NovelToon NovelToon
Di Antara Dua Dunia, Dia Menemukan Tempatnya

Di Antara Dua Dunia, Dia Menemukan Tempatnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:245
Nilai: 5
Nama Author: M.Liss

Di alam para Dewa, aturan sudah tertulis sejak zaman dahulu kala: Laki-laki adalah Dewa, Wanita adalah Malaikat. Namun, Lisa adalah pengecualian. Dalam darahnya mengalir kekuatan agung sang Raja Dewa, dan tanda suci terukir di tubuhnya membuktikan dia layak menyandang gelar "Dewa", bukan sekadar "Malaikat".

Sayangnya, dunia tak siap menerima itu. Lisa tumbuh dengan anggun, lemah lembut, namun kesepian. Ayahnya, sang Penguasa Langit, bersikap dingin dan menghilang sejak ia berusia 5 tahun. Lisa mengira dirinya dibenci dan ditolak.

Namun, kenyataannya berbeda. Sang Ayah bukan tak punya hati, ia justru menyembunyikan Lisa demi melindunginya dari kecemburuan dan bahaya maut dari Dewa-Dewa lain. Ketika Lisa dewasa dan menuntut haknya, ia harus menempuh jalan berdarah, menguasai sihir terkuat, dan memimpin perubahan sejarah. Di tengah pertarungan memperebutkan takdir, ia juga akan menemukan cinta, memecahkan kesalahpahaman besar, dan akhirnya mengerti arti pengorbanan sang Ayah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Liss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Setelah gelombang monster biasa hancur lebur oleh Lisa dan Bai-Shen, tiba-tiba tanah berguncang lebih dahsyat dari sebelumnya. Dari balik asap hitam, muncul tiga sosok raksasa setinggi sepuluh meter, berotot besar, dan memegang gada besi sebesar pohon. Mereka adalah Raja kawanan dari monster tingkat tinggi!

"ROOOOAAAAAR!!!"

Teriakan mereka memecah angin. Salah satu Raja monster langsung mengayunkan gadanya ke arah Ji-na dan carl yang berada di barisan belakang.

"WASPADA!" teriak Xioyan sambil memancarkan perisai air.

DUGGG!

Perisai Xioyan retak hebat dan dia terpental jauh. Situasi jadi kritis seketika!

Tapi sebelum Raja monster itu bisa menyerang lagi, sebuah bayangan biru gelap melesat seperti komet. Itu Wu-yuan!

"Berani-beraninya kau menyentuh muridku..." suara Wu-yuan terdengar dingin mematikan.

TRANG!

Pedang Wu-yuan bertemu dengan gada besi itu. Bukan pedang yang patah, tapi justru gada besi milik Raja monster itu yang pecah berkeping-keping!

"A-Apa?!" Raja monster itu terkejut.

Tanpa memberi waktu untuk bernapas, Wu-yuan berputar di udara. Energi perak dan hitam bercampur menjadi satu membentuk pusaran energi yang ganas.

"Teknik Pedang Langit: PEMBANTAIAN!"

 

SLICEERRRR!

 

Dalam sepersekian detik, Raja monster raksasa itu terbelah menjadi enam bagian di udara sebelum tubuh mereka jatuh berdebuk. Darah menyembur membanjiri tanah kering itu.

Wy-yuan mendarat dengan anggun, membersihkan debu tipis di bajunya. Dia menatap sisa monster yang lain dengan tatapan membunuh.

"Masih ada yang mau mencoba?" tanyanya santai.

"Tentu saja" ucapan fredrin melompat kedepan memukul raja monster itu bertubi-tubi.

"Masih bisa bangun rasakan ini"mengumpulkan energi murni dalam satu kepalan tangan.

"PUKULAN NIRWANA!"

"AKHHH" monster itu seketika hancur lebur tanpa tersisa 

"Aku tidak akan ketinggalan.."ucap floyen ngk mau kalah 

Floyen melesat ke belakang raja monster itu dan menikam belakang kepala monster itu.

"KEHAMPAAN.."

Monster itu tersedot keruangan kosong dalam 3 detik, kehampaan itu nyebar kayak retakan di kaca. Semua koneksi di tubuh target putus. Energi nggak bisa mengalir, darah nggak bisa mengalir, saraf nggak bisa berfungsi benang halus mengikat kuat monster itu sampai menghancur tubuhnya berpotongan potongan

Semua monster yang melihat itu langsung mundur ketakutan. Senior mereka dibunuh dalam satu serangan!

Pertempuran belum usai. Dari dalam kegelapan muncul kabut ungu yang sangat tebal. Muncullah ratusan  binatang iblis yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Mereka dipimpin oleh sesosok iblis bertanduk besar yang memegang tongkat kegelapan.

"Manusia sombong... Kalian telah menginjak wilayah kami!" seru pemimpin monster itu. "matilah kalian satu per satu! Serang!"

Pasukan binatang iblis elit mulai maju perlahan, memancarkan aura yang membuat udara terasa berat. Fredrin dan Floyen sudah siap, tapi kali ini musuhnya jauh lebih banyak dan kuat.

Tiba-tiba, Lisa melangkah maju satu langkah.

"Cukup," bisik Lisa.

Aura gelap di sekitarnya meledak lagi, tapi kali ini intensitasnya sepuluh kali lipat lebih dahsyat! Asap hitam pekat itu berubah wujud menjadi sayap-sayap iblis raksasa di punggungnya. Matanya yang tertutup kini bersinar merah menyala terang. 

BOOOOM!

Tekanan udara meledak keluar dari tubuh Lisa. Semua monster yang berada dalam radius 50 meter langsung jatuh berlutut, tidak bisa mengangkat tubuh mereka sama sekali. Mereka merasakan tekanan hierarki yang mutlak. Ini bukan sekadar kuat, ini adalah perbedaan level seperti dewa dan semut!

"Kalian... berisik," ucap Lisa.

Dia mengangkat tangannya ke atas. Tanpa mantra, tanpa gerakan rumit, tanah di bawah kaki para musuh mulai berubah menjadi lautan api hitam. 

"Abyssal Flame (Api Neraka)... Bakar."

WUUUUSH!

Api hitam itu menelan seluruh pasukan musuh dalam sekejap. Tidak ada jeritan, tidak ada perlawanan. Hanya ada kehancuran total. Pemimpin monster itu hanya sempat berteriak "Tolong!" sebelum lenyap menjadi abu.

Lisa menurunkan tangannya. Api padam seketika. Medan perang yang tadi penuh dengan musuh, kini menjadi dataran kosong yang sunyi. 

Naga Petir Bai-Shen yang melayang di langit hanya bisa menganga lebar melihat apa yang baru saja terjadi.

'Gadis ini... Jauh lebih menakutkan daripada Raja Naga.!' batin Bai-Shen.

Dia segera turun dan melingkar di dekat Lisa dengan sikap yang jauh lebih hormat dari sebelumnya.

 

"Nona Lisa... kekuatanmu... sungguh di luar nalar. Aku Bai-Shen bersumpah, selama aku ada, tidak ada satu pun makhluk yang berani menyakiti Anda!"

Lisa tersenyum tipis, auranya perlahan kembali normal dan sayap iblisnya menghilang.

"Terima kasih, Bai-Shen. Kerjamu bagus."

Wu-yuan mendekat, wajahnya masih penuh adrenalin.

"Lisa, kau benar-benar monster! Hahaha! Aku tidak salah memilih tim. Dengan kekuatan kita berdua ditambah yang lain, bahkan jika seluruh hutan ini menyerang sekalipun, kita tetap akan menang!"

 Di kejauhan, anggota Tim B yang lain berlari mendekat. Wajah mereka tidak lagi pucat pasi karena takut, tapi bersinar karena semangat!

 

"NONA LISA! LUAR BIASA!" teriak Fredrin sambil mengangkat tinjunya tinggi-tinggi.

Floyen tersenyum lebar, "Gila... tadi api hitamnya keren banget! Aku jadi pengen belajar juga!"

Ji-na yang tadinya paling penakut, sekarang memegang tongkat sihirnya dengan erat. Matanya berbinar melihat Lisa.

"Aku... aku tidak mau jadi beban lagi. Mulai sekarang, aku juga akan berjuang sekuat tenaga!" katanya tegas.

Carl dan Xioyan pun mengangguk setuju.

Dari jarak 50 meter ratu iblis melihat pasukannya hancur lebur dalam sekejap mata, Ratu Iblis yang bertanduk besar itu mundur selangkah demi selangkah. Wajahnya penuh keringat dingin dan mata nya membelalak ketakutan melihat kekuatan Tim B yang tidak masuk akal.

 

"Jangan terlalu sombong, dasar manusia-manusia sampah!" teriaknya dengan suara parau yang menggema. "Kalian pikir sudah menang?! Aku akan memusnahkan kalian semua sampai ke akar-akarnya!"

Alih-alih menyerang atau lari, Ratu Iblis itu justru melakukan hal mengerikan. Dia mengangkat tangannya menyedot energi dari seluruh pasukan elit yang masih tersisa di sekitarnya!

GLUP! AKKKK!!

Jeritan kesakitan terdengar memilukan. Ratusan binatang iblis elit itu tubuhnya mengering dan hancur menjadi debu, sementara seluruh kekuatan, darah, dan nyawa mereka tersedot habis masuk ke dalam tubuh Ratu Iblis itu!

Tubuh Ratu Iblis membesar dua kali lipat. Aura hitamnya meledak menjadi sangat padat dan gelap. Matanya memancarkan kegilaan murni.

"Jika aku mati hari ini... KALIAN JUGA HARUS MATI BERSAMAKU!!"

Ratu Iblis mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Energi gelap yang sangat pekat berkumpul menjadi bola hitam raksasa di atas kepalanya. Tekanan yang dikeluarkan begitu dahsyat hingga membuat tanah retak-retak.

 

WUUUUMMMM...!

"MATILAH!! TERIMALAH AMUKAN KEGELAPAN!!"

 

Ratu Iblis melepaskan serangan pamungkasnya. Gelombang kehancuran itu meluncur dengan kecepatan tinggi, siap melenyapkan segalanya. 

Tapi Lisa hanya menghela napas pelan.

"Hmm..."

 

Dengan tenang, Lisa menggerakkan jarinya sedikit di udara. WUSH! Tiba-tiba muncul sebuah Kloningan (Clone) yang sempurna dari dirinya. Klon itu melesat maju begitu cepat hingga meninggalkan jejak cahaya, berdiri tepat di depan serangan musuh!

Kloningan Lisa mengangkat tangan ke langit. 

"Petaka Langit: Hukuman Dewa."

BRAAAAAK!!! ZAAAAP!!!

Bukan api, bukan angin. Tapi sebuah petir suci berwarna emas putih yang tebalnya sebesar pohon raksasa menyambar turun langsung dari langit tanpa awan!

Serangan gelap Ratu Iblis hancur seketika saat bersentuhan dengan petir itu. Sambaran petir itu terus menghantam tubuh Ratu Iblis tanpa ampun!

 

Saat asap dan debu menghilang, terlihat Ratu Iblis sudah tergeletak lemah, tubuhnya retak dan lebur perlahan lahan. Dia menatap lurus ke arah Lisa (yang asli berdiri jauh), matanya penuh ketakutan yang tak terhingga.

"An... Anda... Anda bukan makhluk biasa..." gumam Ratu Iblis dengan suara putus asa.

" Anda adalah Dewa Penghancur Alam Semesta..."

"Kenapa... kenapa Anda ikut campur urusan dunia fana ini?! Anda tidak bisa bertindak sesuka hati di sini! Ada aturannya! Anda akan menerima akibatnya! HAHAHA... HAHAHAHA!!"

Dengan tawa terakhir yang penuh keputusasaan, tubuh Ratu Iblis itu perlahan meleleh dan hancur menjadi debu halus, lenyap selamanya dari dunia ini.

Pertempuran usai sudah. Semua orang bersorak dan lega. Mereka mengira serangan itu datang dari langit karena kebetulan atau karena kekuatan sihir gabungan mereka. Tidak ada yang menyadari bahwa Lisa lah yang memanggil petir itu.

Gerakan Lisa tadi terlalu halus, terlalu cepat, dan dia sengaja membuat jarak serta menggunakan kloningan agar tidak ada yang melihat sumber kekuatan aslinya.

Tapi...

Wu-yuan yang berdiri di samping Lisa menyipitkan matanya. Dia tidak melihat gerakan tangan Lisa dengan jelas, tapi dia merasakannya. Getaran energi itu, arah anginnya, dan cara petir itu turun begitu presisi tepat di kepala musuh...

'Kenapa petirnya bisa seakurat itu? Dan kenapa aku merasakan getaran energi yang sama persis dari arah Lisa barusan? Tapi dia tidak terlihat menggerakkan mantra sama sekali...'batin Wu-yuan mulai menyusun teori

Wu-yuan melirik wajah tenang Lisa.

'Gadis ini... semakin hari semakin banyak misterinya. Ada sesuatu yang sangat besar dia sembunyikan. Suatu hari nanti juga pasti akan terkuak kebenarannya.'

Wu-yuan tersenyum miring.

Setelah Ratu Iblis hancur lebur dan lenyap, suasana di medan perang menjadi hening sejenak. Ribuan monster dan iblis kecil yang tersisa saling berpandangan dengan wajah pucat pasi.

Pemimpin mereka sudah mati. Tidak ada lagi yang memberi perintah, tidak ada lagi yang melindungi mereka. Rasa takut akan kekuatan Tim B dan sambaran petir misterius tadi membuat mental mereka hancur total.

"GURUAAAA!!"

"KABUR!! CEPAT KABUR!!"

Tanpa komando, seluruh pasukan monster itu berbalik badan dan lari secepat kilat kembali masuk ke dalam Hutan kegelapan. Mereka berdesak-desakan, saling injak, takut tertinggal dan ikut mati. Dalam hitungan detik, dataran luas itu kembali kosong, hanya menyisakan puing-puing pertempuran dan bau darah yang mulai mengering.

Wu-yuan melihat kepergian mereka dengan tatapan dingin, lalu melambaikan tangannya santai.

"Biarkan mereka lari. Hari ini sudah cukup darah. Kita tidak perlu mengejar."

Wu-yuan menoleh ke seluruh anggota Tim B. Wajah mereka memang terlihat gagah, tapi jelas terlihat kelelahan setelah bertarung habis-habisan.

"Pertempuran untuk hari ini selesai," ucap Wu-yuan tegas. "Kita akan mendirikan perkemahan di sini. Posisi ini strategis dan sudah aman. Semua orang, istirahatlah, pulihkan energi, dan perbaiki perlengkapan kalian."

"SIAP KAK!" seru seluruh anggota serempak.

Mereka pun segera bertindak. Tidak ada yang mengeluh. Semua bekerja sama mendirikan tenda-tenda besar, menyalakan api unggun, dan memeriksa persediaan makanan.

🌙 Floyen: Penjaga Bayangan

Floyen tidak langsung tidur. Dia justru memanjat pohon-pohon tinggi di sekitar perkemahan. Dengan mata tajamnya, dia bertugas memantau situasi dari ketinggian. Sesekali dia melompat dari dahan ke dahan dengan lincah, memastikan tidak ada musuh yang berani mendekat diam-diam. Dia adalah mata dan telinga tim yang paling waspada.

 

🗡️ Fredrin: Latihan Tanpa Henti

Sementara yang lain istirahat, Fredrin justru mengayunkan pedangnya berulang-ulang di dekat api unggun.

Wush! Wush! Trang!

Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu. Setiap kali dia mengayunkan pedang, dia teringat gerakan Lisa dan Wang-Lin tadi. Dia bertekad untuk menjadi sekuat mereka. Keringatnya bercucuran, tapi senyumnya lebar karena semangat.

💧 Ji-na & carl : Penyembuh & Pendukung

Ji-na  menggunakan sihir airnya untuk membersihkan luka-luka ringan dan membersihkan senjata teman-temannya yang berlumuran darah. Sementara carl sibuk menyiapkan makanan dan ramuan pemulih stamina. Suasana menjadi hangat karena perhatian mereka berdua.

 

Xio-yan 

duduk memegang pedangnya erat-erat. Dia tidak lagi gemetar, tapi wajahnya terlihat serius. Dia sedang mencoba memusatkan pikiran, berlatih mengendalikan energi spiritualnya agar tidak menjadi beban lagi. 

🐉 Bai-Shen: Naga yang Santai

Naga Petir Bai-Shen mengecilkan ukuran tubuhnya menjadi sebesar ular besar, lalu melingkar santai di dekat Lisa. Dia memejamkan mata, tapi auranya tetap menyebar menjaga seluruh area perkemahan. Siapa pun yang berani masuk, akan langsung tersambar petir tanpa ampun.

Wu-yuan duduk di atas batu besar, sedikit terpisah dari yang lain. Dia tidak tidur, juga tidak berlatih. Dia hanya menatap api unggun sambil memutar-mutar gelas anggurnya.

Pikirannya kembali melayang ke momen saat Ratu Iblis mati.

'Hebat...,' batin Wu-yuan.

Dia melirik ke arah tenda tempat Lisa beristirahat.

'Gerakannya terlalu cepat, terlalu halus. Bahkan aku dengan mata pedangku tidak bisa melihatnya.'

Di dalam tendanya, Lisa duduk bersila dengan mata tetap tertutup. Aura iblisnya sudah hilang total, digantikan dengan aura yang tenang dan damai.

Dia tidak tidur. Dia sedang memulihkan energinya. Meski terlihat mudah, mengendalikan kekuatan sebesar itu butuh konsentrasi tinggi.

"Mereka tidak boleh tahu..." bisik hatinya pelan. "Selama ini cukup. Aku hanya perlu menyelesaikan misi ini dan melindungi mereka menggunakan hukum dewa benar benar luar biasa dan sepertinya aku akan mendapatkan serangan balik."

Di luar tenda, suara tawa Fredrin dan obrolan yang lain terdengar hangat. Perkemahan kecil mereka menjadi oase keamanan di tengah wilayah yang berbahaya. Malam ini akan menjadi malam yang tenang sebelum pertempuran yang lebih besar menanti mereka esok hari.

Bersambung....

1
T28J
keren kak, saya subscribe, semoga ceritanya konsisten dan sampai tamat ya ✍️
Chen: terimakasih 🙏😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!