Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.
Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.
Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
" Ceu apakah harus begini.?" Pemuda itu bener bener risih dengan apa yang sedang di lakukan nya saat ini.
" Hmph........... Bawel amat sih kamu kaya bibir wanita. Udah ikuti aja alur nya agar kamu selamat." Rutuk Ceceu Intan Nuraeni, pusing sedari tadi memperhatikan Daniel yang terus menerus protes dengan apa yang sedang di sandiwara kan.
Tinggal ikuti saja dan kamu juga akan merasakan rasanya surga dunia itu.
" Bukan begitu Ceceu.... Tapi dari tadi pusaka aku berdiri terus, bisa bisa aku tak tahan dan langsung menerkam dirimu.
Bukannya itu yang aku inginkan, anak ini bener bener polos duh, namun aku suka." Ya udah terkam aja, aku ikhlas kok." Ceceu membolehkan nya.
Daniel seketika langsung menutup matanya dengan kelima jarinya." Astaghfirullah... Haram tuh Ceu."
Dasar polos anak ini, dia beristighfar secara kaya orang alim aja, tapi membuka lima jari nya yang menutupi kedua matanya.!
" Woy Daniel, haram, haram, tapi kamu lihat juga kan." Ceceu langsung menutup kedua kakinya, Daniel terkekeh geli merasa tidak bersalah dengan apa yang di lakukannya.
" Dikit Ceu, gak pa pa kan kalau dikit mah. Lagian itu juga masih tertutup kok." Ngeles Daniel.
" Terserah ahk...." Ceceu langsung tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
" Ayo Niel kamu tidur dan peluk aku, bandot tua sebentar lagi akan tiba ke sini, sandiwara kita harus bersih jangan sampai tercium olehnya." Lanjut Ceceu kemudian.
Danil ragu untuk berbaring, walau bagaimanapun, posisi Ceceu saat ini sedang memakai lingerie, akan ada kontak pisik di antara dua tubuhnya, dan itu akan membuat aliran aliran listrik menjalar langsung menegang dengan puluhan mega watt.
" Yaa Allah apakah ini sudah seharusnya begini, apakah tidak ada cara lain, ingin berontak tapi tak bisa karna rencana kedepannya akan seperti apa aku tak tahu." Batin Daniel bergejolak.
" Niel buru... Tuh dengar kan suara mobil, pasti si bandot tua sudah datang." Rusuh Ceceu langsung menarik tangan Daniel, Daniel pun langsung terjungkal dan memeluk tubuh Ceceu.
Buset deh ini apaan kok kenyal begini kaya tepung adonan roti donat buatan bapak Agus, namun ini kenyalnya lain dari yang lain.
" Ceu lepas dulu deh." Daniel meminta. Dan langsung di bentak oleh Ceceu.
" Diam nikmati saja dan tak ada kesempatan untuk kedua kalinya ."
" Aduh Ceu, tapi ya sudahlah lagian hidup aku kok gak bakalan lama lagi, hidup dalam bayang bayang kematian, sama dengan mati secara berdiri, namun ketika aku bener bener mati dan dalam keadaan sudah berbuat zina tanpa ada ikatan pernikahan, bukan aku akan langsung masuk dalam neraka." Kata Daniel bergidik ngeri, membuat Ceceu tersenyum manis, pemuda di hadapannya benar benar polos dan masih menganut ajaran kuno, yang mana haram mana halal.
Danil langsung melepaskan pelukannya dari Ceceu, ia duduk termenung sesaat, Ceceu memainkan perannya untuk memperlihatkan pada bandot tua bahwa ia sedang berbuat mesum dengan Daniel.
" Prokk................!
" Prokk.................!
" Prokk..................!
" Mantap......... Mantap semut kecil masuk dalam genggaman kita Ayank." Suara sangat familiar terdengar di telinga Daniel, sesaat Daniel terdiam tak menoleh ke arah suara itu.
" Sayang................" Kedip manja Ceceu, namun gerakan kedipan matanya tampak jelas terlihat oleh Daniel.
" Sialan, apakah Ceceu berkhianat atau kau hanya sekedar akting." Rutuk Daniel dalam hatinya.
" Bukti kau berbuat mesum dengan Ceceu Intan Nuraeni ada dalam genggaman ku bocah. BERDIRI." Teriak lelaki tua yang di panggil sayang oleh Ceceu Intan Nuraeni.
Daniel menoleh, pandangan nya tajam, ia tersenyum sinis ke arah lelaki tua. Tampak di belakang lelaki tua terlihat tiga orang berdiri tegak berpostur tubuh tinggi besar dan otot otot nya tercetak rapi di sela sela tubuh dan dada nya.
Tatapan yang di tunjukkan oleh Daniel, membuat jantung lelaki berdekup kencang, seumur hidupnya baru kali ini ada orang yang berani memandang nya secara tajam, hingga tanpa sadar lelaki tua itu melangkah dan berdiri di hadapan Daniel yang masih menelungkup dalam pelukan Ceceu Intan Nuraeni.
" Wussssssssss....................!
" Bug.............................!
Sepakan kaki tua mendarat mulus di kepala Daniel, terpental jatuh ke bawah ranjang.
" Sayang...................!
Ceceu berteriak histeris, ini tidak sesuai rencananya, Daniel perlahan bangkit seraya memegang kepala yang terasa pusing akibat sepakan dari lelaki tua itu.
" Dia berani memandang ku dengan tajam, aku muak dan ingin membunuhnya saat ini." Tekan bersama dengan deburan jantung yang kencang.
" Yaa, aku tau, tapi seandainya dia mati, siapa yang akan menggantikan posisi ayah dari buah hati kita hah." Bentak Ceceu, Kadir pun terdiam apa yang di katakan oleh Ceceu masuk akal.
" Hahahaha....... Hahahaha......!
Di saat mereka berdua sedang berjibaku dalam irama perdebatan, tawa lepas keluar dari mulut Daniel, dia sepenuhnya sudah mengerti akan rencana dari Ceceu dan Tuan Besar Kadir itu.
Kedua nya langsung terkejut dan menoleh ke arah Daniel, kerutan tampak jelas di kening Kadir dan Ceceu.
Kadir mengangkat kepalanya ke atas meminta jawaban dari Ceceu tentang apa yang di tertawakan oleh bocah berusia belasan tahun itu, Ceceu hanya menaikkan kedua bahu nya tanda ia tidak tahu sama sekali.
" Jika kau mempunyai rencana lain yang tidak aku ketahui, maka keluargamu akan hancur." Ancam Kadir setelah dirinya tidak menerima jawaban dari Ceceu ia melangkah ke depan mencekik leher Daniel.
" Uhuuk........... Uhuuk............!
Daniel terbatuk batuk akibat cekikan dari lelaki tua itu, Ceceu melihatnya tidak tega.
Namun menit kemudian, di saat Ceceu hanya bisa melihat nya Daniel pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Kadir, tendangan telak mengenai pusaka nya hingga cekikan itu lepas dan Kadir langsung merunduk ke bawah menahan mual.
" Wessssssssssssssssss!
" Bug.....................!
" Pecah sia pusaka warisan mu." Tekan Daniel, lalu ia melompat ke arah Ceceu dan mulai mengunci tangannya serta menodongkan pisau yang ia selipkan di balik punggung celananya.
" Jangan bergerak, bila tak mau wanita ini mati dengan pisau ku." Daniel nekad saat ini urusan nanti biarlah nanti dia pikirkan.
" Kenapa....... Kenapa....... Endingnya seperti ini, bukan kah Daniel sudah bersedia tidak akan melawannya dan menuruti setiap alur rencana yang sudah aku ucapkan pada Danil waktu itu." Batin Ceceu bertanya tanya dalam hatinya.
" Kau berani mengancam ku." Tekan Kadir, apakah kau tidak sayang pada keluarga mu hah." Bentak Kadir mengingatkan nya.
" Hahahaha.......... Hahahaha........"
Daniel tertawa terbahak bahak dengan ancaman yang di berikan oleh Kadir, itu sudah masuk dalam perhitungan nya.
" Bandot tua, dengarkan aku baik baik, ketika aku mendengar atau melihat Keluarga ku menangis atas ulahmu, maka hari itu juga tamat sudah seluruh hidup mu dan keluarga mu." Jeda Daniel melihat ekspresi wajah dari Kadir yang menatap tajam ke arahnya.
" Kau pikir aku tidak tahu kartu AS mu hah. Aku tahu semua kebusukan mu bersama Ceceu, dan perjanjian mu dengan lelaki berumur seabad itu, semua sudah ada dalam genggaman ku. Kau dan Ceceu berpikir bahwa aku bisa di kendalikan dan di jadikan boneka oleh kalian berdua untuk kesenangan dan kepuasan, itu salah, justru akulah yang akan mengendalikan dirimu wahai bandot tua licik."
Kadir menatap tajam ke arah Daniel, ia sudah berdiri tegak setelah merasakan mual dalam perutnya menerima tendangan ke arah pusaka warisan, kedua tangannya di simpan ke belakang memberi kode pada ketiga bodyguard untuk menyerang Daniel tak peduli dengan nyawa selingkuhan nya saat ini.
Bersambung.