NovelToon NovelToon
CINTA PRESDIR PILIHAN

CINTA PRESDIR PILIHAN

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:521.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: pp_poethree

Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.

Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buka Hatimu

Halo...maaf sebelumnya bagi para Reader yang menunggu kisah Sevim dan Himsa, Author masih sibuk sama Aira Rendra, apalagi Aira minggat lagi, deuh kemana tuh bumil 😑. Lagi-lagi Author minta maaf kalau disini juga alurnya lambat, 2-3 bab bisa 1 hari waktu dalam novel. Jadi harap bersabar ya.

Oh ya ada bonus pict di bab " First kiss ", kalian bisa lihat betapa asyiknya ketika mereka menggunakan jurus vacum cleaner😘. Itulah mengapa Ahimsa jadi kena timpuk sama Maminya.

Sevim belum benar-benar tidur ketika mamanya keluar dari kamarnya. Dia kembali membuka matanya, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Mencoba membayangkan saat bersama Ahimsa . Bisa-bisanya Ahimsa melakukan perbuatan seperti tadi, dan bodohnya Sevim menikmatinya bahkan membalas ciuman Ahimsa.

" Hishhh..., bodoh bodoh bodoh ", ucapnya dengan memukul-bukul ranjang empuknya.

" Jadi..gitu ya rasanya..", ucapnya lagi dengan menyentuh bibirnya yang sudah ternodai oleh Ahimsa.

Menyesal? Tentu saja, karena kejadian memalukan yang disaksikan langsung oleh calon Mami mertuanya, terpaksa pernikahan keduanya yang seharusnya dilakukan 2 bulan lagi, dimajukan menjadi bulan depan. Kalau bukan karena pertolongan Ahimsa yang dijanjikan kepadanya, sudah pasti Sevim akan menolaknya meskipun itu juga sangat mustahil.

Beep beep beep

Ponsel Sevim berbunyi. Baru kurang dari satu jam yang lalu berpisah, tapi Ahimsa sudah menghubunginya kembali, tak tanggung -tanggung. Bukan sekedar panggilan telepon, tapi panggilan melalui video. Sebelum mengusap layar pada ponselnya, Sevim berkaca untuk melihat penampilannya.

" Halo Se.., uda tidur ?"

" Udah..kenapa?",

" Oh udah ya.., aku ganggu kamu?"

" Iya..aku udah ngantuk.."

" Ngantuk, tapi mau aja diajakin video call-an. Kamu kangen ya sama aku?"

" Idihhh....ogah kangen sama kamu.."

" Kenapa? aku calon suami kamu loh. Aku aja udah kangen sama kamu.."

" Bohong.."

" Serius, aku kangen. Maaf ya untuk yang tadi, aku spontan..",

" Aku malu tau nggak..",

" Iya maaf.., makanya kita buru-buru nikah.."

" Hmmmm.."

" Besok aku jemput..ada yang pengen aku obrolin sama kamu.."

" Nggak perlu, aku sekarang pake sopir.."

" Kenapa?"

" Biar nggak ada lagi yang nyiram aku kayak waktu itu..", sindirnya kepada Ahimsa. Sevim mengingatkan kejadian saat Rosy menyiramnya dengan segelas air.

" Maaf Se.., aku nggak nyangka dia bisa sekasar itu sama kamu.."

" Gitu ya perempuan yang kamu pilih? Yang kamu banggain? Mending aku kemana-mana", ucap Sevim lagi, dia berbicara dengan nada sedikit tinggi.

Ahimsa meresponnya dengan tersenyum, dia tau jika Sevim sebenarnya merasa sedikit cemburu? Benarkah? Iya, tapi bisa juga tidak, mungkin Sevim hanya merasa jika Rosy bukan perempuan yang bisa disetarakan dengan dia.

" Iya makanya kakek, mami, papi pilih kamu jadi menantunya.."

Iya, yang memilih aku itu mereka. Bukan kamu..

Sevim mencoba menetralkan wajahnya, berusaha tidak menunjukkan rasa kecewanya. Sevim tau diri, pernikahan yang terjadi antara dia dan Ahimsa nanti hanya karena perjodohan bukan karena cinta.

" Aku ngantuk Him.., mau tidur dulu",

" Oke..have a nice dream",

Komunikasi mereka terputus. Sevim menghela nafas panjang. Entah apa yang penyebabnya, namun dia merasakan kekecewaan saat mendengar ucapan Ahimsa tadi.

" Aku kurang cantik ya?", tanyanya pada diri sendiri dengan meraba-raba wajahnya.

" Apa aku kurang sexy? Aku nggak menarik?"ucapnya lagi .

Sepertinya Sevim tidak percaya dengan dirinya sendiri. Dia cantik, sexy sangat menarik, hampir sempurna untuk seorang wanita. Tapi, bukan tanpa alasan. Rasa ketidakpercaya dirinya itu disebabkan oleh Ahimsa. Sevim merasa jika dirinya hanyalah penghalang hubungan Ahimsa dengan Rosy. Mereka saling mencintai, dan tiba-tiba Sevim hadir ditengah-tengah mereka. Sudah pasti, Sevim yang disini merasa bersalah dan menjadi pihak ketiga. Sevim merasa Ahimsa tidak pernah menaruh sedikitpun rasa ketertarikan terhadapnya.

Ciuman yang mereka lakukan sepertinya juga tidak ada artinya bagi Ahimsa. Yang membuat Sevim semakinciut nyali adalah kata-kata Ahimsa barusan yang mengatakan jika Sevim memang pilihan keluarganya untuk menjadi pendamping hidup Ahimsa, bukan pilihannya. Dengan kata lain, Ahimsa juga tidak menginginkan pernikahan ini.

Berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Sevim, Ahimsa merasa jika dirinya sudah mulai menerima Sevim yang sebentar lagi akan menjadi istrinya. Gadis itu mampu meluluhkan hati nya meskipun belum mengenalnya lebih dekat. Namun , satu yang pasti. Jika Ahimsa berhasil menaklukkan hati Sevim, bisa dipastikan dialah laki-laki pertama dan terakhir bagi Sevim.

" Aku harus bisa dapetin hatimu , Se. Bagaimanapun caranya..",

Detik demi detik, menit demi menit, jam pun silih berganti berlalu. Matahari sudah menampakkan cahayanya, pertanda jika manusia memulai untuk melakukan aktivitasnya.

Sevim sudah cantik dengan penampilannya. Meskipun berpakaian tertutup, namun aura kesexy-annya masih sangat terpancar. Hari ini dia sudah masuk bekerja seperti biasa. Dia segera turun ke bawah untuk bergabung bersama Papa dan Mamanya untuk sarapan bersama.

" Makasih tante..Himsa makan roti aja.."

" Yakin Aa",, nggak mau nyobain nasi goreng bikinan tante?"

" Nggak tante,, Himsa terbiasa dengan sarapan ringa .."

Sevim mendengar interaksi mamanya dengan Ahimsa. Sepagi ini, laki-laki itu sudah berada di rumahnya. Bahkan sudah rapi dengan pakaian kerjanya. Padahal, Sevim sengaja berangkat lebih awal agar bisa menghindar dari Ahimsa. Tapi, laki-laki itu malah sudah sampai dahulu. Papa Sevim bahkan belum berada di meja makan, tapi Mamanya sudah asyik melayani Ahimsa.

Ehem..ehem...

Sevim sengaja mengeluarkan suaranya, agar Ahimsa dan Mamanya sadar akan kehadirannya. Mamanya memang lupa daratan jika sudah bersama calon menantunya.

" Vim..udah siap? makan dulu.." ucap Mamanya.

" Kok udah sampe sini aja Him? Ini masih pagi loh.."

" Kangen sama kamu.." , ucapnya terus terang. Mama yang berada disamping Sevim malah yang tersipu malu.

" Pagi-pagi nggak usah gombal deh. Cepetan habisin sarapannya. Aku takut telat.."

" Vim..jangan galak-galak gitu sama Aa'..dia calon suami kamu lho.."

" Iya suami pilihan Papa sama Mama.."

Deg..deg..

Ahimsa seperti dejavu dengan perkataan Sevim barusan. Apakah semalam Sevim merasa sakit hati dengan ucapannya? Jawabannya tentu saja iya, karena Ahimsa pun merasakan nyeri di dadanya ketika mendengarnya.

" Kok kita ke Cafe lagi Him? Kamu belum kenyang ya makannya?"

" Udah..tapi aku pengen ngobrol sama kamu.."

" Aku nanti bisa telat Him.."

" Nggak bakal ada yang berani marahin kamu. Apalagi mereka tau kalo kamu itu CALON ISTRIKU.." ucapnya dengan penuh penekanan pada dua kata terakhir.

" Kakek?"

" Lusa beliau balik kesini. Kakek lagi sama adik kakakku di KL.."

" Mau ngomongin apa?"

" Kamu tau, kenapa aku cium kamu semalem?"

" Kamu sengaja kan, biar kita ketahuan terus pernikahan kita dimajukan, biar kamu juga cepet jadi Presdir?"

" Bukan..bukan itu. Sebelumnya bahkan aku sudah minta mami buat majuin pernikahan kita.."

" Kenapa?"

" Biar aku juga cepet bisa milikin kamu..",

Blushhh, pipi putih Sevim berubah memerah.

" Cieh...malu..", ucap Ahimsa menggoda Sevim.

" Nggak kok biasa aja.."

" Kenapa?"

" Karena aku tau kamu cuma bercanda. Nggak usah bikin aku baper kalo kenyatannya hati sama pikiran kamu cuma buat Rosy. Aku nggak butuh gombalan kamu.."

" Aku mau buka hati buat kamu.."

" Kamu mabuk..?"

" Sadar 100%, dan aku serius.."

Sevim diam, dia kehilangan kata-kata. Haruskah dia memegang ucapan Ahimsa barusan? Sevim tidak butuh ucapan, tapi komitmen. Percuma saja Ahimsa mengucapkan ribuan kata manis jika kenyataannya memang Ahimsa sudah memiliki komitmen bersama Rosy, bukan Sevim. Saat ini saja, Ahimsa masih menjalin hubungan dengan Rosy, padahal Ahimsa dan Sevim akan segera menikah.

" Gimana? kamu mau kan? buka hati buat aku?"tanya Ahimsa dengan menggenggam tangan Sevim.

" Kasih aku waktu untuk berpikir.."

Ahimsa mengangguk pelan, ini kali pertama Sevim memiliki hubungan dengan seorang laki-laki. Bukan hal yang mudah memang, apalagi mereka berdua bukan hanya akan menjadi pasangan kekasih nantinya, tapi sepasang suami istri.

" Aku tadi malam marah sama kamu..",

" Kenapa? "

" Aku nggak suka calon istriku dekat dengan laki-laki lain.."

" Kalo kamu aja dekat sama Rosy, kenapa aku nggak boleh dekat sama laki-laki lain?"

Skakmat, Ahimsa terjebak dengan ucapannya sendiri. Apa yang dikatakan Sevim memang benar. Dasar Ahimsa, mau nyubit tapi nggak mau dicubit. Dia yang ingin memmbuat peraturan, tapi dia sendiri yang melanggar. Aneh!

" Pokoknya nggak boleh.."

" Egois..",

Sevim langsung menyambar tasnya dan berjalan menuju parkiran mobil. Dia kesal, karena sikap Ahimsa yang dinilainya arogan. Sevim menutup mobil dengan menutup pintunya dengan keras. Tidak peduli jika saat ini mobil yang di pakai Ahimsa adalah mobil merk ternama dengan keluaran terbaru.

Sepanjang perjalanan menuju kantor, Sevim hanya diam. Gadis itu marah, dia langsung keluar dari mobil begitu Ahimsa memarkirkan mobilnya di depan kantor. Ahimsa langsung mengejar Sevim yang berjalan tergesa - gesa. Ahimsa menarik Sevim masuk ke dalam lift khusus dan langsung memencet angka nomor 12, lantai tempat kerjanya berada.

" Ruang kerjaku ada dilantai 10, bukan lantai 12.."

" Mulai sekarang kamu jadi sekretaris aku.."

" Nggak bisa seenaknya gitu..",

" Bisa..aku udah bilang kakek, dan beliau setuju.."

" Hiiss..",

Sevim mengekor dibelakang Ahimsa saat keduanya sampai dilantai 12. Ahimsa yang menyadari Sevim berada di belakangnya langsung menhentikkan langkahnya. Saat posisi Sevim sudah sejajar dengannya, Ahimsa langsung meraih tangan Sevim dan menggenggamnya. Untung saja, koridor menuju ruangan Ahimsa sepi, jadi Sevim tidak perlu merasakan malu. Yang membuat Sevim merasa heran adalah kehadiran mbak Rani yang berada di balik meja resepsionist. Rani yang berdiri, langsung tersenyum saat Ahimsan dan Sevim lewat dihadapannya. Rani langsung membuat simbol telepon dengan tangannya yang dia letakkan di samping telinganya. Sevim mengangguk mengerti, sesaat sebelum dia ikut masuk ke dalam ruangan Ahimsa.

" Kamu duduk.."

Sevim menurut, rasanya nyalinya menjadi ciut ketika Ahimsa mengatakannya dengan raut wajah dingin, seperti saat mereka pertama kali bertemu dulu.

" Aku tanya kamu sekali lagi.., kamu kemarin sama siapa di Cafe?"

" Sama temen-temen.."

" Temen-temen, bukan temen? Berarti lebih dari satu?"

" Iya.."

" Berapa? 2, 3, 4.."

" 2 aja.."

" Kamu tau aku marah kenapa?"

" Nggak lah, aku kan bukan dukun.." dengan penuh keberanian Sevim mengatakannya, tanpa melihat ke arah Ahimsa yang sedang menatapnya dalam dengan jarak yang sangat dekat. Sedikit saja Sevim menoleh, pipinya itu akan langsung disambut oleh bibir Himsa.

" Kamu baru kenal mereka.., gimana bisa kamu diajak nongkrong bareng?"

" Beneran kamu mau tau? Nggak nyesel kan kalo aku ngomong sama kamu?"

" Kenapa? "

" Aku kemarin di salon, ketemu Rosy pacar kamu. Tangan aku dicekal, aku dihina lagi katanya aku nggak laku, katanya aku rebut kamu dari dia. Kalau aja nggak ada temen-temenku yang nolong, pasti Rosy bikin keributan lagi sama aku.."

Rosy lagi, sepertinya aku memang harus segera bertindak.

" Kamu ketemu sama Rosy..?"

" Iya.."

" Terus?"

" Aku ke Cafe karena nggak enak nolak ajakan mereka, temen-temen baruku baik sama aku.."

" Tapi, aku khawatir Se..mereka ngapa-ngapain kamu.."

" Nyatanya aku baik-baik aja kan, Aira sama Farah baik, dia nggak sadis kayak Rosy.."

" Aira sama Farah? maksudnya temen kamu perempuan? "

" Iya.."

Seperti air digurun pasir, pengakuan yang keluar dari mulut Sevim membuat hati Ahimsa lega. Ternyata teman teman yang dimaksud Maminya adalah Aira dan Farah, mereka perempuan. Jadi, jika Maminya malu karena perbuatan Ahimsa semalam, jangan salahkan. Ini juga karena Maminya yang membuat Ahimsa marah.

" Mau ya..buka hati kamu buat aku?"

Sevim menggeser tubuhnya ke samping mencoba menjaga jarak dengan Ahimsa. Dengan penuh keberanian dia menatap Ahimsa yang juga menatapnya. Tidak ada kebohongan di mata Ahimsa, tapi ada keragu-raguan disana.

" Aku mau buka hati, kalo kamu sudah memutuskan hubungan dengan Rosy. Selama kamu masih berhubungan sama dia, aku bakal menutup dan mengunci hati aku", ucapnya di dalam hati.

" Aku butuh komitmen", ucapnya dengan melenggang keluar dari ruangan Ahimsa.

Sepertinya Sevim sudah mengatakannya tadi. Dengan tidak langsung, Sevim ingin jika Ahimsa memutuskan hubungannya dulu dengan Rosy. Sevim bisa saja mengatakannya langsung kepada Ahimsa, apa yang sesungguhnya dia inginkan. Tapi, Sevim ingin tau seberapa dewasa dan sekeras apa usaha yang Ahimsa lakukan untuk meluluhkan hatinya. Sevim butuh bukti, bukan janji. Dasar, nggak peka!!!!

1
🦋 165
so sweet bang Harsa
🦋 165
setahun g baca ehhh udh banyak aja up nya lanjut baca makin seru
Malaika LAn MahEza
oo.. cinta Presdir ditamatin

semoga ad kelanjutan season 2nya
Saffa Almer: ada kak, ceritanya Barra
judulnya : Ayo Cerai
total 1 replies
Ayu Galih
Kak ada kisah kelanjutaanya kan season kedua ya...ttg anak2 & cucu mereka .🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘😘😘
Malaika LAn MahEza: ap judulnyaq
total 3 replies
Ayu Galih
Yaaaa...TAMAT...gk rela siiih klau tamat msh suka sm kisah mereka btw is okey Makasih banyak kk Saffa author yg paling KEREEN...baik hati ,syantiik...SUKSES TERUS YAAA...dg karya2 mu yg lain....kak ada extra part yaaa🤗🤗😘😘😘😘😘😘😘
Al fathiya
akhirnya happy end, Presdir nya si Abang tertua, yeayy selamat ya bang ❤️❤️
Vtree Bona
makasih kak thor cerita novelnya sangat menghibur kami para ibu2 rumah tangga yg di kala cape ada obatnya,,,,,, semangat terus kak semoga ada lagi novel novel yg selanjutnya
Saffa Almer: sama-sama kak, makasih udah baca karya othor, wait the next novel ya
total 1 replies
erma irsyad
kok tamat,ad cerita lanjutan nggk nih thor🤭
Saffa Almer: ada kak, wait ya
total 1 replies
Suci Yati
yah kok tamat thor
Saffa Almer: iya kan udah happy ending semua kak
total 1 replies
Suci Yati
Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu akhirnya update juga thor lanjut
Ayu Galih
Alhamdulillah..akhirnya updrate lg ..Selamat buat Sevim & Himsa sdh jd ortu pastine anak mereka syantiik ...makasih kk Saffa sdh updrate tetep Semangat ya ...🤗🤗😍😍😍😍😍
Evi Ristiani Ramdhani
makasih udah up kak Safa
Al fathiya
tau-tau lahiran aja sevim, selamat yaaa
Hearty💕💕
Sudah lama baru muncul lagiii.

Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl
Vtree Bona
kemana aja kak thor libur nya lama banget
Suci Yati
lanjut thor gasss terus update nya
Ayu Galih
Alhamdulillah....akhirnya updrate hr ini stlh sekian purnama nungguin...mamaaciih kk Saffa syabtiiiik sayaangkuu....tetep SEMANGAT terus jgn kendor ...ku tunggu kelanjutannya pas pesta pernikahan Rizky sm Hyana...🤗🤗😘😘😘😘😘😘😘
Ayu Galih
Kak Daffa knp belum updrate lagiiii....😢😭 aqu kangeeen....hayooo Semangat kak...💪💪😘😘😘😘😘
Ayu Galih
Bagus semua karyamu kak Saffa emang IS THE BEST ....😘😘😘😘😘😘😘
Ayu Galih
Malam kak Saffa knp belum updrate ini KANGEEEN LOOOH 🤗🤗😘😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!