Demi uang, Keysa setuju berpura-pura menjadi kekasih pria kaya raya. Namun, jebakan ini seharusnya untuk sahabatnya. Kini, ia terperangkap di bawah kendali pria itu. Keysa harus memainkan peran yang bukan miliknya, sebelum rahasia pertukaran identitas ini menghancurkan mereka semua..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon marwa18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 DILEMA
Setelah pertemuan di lantai 30, Kesya kembali ke lantai 25 dengan langkah ringan. dia berhasil membuat Aksa Perwira yang angkuh itu kebingungan dan bahkan sampai menumpahkan air. tapi,di balik kemenangan itu, ada sebuah kecemasan yang mengganggu pikiran kesya
"Apa aku sejelek itu saat menyamar jadi Dila?" kata Kesya pada dirinya sendiri, menyandarkan kepala di tembok.dia memikirkan kembali waktu itu sangat jauh perbedaan penampilannya.
Kesya yang profesional: rapi, elegant,dan perfect. 'Dila' yang dia ciptakan: kumuh, berantakan dan pucat.
hati kesya :
"Apakah aku gagal total dalam penyamaran ini sampai Aksa itu buta? Dan apa Kesya seburuk itu,di mata Aksa? kenapa kamu sangat terlihat yakin menyamakannya dengan Dila yang jelas-jelas kumuh?"
kalau Kesya yang sekarang adalah rate nya dari 10/10, maka 'Dila' pastilah versi 0/10. Jarak yang sangat jauh membuat Aksa melupakan Kesya yang sesungguhnya ada di depan matanya.
Kecurigaan Aksa justru menjadi hal yang lucu, dia gak percaya kalau wanita yang sangat kompeten ini bisa berpenampilan seburuk 'Dila'.
tapi, pengakuan Aksa
"Aku rasa, aku pernah melihat kamu di suatu tempat" terus menghantui Kesya. Kecurigaan yang saat itu adalah tekanan pertama pada sebuah pertahanan 'Ninja Kantor' yang dia bangun susah payah.
Malam itu,Kesya bergegas ke apartemen Dila, sahabatnya, untuk menceritakan detail lucu dan menegangkan di ruangan saat meeting. dia sangat butuh pelepasan dan tawa dari Dila.
"Dila! Kamu gak akan percaya apa yang terjadi hari ini!" kata Kesya saat membuka pintu.
tapi, ruangan itu sepi. Dila berbaring lemah di kasurnya, wajahnya pucat, dahi dikompres handuk dingin.
"Astaga, Dil! Kamu kenapa?" Kesya langsung panik, meletakkan tasnya dan mendekati dila.
"aku cuma kecapean, Kesya" bisik Dila lemah, suaranya serak.
"Mungkin ,flu berat. Dua hari ini tidur aku kurang" Dila memang pekerja keras. Beban pikiran soal perjodohan yang lalu dan jadwal kerja yang padat benar-benar membuatnya jadi tumbang.
Melihat kondisi sahabatnya, semua rencana Kesya untuk bercerita langsung hilang. dia gak akan tega membebani Dila dengan masalah Aksa. Dila udah terlalu khawatir akan kesehatan dirinya sendiri.
Kesya dengan sigap mengambilkan sup yang instan, memijat kaki Dila, dan mengganti kompresnya.
"udahlah, kamu istirahat aja dila. Jangan pikirkan apa-apa" kata Kesya lembut.
"Aku udah atur supaya kamu bisa cuti dua hari. Sekarang fokus untuk sembuh ya. Jangan khawatir, Operasi Ninja aman di kantor. Aku baik-baik aja."kata kesya
"Kamu janji baik-baik aja, Kesya?" tanya Dila lemah.
"Janji," kata Kesya, mengangguk yakin sambil tersenyum meyakinkan.
"Cepat sembuh ,sahabatku"
Setelah memastikan Dila tidur pulas, Kesya kembali ke rumahnya ,dan masuk ke kamarnya sendiri.
keputusan yang menakutkan
Di kamar yang sepi, Kesya duduk di meja belajarnya, melihat pantulan dirinya di cermin. dia teringat lagi tatapan Aksa yang kebingungan dan Momen Lucu di mana Aksa terlihat kaya pria bodoh yang kehilangan ingatannya. Kesya tersenyum sendiri. Senyum itu campur aduk antara geli, lega, dan waspada.
Masalah Aksa belum selesai. Kecurigaan Aksa udah muncul dan itu cuma masalah waktu sampai Aksa menghubungkan sebuah permainan: staf Administrasi yang sangat kompeten (Kesya) dan wanita kumuh yang membatalkan perjodohannya ('Dila').
Kesya mulai melamun, memutar-mutar pulpen di jarinya.dan
1.Mengakui Kebenaran.
Kesya bisa aja besok berjalan ke lantai 30, mengakui bahwa dialah 'Dila' yang disamarkan, menjelaskan situasi perjodohan, dan meminta maaf atas kebohongannya. Aksa mungkin akan marah besar, memecatnya, dan menghancurkan karirnya. tapi seenggaknya, kebenaran akan terungkap, dan Kesya gak perlu hidup lagi dalam ketakutan.
2.Berbohong Terus-menerus.
kesya bisa mempertahankan kebohongannya, terus menjadi 'Ninja Kantor' yang sempurna. Ia akan berusaha lebih keras lagi agar penampilan Kesya dan 'Dila' tetap terpisah. Ini berarti hidup dalam ketegangan, berisiko terbongkar setiap hari, tapi Kesya tetap bisa mempertahankan pekerjaannya
"Siapkah aku? Melihat wajah Aksa setiap hari, sementara aku tahu aku lagi membohonginya? Dan terus berpura-pura seolah gak terjadi apa-apa?"
Kesya menghela napas panjang. Itu butuh mental baja yang dia sendiri gak yakin udah dia miliki. tapi, ini adalah untuk Dila temannya. Demi menjaga Dila tetap bebas dari perjodohan itu.
Kesya memutuskan untuk membuang pikiran itu untuk malam ini. dia akan mengambil keputusan besok, setelah tidur malam yang nyenyak. dia harus menyiapkan mentalnya untuk hari-hari selanjutnya yang pasti akan terasa kaya film komedi.
Badai di Lantai 30
Keesokan harinya, Kesya kembali menjalankan Operasi Ninja dengan sedikit waspada. dia lebih berhati-hati, lebih waspada terhadap suara lift , dan bahkan menggunakan tangga darurat untuk pindah antara lantai supaya benar-benar gak terlihat
Pagi itu terasa sangat tegang di kantor
Swastamita Karya.
Tepat pukul 10.00, suasana lantai Administrasi yang biasanya ramai tiba-tiba sepi. Semua kepala menoleh ke lift . Dari sana, keluarlah dua sosok yang sangat berwibawa yaitu orangtua ,Pak Aksa Perwira.
Mereka adalah pemilik asli perusahaan ini dan kehadirannya di kantor selalu membawa aura yang sangat menakutkan Semua karyawan, terutama yang berada di sekitar pintu masuk, langsung bersikap sigap, membungkuk ,dan memberi hormat.
Kesya, yang lagi membereskan dokumen di meja Administrasi, langsung memalingkan wajahnya dan pura-pura sangat fokus pada dokumen di tangannya.
Wajah Ayah Aksa, Tuan Perwira, terlihat merah karna amarah. Langkahnya cepat dan berat, diikuti Ibu Ika yang terlihat menahan tangis. Mereka langsung menuju ke lantai 30, tetapi suasana tegang itu terasa sampai ke lantai 25
gak lama kemudian, suara teriakan dan bentakan agak samar mulai terdengar. Ruangan Aksa memang terpisah jauh, tapi kemarahan orang tua Aksa kayanya cukup besar sampai suaranya menembus dinding yang kedap suara. Apalagi, ruangan Administrasi cukup dekat dengan bangunan lantai 30.
Kesya dan rekan-rekannya merapatkan telinga.mendekati ruangan 29 yang bersebelahan dengan ruangan pak Aksa,
Mereka sangat ingin tau soal pertengkaran itu,mereka mendengar samar kata-kata seperti:
"Memalukan, Perjodohan, Wanita itu!"
Kesya menggenggam pulpen di tangannya. dia tahu ini tentang insiden 'Dila'.
Tiba-tiba, suara Ibu ika terdengar sangat jelas, melengking.
"Kamu membatalkannya gitu aja, Aksa! Siapa yang akan kamu nikahi sekarang?kamu udah berjanji akan cepat menikah,tapi apa kenyataannya!"
Kemudian terdengar suara Aksa yang lebih rendah, tapi penuh penekanan.
"Aku udah bilang Bu.Aku gak cocok sama Dia.Aku gak akan menikah dengan wanita yang gak bisa bersikap profesional, yang berpenampilan kaya gitu!"
Aksa berhenti sebentar ,lalu terdengar Aksa menarik napas panjang.
"Aku akan menikah. Aku janji, aku akan menikah secepatnya. Tapi aku akan menikah dengan wanita pilihan aku sendiri!" kata Aksa.
Aksa mengakhiri dengan nada selesai yang gak bisa dibantah.
Terdengar suara keras kursi di dorong, beberapa detik kemudian, Ayah dan Ibu Aksa berjalan keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa, wajah mereka dipenuhi amarah dan kekecewaan.
Mereka berjalan melewati lantai Administrasi tanpa memedulikan siapa pun.
Semua staf Administrasi saling lihat. Kesya, gimanapun dia sangat terkejut setengah mati. dia kaget karena Aksa membatalkan perjodohan dengan alasan penampilan 'Dila' yang gak profesional benar-benar persis kaya yang Kesya rencanakan dengan dila.
tapi, kesya lebih kaget lagi dengan pernyataan Aksa yang terakhir.
"Aksa akan menikah dengan pilihannya sendiri,secepatnya?
gak lama setelah orang tuanya pergi, Aksa muncul di depan pintu ruangan eksekutif. Wajahnya terlihat kesal, dasinya longgar, dan dia berjalan mondar-mandir di koridor lantai 30. dia terlihat sangat bingung, tertekan, dan kaya lagi berpikir keras tentang cara memenuhi janjinya kepada orang tuanya.
Kesya, yang melihat kebingungan sang CEO dari kamera pengawas di ruang Administrasi,cuma terdiam
"Kamu berjanji akan menikah secepatnya, Tuan Aksa. Sekarang, siapa wanita yang akan kamu pilih dalam waktu sesingkat ini?" kata Kesya dalam hatinya.
Bagi Kesya, masalah perjodohan yang dia batalkan seharusnya udah selesai. tapi, melihat Aksa, dia tahu dampaknya ternyata gak sesederhana itu.
Raut wajah pria itu menunjukkan segalanya ada beban di sana, seolah dia lagi menanggung masalah besar akibat pembatalan perjodohan itu.
Melihatnya, rasa bersalah karena sudah menipunya langsung kepikiran dalam diri Kesya, sekarang bercampur simpati yang tulus. "Maaf" kata kesya sangat pelan, lebih pada dirinya sendiri.
kesya gak berani melihat Aksa, cuma bisa menunduk, berharap pria itu gak mendengar permintaan maaf itu.