NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:443
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Kencan?

"Kita masuk ke mobil gue aja." Aditya mengarahkan Laras, tidak sadar jika tangan keduanya masih saling terikat.

"Berhenti ngelakuin semua hal konyol ini! Bisa enggak?" Laras menurut tapi mulutnya tetap memprotes tindakan konyol Aditya. Membayangkan tatapan para gadis saat di toko, Laras seakan ditelanjangi. Entah apa yang mereka pikiran setelah ini, tapi yang pasti, Laras bertaruh jika hidupnya tidak akan tenang lagi.

Aditya menggeleng.

"Kita orang asing dan selamanya akan seperti itu." Laras kembali mengingatkan, tapi Aditya tidak peduli. Wajahnya datar, seakan peringatan Laras hanyalah ocehan anak kecil.

"Masa? Bukannya udh pernah pangku-pangkuan?" Aditya menaik-turunkan alis, menggoda gadis yang sedang menatap dengan ekspresi garang. "Ayo masuk dulu."

"Tujuan kamu apa sebenarnya Aditya?" tanya Laras begitu mereka duduk di dalam mobil. dingin ac yang perlahan menusuk kulit dan keheningan di dalamnya terpecah oleh suara Laras yang rendah. Bagi Laras keadaan saat ini sangatlah tegang dan penuh keseriusan. Beda dengan Aditya yang biasa saja. Cowok itu masih enjoy.

Aditya mulai menjalankan mobilnya, membuka sedikit jendela kemudian mengambil sebatang rokok. Di mata Laras, cowok itu sangat nakal dan bebas. "Kita pacaran. Loe mau nggak jadi pacar gue?"

"Enggak."

Penolakan keras Laras layangkan. Sambil menahan napas beberapa kali—tidak tahan menghirup asap rokok, gadis itu menjauh. Duduk menempel pada pintu. "Jaga batasanmu, Kita orang asing."

Aditya menoleh sejenak, cowok itu lebih tenang saat sedang berkendara. "Alasan?"

"Aku enggak suka bocah." Laras membuang wajah, menatap trotoar dari balik kaca mobil. "Enggak suka cowok," sambungnya asal-asalan.

"Hemmm, menarik... Seorang Laras tidak suka cowok."

"Panggil aku Kak."

Kini keduanya berbicara dengan lebih dingin karena sama-sama lelah. Energi Laras langsung terkuras habis menghadapi manusia seperti Aditya. Sedangkan Aditya lelah karena sehabis manggung.

"Seorang Kak Laras tidak suka cowok? Menarik." Aditya menyeringai, cowok itu tahu betul jika gadis di sampingnya sedang berbohong. Egonya sebagai cowok kembali tersetil, seorang Laras bahkan rela mempermalukan harga dirinya untuk menolak Aditya. Setidak menarik itukah Aditya dimata Laras?

Aditya kemudian menghubungi kenalan yang kebetulan memiliki hotel di daerah tempat tinggal Laras. Mungkin jaraknya berkisar 25 kilo. Lebih dekat dengan toko bunga Rani. Begitu panggilan tersambung, Aditya langsung mengutarakan niatnya. "Bro, siapin satu kamar buat gue istirahat yaa. capek banget ini abis ngonser."

Laras panik, tangannya mulai bergetar. Trauma itu sedikit muncul, membuat pikiran negatif berdatangan tanpa bisa dialihkan. Saat Laras ingin meminta bantuan, gadis itu teringat jika ponselnya berada di dalam loker bersamaan dengan tasnya. Berkali-kali Laras memaki, ingin berteriak dan menuduh tapi takut jika tuduhannya tidak benar dan malah mempermalukan dirinya sendiri. Di saat seperti ini, Laras masih takut jika ada seseorang yang menganggapnya kepedean dan mes*m karena mengutarakan kecurigaannya. Padahal itu sangat penting terutama untuk berjaga-jaga.

"Kita tidak ada urusan, turunkan aku di sini saja," pinta Laras. Namun sayangnya Aditya menggeleng.

Mana mungkin Aditya menurunkan Laras di tengah jalan sedangkan gadis itu hanya membawa baju yang menempel di tubuh saja? Aditya tidak sekejam jtu, tapi juga tidak sebaik yang orang-orang bayangkan.

Masa remaja memang masa peralihan, perilaku nakal tidak akan lepas apalagi cowok itu besar tanpa didikan langsung dari orang tua. Aditya hanya ingin bersenang-senang dan melakukan apapun yang dirinya suka. Selagi tidak merugikan orang lain? Kenapa tidak? kecuali untuk masalah yang satu ini. Laras pengecualian.

"Kita kencan dulu, baru gue anterin loe pulang."

Dan inilah kencan yang dimaksud Aditya, menarik Laras masuk ke dalam kamar hotel dan menguncinya. Hanya berdua. Aditya bahkan memanfaatkan kegantengan dan popularitas dirinya untuk mengelabuhi resepsionis dan karyawan hotel. Memesan deluxe room agar suasana sedikit lebih romantis. Namun hal itu malah membuat Laras semakin ngeri dan teringat dengan kejadian waktu dirinya dan Aditya terkurung di hotel.

"Jangan macam-macam Aditya." Entah sudah berapa kali Laras memperingati cowok itu, pun responnya masih sama. Hanya kekehan kecil seolah kemarahan Laras tidak berarti apa-apa.

Laras menjauh saat Aditya melepaskan jaket dan hanya menyisakan kaos singlet berwarna putih. "Kan kencan... ."

"Ini namanya pemaksaan! jangan macam-macam ya, aku bisa bikin kamu dibenci banyak orang dan berakhir dipenjara." Laras mulai mengancam, gadis itu memikirkan skenario untuk melaporkan Aditya lewat bantuan ayahnya tanpa tahu bahwa orang tua Aditya lebih berkuasa.

Aditya duduk di tepi ranjang sembari menepuk-nepuk tempat di sampingnya, memberi tempat untuk Laras supaya iku duduk santai. Padahal Aditya ingin mengajaknya kencan, tapi Laras malah merespon berlebihan. Aditya hanya senyum-senyum sendiri menanggapi ancaman itu. Dirinya tidak takut ataupun tersinggung. Bagi Aditya, perilaku Laras yang seperti itu hanya menunjukan ketidakberdayaannya.

Di tempat yang berbeda, sekelompok gadis berteriak-teriak histeris begitu melihat berita paling update. Rara bahkan sampai merebut ponsel temannya untuk bisa melihat berita itu dengan cepat. Beberapa detik kemudian gadis kecil itu ikut terkejut, mulutnya bahkan sampai melongo.

"Anjirrr, kakaknya Rara. Kok bisa sih?"

"Haaaaaaaaa Aditya lucu bangettt!"

"Mau jugaa... ."

Sepotong video yang merekam momen Aditya sedang menarik Laras turun dari anak tangga menuai banyak tanda tanya, publik heboh khusunya para netizen dari kalangan gen z.

Rara mulai menganggap jika Aditya serius dengan kakaknya. Gadis itu membayangkan wajah Laras yang sepat, ekspresi bingung ibunya serta kemarahan ayahnya. Tapi Rara, gadis itu sedikit senang karena kakaknya akhirnya laku dan di lirik oleh cowok kaya raya plus terkenal. Tapi membayangkan penggemar Aditya yang gila-gilaan, kakanya itu pasti akan lemas sepanjang hari karena tidak sanggup menghadapi dunia luar yang ramai dan berisik.

"Ra kok bisa kak Laras deket sama Aditya?"

"Aditya yang ngejar-ngejar Kak Laras."

"Hah? Kok bisa sih?"

Rara dengan semangat bercerita bagaimana mulanya Laras bertemu dengan Aditya. Gadis kecil itu juga menceritakan penolakan Laras serta perasaan tidak senang kakaknya terhadap sang idola. Teman-teman Rara awalnya meragukan hal itu, namun begitu menerawang sikap acuh tak acuh Laras pada sekitarnya membuat teman Rara pada akhirnya percaya. Rara terus bercerita sampai istirahat kedua berakhir.

"Besok kalo ada cerita terbaru, please kasih tahu kita-kita yaa. Kepo banget sumpah sama hubungan Aditya sama kakakmu. Lucu." tawa menggelegar mengakhiri percakapan para gadis kecil itu. Mereka segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya.

"Entah gimana respon ayah begitu tahu berita viral itu. Mungkin akan terkejut sampai kejet-kejet." batin Rara begitu sampai di ruang kelas.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!