NovelToon NovelToon
Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Membawa Bayi Kembar Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Pena cantik

Hidup Anaya tidak pernah beruntung, sejak kecil ia selalu di jauhi teman-temannya, dirundung, di abaikan keluarganya. kekacauan hidup itu malah disempurnakan saat dia di jual kepada seorang CEO dingin dan dinyatakan hamil setelah melakukan malam panas bersama sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hasil tes DNA

Farah menjalani hari-hari nya sebagai ibu tunggal. Tanggung jawab itu berat tetapi setiap kali ia memandang wajah lucu Kedua bayinya semua lelah yang ia rasakan seketika sirna.

Sore hari, Farah baru saja pulang dari kedai sambil menggendong dua bayinya. Syukur nya bayi-bayi itu tidak rewel sama sekali sehingga memudahkan Farah untuk belanja.

Farah membeli bahan-bahan untuk membuat kue besok. Ia memutuskan bekerja dengan keterampilan yang ia miliki untuk menghidupi nya dan kedua anaknya.

Sudah tiga hari ini Farah membuka usaha kue dirumah. Seperti bolu, roti, dan lain sebaginya. Berbagai menu kue ia buat dan Alhamdulillah semuanya selalu habis tak tersisa.

Karna banyak nya orderan yang masuk membuat Farah harus ekstra lembur.

Hampir setiap hari selepas subuh, Farah sudah sibuk di dapur. Tangannya lincah mengaduk adonan, menyiapkan loyang, memastikan setiap kue yang ia buat memiliki rasa dan bentuk yang sempurna. 

Farah tersenyum membayangkan wajah orang-orang yang mencicipi karyanya, berharap mereka merasa bahagia seperti dia saat membuatnya. Kue-kue itu kemudian ia titipkan ke kedai-kedai sekitar desa. 

Alhamdulillah, tak lama kemudian, banyak warga mulai menyukai hasil tangannya. Pesanan pun berdatangan, membuat hati mungilnya mulai bermimpi lebih besar—membuka sebuah toko kue kecil miliknya sendiri. 

Farah meletakkan barang belanjaan dengan hati yang lega, lalu menatap kedua bayinya yang tertidur pulas. 

"Anak-anak mama yang baik," bisiknya lembut sambil mencium pipi mereka satu per satu. 

Ketika membuka dompet dan menghitung uang hasil penjualan hari ini, farah tak kuasa menahan senyum. 

"Alhamdulillah... hari ini habis semua," gumam nya pelan dengan bahagia. 

Matanya kembali menatap anak-anak itu, penuh harap dan doa. "Besok kita beli baju baru ya, mama dapet rezeki lebih hari ini."

Farah sangat ingin membelikan putra putrinya baju baru. Sejak mereka lahir ia belum ada memberikan mereka baju baru. Baju-baju baru yang mereka pakai semuanya pemberian bude.

Saat asik melamun, suara bude membuyarkan lamunannya.

"Ndok," panggil bude Ningsih.

Farah menoleh dan tersenyum, "Bude udah pulang?" Farah menyalaminya.

"Sudah, baru saja sampai bude langsung kesini."

Ia baru saja pulang menjemput putranya di bandara. Mereka tidak langsung pulang karna Dimas ada urusan mendesak membuat mereka bermalam di hotel yang ada di kota.

Karna dari bandara ke desa ini memakan waktu kurang lebih tiga jam.

"Maaf ya, bude ninggalin kamu dan anak-anak sendirian? Bude kepikiran kalian terus." kata bude Ningsih.

Farah tersenyum, "Ngak apa-apa bude, farah dan anak-anak gapapa kok. Lagian ada mbak Lastri di yang setiap malam datang kesini." jawab Farah.

"Oh ya, mana kak Dimas?" tanya Farah.

"Nanti sore dia baru sampai. bude pulang duluan karna udah kangen sama twins." Seru bude tersenyum melihat twins yang baru saja bangun.

Bude Ningsih menggendong baby boy. "Duh gemesnya. Paman Dimas udah ngak sabar katanya Pengen ketemu sama kalian."

Bude menatap Farah, "Ndok, Apa kamu belum memberi mereka nama?" Tanya bude kala teringat bahwa kedua bayinya belum memiliki nama.

Farah terdiam. Benar, ia belum memiliki nama untuk kedua bayinya.

Farah teringat akan dua nama yang ia baca di sebuah cerita.

"Sudah bude. Nama mereka, Anaya dan angkasa." jawab Farah tersenyum.

"Nama yang bagus," gumam bude. "Naya dan angkasa,"

Farah tersenyum, ia bersyukur dikelilingi orang-orang baik seperti bude dan keluarga.

~

Sementara itu, di mansion Wijaya, seorang wanita paruh baya dengan penampilan modis melangkah anggun turun dari mobilnya.

"Mama," sapa Dinda begitu menyadari kedatangan ibu nya

"Kenapa Mama tidak memberi tahu kita kalau Mama akan datang? Kan aku dan Mas Alex bisa menjemput Mama," tambahnya sambil menggandeng tangan wanita paruh baya itu.

Wanita itu berdecak kesal. "Kalau aku tidak datang, sampai kapan kalian akan terus menutupi kesalahan anak nakal itu?" celetuk Fiona.

Dinda sudah menduga kabar ini pasti sudah sampai ke telinga ibu nya itu.

"Di mana bocah nakal itu?" tanya wanita itu.

"Ada di perusahaan Mas Alex, sedang ada meeting gabungan," jawab Dinda.

"Duduk dulu, Ma," Dinda duduk di sampingnya sambil memijat tangan ibunya.

"Kamu jangan membela anak itu. Mama akan menghukumnya."

Dinda melepaskan tangannya dan berkata pelan, "Ehmm... aku tahu putraku itu nakal, Ma. Kali ini aku tidak akan membelanya."

Jika sudah begini, Dinda tak bisa menahan kemarahan ibunya.

~

Saat ini Jackson berasal di rumah sakit setelah mendapatkan panggilan dari rumah sakit untuk melihat hasil tes DNA.

"Saya yakin seratus persen kalau bayi-bayi lucu itu anak anda, bos." celetuknya. karna wajah bayi-bayi itu sangat mirip dengannya.

Mata Jackson memicing tajam. Jujur saja dia juga yakin jika mereka anak-anaknya. Tanpa tes DNA sekalipun kedua bayi itu adalah anak-anaknya. Bukan hanya wajahnya yang mirip dengannya, tetapi ia merasa ada ikatan batin yang sangat kuat saat pertama kali ia melihat wajah bayi-bayi itu.

Apa lagi gejala aneh yang sempat ia rasakan beberapa bulan lalu. Jackson yakin itu adalah gejala Sindrom couvade, atau kehamilan simpatik— ngidam yang juga dirasakan oleh ayah si bayi. Bahkan ia sampai di infus beberapa hari karna mual-mual dan belum lagi drama pengen makan aneh-aneh.

Mereka sudah tiba dirumah sakit dan kini di tangannya sudah menggenggam kertas hasil tes DNA tersebut.

Walaupun tidak ada keraguan dalam hatinya mengenai ayah biologis baby twins. Namun melihat hasil tes DNA menyatakan bahwa 99% Anak yang dilahirkan Farah berasal dari benihnya.

Jika sudah ada bukti di tangannya, Farah tidak akan bisa menyangkal bahwa bayi-bayi itu adalah bayinya.

Tanpa sadar bulir bening mengalir di pipi, "Mereka anak-anakku." Gumam Jackson.

Ada perasaan yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata. Rasa bahagia membuncah di dada.

Bayi yang ia saksikan kelahirannya, yang ia gendong di dadanya, ternyata benar anak-anaknya. Malam itu meninggalkan benih di rahim wanita yang ia renggut paksa kesucian.

1
Ma Em
Mungkin itu emang cicit ibu .
Ma Em
Angkasa anak baik dan berjanji akan melindungi ibu dan adiknya .
Ma Em
Semoga Farah selalu bahagia bersama sikembar dan usaha kue nya semakin sukses , Jackson sdh tiga tahun tdk bisa menemukan anak2 nya biar saja Jackson merasakan penyesalannya .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!