NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:39.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makian Nyonya Merelin

Panji yang sudah pulang selarut ini, melihat istrinya masih saja sibuk dengan ponselnya.

Dia memperhatikan sambil meletakkan jas dan tasnya. Sejak ketahuan selingkuh, istrinya mengabaikannya. Padahal sudah tak terhitung berulang kali dia meminta maaf bahkan sampai bersujud. Tapi Merelin tidak mempedulikannya.

Istrinya juga jarang di rumah, lebih suka menghabiskan waktu di rumah orang tuanya, berkumpul bersama teman temannya bahkan jalan jalan keluar negeri. Orang tua mereka sudah tau perbuatannya. Tentu saja menyalahkan kekhilafannya.

Tapi kedua orang tua mereka menolak keinginan Merelin untuk.bercerai.

"Ada yang mau aku bicarakan dengan kamu."

Merelin pura pura tidak mendengar. Melirik suaminya juga tidak dia lakukan. Baginya layar ponselnya lebih menarik dari pada wajah suaminya yang sudah jadi pengkhianat.

Panji menghela nafas berat. Entah sampai berapa lama lagi dia akan dimaafkan. Dia hanya selingkuh dengan satu perempuan saja, Dana. Selama ini dia menjaga reputasinya. Sekali itu saja dia tersungkur.

"Tadi aku bertemu Dewa yang putranya musuh bebuyutan anak kita," jelas Panji setelah duduk di kursi yang ada di sana.

Tangan Merelin yang sedang menscroll layar ponselnya terhenti sejenak.

Sedikit respon yang tertangkap matanya tadi sudah cukup membuat hatinya senang.

"Dewa mau merekrut Wanda atas permintaan Kian."

Merelin tersenyum miring.

"Kian dan Tama berkelahi juga karena Wanda, kan," sambungnya lagi.

"Anak itu pintar menggaet laki laki anak orang kaya rupanya. Sama seperti mamanya," dengus Merelin mengejek. Tepatnya menyindir Panji.

Panji mengambil nafas dalam ketika istrinya mengungkit lagi kesalahannya yang sudah sangat lama dia lakukan.

"Merelin, menurutmu bagaimana? Kalo aku lebih baik kita lepaskan saja Wanda untuk Kian," ujar Panji dengan mencoba merelakan sindiran yang terus menerus harus dia dengar.

"Segampang itu?" Suara Merelin naek satiu oktaf.

Panji terdiam. Ini yang dia takutkan. Istrinya ngga mau melepaskan Wanda demi membalas dendam padanya dan Dana. Dia akan terus mempertahankan Wanda demi bisa mengasarinya.

"Kita bisa memulai lagi hubungan kita. Tanpa Wanda di sini akan lebih baik. Tama juga bisa lebih konsentrasi di sekolah. Tidak seperti ini. Selain itu....." Panji menggantungkan ucapannya, dia menatap istrinya dengan tatapan yang dipenuhi rasa bersalah.

"Agar Tama tidak tau siapa Wanda."

Merelin hampir saja menyemburkan tawa getirnya.

"Kenapa? Kamu takut kalo putramu mengetahui borokmu?" ejek Merelin.

Panji mengangguk. Tentu saja dia takut.

"Ya." Dia ngga bisa membayangkan sehancur apa nanti putra tunggalnya.

Merelin tersenyum meremehkan.

"Kamu yakin Dewa dan keluarga besarnya ngga akan tau tentang siapa Wanda?"

Panji tercekat.

"Kamu ngga takut kalo Dewa tau anak h@ram itu darah dagingmu?" ketus Merelin lagi makin geram.

Dasar suami bo-doh. Kalo sudah masuk ke ranah Dewa, rahasia ini akan terbongkar dengan mudah.

Panji terdiam. Dia baru terpikir hal itu.

"Mereka mungkin sedang atau sudah menyelidiki siapa Wanda."

Jantung Panji berdebar kencang.

Apa begitu? Permintaan ini karena mereka tau sesuatu?

Panji merasa dirinya terlalu berpikiran positif karena tidak menduga ke arah itu.

Bisa saja begitu, batinnya was was. Dia teringat wajah tenang Dewa.

Jangan jangan dia sudah tau. Atau sedang menyelidikinya? Nafasnya mulai ngga teratur.

"Anak itu memiliki kemiripan denganmu." Kalo orang orang teliti mengamati wajah Wanda, mereka akan menemukan kemiripan pada bentuk hitung dan bibirnya. Karena itu Merelin sangat membencinya.

"Kalo mereka sudah tau dan mengatakannya pada Tama, anakku bisa hancur," geram Mirelin.

"Lebih baik dia tetap bersama kita. Walaupun aku tidak pernah suka." Merelin lebih mementingkan agar rahasia mereka tidak sampai bocor. Dia juga bisa malu di kalangan teman temannya jika mereka tau suaminya punya anak dari perempuan lain. Selingkuh darinya.

"Tapi kamu tau bagaimana Dewa dan keluarganya, kan? Kalo mereka menginginkan sesuatu, mereka harus mendapatkannya." Panji merasa terjebak sekarang.

"Biar saja. Ini demi masa depan Tama. Jangan sampai rahasiamu membuat anakku jadi hancur."

"Anak kita, Merelin," ralat Panji yang hanya direspon demgan dengusan.

Panji terdiam. Wajah istrinya tampak masam. Panji pun masih belum siap aibnya diketahui putra tunggalnya.

"Hubungan kita bagaimana? Sampai kapan kamu akan terus membenciku seperti ini?"

Merelin mengacuhkan tatapan memohon suaminya. Walaupun dia masih cinta, tapi dia tetap saja masih belum bisa menerima Panji, apalagi berhubungan baik lagi seperti dulu.

"Aku mau tidur." Dia jenuh mengobrol lama dengan Panji. Apalagi topiknya tentang Wanda--anak dan ibunya yang sangat dia benci.

*

*

*

Pagi ini Wanda merasa nyamannya sudah ngga ada lagi. Tas berat Aditama sudah ada di punggungnya, juga tas jinjing di tangannya.

Dia sudah menyelesaikan sarapannya dan sekarang sedang menunggu tuan mudanya di teras bersama Pak Supri--supir yang akan mengantar mereka ke sekolah.

"Tugas kamu di sekolah melayani kebutuhan Aditama, bukan merayu tuan muda lainnya di sana."

Wanda yang sedang melamun agak terkejut mendengarnya. Sedangkan pak supirnya sepertinya sudah tau kedatangan nyonyanya dan tanpa disadari Wanda, pak supir sudah mundur teratur.

Wanda menggelengkan kepalanya. Dia tidak merasa melakukan hal yang barusan dikatakan nyonyanya.

"Dasar! Kamu sama saja tidak tau malunya dengan ibu kamu. Suka merayu laki laki kaya. Ibumu bahkan lebih parah. Merayu suami orang yang istrinya sudah menolongnya." Amarah Merelin kembali meletup letup bila menyinggung hal itu.

Wajah Wanda makin pias. Selama ini dia hanya dimaki tidak tau diri, tidak tau diuntung, kurang ajar dan makian kasar lainnya. Tidak pernah menyinggung tentang mamanya. Tapi hari ini nyonyanya mengatakan segala hal buruk tentang mamanya. Wanda tentu saja shock. Jantungnya seperti ditarik dengan keras. Rasanya sangat sakit.

"Jangan sampai Kian terkena bujuk rayumu. Tuan muda seperti dia tidak pantas buat kamu!" hina Merelin lagi.

"Maksudnya apa, ma?' Aditama sudah berada di belakang tubuh mamanya.

"Mama hanya kasih pembantumu ini peringatan agar tidak menggoda teman teman kamu." Setelah menepuk lembut pundak putranya, Merelin melangkah meninggalkan putranya yang masih mematung menatapnya.

Karena sudah diabaikan, dia kemudian menatap tajam pada wajah Wanda yang masih pias.

"Mau jalan kaki lo!" sergah Aditama yang sudah berjalan lebih dulu dan tidak mendengar suara langkah Wanda. Rupanya anak asisten rumah tangganya masih berdiri mematung di sana.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ MENTARY 💘
Erza emang bibit Kay lah
Rahmawati
Wanda pasti malu bgt kl tahu dia saudaraan sama aditama
Pujierde
mungkin wanda akan marah kepada bapaknya sitam" dan mungkin wanda malu sama kian, saudara"nya kian dan teman" yang lainnya sehingga wanda kabur
Pujierde
saking syak syik syok tuh lambung jadi kembung 😂😂
Pujierde
kamu mksdnya kepala ezra dibahu kamu el 🙈🙈
Pujierde
wiih udh tengleng aja tuh kepala kamu el syak syik syok yaa 😂😂
Pujierde
betul banget anak tengilmu main langsung ngegas aja
Pujierde
kan tadi ezra udah ijelasin waktu kenalan klo elia pacarnya hadeeee oma gista udh lupa aja
Pujierde
opa kaysar......udh tuir woiiii tolong jangan ngajarin anaknya makin tengil😂😂
Pujierde
kok akuh merasa gista dan keysar belum cocok punya cucu yaks 😀😀
Pujierde
berarti puncuk dicinta ulampun tiba donk jadi bisa langsung gaskeeeen
Pujierde
ezraaaaa kenapa siiiih kamu model bapak kamu 😂😂
Lusi Hariyani
ezraaa...bikin ank org jantungan km
✨@dian_$💫
ihhiirrr om ezzraaaaa....
Rahmawati
lanjuttt
Rahmawati
elia gk bisa berkutik😂
udah dikenalin sbg calon istri berarti ezra serius
✨@dian_$💫
lebih suka part Ezra nya drpd Kian😀
Setyowati Setyowati
lanjut ...jangan tunggu lama"
biby
ajaran sesat sang bapak... tapi bs jg d coba 🤣🤣
Lusi Hariyani
keberuntunganmu ezra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!