REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Makan Satu Meja
Di sini lah Zura dan Vilna sekarang, pusat perbelanjaan yang berada di tengah kota. Mereka mulai menyortir satu persatu barang yang akan mereka beli.
Puas Vilna membujuk kakak ipar nya untuk berbelanja kebutuhan pribadi nya namun Zura selalu menolak.
"Ayo lah kak,ambil apa yang kakak mau."
"Tidak Vilna, kamu saja." balas Zura.
Vilna memanyunkan bibir nya, tak habis akan ia melanjutkan kembali belanja nya. Namun tiba-tiba langkah nya terhenti saat Viska menarik tangan nya.
"Wah....bagus sekali kamu, setelah kabur bisa-bisa nya belanja sebanyak ini." ucap Viska.
"Kak Elvan yang menyuruh ku." jawab Vilna jujur.
"Lihat mah, anak mamah yang satu ini bahkan pergi bersama perempuan udik ini." ujar Viska kurang ajar.
"Kamu pasti memoroti uang anak ku kan?" tanya Risma penuh penekanan.
"Tidak nyonya, saya hanya menemani Vilna saja."
"Jangan bohong kamu, aku tahu jika orang miskin seperti kamu hanya mau uang orang kaya seperti Elvan."
"Mah, jaga omongan mamah, kak Zura tidak seperti itu." bela Vilna.
"Sudahlah mah, ayo pergi malas berdekatan dengan upik abu seperti dia." ucap Viska kasar.
Risma dan Viska pergi, dan lagi Zura harus menguatkan hati atas penghinaan yang keluar dari mulut mertua dan adik ipar nya.
"Kak, gak usah di pikirin mereka memang seperti itu."
"Kakak gak kenapa-kenapa." ucap nya lirih.
Vilna mengajak Azura pulang, sesampai nya di rumah mereka langsung menata barang yang mereka beli. Dari sudut ruangan Elvan melihat keakraban adik dan istri ny, ada seringai senyum saat melihat Zura dan Vilna bercanda.
Setelah selesai, Zura masuk kedalam kamar terlebih dahulu untuk mandi, karena tubuh nya sudah sangat lengket. Berbeda dengan Vilna yang masih sibuk mengurus belanjaan nya.
"Dia tidak membeli apa pun?" tanya Elvan.
"Tidak, bahkan Vilna sudah membujuk nya."
Elvan hanya diam, pria itu memperhatikan satu persatu barang belanjaan adik nya yang lumayan banyak.
"Kak, kak Zura wanita baik jangan sia-sia kan dia jika tak ingin menyesal suatu saat nanti." ucap Zura lalu masuk ke kamar nya.
Elvan hanya menaikan kedua alis ny, pria itu menatap pintu yang rapat tertutup.
Senja menyapa, kedua wanita itu sibuk memasak untuk makan malam. Vilna sangat kagum melihat kakak ipar nya yang bisa memasak dengan sangat enak.
"kak, besok ajarin Vilna memasak ya." pinta Vilna.
Seperti biasa, Elvan hanya melihat dari jarak tertentu saja.
"Kamu mau belajar?" tanya Zura.
"Iya kak, seperti nya jika wanita bisa masak itu terlihat sangat keren." puji nya, Zura hanya tersenyum.
Tak banyak yang mereka masak, menu makan malam hanya ayam goreng, lalapan dan sambal juga ada tempe goreng dan untuk pertama kali nya Zura memasak untuk suami nya.
Terlihat sederhana, namun sangat menggugah selera Elvan saat ini. Pria itu sedari tadi sudah duduk manis di meja makan.
Zura dan Vilna kemudian ikut bergabung, Elvan menoleh ke arah istri, pria itu seakan memberi perintah untuk melayani nya. Zura yang paham langsung bergerak mengambilkan piring dan nasi beserta lauk nya.
"Kak, masakan kak Zura sangat enak." ujar Vilna.
"Hmmmm." balas Elvan, sambil menikmati makanan yang masuk kedalam mulut nya.
Zura makan dalam diam, hanya Vilna yang mengajak nya untuk bicara. Zura sedikit gugup karena setelah menikah ini adalah kali pertama ia makan satu meja dengan suami nya.