NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Rasa Bersalah Arlan

Pagi itu tidak ada yang spesial di antara mereka, seolah tak pernah terjadi apa pun semalam. Safa tetap bersikap biasa saja, baik sebelum maupun sesudah ada suaminya, karena Arlan memilih untuk berganti pakaian dan tidur di kamar ruang kerjanya.

Setelah menyelesaikan sarapannya, Safa bangkit dan berpamitan kepada sang kakek. Kakek Kusuma memilih sarapan di dalam kamar karena kondisinya yang sedang kurang sehat.

Sambil berlari kecil, Safa menuju mobil yang sudah terparkir. Sang kakek memintanya untuk berangkat diantar oleh sopir pribadi keluarga. Namun, baru saja ia hendak masuk ke dalam mobil, suara Arlan menghentikannya.

"Safa!" panggilnya dingin.

Safa menoleh. "Iya, Mas? Ada apa?"

"Berangkat bersamaku saja," katanya singkat tanpa penjelasan.

"Tapi kenapa? Bukankah kantor Mas Arlan tidak searah? Nanti Mas yang kerepotan harus balik ulang."

"Sudah, jangan bawel. Kamu ini kecil tapi cerewet sekali. Jangan percaya diri dulu, aku memang ada urusan di sekitar sana. Jadi, daripada membuat Mang Agus sibuk pagi-pagi, lebih baik kamu ikut aku," ucap Arlan mencari alasan.

Kedua alis Safa bertaut bingung. "Bukannya memang itu tugas Mang Agus, ya?"

"Sudah, cepat masuk!" perintah Arlan dari dalam mobil.

Safa tersentak dan buru-buru mendekat. Namun, saat hendak membuka pintu belakang, Arlan melotot tajam.

"Mau apa?"

Safa menoleh heran. "Mau masuk."

"Lalu, kenapa di belakang?" desisnya.

Safa yang bingung mengusap tengkuknya. Ia ingin menatap Arlan, namun segera tertunduk karena takut.

"Duduk di depan. Memangnya aku sopirmu?" sindir Arlan dingin hingga membuat Safa mematung. "Ayo cepat, nanti kamu terlambat!"

Safa akhirnya beralih membuka pintu depan. Dengan wajah tertunduk, ia duduk dengan tenang di samping Arlan.

Arlan menghela napas panjang, lalu menginjak pedal gas. Mobil melaju membelah jalanan yang padat. Sepanjang jalan, Safa hanya terdiam. Terlihat jelas ia ketakutan setelah Arlan bicara dengan nada tinggi tadi.

"Kamu kenapa? Kenapa diam saja?" tanya Arlan.

Saat Arlan menoleh ke arahnya, pria itu justru terkejut melihat lelehan air mata membasahi pipi istrinya.

Czziiiit!

Mobil direm mendadak hingga membuat tubuh Safa terhuyung ke depan. Kepalanya nyaris terbentur jika saja tangan Arlan tidak sigap menahan di depan dashboard, sehingga kening Safa hanya membentur punggung tangan suaminya.

Dengan wajah panik, Arlan menangkup wajah Safa. "Maaf! Kamu tidak apa-apa, kan?"

"Aku hanya kaget melihatmu menangis. Kamu kenapa?" tanya Arlan penasaran sekaligus cemas.

Lagi-lagi Safa hanya tertunduk sambil menautkan kedua tangannya erat. "Aku tidak apa-apa, Mas. Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba air mataku keluar. Mungkin karena tadi Mas bicara keras padaku."

Safa mengusap pipinya pelan. "Maaf kalau aku cengeng. Aku hanya sedih. Dulu aku sering dimarahi dan dibentak, tapi aku tidak tahu kenapa saat Mas yang membentak, air mataku keluar begitu saja tanpa bisa kutahan."

Mendengar penjelasan itu, Arlan tampak serba salah. Ia tidak bermaksud galak, semua itu hanya spontanitas dan ia tidak menyangka ucapannya akan menyakiti Safa sedalam itu.

"Tidak, kamu tidak salah. Mas yang salah, maaf ya. Mas tidak bermaksud begitu, kok."

Safa mengangguk pelan. Setelah melihat Safa kembali tenang, Arlan kembali memacu mobilnya, perlahan mencairkan ketegangan yang sempat menyelimuti mereka.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam, mereka sampai di depan kampus. Mobil berhenti tepat di depan gerbang.

"Bukankah ini terlalu jauh dari rumah? Apa kamu tidak lelah?" tanya Arlan.

Safa menghentikan tangannya yang tengah menata buku di dalam tas. "Iya, memang jauh. Tapi mau bagaimana lagi? Sekarang rumahku di sana. Kalaupun aku ingin menyewa kamar kos, itu tidak mungkin. Apa kata Kakek nanti jika aku meninggalkan suamiku?"

Arlan terdiam. Apa yang diucapkan Safa ada benarnya. Bagaimanapun, sekarang gadis itu adalah bagian dari keluarga Kusuma.

"Tapi apa kamu tidak bisa pindah ke kampus yang lebih dekat?"

"Tidak mungkin, Mas. Aku sudah semester akhir dan sebentar lagi magang. Mana bisa pindah sekarang?" ungkapnya. Safa segera membuka pintu mobil.

"Terima kasih, Mas, sudah mengantarku," ujar Safa sambil melambaikan tangan.

Arlan hanya memberikan senyum getir. "Hmm, lagipula ini hanya kebetulan aku ada keperluan di sini. Ya sudah, masuklah."

Safa mengedikkan bahu, lalu berjalan menghampiri Farah yang sudah menunggunya di depan gerbang.

Arlan masih bergeming di tempatnya, menatap punggung Safa yang menghilang di balik dinding bangunan kampus. Ia tidak buru-buru pergi. Namun, saat sedang termenung, tiba-tiba ponselnya bergetar. Sebuah panggilan dari wakil direktur masuk, dan Arlan segera mengangkatnya.

"Arlan! Kamu gila, ya?!" pekik sebuah suara dari seberang telepon.

Seketika Arlan menjauhkan ponsel dari telinganya dengan alis bertaut.

"Arlan, sekarang apa lagi? Kamu tahu, kan, kita ada rapat penting pagi ini? Sekarang kamu di mana?!" cecar suara itu hingga Arlan tidak sempat menjawab.

Dengan suara tenang, Arlan menyahut, "Iya, maaf. Tolong suruh mereka tunggu sebentar lagi. Aku tadi ada urusan penting."

"Hah, urusan penting? Sejak kapan kamu lebih mementingkan urusan lain daripada urusan perusahaan? Aneh."

"Kalau kamu bukan sahabatku, sudah aku pecat kamu," gertak Arlan bercanda.

Siapa lagi yang berani mengomelinya jika bukan Egar, sahabat sekaligus wakil direktur di perusahaannya. Saat Arlan tidak ada, semua urusan akan ditangani olehnya.

Egar merupakan orang kepercayaan keluarga Kusuma, hubungan mereka sudah lebih seperti keluarga daripada sekadar sahabat.

"Sudah, jangan banyak protes. Aku akan mengamankan ruang rapat sementara kamu menuju ke sini. Ingat, cepatlah!" perintah Egar.

"Iya, bawel," sahut Arlan ketus. Ia segera memutar kemudi dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan.

Sementara itu, di lorong kampus, Farah yang masih penasaran mencoba mengulik informasi dari sahabatnya.

"Bagaimana? Sudah bertemu dengan suamimu?" Dengan mata berbinar, Farah tampak antusias menunggu jawaban Safa.

Namun, Safa hanya tersipu tanpa berniat mengatakan apa pun. Farah seketika cemberut melihat ekspresi jahil temannya itu. Ia merengek sambil menarik tangan Safa.

"Ayolah, Safa! Kamu tega membuatku penasaran?"

Safa hanya tertawa, merasa puas melihat ekspresi putus asa sang sahabat. "Nanti kamu pasti akan tahu sendiri bagaimana rupa suamiku. Jadi, sekarang penasaran saja dulu."

Safa terkikik sambil berlari menuju kelas, sementara Farah yang tak terima segera menyusul di belakangnya. Namun, tepat saat hendak masuk ke dalam kelas, seorang dosen pembimbing memanggil Safa.

"Safa, bisa ke ruanganku sekarang?" ucap sang dosen dengan ekspresi dingin.

"Baik, Miss," jawab Safa patuh.

Safa langsung berbalik ke arah Farah dan memberikan buku yang dipegangnya kepada sang sahabat. "Tunggu aku, ya."

Farah mengangguk. "Perlu aku antar?"

Safa menggeleng pelan lalu melangkah pergi. Sesampainya di ruangan Miss Ama, dosen tersebut tampak sudah menantinya.

"Duduklah, Safa," ucap Miss Ama datar.

Safa duduk dengan ragu di kursi tepat di depan sang dosen. Ia bingung mengapa dirinya dipanggil, apalagi melihat ekspresi dingin Miss Ama. Ia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!