NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: BAYANGAN DI BALIK JENDELA

​Malam merayap lambat di atas kediaman Lynn yang kini telah berganti nama kepemilikan. Hujan tipis membasahi kaca jendela kamar utama di lantai dua, meninggalkan jejak-jejak air yang meluncur seperti air mata. Nerina berdiri di dekat jendela besar yang menghadap langsung ke arah taman belakang.

​Ia memeluk tubuhnya sendiri. Di bawah temaram lampu taman, bayangan pohon-pohon besar bergoyang ditiup angin, menciptakan siluet yang aneh dan mengancam. Sejak pertemuan dengan Julian Cavendish siang tadi, perasaan tidak tenang terus menggelayuti dadanya. Ia merasa seolah-olah ada sepasang mata yang tak terlihat, mengintip dari balik kegelapan hutan pinus di batas luar mansion.

​Sret.

​Nerina tersentak ketika mendengar suara ketukan halus di pintunya, disusul dengan daun pintu yang terbuka perlahan.

​Ergino masuk. Pria itu tidak lagi mengenakan seragam pelayan, melainkan kemeja hitam kasual dengan lengan yang digulung hingga ke siku, memamerkan urat-urat tangan yang kokoh dan garis tato mawar hitam yang melingkari lengannya. Langkah kakinya begitu sunyi, hampir menyerupai predator yang sedang berpatroli di wilayah kekuasaannya.

​"Anda belum tidur, Nona?" suara Ergino rendah, bergaung lembut di kamar yang sepi itu.

​"Aku tidak bisa tidur, Gino," bisik Nerina tanpa berbalik. "Ada sesuatu di luar sana. Sejak sore tadi, aku merasa ada seseorang yang mengawasiku dari balik pepohonan itu."

​Ergino melangkah mendekat. Ia tidak berhenti sampai jarak di antara mereka menyusut hingga beberapa senti. Nerina bisa merasakan embusan napas hangat Ergino di tengkuknya, mengirimkan getaran halus ke seluruh tubuhnya. Tanpa berkata-kata, tangan Ergino yang besar merayap melewati bahu Nerina, meraih tali beludru tirai jendela, lalu menariknya dengan satu sentakan pelan.

​Srettt.

​Kegelapan di luar seketika terputus oleh kain beludru tebal berwarna merah marun.

​"Jika Anda tidak melihat mereka, mereka tidak akan bisa mengusik pikiran Anda," ucap Ergino datar.

​Nerina berbalik, mendongak untuk menatap mata gelap pria itu. "Kamu tahu ada seseorang di luar sana, kan? Jangan membohongiku, Gino. Detektor keamanan di gerbang belakang sempat berbunyi senyap dua kali malam ini."

​Ergino menatap Nerina lekat-lekat. Sinar matanya malam ini tampak lebih gelap, dipenuhi oleh obsesi yang sulit disembunyikan. Ia mengulurkan tangan, jemarinya yang kasar dengan lembut menyentuh dagu Nerina, memaksanya untuk terus menatapnya.

​"Julian Cavendish tidak datang ke Indonesia hanya untuk minum teh dengan Anda, Nerina," kata Ergino, kini menggunakan nama wanita itu tanpa embel-embel formalitas. "Dia membawa 'pembersih' dari London. Tiga orang profesional yang terlatih untuk melenyapkan target tanpa meninggalkan jejak."

​Nerina sedikit membelalak. "Dan mereka ada di sekitar mansion ini sekarang?"

​"Mereka mencoba mencari celah," seringai tipis muncul di sudut bibir Ergino—seringai yang tampak dingin dan mematikan. "Namun, mereka tidak tahu bahwa setiap jengkal tanah di sekitar rumah ini telah menjadi ladang ranjau informasi bagi Leif Capital. Mereka tidak akan bisa masuk."

​Nerina menghela napas panjang, mencoba meredakan debaran jantungnya yang kian tidak beraturan. "Lalu sampai kapan aku harus bersembunyi di sini? Aku punya rapat pemegang saham lusa. Aku tidak bisa terus-terusan mengurung diri."

​Ergino tidak langsung menjawab. Matanya turun, memperhatikan gaun malam satin berwarna putih gading yang dikenakan Nerina. Gaun itu memiliki potongan punggung yang rendah, memperlihatkan kulit punggung Nerina yang putih bersih namun memiliki deretan kancing kecil yang rumit di bagian belakangnya yang belum sempat ia pasang dengan benar karena tangannya yang gemetar tadi.

​"Kemari," bisik Ergino lembut, namun nadanya tidak menerima bantahan.

​"Gino?"

​Ergino membalikkan tubuh Nerina dengan perlahan namun pasti, hingga punggung wanita itu kini menghadap ke arahnya. "Kancing gaun Anda terlepas sebagian. Biarkan aku merapikannya."

​Nerina membeku. Sentuhan jemari Ergino pada kulit punggungnya yang polos terasa seperti sengatan listrik yang hangat. Ergino bergerak sangat lambat, memasangkan satu per satu kancing kecil itu dengan ketelitian yang luar biasa. Setiap kali jemarinya tidak sengaja menyentuh kulit punggung Nerina, napas Nerina tertahan.

​"Gino... kamu terlalu mengekangku akhir-akhir ini," gumam Nerina, mencoba mengalihkan perhatian dari keintiman yang menyesakkan ini. "Kamu melarangku pergi ke kantor sendirian. Kamu menyita ponsel lamaku. Aku merasa... aku seperti tawananmu sendiri."

​Tangan Ergino berhenti sejenak di kancing terakhir, tepat di pangkal leher Nerina. Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan, merapatkan dadanya yang bidang ke punggung Nerina. Ia menyandarkan dagunya di bahu Nerina, berbisik tepat di samping telinganya dengan suara yang begitu dalam dan posesif.

​"Jangan pernah jauh dari jangkauanku, Nerina. Di dunia ini, hanya aku yang boleh melihat kelemahanmu. Hanya aku yang boleh memiliki hak untuk menjagamu."

​Nerina menggigit bibir bawahnya. "Tapi aku bukan wanita lemah yang harus terus kamu sembunyikan!"

​"Kamu adalah mawar hitamku," balas Ergino, tangannya kini merayap ke depan, melingkari pinggang ramping Nerina dan menariknya lebih rapat ke dalam pelukannya. "Dunia di luar sana terlalu kotor untuk keindahanmu. Cavendish, Fidelis... mereka semua ingin mematahkan durimu dan mengeringkan kelopakmu. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Bahkan jika aku harus mengunci kamar ini dan membuang kuncinya ke dasar laut, aku akan melakukannya demi keselamatanmu."

​"Gino, ini gila..." bisik Nerina, meskipun ia tidak mencoba melepaskan diri dari dekapan erat itu. Kehangatan tubuh Ergino adalah satu-satunya hal yang membuatnya merasa benar-benar hidup setelah kematian puitisnya di masa lalu.

​"Aku memang gila," Ergino mengecup pelipis Nerina dengan lembut namun penuh penekanan. "Aku gila sejak hari aku melihatmu terbujur kaku di kehidupan yang lalu. Dan aku tidak akan membiarkan kegilaan ini berakhir dengan penyesalan yang sama."

​Ergino memutar tubuh Nerina kembali untuk menghadapnya. Ia menatap mata Nerina yang berkaca-kaca karena luapan emosi.

​"Mulai besok, kamu tidak akan pergi ke kantor," perintah Ergino dengan tatapan dominan yang tak tergoyahkan. "Rapat pemegang saham akan dipindahkan ke ruang konferensi pribadi di dalam mansion ini. Semua akses keluar masuk akan diperketat."

​"Julian Cavendish akan curiga jika aku tidak menemuinya," bantah Nerina.

​"Biarkan dia curiga," sahut Ergino dingin. "Jika dia ingin menemuimu, dia harus melewati aku terlebih dahulu. Dan aku pastikan, pertemuan denganku tidak akan menjadi pengalaman yang menyenangkan baginya."

​Ergino membungkuk, menempelkan keningnya pada kening Nerina, menikmati embusan napas mereka yang saling berkejaran. "Katakan padaku, Nerina... apakah kamu memercayaiku?"

​Nerina menatap mata gelap Ergino, mencari sisa-sisa pelayan penurut yang dulu selalu membungkuk hormat padanya. Namun, ia tidak menemukannya lagi. Di depannya kini adalah seorang raja tanpa mahkota, penguasa bayangan yang siap membakar dunia demi dirinya.

​"Aku memercayaimu, Gino," bisik Nerina akhirnya, menyerah pada pesona protektif pria itu. "Tapi berjanjilah padaku... jangan biarkan dirimu terluka demi melindungiku."

​Ergino tersenyum tipis—sebuah senyuman yang penuh dengan cinta sekaligus kegelapan yang tak terduga. Ia mengecup bibir Nerina dengan cepat namun intens, menyisakan sensasi terbakar yang manis di bibir wanita itu.

​"Aku adalah bayanganmu, Nona," gumam Ergino, kembali menggunakan panggilan formalnya dengan nada menggoda. "Dan bayangan tidak akan pernah bisa terluka oleh cahaya sekecil apa pun."

​Malam itu, di dalam kamar yang terkunci rapat dari ancaman dunia luar, Nerina akhirnya bisa memejamkan matanya. Di luar jendela, bayangan-bayangan hitam yang mengintai di balik pohon pinus mulai bergerak mundur, menyadari bahwa mangsa yang mereka cari sedang dijaga oleh monster yang jauh lebih mengerikan daripada mereka.

1
Aditya Rian
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!