Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Anak siapa yg anda maksud?."ulang Khanza
"Si kembar."
" Si kembar?,Kenapa anda menanyakan tentang si kembar?."
"Khanza jangan berbelit-belit beritahu aku kalau...."
Khanza tertawa mendengar ucapan Arkan bukan tertawa bahagia tapi tertawa yang hanya Khanza sendiri yang tau rasa nya.
"Anak mu dari mana?,bahkan aku saja melupakan siapa kamu."
"Aku tau aku salah telah pergi begitu saja tapi waktu aku kembali lagi dan kamu sudah tidak ada di rumah."ujar nya yang menceritakan kepulangan nya dulu.
"KAPAN KAMU KEMBALI, SATU TAHUN KEMUDIAN,DUA TAHUN,ATAU TIGA TAHUN KEMUDIAN DAN UNTUK APA.!"kata Khanza yang menekan barat di awal kalimat sampai akhir.
"Khanza maaf kan aku."pinta nya.
"Untuk apa anda minta maaf."
" Khanza aku memang salah dan aku menyesal?."
" Kenapa anda menyesal,kesalahan apa yg telah anda perbuat tuan??."
"Banyak!."
" Kalau begitu selamat menikmati hari-hari penyesalan mu tuan."
"Khanza apakah si kembar anak-anakku?."
"bukan!."
"Kamu masih istri ku dan..."
"Dan apa..?!,hmm..., dan apa...!" kata Khanza yang meneriaki Arkan.
"Ayah mereka sudah lama tiada bahkan sejak mereka masih menjadi segumpal darah, bukan...,bukan segumpal darah tapi sebelum aku tau kalau aku hamil!, apakah anda lupa tuan!, Biar ku ingat kan kembali!"cerca Khanza yang meluap kan kemarahan nya dan emosi selama ini.
"Khanza ".panggilnya lirih karena melihat Khanza yang sudah berkobar.
"Berhenti memanggil namaku!! Aku tidak Sudi namaku di sebut oleh mu, apa kmu lupa nama itu yg pernah kamu ijab Kabul kan dan nama itu juga yg terakhir kamu panggil sebelum kamu pergi!, apakah kamu tidak berpikir apa dampak yg akan kami terima setelah kamu pergi!Kamu breng sek kamu bajingan ,gara-gara kamu kami sekeluarga menjadi bulan -bulanan orang kami di ce mo,oh kami di asingkan, orang tuaku di sebut tidak becus mengurus anak!,padahal di sini aku hanya korban tapi kenapa harus kami yg di hinaaaa!! Bahkan orang tuaku memohon agar kamu tidak pergi hari itu tapi apa yg kau lakukan kau malah dengan bangganya keluar dari ruangan itu!, apakah kamu tidak berfikir hal apa yg akan kami terima setelah kamu pergi?,dimana hati nurani mu saat kamu meninggalkan ku dengan ke dua orang tua ku, Bahkan apakah kamu berfikir apa yg aku alami dan terima setelah aku menjadi seorang istri yang di Campak kan, jawabannya tidak!,di mana kamu saat aku membutuh kan tangan seorang suami saat aku berjuang hidup dan mati hanya untuk melahirkan benih yg kamu titipkan ke padaku!,ke mana kamu di saat anak anak ku membutuhkan sosok seorang ayah, dan di mana kamu saat orang-orang bahkan teman sebaya mereka menuduh anak-anak ku anak yg tidak jelas ayah nya dan di mana kamu saat anak-anakku sakit memanggil ayah nya. Dan sekarang dengan gampang nya anda mengakui mereka anak -anak mu!." Ucapnya menggebu-gebu meludah di sembarang arah, mencurahkan semua isi hatinya yg selama ini dia pendam tidak lupa dia menunjuk-nunjuk Arkan,tak terasa air mata Arkan mengalir dia merasakan sakit dan sesak di hatinya mendengar semua uneg-uneg Khanza dia merasakan hancur apalagi mendengar bahwa sang anak di ledek sama orang-orang tidak memiliki ayah yg jelas, dia mengepalkan tangan nya.
" Anda tidak perlu menemui mereka apalagi mengakui anda adalah ayah nya,karena bagi mereka ayah nya sudah tiada!,Saya mohon jauhi kami!."kata Khanza sambil mengatup kan tangan di dadanya setelah perasaan sedikit membaik.
"Maafkan aku."ucapnya lirih dan masih mengeluarkan air mata..
"Tidak semua yg terjadi harus di selesaikan dengan kata maaf, apakah dengan kata maaf semua yg sudah terjadi akan kembali sedia kala?, Tidak!!!"ucapnya sambil menekan kata terakhirnya.
"Apakah dengan kata maaf mu,kehormatan keluargaku yg telah rusak akan kembali seperti semula!,dan apakah dengan maaf juga harga diri keluargaku akan kembali!?."
" Aku tau aku salah, aku memang brengsek tapi aku mohon tolong ijin kan aku menemui mereka dan beri aku kesempatan sekali lagi."pinta Arkan.
"Kalau ada kata yg lebih dari brengsek mungkin itu adalah kata yg cocok untuk mu, dan tidak akan!,saya tidak akan pernah membiarkan anda menemui anak-anak saya karena saat anda meninggalkan ku di hari itu, saat itu pula anda tidak berhak atas diriku apalagi anak-anak ku!".ujar Khanza penuh penekanan di setiap kata-katanya.
"Oh ya mengenai anak -anak ku yg memiliki nama belakang mu itu karena anak -anak ku butuh akta kelahiran yg jelas,seandainya bisa hanya namaku saja yg tercantum tidak Sudi aku menaruh nama mu!,lagian mereka hanya mengenal nama mu tapi tidak dengan wajah mu!."setelah mengatakan itu Khanza berbalik dan melangkah menuju mobilnya dia sudah tidak ingin belanja karena hatinya terlalu sakit mengingat masa -masa itu.
Arkan melihat punggung Khanza sampai menghilang dan menghembuskan napasnya pelan .
"Aku tau aku salah,aku juga tau aku tidak mungkin mendapatkan maafmu tapi aku mohon berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya apapun aku lakukan demi mendapatkan maaf mu bahkan dengan nyawaku pun aku rela." katanya dalam hati dan membuang pelan nafas nya.
Setelah kejadian itu Khanza sudah tidak melihat Arkan lagi yg berkeliaran di tokonya."
"Syukurlah kalau dia sudah pergi".ucapnya pelan.
"Siapa yg sudah pergi buk boss?".sahut yoga yang mendengar gumam khanza
"Kamu ini!,bikin saya kaget saja?!."katanya sambil memukul pelan bahu yoga dan merekapun cekikan bersama.
Sudah dua bulan berlalu sekarang Arkan sedang berada di toko perhiasan di salah satu mall yg berada di kota S, dia sedang menemani Aldo membeli kado untuk istri nya.
Tapi tidak sengaja mata Arkan melihat dua orang yang juga sedang memilih cincin dan mereka terlihat bahagia.
Arkan mengepal kan tangan nya melihat adegan itu, apalagi dia sangat mengenal laki-laki di samping Khanza. Orang yang di lihat sama Arkan adalah Khanza dengan satria dan Arkan tidak tau apa hubungan Khanza sama satria.
Waktu begitu cepat berputar setelah dari mall Arkan langsung ke toko Khanza.
Khanza yang melihat seseorang yg masuk di tokonya melongo tidak percaya, kenapa dia kembali lagi sudah baik hidupnya karena orang itu tidak ada.
Yoga yg melihat ibu bos nya tiba-tiba diam melongo merasa heran sedangkan tadi mereka masih bercanda gurau.yoga mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut ruangan dan pandangan nya jatuh ke meja dekat dengan tempat permainan si kembar yg sudah di sediakan oleh Khanza.
"Ci e lahhh si bos, itu ada ayah nya kembar samperin gih....?."goda yoga.
"Samperin pala mu peak, GK...!,gue ilfil lihat nya sekarang aja mau dekat-dekat dulu saja ogah-ogah han!" Kata Khanza galak dan melotot dia tidak terima dengan kata-kata yoga.
Yoga sudah tau tentang hubungan mereka karena Khanza sudah menceritakan semuanya dari awal bertemu sampe kembar lahir,Tidak ada yg di tutup -tutupi dari yoga.
Saat mereka sedang bergurau mereka tidak menyadari seseorang sudah berada di belakang nya karena mereka membelakangi meja kasir sehingga mereka tidak menyadari ke munculan Arkan
"E hemmm".Arkan berdehem memberi kode ke pada ke dua orang yg masih membelakanginya.
Khanza pun menoleh dan ekspresi nya biasa saja beda dengan yoga yg tegang karena dia takut Arkan mendengar obrolan mereka.
"Bisa saya bicara sebentar dengan ibu Khanza?."ucap Arkan ramah sambil tersenyum dan senyum nya itu menjengkelkan di mata Khanza tapi tidak dengan yoga.
"Bisa pak, eh maaf mas?." Sahut yoga cepat dan langsung meninggalkan Khanza.
Setelah melihat yoga pergi Arkan berjalan memutari meja kasir dan langsung menarik tangan Khanza lalu membawanya ke luar,dan kelakuan Arkan itu sukses mencuri perhatian para pengunjung toko dan tentunya si kembar.
Setelah sampai di tempat yg aman Arkan langsung menyerang Khanza dengan pertanyaan.
" Siapa pria itu?."ucap Arkan yg tiba -tiba bertanya tentang apa yg pernah dia lihat.
"Apa maksud mu.."
"Pria yg bersamamu di mall,dan pria yg menyematkan cincin waktu di mall!" Ucapnya cepat .
"Buka Urusan mu ingat!kita tidak ada hubungan apa-apa lagi dan jangan mencampuri urusan ku!."jawab Khanza tegas.
"kita masih suami istri."
"Maka ceraikan aku, tapi kita memang sudah cerai karna yang aku tau kalau laki-laki tidak menafkahi istri nya selama 6 tahun lahir batin berarti sudah jatuh talak dan tinggal di sah kan lagi di kantor PA karna waktu itu nikah nya tercatat, kenapa dulu tidak menikah sirih kan gampang urus nya."ucap Khanza yang meminta cerai dan juga menyesal telah menikah tercatat.(maaf kalau salah )
"Itu tidak akan terjadi!."tekan Arkan karna Khanza meminta cerai.
"Terserah anda, setuju atau tidak kita tetap bercerai karena aku butuh akta cerai."Setelah mengatakan itu Khanza langsung meninggal kan Arkan dengan kemarahan nya.
...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...