NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. la dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa, hingga keluarga nya enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sementara di Carlson Grup.

Arik yang tengah duduk bersandar di kursi kebesaran nya dengan wajah mendongak ke atas langit-langit gedung berlantai lima belas itu, membuat emosi nya tersulut kembali.

Saat melihat berita di televisi tengah hangat menayangkan video pesta pernikahan nya kemarin, meskipun dia berusaha tetap menutupi.

Tapi tetap saja ada beberapa oknum dari pihak gedung, atau pun pesaing bisnis nya yang sengaja mengorek tentang mempelai pengantin wanita nya yang sangat berbeda, saat di foto prewedding dan saat hari H-nya.

Harris yang baru saja datang setelah membawa kabar yang pasti penting untuk sang bos. Membuat ia memberanikan diri mengetuk pintu.

Tok...tok...

Arik mendelik, wajah nya tampak muram dan memberi perintah untuk asisten kepercayaan nya itu untuk masuk ke ruangan nya.

Harris menarik nafas dalam-dalam, berharap bos nya tidak melampiaskan kemarahan pada nya.

"Tuan, maaf menggangu waktu anda," Sesal Harris dengan tubuh membungkuk penuh hormat.

"Katakan ada apa?" Ketus Arik menatap tajam penuh aura membunuh.

Harris perlahan mengangkat wajah dengan tangan gemetar, dia memberanikan diri menyodorkan amplop coklat yang berisi beberapa lembar foto mesra Maura bersama dengan kekasih nya yang bernama Devan.

"Tu-tuan, nona Maura saat ini sedang berada di Paris menghadiri sebuah acara," Jelas Harris terbata-bata, yang tampak ragu saat memberitahu.

Arik mendengus kesal, lalu membuka dan melihat isi amplop. Kedua bola mata nya melebar dan berapi-api saat melihat Maura tengah berpelukan dengan pria lain.

Merasa di remehkan, Arik meremas foto itu dengan kepalan tangan besar nya. Sampai menjadi kertas dan melempar nya ke arah tong sampah.

Bagi nya ini adalah suatu penghinaan, karena dia masih ingat jelas satu minggu lalu saat diri nya sengaja berkomunikasi sebentar melalui video call, setelah sang ayah memberikan foto kedua gadis yang bebas dia pilih.

"Jadi di mata nya aku tidak layak?" Geram Arik.

Harris menelan saliva nya susah payah, dia berharap jika diri nya tidak menjadi sasaran kemarahan nya sang bos.

Tak lupa juga Harris memberitahukan jika di halaman perusahaan begitu banyak wartawan yang sengaja datang untuk mewawancarai setelah isu pernikahan yang semakin liar.

Arik yang tidak ingin jadi bahan cemoohan para pesaing nya, kini dia memberi perintah Harris, agar para wartawan itu segera pergi dan memberikan jadwal wawancara resmi dikediaman lama nya.

Dengan sigap Harris segera melaksanakan perintah itu, namun baru saja dia undur diri. Langkah nya kembali terhenti saat menerima satu perintah penting lagi.

"Beri pelajaran pada wanita itu juga," Titah Arik mengeram sembari mengepalkan kedua tangan.

"Baik tuan, saya akan melakukan nya hari ini juga." Kata Harris tak ingin membuang waktu lagi dan segera undur diri dari sana.

Setelah sang asisten pergi, Arik beranjak dari kursi kebesaran nya lalu menatap gambaran diri di depan cermin, dia tak pernah melepaskan sebelah topeng silver yang selalu bertengger di wajah misterius nya.

"Heh, semua wanita sama saja!" geram Arik.

\*\*\*

Hari menjelang sore, matahari pun mulai condong ke arah barat. Langit orange senja membuat suasana terasa syahdu dan damai.

Maureen tanpa terasa sudah tertidur sekitar satu jam lebih, gadis manis itu terlihat sangat kaget saat melihat gerakan jarum jam dinding yang menunjukkan tepat di angka lima. Membuat nya terperanjat.

"Astaga! Kenapa aku bisa ketiduran? Desain nya tingal sedikit lagi sempurna. Mas Arik pasti sebentar lagi pulang," ucap Maureen beranjak dari kursi nya dan meninggal pekerjaan melukis yang belum selesai, lalu segera keluar kamar.

Setelah berjalan menuruni tangga, terlihat para pengawal yang masih setia berjejer di depan pintu tampak memberi hormat pada nya sebagai nyonya rumah.

"Selamat sore nyonya," Sapa Mereka secara serentak.

Maureen mengulum senyum manis di bibir nya sebagai sahutan, baru kali ini ia melihat sebuah tempat tinggal yang sangat mewah bak seperti istana para raja pada jaman dulu.

Beberapa bangunan dinding nya bercampur kilauan emas, dan batu-batu giok. Membuat suasana di sana masih asing untuk nya.

Meski pun sangat ragu, Maureen berusaha untuk beradaptasi, agar mudah menjalani gelar baru nya sebagai seorang istri Alarick Carlson.

Melihat bibi Siti dan kedua pelayan wanita lain nya sedang sibuk memasak, membuat ia mengambil inisiatif menghampiri.

Mendengar suara langkah kaki, para wanita paruh baya berseragam hitam putih itu pun segera menyambut hangat sang nyonya.

"Nyonya muda, ternyata sudah bangun? Apa ada yang nyonya butuhkan? kenapa datang ke dapur seperti ini tidak baik di sini banyak pekerjaan nyonya, nanti baju nyonya kena asap masakan," kata Bi Siti mengingatkan.

Maureen tersenyum, terlahir dari keluarga yang cukup. Membuat diri nya sudah terbiasa belajar memasak di rumah lama-nya.

"Tidak apa bi, aku hanya ingin tahu makanan apa yang di sukai oleh mas Arik? Kebetulan aku ingin belajar memasak untuk menyambut nya," celetuk Maureen mengutarakan niat baik nya.

Bi Siti dan kedua rekan nya tertegun, senyum sumringah di wajah tua nya terpancar seolah ikut senang saat mendengar hal itu.

Karena dia tahu tuan nya memang terkadang sangat membutuhkan sosok wanita lembut dan penyabar seperti Maureen.

"Ya ampun, jadi nyonya ingin belajar memasak makanan kesukaan tuan begitu?" Tanya Bi Siti penuh semangat.

Maureen mengangguk, seketika wajah manis nya tersipu malu dan memerah merona. "I-iya bi bantu aku ya kasih tahu makanan dan minuman apa kesukaan mas Arik," Pinta nya dengan kedua jemari meremas dress.

Sebagai kepala pelayan dan mantan pengasuh tuan nya, bi Siti sangat senang tapi saat melihat waktu nya yang sudah sangat mepet membuat ia menjelaskan jika besok adalah waktu yang tepat untuk Maureen.

"Nyonya sebentar lagi tuan akan pulang, bagaimana kalau hari ini belajar menyiapkan kopi kesukaan tuan dulu?" ucapnya menawarkan.

"Boleh bi, coba ajari. Biar aku bisa." ucap Maureen tersenyum manis.

"Dengan senang hati nyonya." sahut Bi Siti.

Maureen menatap serius, bagaimana saat kepala pelayan itu menjelaskan dan mempraktekkan cara membuat kopi kesukaan suami nya dengan memakai beberapa cara khusus.

"Ternyata ribet sekali ya, membuat kopi buat orang-orang kaya seperti mas Arik," Batin Maureen tapi demi mendapatkan hati suami nya, apa pun itu akan ia lakukan.

Demi menebus kesalahan ayah dan ibu nya, berharap hati suami nya luluh dan mau berdamai lagi dengan keluarga yang sudah membuat kecewa.

"Ayo nyonya coba di buat," Bi Siti memberikan kesempatan.

Seketika Maureen buyar dalam pemikiran nya, setelah melihat metode yang di tunjukkan membuat ia yang cukup cerdas dalam hal mengamati lalu segera mencoba nya.

"Ba-baik Bi, ini pertama aku buatkan untuk mas Arik. Semoga dia menyukai nya," Maureen tersenyum, jemari lentik nya mulai membuat dengan penuh kelembutan.

Semua orang di sana menatap kagum pada nyonya rumah nya, karena ini adalah kali pertama bagi Maureen menjadi seseorang yang mudah bisa dalam waktu beberapa menit.

\*

Bersambung...............

1
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
Ariany Sudjana
jangan-jangan nanti calon istrinya Brian tergoda sama Arik lagi 😂😂🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!