NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13 Belajar Sepeda Lagi

Devina akhirnya di ajak Adit ke rumahnya. Karena Devina memang tidak punya sepeda. Jika harus beli dulu malah ribet dan jauh. Jadi Adit menyarankan untuk ke rumahnya karena ia punya sepeda bekas yang selalu di pakai ibunya dulu. Sesampainya di rumah Adit Devina melihat-lihat halaman rumahnya yang lumayan nyaman dan tenang. Juga ada beberapa tanaman bunga yang indah juga terawat. Rumah Adit lumayan lebih besar dari rumah Aksa. Tatkala Adit saat ini sedang mengambil sepedanya yang di simpan di gudang belakang rumah.

Adit kembali dengan menuntun sepeda berwarna merah muda itu keluar dari gudang belakang rumah nya. Devina terlihat senang setelah melihat sepeda itu sedikit mirip dengan sepeda Aksa. Bedanya punya Aksa itu model yang sudah tua dan ketinggalan jaman. Sedangkan yang punya Adit, keluaran terbaru dan terlihat lebih mahal.

"Warna pink? Ini sungguh sepeda punya loh? " tanya Devina sambil tertawa kecil.

"Bukanlah. Hilang dong citra gue kalau sepeda gue pinky begini! " elak Adit dengan tegas.

Devina tertawa kecil merasa cukup lucu setelah menggoda Adit. "Lalu ini punya siapa? "

"Ini bekas Mamih gue. Sudah terlalu lama disimpan dan tidak dipakai. Makanya sedikit berdebu. Tapi masih bagus kok! " jawab Adit berterus terang saja.

Devina menghampiri sepeda itu dan melihat-lihat. "Padahal masih sangat bagus. Kenapa malah disimpan? " tanya Devina lagi penasaran.

"Dia sudah lama pergi. Orang tua gue bercerai empat tahun yang lalu, " jawab Adit menjawab dengan begitu santai dan sambil tersenyum. Membuat Devina merasa sedikit bersalah karena telah mempertanyakan hal yang menyinggung perasaannya.

"Maaf, gue gak tahu, " sesal Devina.

"Tidak papah. Tidak perlu merasa tidak enak begitu. Bukan hal yang besar juga, " sahut Adit sambil tersenyum lebar. "Jadi, mau belajar sepeda sekarang? " tambahnya kemudian.

"Yaudah ayok! Gue udah gak sabar nih! " seru Devina dengan antusias dan penuh semangat.

Lantas, mereka pun pergi ke taman bersama untuk belajar lebih nyaman dan aman juga. Setibanya di taman Devina mengambil alih setang sepeda dan mencoba mengayuh perlahan di pegangin oleh Adit dari belakang. Devina cukup melakukannya dengan baik karena pernah belajar bersama Aksa sebelumnya.

"Bagus sekali! Benar begitu. Tetap jaga keseimbangan, " ucap Adit dengan penuh semangat mengajarinya.

"Kayaknya gue bisa! " seru Devina.

"Gue lepas yah? " Adit perlahan melepaskan genggaman tangannya dari sepeda itu dan membiarkan Devina mengayuh sendiri. Dan hasilnya Devina berhasil. Ia akhirnya bisa mengayuh sepeda dengan benar dan selamat. Devina bersorak seru dengan keberhasilan nya.

"Wuhu! Gue bisa!" teriaknya terdengar bahagia dan senang sekali. Tatkala Adit hanya menatap ikut senang dari kejauhan.

"Loh hebat! " teriak Adit kemudian memuji usaha Devina dan keberhasilan yang ia dapat.

Selesai bermain sepeda dengan puas, Devina dan Adit duduk di sebuah warung terdekat sambil membeli minuman dingin untuk menyegarkan tenggorokan mereka yang kering karena haus.

"Loh cukup lumayan bisa belajar secepat itu, " puji Adit.

"Iyah kan? Mungkin karena sebelumnya gue udah belajar dikit bareng Aksa sampe jatuh ke parit, " ungkap Devina sambil tertawa kecil.

"Apa? Dia ngajarin loh naik sepeda? " sahut Adit lagi bertanya kembali meyakinkan.

Devina mengangguk penuh semangat. Adit pun kini sadar, kalau ternyata Aksa juga menyukai Devina. Namun entah kenapa Aksa tidak mengungkap perasaan itu pada Devina padahal ia juga pasti jelas tahu Devina sangat menyukainya. Pikir Adit terdiam sejenak hanyut dalam pikirannya sendiri.

"Tapi... " Devina membuyarkan pikiran Adit dan menatapnya lekat-lekat. "Ini kan hari pertama loh masuk sekolah. Apakah tidak papah bolos kayak gini? Loh tidak takut di cap sebagai anak berandalan?" tanya Devina kemudian.

Adit tersenyum senang saat mendengar pertanyaan itu dari Devina. "Wah, loh khawatir sama gue yah? " godanya.

"Ck. Siapa juga yang khawatir. Gue cuma nanya tahu! " tegas Devina meluruskan niat dari pertanyaannya tersebut.

"Jangan khawatir. Walaupun gue nanti dihukum, mungkin bareng sama loh. Kita kan bolosnya sama-sama, " sahut Adit lagi sambil ketawa kecil.

Devina mendorong tubuh Adit karena merasa kesal dengan jawabannya. Walaupun memang begitu faktanya. "Dasar loh yah! " Devina berdiri dari duduknya seketika.

"Mau kemana? "

"Ayo, gue bosan banget. Gue juga lapar! " seru Devina sambil memegangi perutnya yang mulai terdengar keroncongan.

"Kalau begitu, mau makan bersama? " tanya Adit lagi.

"Kalau gue mau makan sendiri, buat apa gue ngajak loh! Kali ini gue yang traktir. Itung-itung balas budi gue karena loh udah ngajarin gue naik sepeda, " ujar Devina dengan angkuhnya.

"Oke! Ayo! "

Adit sangat bersemangat sekali. Bukan karena ia ditraktir, tapi karena ia merasa akhirnya cukup dekat dan akrab dengan Devina meskipun hanya dengan hitungan jam sampai bisa makan siang bersama-sama.

Lantas, Devina dibonceng oleh Adit dengan sepeda milik ibunya itu ke suatu tempat yang tidak lain adalah sebuah restoran mewah hotel bintang lima. Adit sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena sedikit terkejut.

"Hei? Loh sungguh mau makan di tempat ini? " tanya Adit dengan segala keraguannya.

Devina hanya mengangguk tegas mengiyakan. "Tentu saja. Loh pikir gue bercanda apa? " jawab Devina dengan tegas namun santai.

Devina masuk terlebih dahulu ke dalam gedung hotel tersebut di susul oleh langkah Adit dari belakang yang nampak sedikit segan. Bukan karena tempatnya, namun karena ia tidak yakin Devina mampu membayarnya nanti.

Sesampainya di restoran Devina duduk dan mengambil menu untuk memesan. Melihat adanya tamu VVIP kepala pelayan sendiri yang langsung melayaninya. Karena semua pegawai disana sudah tahu tentang identitas Devina.

"Hallo, Nona? Selamat datang! Anda mau makan apa? " tanya kepala pelayan tersebut.

Melihat perlakuan dari orang-orang disana yang begitu menghormati Devina membuat Adit sedikit terkejut dan tertegun diam. Ia baru sadar kalau ternyata Devina itu bukan orang biasa seperti dirinya.

"Loh mau makan apa? " tanya Devina kepada Adit yang masih terdiam karena terkejut. "Oi! Gue nanya loh mau makan apa? Malah bengong! " seru Devina mengulang pertanyaan nya.

"Terserah loh. Apa aja deh! " Jawab Adit.

"Yaudah, Pak Anton. Aku mau ini, ini sama yang ini yah? Tolong cepat! Aku sudah lapar sekali, " ujar Devina kepada Anton kepala pelayan itu.

"Baik Nona." Anton pergi untuk menyiapkan pesanan Devina.

Sementara itu Adit masih tidak percaya kalau Devina adalah orang yang sangat dihormati dan disegani.

"Hei? Loh.... siapa loh sebenarnya? Apa loh seorang anak konglomerat? " tanya Adit.

Devina tersenyum dengan angkuh sambil mengibaskan rambutnya. "Menurut loh?" sahutnya. Lalu kemudian ia tertawa kecil. "Sudahlah. Loh gak usah kaget begitu. Status itu hanya milik orang tua gue. Gue tetap anak biasa kayak yang lain. Gak usah segan sama gue, " tambahnya.

"Gue bukan segan. Hanya saja kalau gue tahu lebih awal, mungkin gue gak bakalan bayarin taksi loh tadi. Secara loh kan lebih kayak dari gue. "

"Hah?! Benar-benar loh yah! Cuma ongkos taksi aja. Gue bayar nanti! " geram Devina.

"Hehehe... Gue bercanda kok! "

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!