHas: Makasih banyak Kak. Jangan lupa follow ya.
total 1 replies
Al Ranai
semangatt kakk, di tunggu kelanjutannya yaaa💪💪😁
HaRas_DeHas: Siap...
total 1 replies
Al Ranai
bagus kakkk ceritanya, semangatt kakkk😊
HaRas_DeHas: Wahhh... makasih banyak Kak sudah mampir. Alhamdulillah, saat sepi pembaca ternyata ada yang mampir dan beri komen. Jangan lupa follow akun saya ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!